cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Lingua Jurnal Bahasa dan Sastra
ISSN : 18299342     EISSN : 25493183     DOI : -
Core Subject : Education,
Lingua, provides a forum for the full range of scholarly study of the language and literature. Embracing the field of language and literature broadly defined, the editors warmly welcome articles and research reports addressing linguistics and literature.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2013): January 2013" : 24 Documents clear
BAHASA ANAK-ANAK JALANAN: RELEVANSINYA DENGAN BUDAYA MULTIKULTURAL MASA KINI (SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK) Lestari, Prembayun Miji
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengambil obyek anak-anak jalanan di wilayah Klaten, khususnya di wilayah Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah variasi dan karakteristik kebahasaan komunitas anak-anak jalanan jika dikaitkan dengan budaya multikultural masa kini. Data diperoleh dari observasi lngsung, yang diperoleh dari percakapan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik merekam, simat bebas libat cakap, simak libat cakap, teknik merekam dan mencatat. Hasil yang didapatkan adalah ditemukannya ragam bahasa unik pada komunitas anak-anak jalanan, lebih banyak digunakan bahasa Jawa khususnya ngoko lugu yang mengandung pisuhan dan makian. This research taken object street children at Klaten district, especially bus station. The aims this research is to identify what the condition of variation and characteristics language at street children community. The base theories of this  research refer to some sociolinguistics theories, concening language and people/community. Main data collecting by direct  observation, this is from everyday conservation. The data were collected by using techniques of tapping, non participant observation, participant observation, authorized recording and taking notes. The study showed that language of the street children community have unique characteristic, language used more Javanese language especially ngoko lugu which contain ‘pisuhan’ and ‘makian’.
PEMERTAHANAN UNGKAPAN DALAM BAHASA JAWA YANG MEMUAT KEARIFAN LOKAL SEBAGAI BENTUK IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT SAMIN DI KABUPATEN BLORA -, Suprapti
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian budaya lokal yang dimiliki masyarakat di Indonesia sampai saat ini tetap merupakan kajian yang menarik, apalagi dalam era globalisasi seperti saat ini. Pemertahanan budaya lokal sering dibenturkan dengan pengaruh budaya global. Salah satu masyarakat yang sampai saat ini masih mempertahankan budaya lokal adalah masyarakat Samin. Penelitian ini bertujuan untuk mrngungkap (1) wujud kearifan lokal masyarakat Samin dan (2) bentuk pemertahanan kearifan lokal masyarakat Samin. Idiom dan ungkapan yang memuat kearifan lokal/ajaran masyarakat Samin sampai saat ini masih tetap ada dan menjadi pegangan hidup masyarakat Samin. Bentuk idiom dan ungapan tersebut berupa kata, kalimat, dan wacana. Selain itu, supaya ajaran tersebut masih tetap dijadikan pegangan hidup, para sesepuh berusaha mempertahankan ajaran tersebut dengan cara sesorah, memasukkan dalam tembang, dan dengan perbuatan/tindakan konkret. Local cultures that belong to Indonesian society is still interesting to be studied, even in the era of globalization. Maintaining local culture is often influenced with global culture. The current study aimed to discover: (1) forms of the local wisdom of Samin society, and (2) forms of the maintenance efforts of the local wisdom of Samin society. Idioms and expressions that contain local wisdom or local lessons of Samin society exist until now and become the way of life of Samin society. The forms of the idioms and the expresions are in words, sentences, and discourse. In addition, Samin elders have been maintaining the local wisdom through sesorah including in tembang  and everyday practices.
CERITA API DI BUKIT MENOREH KARYA SH MINTARDJA : UPAYA LEGIMITASI KEKUASAAN MATARAM Supriyanto, Teguh
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita silat ADM menceritakan masalah seputar berdirinya dinasti Mataram mulai dari peperangan antara  Pajang dengan Jipang, runtuhnya Pajang, sampai pada berdirinya kerajaan Mataram. Kebanyakan para tokoh ADM dapat ditemukan dalam cerita babad Tanah Jawi. Berdasarkan pada penelitian intertekstual dapat ditemukan bahwa (1) cerita silat ADM ditulis berdasar cerita babad BTJ, (2) cerita silat ADM merupakan cerita babad Mataram modern, (3) cerita silkat ADM berfungsi melegitimasi kekuasaan panembahan Senapati. The silat story ADM tells about story of establishing  Mataram dynasty beginning from Pajang-Jipang confrontation, the falling of Pajang, and establishing of Mataram dynasty. Most of Characters are similarly to Babad story- a Javanese historiography.  Based on intertextuallity research, some elements of the text can be found. There are: (1) the silat story of ADM is composed based on Javanese historiography (BTJ), (2) the silat story of ADM is the modern historiographyof Mataram. (3) the silat story of ADM legitimates of Panembahan Senapati outhority.
