cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 22 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 2 (2019): July 2019" : 22 Documents clear
FORMASI DAN NEGOSIASI IDEOLOGI DALAM CERPEN TIKUS KARYA INDRA TRANGGONO BERDASARKAN PERSPEKTIF HEGEMONI GRAMSCI Rokhmansyah, Alfian
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan formasi ideologi serta negosiasi ideologi yang terjadi dalam cerpen Tikus karya Indra Tranggono. Dalam penelitian ini digunakan konsep hegemoni menurut Antonio Gramsci. Ideologi yang muncul dalam teks dikalkulasikan untuk menunjukkan formasi ideologi para tokohnya sehingga dapat diketahui ideologi dominan dan ideologi yang dinegosiasikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan sosiologi sastra. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis konten yang berupa teks sastra. Hasil penelitian menunjukkan adanya formasi ideologi dalam teks, yaitu militerisme, bapakisme, kapitalisme, dan gotong-royong. Dalam teks juga ditemukan new common sense kelompok subaltern setelah terjadi negosiasi ideologi antara kelompok dominan dan subaltern. Dalam cerpen juga menunjukkan pelemahan ideologi kelompok dominan sehingga ideologi hasil negosiasi menjadi hilang dan kembali ke ideologi awal kelompok subaltern. 
PREDIKAT KOMPLEKS BAHASA KARO: KAJIAN X-BAR Sembiring, Hariati Br; Mulyadi, Mulyadi
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tipe predikat kompleks bahasa Karo dalam kalimat dengan menggunakan teori x-bar. Data penelitian diperoleh dari penutur asli bahasa Karo dengan teknik wawancara. Data dianalisis dengan metode agih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tipe predikat kompleks dalam bahasa Karo dibagi menjadi empat, yaitu: [VTRANSITIF + VTRANSITIF], [VINTRANSITIF + VINTRANSITIF], [VTRANSITIF + VINTRANSITIF], [VINTRANSITIF + VTRANSITIF]. Predikat  kompleks bertipe [VTRANSITIF + VTRANSITIF] terbentuk dari predikat yang diikuti oleh objek + predikat yang diikuti oleh objek baik terstruktur maupun tersirat, predikat kompleks bertipe [VINTRANSITIF + VINTRANSITIF] terbentuk dari predikat yang tidak diikuti objek + predikat yang tidak diikuti oleh objek, dan predikat kompleks bertipe [VINTRANSITIF + VTRANSITIF] terbentuk dari predikat yang tidak diikuti oleh objek + predikat yang dikuti oleh objek.
ANALISIS BAHASA LISAN PADA ANAK KETERLAMBATAN BICARA (SPEECH DELAY) USIA 5 TAHUN Puspita, Alvika Candra; Perbawani, Anin Akvian; Adriyanti, Nova Daniar; Sumarlam, Sumarlam
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas keterlambatan bicara (speech delay) yang diderita oleh Rifaai Khoirul Anam, seorang anak berusia 5 tahun. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik SSR (Single Subject Research). Pemerolehan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara kepada informan. Analisis difokuskan pada bahasa lisan anak dan alasan terjadinya keterlambatan bicara (speech delay) anak usia 5 tahun. Berdasarkan hasil analisis ditemukan 1) ketepatan ucapan pada beberapa huruf vokal dan konsonan kurang jelas; 2) penempatan tekanan, nada, sendi, dan durasi sudah sesuai; 3) pilihan kata kurang bervariasi; 4) pembicaraan tepat sasaran apabila anak fokus. Selain itu, sering jatuh saat bayi merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya speech delay dan kurangnya stimulus dari orang terdekat. Alternatif untuk menyembuhkan anak terlambat berbicara bisa dengan terapi wicara. Akibat dari keterlambatan berbicara yang dialami anak menyebabkan terjadi melambatnya perkembangan pada motorik maupun sensoriknya, selain itu mempengaruhi sulitnya berkomunikasi dengan baik yang membuat interaksinya dengan lingkungan menjadi sangat kurang, dan mempengaruhi tingkat kecerdasan anak.
