cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2011): July 2011" : 30 Documents clear
Upaya Membangun Industri Sepak bola di Indonesia -, Sulistiyono
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1139

Abstract

Tujuan dari penulisan adalah untuk meningkatkan pengelolaan Industri olahraga khususnya sepak bola (dari pengelolaan, penyediaan dan pemasaran produk atau jasa dibidang olahraga. Konsep industri sepakbola pada dasarnya adalah bagaimana sepakbola sebagai sebuah event mampu menguntungkan semua pihak yang terlibat mulai dari pemain, panitia pelaksana, klub, hingga penikmat sepakbola sebagai sebuah tontonan. Klub bisa memperoleh keuntungan dengan memanfaatkan berbagai aset yang dimilki klub seperti penjualan pemain, penjualan tiket pertandingan, penjualan berbagai merchandise dan untuk menarik minat investor atau perusahan swasta mau memberikan dana promosinya. Pengelolaan sepakbola di Indonesia jika diamati  secara lebih cermat masih jauh dari apa yang menjadi visi pengurus PSSI (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) yaitu terciptanya industri sepakbola. Industri sepakbola di Indonesia baru berada pada tingkatan akibat dari kegiatan utama pertandingan sepakbola atau kompetisi. Klub sebagai pelaku utama kegiatan industri sepakbola kenyataannya belum mampu mengelola kegiatannya untuk menghasilkan keuntungan. Klub sepakbola di Indonesia secara keuangan sebagian besar masih dibantu subsidi oleh pemerintah propinsi atau pemerintah daerah. Kebijakan yang tepat harus segera diambil PSSI dan pemerintah, swasta dan masyarakat jika industri sepakbola benar-benar menjadi tujuan dan cita-cita bersama dalam membangun sepakbola Indonesia selain prestasi tim nasional.Kata Kunci: industri; sepakbola;  IndonesiaThe aims of this review is to increase of management of Sports industry as specially is soccer (management, the provision of products, services in sport. The concept of soccer industry is basically how football as an event can benefit all parties involved from players, executive committee, club, to the connoisseurs of football as a spectacle. Clubs can benefit by utilizing a variety of clubs being owned assets such as the sale of players, game ticket sales, sales of various merchandise and how to attract investors or companies willing to provide funds swsata promotion. Management of football in Indonesia if it is observed more closely still far from what the vision board PSSI (Football Association Of Indonesia) namely the creation of football industry. New football industry in Indonesia is at the level of activity due to major football matches or competitions. Club as the main industrial activity is the reality of football has not been able to manage its operations to generate profits. Football clubs in Indonesia remains largely financially supported by the provincial government subsidies or local government. Appropriate policy should be taken PSSI and the government, private individual and society if the industry truly into football goals and ideals of football together in building Indonesia's national team in addition to achievement.Keywords: industrial; football; Indonesia
Pembinaan Fisik Lansia melalui Aktivitas Olahraga Jalan Kaki Junaidi, Said
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1130

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh jalan dengan intensitas rendah terhadap tingkat kesegaran jasmani pada kelompok usia lanjut. Responden 33 orang lansia. Variabel bebas latihan jalan dengan intensitas rendah, variable terikat tingkat kesegaran jasmani. Program latihan jalan selama 30 menit dengan intensitas rendah antara(60%-75%). Instrumen penelitian tes jalan cepat 4,82 km. Analisis data menggunakan Uji t  (t-test). Hasil thitung 22,27 dengan menggunakan taraf signifikansi 5% dan db=32 diperoleh nilai ttabel 2,04 sehingga nilai t hitung (22,27) > ttabel ((2,04). Sehingga ada perbedaan tingkat kesegaran jasmani antara sebelum dengan setelah latihan jalan dengan intensitas rendah dengan peningkatan waktu sebesar 78,79%. Simpulan penelitian adalah ada pengaruh latihan jalan dengan intensitas rendah terhadap tingkat kesegaran jasmani pada kelompok usia lanjut.Kata Kunci: latihan fisik; jalan kaki; lansiaAbstract  The purpose of research to determine the effect of road with low intensity of the level of physical fitness in the elderly. Respondents were 33 older people. Independent variables with low-intensity exercise path, a variable rate tied to physical fitness. Road training program for 30 minutes with a low intensity between (60% -75%). Research instruments fast 4.82 mile road test. Data analysis using t test (t-test) 22.27. Results by using a significance level of 5% and db = 32 obtained the value ttables so that the value tcount 2.04 (22.27)> ttable ((2.04). So there is a difference between the level of physical fitness prior to after a road with low-intensity exercise in increments of 78.79%. Concluding the study is that there are effects of exercise on the road with a low intensity level of physical fitness in the elderly.Keywords: exercise; walking; elderly
Kasbols untuk Pembelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan Irawan, Fajar Awang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1135

