cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2009): July 2009" : 24 Documents clear
APRESIASI CERPEN “OTSUBERU TO ZOO” KARYA MIYAZAWA KENJI DENGAN METODE STRUKTURAL GENETIK
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Goldmann, sebagai pencetus teori struktural genetik, menyatakan adanyahubungan homologi antara karya sastra dengan dunia nyata. Akan tetapi,hubungan itu bukan hubungan langsung melainkan dimediasi oleh pandangandunia pengarang. Melalui karya sastra, pengarang menciptakan dunianyasendiri, yaitu dunia imajinatif. Tiga hal penting dalam struktural genetik yangdijadikan objek data penelitian, yaitu struktur karya sastra, latar belakangsosial historis masyarakat, dan pandangan dunia (worldview) pengarang.Cerpen yang berjudul “Otsuberu to Zoo” karya Miyazawa Kenji menarik untukditeliti karena isi cerpen tersebut menceritakan tentang dunia imajinatif yangdijadikan simbol untuk menyindir kehidupan dunia nyata yang terjadi di Jepangpada saat itu. Isi cerpen tersebut menceritakan tentang seekor gajah yangbekerja di sebuah tempat penggilingan padi milik Ostuberu. Di tempatpenggilingan padi tersebut, sang gajah bekerja sangat keras, bahkan sampai iasendiri tidak kuat menanggung beban kerjanya. Akan tetapi, sang gajahdikurung dan tidak mempunyai pilihan hidup lainnya, sang gajah tidak bisaberbuat apa pun selain melaksanakan pekerjaan tersebut. Pada akhirnya, sanggajah menyadari bahwa ia bisa mempunyai kehidupan yang lain, dan ia bisamelarikan diri dari tempat bekerjanya setelah ia meminta tolong kepadateman-temannya. Struktur karya sastra yang diteliti adalah plot, tema,penokohan, dan latar. Latar belakang sosial historisnya adalah kehidupanpetani Jepang pada masa awal Meeji, dan pandangan dunia pengarang adalahkeadilan. Dari ketiga objek data tersebut, penulis menyimpulkan bahwa temacerpen “Otsuberu to Zoo” merupakan refleksi dari latar belakang historis, yaitumasalah sosial, dalam hal ini adalah ketidakadilan dan ketamakan kaum kapitalterhadap para petani Jepang pada masa awal Meeji.Kata kunci: Struktural genetik, struktur karya sastra, latar belakang sosial-historis,pandangan dunia.
SIKAP DAN PREFERENSI KEPALA SEKOLAH SMA SE JAWA TENGAH TERHADAP BAHASA ASING PILIHAN
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) sikap Kepala Sekolah SMA seJawa Tengah terhadap bahasa asing pilihan di SMA, (2) preferensi KepalaSekolah SMA se Jawa Tengah terhadap bahasa asing pilihan di SMA, serta (3)kendala-kendala yang dihadapi sekolah dalam membuka Jurusan Bahasa.Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalahpara Kepala Sekolah SMA baik negeri maupun swasta di Jawa Tengah. Tekniksampling yang digunakan adalah quota area random sampling. Denganmenggunakan teknik tersebut didapat sampel Kepala Sekolah yang berada diSMA di Kota Semarang, Kabupaten Kudus, Kabupaten Wonogiri, dan KotaPekalongan. Untuk mendapatkan data digunakan instrumen berupa angket.Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan menggunakan analisisdeskriptif persentase serta kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paraKepala Sekolah SMA di Jawa Tengah bersikap positif terhadap bahasa asingselain bahasa Inggris. Preferensi Kepala Sekolah terhadap bahasa asing pilihanyang ada di SMA berturut-turut dari atas diduduki oleh bahasa Arab, Mandarin,Jepang, Prancis, kemudian Jerman. Kendala utama yang dihadapi sekolahketika akan membuka Jurusan Bahasa adalah kurangnya minat siswa untukmasuk di jurusan tersebut.Kata kunci: sikap, preferensi, bahasa asing
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN UNGKAPAN YANG MENUNJUKKAN WAKTU (KALA DAN ASPEK) DALAM KARANGAN BAHASA JEPANG