KEMAHIRAN ANAK-ANAK BILINGUAL DALAM MENULISKAN CERITA KE DALAM BAHASA IBU (BAHASA SUNDA) DAN BAHASA KEDUA (BAHASA INDONESIA) Wikanengsih, Wikanengsih; Rostikawati, Yeni
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemahiran anak-anak bilingual dalam menceritakan kembali isi cerita ke dalam dua bahasa yang mereka kuasai, yaitu bahasa Sunda sebagai bahasa ibu dan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif. Instrumen penelitian yang digunakan berupa sebuah film pendek tanpa suara berdurasi enam menit berjudul The Pear Story. Objek yang diteliti adalah para siswa Sekolah Dasar pada tingkat 4,5,dan 6 dari tiga buah Sekolah Dasar yang terletak di Kecamatan Cihampelas Kabupaten Bandung Barat . Mereka ditugaskan menuliskan isi cerita film yang telah ditontonnya ke dalam Bahasa Sunda dan ke dalam Bahasa Indonesia. Tulisan mereka dibandingkan berdasarkan jumlah kata dan panjang pendeknya kalimat yang mereka gunakan dalam tulisan itu. Hasilnya menunjukkan, siswa yang diteliti lebih banyak menggunakan kata dalam tulisan yang berbahasa Indonesia dibandingkan dengan tulisannya yang berbahasa Sunda. Semakin tinggi tingkat kelas maka semakin banyak jumlah kata yang digunakan dalam tulisan berbahasa Indonesia. Interferensi bahasa terjadi pada narasi dalam Bahasa Sunda dari segi kosakata, sedangkan dalam narasi berbahasa Indonesia tidak ditemukan interferensi Bahasa Sunda dari segi kosakata. Interferensi terjadi pada tulisan berbahasa Indonesia dari segi struktur kalimat. Berdasarkan data di atas maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan anak-anak bilingual dalam menuliskan kembali cerita yang telah ditontonnya lebih baik yang menggunakan bahasa Indonesia dibandingkan dengan yang menggunakan bahasa Sunda.
FLEXIBILITY OF LANGUAGE EXPERIENCE IN INDONESIAN HUMOR CULTURE (SYSTEMIC FUNCTIONAL GRAMMAR) Yuwana, Rawuh Yuda; Santosa, Riyadi; Sumarlam, Sumarlam
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purposes of this research is to find flexibility of Indonesian humor culture using language experience. This research is a descriptive-qualitative research. Collecting data uses listening method by using basic technique of tap and then write. Analyzing data in this research uses equalizing reference method by using comparing technique to support codification, reduction, presentation, and interpretation such as work design of qualitative research. The results of this research, those are: exploiting the common truth that people already know; changing constituents with his language experience; putting false pronouns deliberately; conveying something incomplete; diverting different languages; providing an unrelated response at all; exploiting the language gap to distort its meaning; conveying something unnatural, absurd, even impressed controversy
NILAI PENDIDIKAN DALAM CERITA RAKYAT DAN PERANANNYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA Juanda, Juanda
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi nilai pendidikan seperti nilai kebaikan dan kejahatan, nilai kualitas dan nilai sosial dalam cerita rakyat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pemaparan data secara deskriptif. Penelitian ini sumber datanya dari sastra lisan yang telah dibukukan oleh Bambang Suwondo tahun 1980/1981 “Cerita Rakyat (Mite dan Legenda) Daerah Sulawesi Selatan”. Sampel dalam penelitian ini adalah cerita rakyat yang berjudul: Kepemimpinan Batara Wajo La Tenribali, La Tungke, Burung Beo yang Setia, Sebabnya Kalelawar Menggantungkan Diri, dan La Benngo. Temuan nilai pendidikan dalam penelitian ini adalah terdapat nilai kebaikan yaitu: saling membantu dalam kehidupan kerajaan dan keluarga, saling memotivasi, ingat-mengingatkan, tolong-menolong dan saling menghargai; temuan nilai kejahatan, seperti penipuan, penyiksaan, ketidakadilan dan kelicikan; nilai kualitas adalah kejujuran, keadilan, dan kesopanan; nilai sosial ialah kekeluargaan, kepedulian dan kegotongroyongan. Cerita rakyat etnis Bugis dapat diaplikasikan dalam pembentukan karakter siswa.
ANALISIS WACANA TEKSTUAL DAN KONTEKSTUAL DALAM NASKAH DRAMA BUNGA RUMAH MAKAN KARYA UTUY TATANG SONTANI Oktavia, Wahyu; Zuliyandari, Diyan
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan analisis wacana tekstual dan kontekstual dalam naskah drama Bunga Rumah Makan karya Utuy Tatang Sontani. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data berupa teknik catat. Sumber data yakni berupa teks dokumen pada naskah drama Bunga Rumah Makan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara menjaring dan mencatat data dalam naskah drama Bunga Rumah Makan. Analisis data dilakukan dengan cara mereduksi data, penyajian data dan verifikasi data berdasarkan analisis tekstual dan kontekstual. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya analisis tekstual dan kontekstual ditemukan 25 data. Terdapat 23 data yang menunjukkan analisis tekstual yang terdiri dari pengacuan (reference), penyulihan (substitution), pelesapan (ellipsis), dan perangkaian (conjunction). Adapun aspek leksikal dalam analisis tekstual yang meliputi repetisi (pengulangan), sinonimi (padan kata), antonimi (lawan kata), kolokasi (sanding kata), hiponimi (hubungan atas-bawah), dan ekuivalensi (kesepadanan). Sedangkan terdapat 2 data yang menunjukkan analisis kontekstual terdiri dari prinsip penafsiran personal, prinsip penafsiran lokasional, prinsip penafsiran temporal, dan prinsip analogi.