Abstract

Pengembangan permainan kasbols merupakan model pembelajaran penjasorkes yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang menarik bagi siswa. Model permainan ini merupakan variasi pembelajaran agar siswa tidak merasa bosan dengan permainan yang sudah ada. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan. Analisis menggunakan ANOVA satu faktor. Aspek kognitif, afektif dan psikomotor dalam kategori sedang, sedangkan untuk ketertarikan terhadap permainan kasbols sebagian besar siswa mempunyai ketertarikan yang positif dan dapat menerima permainan ini.Kata Kunci: pengembangan; permainan kasbols; penjasorkesKasbols game development is penjasorkes learning model that can be used as a learning medium that appeals to students. This game is a variation model of learning that students do not feel bored with the games that already exist. This study is a research development. Analysis using ANOVA single factor. Aspects of cognitive, affective and psychomotor the category of being, while for the interest in the game kasbols most students have a positive interest and can accept this game.Keywords: development; kasbols game; penjasorkes
Fungsi Carnitine dalam Olahraga Retno, Endang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1140

Abstract

Kemampuan kerja otot selama olahraga tergantung pada penggunaan energi dalam bentuk ATP. Sehingga berbagai macam unsur dalam metabolik dan biokimia berhubungan dengan prestasi olahraga. Pemanipulasian bionergi berfungsi untuk meningkatkan kemampuan dan ketahanan dalam berolahraga. Salah satunya adalah dengan penggunaan carnitine. Diharapkan dengan penggunaan carnitine dapat meningkatkan prestasi olahraga atlet.Kata Kunci: carnitine; olahraga; latihan The muscle ability during exercise depends on ATP energy using. That is means many kind of unsure in biochemistry and metabolic any relation with sport achievment. Bioenergy manipulation aims to increase of ability and endurance in sport. One of them is using of carnitine. The carnitine can increase the sport achievments of athleteKeywords: carnitine; sport; exercise
Backhand Volley dari Bola Groundstroke dan Penempatan pada Petenis Pemula Nugroho, Prapto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1131

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan pengaruh latihan Backhand Volley dari bola Groundstroke dan Figure Eight Volley. Metode: Populasi sebesar 68 orang, sedangkan sampel yang digunakan 40 orang dengan teknik random sampling. Analisis data yang digunakan adalah Analisis Varians (ANOVA) faktorial 2x2. Untuk memisahkan 2 kelompok yang ada digunakan cara memasangkan nilai yang sama atau hampir sama (Matching by Subject) dengan pola AB-BA, sehingga pada akhirnya ada 2 kelompok latihan dengan kondisi awal yang sama atau hampir sama. Berhubung dalam penelitian ini masing-masing kelompok akan diturunkan menjadi 2 taraf, maka secara keseluruhan dalam penelitian ini ada 4 kelompok latihan. Berdasarkan hasil perhitungan ANOVA diketahui bahwa tingkat koordinasi berpengaruh secara singnifikan terhadap keterampilan Backhand Volley FA= 5, 325 > FB 0,05 (1,36) = 4,11. Bentuk latihan tidak terbukti secara signifikan berpengaruh terhadap keterampilan Backhand Volley FB = 3,760 < Ftabel  0,05 (1,36) = 4,11, dan tidak ada interaksi antara tingkat koordinasi dengan bentuk latihan FAB = 1,424 < Ftabel  0,05 (1,36) = 4,11. Berdasarkan hasil penelitian di atas maka disarankan kepada pelatih dan pembina untuk memperhatikan faktor tingkat koordinasi dalam upaya meningkatkan keterampilan Backhand Volley dalam tenis lapangan.Kata Kunci: backhand volley; bola grondstroke; figure eight voleyAbstract The aims of the research is to out the influent differences of Backhand Volley Exercise from Groundstroke Ball and Figure Eight Volley. Methode: The population is 68 people, than the sample is 40 people, with random sampling technique. Analysis data used in this research is variant Analysis (ANOVA) factorial 2 x 2 The researchers niatch the same or almost same value (Matchina by Subject) with AB-BA pattern to separate two kinds of group in order to get two exercise groups which have the first same condition. Because each group will be into two stages/lavels. The groups needed for this research are 4 exercise groups.Based on ANAVA computation/ calculation, it found that coordination level will influence significantly towards the ability of backhand volley FA= 5, 325 > F table 0,05 (136)= 4,11. It proven that exercise pattern not influence significantly towards the ability of Backhand Volley  FB= 3,760 < F table 0,05 (136)= 4,11 and there is no interaction between coordination level and exercise pattern FAB = 1,424 < F table 0,05 (136) = 4,11. Based on the result of this research, the suggest is to the trainers and the coachs to give much attention to the coordination level factor in improving the ability of backhand volley in tennis.Keywords: backhand volley; grounstreke ball; figure eight volley
Tingkat Kesegaran Jasmani, Status Gizi dan Asupan Zat Gizi Makan Pagi pada Siswa SMP Negeri di Kota Yogyakarta
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1137