PENGGUNAAN LEKSEM BINATANG DALAM PERIBAHASA JAWA Kurnia, Ermi Dyah
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa akan mempermudah pemahaman orang terhadap nilai simbolik leksem yang digunakan. Hal ini erat kaitannya dengan latar belakang budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Dengan menganalisis kosakata suatu bahasa, lingkungan fisik dan sosial tempat penutur suatu bahasa akan terkuak. Ada keterkaitan antara bahasa dan cara pandang dunia penuturnya yang bisa terlihat dari pemakaian kosakata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Metode dan teknik analisis data menggunakan teknik content analysis atau dinamakan kajian isi digunakan untuk memanfaatkan data dari proses pengumpulan data yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini adalah ranah penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa terbagi ke dalam lima ranah penggunaan, antara lain digunakan dalam ranah keluarga, masyarakat, spiritual, kerja, dan  sindiran. Dalam peribahasa Jawa yang menggunakan leksem binatang ditemukan beberapa makna yang muncul yaitu 1) hukum alam, 2) penyangatan, 3) perumpamaan, 4) pedoman hidup, 5) larangan, 6) lukisan kasus khusus. The use of animal’s lexeme in proverbs Java will facilitate the understanding of the symbolic value. It is closely related to the cultural background of Javanese community. We can determine the relation between language and society perspective by analyzing the vocabulary, physical and social environment of speakers. Collecting data used  “simak” methods and “cakap” methods with the techniques “simak libas cakap”, noting and recording. Methods and techniques of data analysis used. The results of this research was the animal’s lexeme in Javanese proverbs classified in five domains of use: family, community, spiritual, work, and satire.  Javanese proverbs that use animal’s lexeme have several meanings: 1) the laws of nature, 2) hiperbole, 3) parables, 4) a way of life, 5) prohibition, 6) special case.
NILAI-NILAI MORALITAS DAN BUDAYA ASING DALAM SASTRA ANAK TERJEMAHAN MELALUI PEMAKNAAN SASTRA ANAK OLEH ANAK Irawati, Retno Purnama; Purwani, Neli
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berupaya mengungkap karakteristik karya sastra anak terjemahan yang beredar dan populer di kalangan anak-anak Indonesia, serta kandungan nilai-nilai moralitas dan budaya asing dalam sastra anak terjemahan menurut sudut pandang anak sebagai penikmat sastra anak terjemahan. Nilai-nilai moralitas dan budaya dalam karya sastra anak terjemahan tersebut diyakini akan memperkaya wacana dan pengetahuan anak sebagai penikmat sastra anak terjemahan, sehingga dapat bermanfaat dalam pengembangan karakter anak ke arah yang lebih positif. Jenis penelitian yang dipergunakan adalah penelitian kualitatif dengan mempergunakan pendekatan resepsi sastra, yang bertumpu pada pada teori efek dari Wolfgang Iser. Adapun, metode pengumpulan data mempergunakan salah satu metode resepsi sastra, yaitu metode eksperimental. Metode eksperimental dalam pendekatan resepsi sastra dilakukan dengan teknik pengajuan daftar pertanyaan atau kuesioner yang telah dipersiapkan. Kuesioner ini diberikan kepada subjek penelitian pada kelompok umur 6-12 tahun yang sudah lancar membaca dan bisa memberikan pendapat dan tanggapan secara tertulis. Teks sastra anak terjemahan terpilih adalah Boneka Pemecah Kacang (The Nutcracker) karya E.T.A.Hoffmann; Hansel dan Gretel karya Grimm Bersaudara; dan Prajurit Timah karya Hans Christian Andersen. This study aims to describe the characteristics of popular translation of children’s literature among Indonesian children, the moral values of foreign cultures in the translation of children’s literature seen by children as reader. Moral values  and culture in children’s literature translation will enrich the discourse and knowledge of the children, so it can be useful in the development of children’s character into a more positive direction. This research is a qualitative study using literary reception approach, which is based on the theory of the effects of Wolfgang Iser. The method of collecting data used one of the methods of literary reception: the experimental method.  It used a list of questions or questionnaires prepared. The questionnaire was given to children of 6-12 years old who are able to read and can give opinions and respond in writing. Literature  chosen were Boneka Pemecah Kacang (The Nutcracker) by ETAHoffmann;  Hansel and Gretel by Grimm, and Tin Soldier by Hans Christian Andersen. Characteristics of children’s literature has good characters and an interesting story. The values of morality and culture are contained in the story:  appreciate toys, respect for elders, love each other.