ANALISIS PENERAPAN LINGUISTIK STRUKTURAL DALAM BUKU TEKS BAHASA INDONESIA TINGKAT SMP/MTS KELAS VI Puspitasari, Yunita
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperangkat materi pengajaran bahasa dikemas dalam buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII yang berfungsi sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Teori linguistik struktural berusaha mendeskripsikan bahasa berdasarkan ciri atau sifat khas yang dimiliki bahasa itu. Permasalahan yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini meliputi: (1) bagaimana penerapan linguistik struktural dalam materi ajar buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/ MTs Kelas VII, (2) apa saja cakupan materi tata bahasanya. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan penerapan linguistik struktural dalam materi ajar dan cakupan materi tata bahasa dalam buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII. Ancangan penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah penggalan teks yang terdapat pada buku mata pelajaran Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII Kurikulum 2013 Edisi Revisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis konten deskriptif. Data dianalisis menggunakan teori Miles and Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan disimpulkan bahwa tingkat persentase penerapan linguistik struktural dalam buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII mencapai 65% yang tergolong kategori baik. Cakupan materi tata bahasa dalam buku teks meliputi morfologi, sintaksis, semantik, dan pragmatik. Teori struktural masih memiliki peran sebagai landasan teori linguistik yang kuat dalam penyusunan buku ajar. Penyajian materi tata bahasa baiknya diintegrasikan dengan praktik keterampilan berbahasa terus menerus yang membawa otomatisasi bahasa. Buku teks pengajaran bahasa terutama buku teks Bahasa Indonesia Tingkat SMP/MTs Kelas VII senantiasa perlu diperbaiki, diperbarui, dan dimutakhirkan sesuai dinamika kebutuhan dan standar yang telah ditentukan.
THE PSYCHOANALYTIC STUDY OF EMMA BOVARY IN GUSTAVE FALUBERT’S MADAME BOVARY Sumarsono, Irwan
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study presents the psychoanalytic analysis of Gustave Flaubert’s Madame Bovary. The adultery conducted by the main female character of the novel is the center of the study that is analyzed by using Freud’s psychoanalysis. The study uses the psychoanalysis theory to analyze how the id, ego and superego influence the main character in committing the adultery, and the reasons of the female character’s adultery in the novel. It is found that the female character’s id controls her adultery very much that drives her to conduct it.
POLA KOMUNIKASI BAHASA MELAYU DI LINGKUNGAN AKADEMIK (Pada Mahasiswa di UIN Sunan Syarif Kasim Riau) Nugraheni, Aninditya Sri; Syuhda, Nisa
Lingua Vol 15, No 2 (2019): July 2019
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses terbentuknya bahasa Melayu dan bahasa Indonesia, bila dirunut dari sejarah perkembangan bahasa Melayu, dan penggunaan fonologi pada pola komunikasi mahasiswa di UIN Sultan Syarif Kasim, Riau. Penelitian ini termasuk jenis field Research. Berdasarkan penelitian ini dapat diketahui: beberapa faktor yang memungkinkan diangkatnya bahasa Melayu menjadi bahasa kesatuan karena bahasa Melayu telah digunakan sebagai bahasa pergaulan (Lingua Franca) di Nusantara. Sistem bahasa Melayu sederhana, mudah dipelajari karena dalam bahasa Melayu tidak dikenal tingkatan bahasa (bahasa kasar dan bahasa halus). Suku Jawa, Suku Sunda dan suku-suku yang lainnya dengan sukarela menerima bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Melayu mempunyai kesanggupan untuk dipakai sebagai bahasa kebudayaan dalam arti yang luas. Sedangkan penggunaan fonologi pada pola komunikasi mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim, Riau dijumpai pemakaian kata-kata, seperti: haghi, kite, belaja, ape, ngaja, macam, biase je, beghape, masok, tak salah, tinggal, due, tetules, biase dhe, abes, nak, kemane, tak de, ghumah, aje, keje, mintak, dan temanke, eh, siape, kampon, mbahas, nantik, entah, tanye, die, oh ye, libor, semalam, kemane, tegolek-golek, ghumah, ndak, timbul, dan pulak. Kata-kata di atas, berpadanan dengan bahasa Indonesia dengan: (1) hari, (2) kita, (3) belajar, (4) apa, (5) mengajar, (6) seperti, (7) biasa saja, (8) berapa, (9) masuk, (10) tidak salah, (11) hanya/tersisa, (12) dua, (13) tertulis, (14) biasanya, (15) sesudah/habis, (16) ingin, (17) kemana, (18) nggak ada/tidak ada, (19) ada, (20) kerja, (21) ingin/mau/berkeinginan, (22) ditemani. (23) hei, (24) siapa, (25) mereka/rombongan/ kelompok mereka, (26) membahas, (27) nanti, (28) tidak tau, (29) tanya, (30) saja, (31) dia, (32) oh iya, (33) libur, (34) kemarin, (35) kemana, (36) berbaring-baring/bermalas-malasan, (37) rumah, (38) nggak/tidak, (39) muncul/kelihatan, (40) pula.

Page 1 of 3 | Total Record : 22