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam bahasa Jepang, tanpa menyebutkan keterangan waktu pun, dapatdiketahui kapan peristiwa itu terjadi melalui perubahan kata kerja yangmengikuti kalimat tersebut. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam memilahmilahantara kata kerja bentuk –ta, –te atau –masu yang dicocokkan denganalur cerita dan tema dalam sebuah karangan. Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengemukakan permasalahan yaitu kesalahan apa saja(penggunaan kala dan aspek) yang terdapat dalam sebuah karangan, serta apapenyebab terjadinya kesalahan tersebut.Tujuan penelitian ini adalah untukmengetahui kesalahan apa saja (penggunaan kala dan aspek) yang terdapatdalam sebuah karangan, serta apa penyebab terjadinya kesalahan tersebut.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Populasi penelitianadalah mahasiswa Jurusan BSA Program Studi D3 Bahasa Jepang. Sampel yangdigunakan adalah total sampling yaitu seluruh mahasiswa D3 Bahasa Jepangsemester 5. Teknik pengumpulan data melalui dokumentasi berupa hasilkarangan yang bertema Tanoshii Ichinichi, Daigaku Seikatsu dan Watashi noKuni no Kyooiku. Langkah analisis data yaitu mengumpulkan hasil karangan,mengidentifikasi kesalahan, menjelaskan kesalahan, mengklasifikasi kesalahan,dan mengevaluasi kesalahan. Melalui penelitian ini diketahui bahwa kesalahankala dan aspek pada sebuah karangan khususnya pada tema Tanoshii Ichinichi,Daigaku Seikatsu dan Watashi no Kuni no Kyooiku terdapat pada kata kerja,kata sifat dan kata benda. Kesalahan tersebut dikarenakan kekurangpahamantentang penggunaan kala dan aspek yaitu penggunaan kata kerja, kata sifatdan kata bentuk lampau, sekarang dan akan datang, dalam menulis sebuahkarangan tidak memperhatikan makna dan maksud alur cerita, tidakmemperhatikan tema dan situasi yang berhubungan dengan tema sehingga isikarangan tidak sesuai, misalnya; tema yang menceritakan pengalaman berartikata kerja, kata sifat dan kata benda yang umumnya digunakan adalah bentuklampau. Jenis aspek yang menjadi kesalahan yaitu aspek abituatif adalah aspekyang menggambarkan perbuatan yang menjadi kebiasaan, aspek inkoatifadalah aspek yang menggambarkan perbuatan mulai, aspek inkompletif adalahaspek yang menggambarkan perbuatan yang belum selesai dan aspekkompletif adalah aspek yang menggambarkan perbuatan selesai.Kata Kunci: kala, aspek inkoatif, aspek abituatif, inkompletif, aspek kompletif
AKSEN FEMINITAS MASYARAKAT NELAYAN JAWA DI PESISIR REMBANG: TELAAH PERBEDAAN GENDER DALAM PENGGUNAAN BAHASA
Lingua Vol 5, No 2 (2009): July 2009
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mencoba untuk memaparkan hubungan antara bahasa dangender dalam kaitannya dengan aksen bahasa. Permasalahan yang diangkatdalam penelitian ini adalah bagaimana aksen feminitas yang digunakan olehmasyarakat nelayan Jawa di pesisir Rembang dan faktor-faktor yangmenyebabkan perbedaan aksen tersebut. Pendekatan kualitatif digunakanuntuk menemukan keunikan objek dari sudut pandang yang utuh,komprehensif, dan holistik. Selain itu, pendekatan gender dalam kaitannyadengan sosial budaya suatu masyarakat juga digunakan dalam penelitian ini.Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa konstruksi bahasa, khususnyaaksen antara laki-laki dan perempuan mengalami perbedaan. Perbedaan itulebih disebabkan banyaknya vokal /o/ yang digunakan dalam tuturan laki-laki.Sedangkan perempuan lebih banyak menggunakan vokal /e/ atau /i/. Hasilpenelitian menengarai bahwa perbedaan aksen tersebut biasanya dilakukanoleh anak muda sedangkan para orang tua mereka cenderung bicara apaadanya. Kecuali beberapa keluarga yang dipandang sebagai keluarga berada.Mereka cenderung melakukan penyesuaian berdasarkan lingkungan terbarumereka. Hal yang menarik ternyata meskipun laki-laki dikatakan mempunyaiaksen yang lebih kasar dan terbuka dibandingkan perempuan, ternyata laki-lakitidak ingin meniru aksen yang dituturkan perempuan. Mereka lebih cenderungingin berbicara apa adanya. Untuk beberapa hal, terkadang perempuan di sanacenderung ”ambigu” Di satu sisi ketika mereka berbicara dengan orang yang”di atas” mereka, aksen mereka lebih cenderung halus, namun jika berbicaradengan orang sepadan atau ketika kemarahan muncul, mereka tidak akanmemperhatikan lagi aspek kesopanan. Faktor yang menyebabkan perbedaantuturan antara laki-laki dan perempuan di antaranya faktor sosial ekonomi dankonstruksi gender yang timpang.Kata Kunci: aksen, gender, bahasa

Page 3 of 3 | Total Record : 24