DEIKSIS NUMERAL DALAM WACANA JUAL BELI Baehaqie, Imam
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini deiksis yang dikenal hanya meliputi deiksis orang, deiksis ruang, deiksis waktu, deiksis wacana, dan deiksis social. Sampai saat ini belum diadakan penelusuran terhadap deiksis numeral. Misalnya kata-kata tujuh lima yang dinyatakan sebagai harga itu maksudnya bias (a) Rp 7.500,00, (b) Rp 75.000,00, (c) Rp 750,00, (d) Rp 7,5 juta, (e) Rp 75 juta atau (f) Rp 750 juta tergantung  pada konteksnya, dalam hal ini sesustau yang diperjualbelikan, pelaksana jual beli, dan waktu transaksi. Dari hasil penelitian ditemukan wujud dan factor penyebab terbentuknya deiksis numeral dalam wacana jual beli. Dilihat dari jumlah bilangan pengacunya, deiksis numeral dapat  berwujud deiksis numeral satuan, deiksis numeral puluhan, dan deiksis numeral ratusan. Adapun berdasarkan jenis acuannya, deiksis numeral meliputi deiksis numeral harga dan deiksis numeral ukuran. Sementara itu, factor-faktor penyebab terbantuknya deiksis numeral adalah factor kejelasan kontsks (latar tuturan, tujuan tuturan, dan lain-lain), serta factor kesantunan. Up to present, we only know personal deixis, spatial  deixis, temporal deixis, discourse deixis,  and social deixis. There was no study on numerical deixis. For example, the expression of seventy-five as a  price could be interpreted as (a) Rp7.500, 00, (b) Rp75.000, 00, (c) Rp750.000,00, (d) Rp7.500,000,00, (e ) 75.000.000,00 , or (f) Rp750.000.000,00.  It depends on its context, such as goods, sellers, buyers, and  time of the transaction.  The research findings reveal the forms and the reasons for  forming the numeral deixis in the discourse of trading. From the number of  digits of reference, the numeral deixis can be in the form  of the numeral deixis of  unit, the numeral deixis of tens, and the numeral deixis of  hundreds. Based on kinds of the references,  the numeral deixis  include  the numeral  deixis of price and the numeral deixis of size. The clarity of the contexts determines the numeral deixis including background of the speakers, the receivers, the purposes, and more importanly, the politeness.
BAHASA ANAK-ANAK JALANAN: RELEVANSINYA DENGAN BUDAYA MULTIKULTURAL MASA KINI (SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK)
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengambil obyek anak-anak jalanan di wilayah Klaten, khususnya di wilayah Klaten. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah variasi dan karakteristik kebahasaan komunitas anak-anak jalanan jika dikaitkan dengan budaya multikultural masa kini. Data diperoleh dari observasi lngsung, yang diperoleh dari percakapan sehari-hari. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik merekam, simat bebas libat cakap, simak libat cakap, teknik merekam dan mencatat. Hasil yang didapatkan adalah ditemukannya ragam bahasa unik pada komunitas anak-anak jalanan, lebih banyak digunakan bahasa Jawa khususnya ngoko lugu yang mengandung pisuhan dan makian. This research taken object street children at Klaten district, especially bus station. The aims this research is to identify what the condition of variation and characteristics language at street children community. The base theories of this  research refer to some sociolinguistics theories, concening language and people/community. Main data collecting by direct  observation, this is from everyday conservation. The data were collected by using techniques of tapping, non participant observation, participant observation, authorized recording and taking notes. The study showed that language of the street children community have unique characteristic, language used more Javanese language especially ngoko lugu which contain ‘pisuhan’ and ‘makian’.
PEMERTAHANAN UNGKAPAN DALAM BAHASA JAWA YANG MEMUAT KEARIFAN LOKAL SEBAGAI BENTUK IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT SAMIN DI KABUPATEN BLORA
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kajian budaya lokal yang dimiliki masyarakat di Indonesia sampai saat ini tetap merupakan kajian yang menarik, apalagi dalam era globalisasi seperti saat ini. Pemertahanan budaya lokal sering dibenturkan dengan pengaruh budaya global. Salah satu masyarakat yang sampai saat ini masih mempertahankan budaya lokal adalah masyarakat Samin. Penelitian ini bertujuan untuk mrngungkap (1) wujud kearifan lokal masyarakat Samin dan (2) bentuk pemertahanan kearifan lokal masyarakat Samin. Idiom dan ungkapan yang memuat kearifan lokal/ajaran masyarakat Samin sampai saat ini masih tetap ada dan menjadi pegangan hidup masyarakat Samin. Bentuk idiom dan ungapan tersebut berupa kata, kalimat, dan wacana. Selain itu, supaya ajaran tersebut masih tetap dijadikan pegangan hidup, para sesepuh berusaha mempertahankan ajaran tersebut dengan cara sesorah, memasukkan dalam tembang, dan dengan perbuatan/tindakan konkret. Local cultures that belong to Indonesian society is still interesting to be studied, even in the era of globalization. Maintaining local culture is often influenced with global culture. The current study aimed to discover: (1) forms of the local wisdom of Samin society, and (2) forms of the maintenance efforts of the local wisdom of Samin society. Idioms and expressions that contain local wisdom or local lessons of Samin society exist until now and become the way of life of Samin society. The forms of the idioms and the expresions are in words, sentences, and discourse. In addition, Samin elders have been maintaining the local wisdom through sesorah including in tembang  and everyday practices.
CERITA API DI BUKIT MENOREH KARYA SH MINTARDJA : UPAYA LEGIMITASI KEKUASAAN MATARAM
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cerita silat ADM menceritakan masalah seputar berdirinya dinasti Mataram mulai dari peperangan antara  Pajang dengan Jipang, runtuhnya Pajang, sampai pada berdirinya kerajaan Mataram. Kebanyakan para tokoh ADM dapat ditemukan dalam cerita babad Tanah Jawi. Berdasarkan pada penelitian intertekstual dapat ditemukan bahwa (1) cerita silat ADM ditulis berdasar cerita babad BTJ, (2) cerita silat ADM merupakan cerita babad Mataram modern, (3) cerita silkat ADM berfungsi melegitimasi kekuasaan panembahan Senapati. The silat story ADM tells about story of establishing  Mataram dynasty beginning from Pajang-Jipang confrontation, the falling of Pajang, and establishing of Mataram dynasty. Most of Characters are similarly to Babad story- a Javanese historiography.  Based on intertextuallity research, some elements of the text can be found. There are: (1) the silat story of ADM is composed based on Javanese historiography (BTJ), (2) the silat story of ADM is the modern historiographyof Mataram. (3) the silat story of ADM legitimates of Panembahan Senapati outhority.
PENGGUNAAN LEKSEM BINATANG DALAM PERIBAHASA JAWA
Lingua Vol 9, No 1 (2013): January 2013
Publisher : Lingua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa akan mempermudah pemahaman orang terhadap nilai simbolik leksem yang digunakan. Hal ini erat kaitannya dengan latar belakang budaya yang dimiliki oleh masyarakat Jawa. Dengan menganalisis kosakata suatu bahasa, lingkungan fisik dan sosial tempat penutur suatu bahasa akan terkuak. Ada keterkaitan antara bahasa dan cara pandang dunia penuturnya yang bisa terlihat dari pemakaian kosakata. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode simak dan metode cakap dengan teknik simak libat cakap, teknik catat, dan teknik rekam. Metode dan teknik analisis data menggunakan teknik content analysis atau dinamakan kajian isi digunakan untuk memanfaatkan data dari proses pengumpulan data yang telah dilakukan. Hasil penelitian ini adalah ranah penggunaan leksem binatang dalam peribahasa Jawa terbagi ke dalam lima ranah penggunaan, antara lain digunakan dalam ranah keluarga, masyarakat, spiritual, kerja, dan  sindiran. Dalam peribahasa Jawa yang menggunakan leksem binatang ditemukan beberapa makna yang muncul yaitu 1) hukum alam, 2) penyangatan, 3) perumpamaan, 4) pedoman hidup, 5) larangan, 6) lukisan kasus khusus. The use of animal’s lexeme in proverbs Java will facilitate the understanding of the symbolic value. It is closely related to the cultural background of Javanese community. We can determine the relation between language and society perspective by analyzing the vocabulary, physical and social environment of speakers. Collecting data used  “simak” methods and “cakap” methods with the techniques “simak libas cakap”, noting and recording. Methods and techniques of data analysis used. The results of this research was the animal’s lexeme in Javanese proverbs classified in five domains of use: family, community, spiritual, work, and satire.  Javanese proverbs that use animal’s lexeme have several meanings: 1) the laws of nature, 2) hiperbole, 3) parables, 4) a way of life, 5) prohibition, 6) special case.

Page 2 of 3 | Total Record : 24