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui peranan makan pagi dan status gizi dalam menentukan tingkat kesegaran jasmani siswa SMPN di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan observasional rancangan kroseksional dan rancangan kasus kontrol. Sampel penelitian adalah siswa SMP usia 13-15 tahun, dengan teknik randong sampling. Analisa data menggunakan uji t test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik adalah 63,17%. Tidak ada perbedaan yang bermakna asupan zat gizi energi dan protein makan pagi pada siswa laki-laki antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p0,05). Ada perbedaan yang bermakna asupan zat gizi energi dan protein makan pagi pada siswa perempuan antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p 0,05). Ada perbedaan yang bermakna status gizi antara kelompok yang mempunyai tingkat kesegaran jasmani yang tidak baik dan baik (nilai p0,05). Terdapat perbedaan tingkat kesegaran jasmani antara siswa laki-laki dan perempuan. Status gizi dan asupan makan pagi mempengaruhi perbedaan tingkat kesegaran jasmani.Kata Kunci: latihan fisik aerobik submaksimal; lipolisis; trigliseralida plasmaThe purpose of this research to determine the role of breakfast and nutritional status in determining the level of physical fitness of junior high school students in the city of Yogyakarta. The Method is observational study using crossectional design and case-control design. The sample is students in junior high school age 13-15 years old, within random sampling technique. Analysis of data using t-test. The result of research showed that prevalence of physical fitness level which is not good is 63.17%. There is no significant difference in nutrient intake of energy and protein breakfast on the male students between the groups that have good and not good physical fitness level (p 0.05). There is a significant difference in nutrient intake of energy and protein breakfast on the female students between the groups that have good and not good physical fitness level (p-value 0.05). There is significant differences between the nutritional status of groups that have good and not good physical fitness level (p-value 0.05). There is a difference between students' physical fitness level of male and female students. Nutritional status and intake of breakfast affects different levels of physical fitness.Keywords: nutrient intake; breakfast; nutritional status and the level of physical fitness
Dampak Senam Aerobik terhadap Daya Tahan Tubuh dan Penyakit
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak senam aerobik terhadap daya tahan tubuh dan penyakit peserta senam aerobik di sanggar senam aerobik Magelang. Subjek penelitian adalah 60 orang ibu di Magelang. Mereka terdiri dari 30 orang ibu  peserta senam aerobik dan 30 orang ibu yang tidak melakukan senam aerobik sebagai pembanding. Teknik mengumpulkan data menggunakan angket. Analisis datanya menggunakan Mann Whitney U Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit peserta senam aerobik dengan tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit peserta tidak mengikuti senam aerobik terdapat perbedaan yang signifikan dengan z = 3,803 dan p 0,05 dan rerata sebesar 84,80 untuk yang mengikuti senam aerobik, sedang yang tidak mengikuti senam aerobik dengan rerata sebesar 77,03. Dengan demikian bahwa tingkat daya tahan tubuh terhadap penyakit yang tidak mengikuti senam aerobik. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa senam aerobik dapat berdampak pada daya tahan tubuh terhadap penyakit.Kata Kunci: aerobik; daya tahan; penyakitThis study aims to determine the effects of aerobic exercises on endurance to disease aerobics participants in the aerobics studio Magelang. Subjects were 60 mothers in Magelang. They consist of 30 married women-the mothers aerobics participants and 30 mothers who do not do aerobics as a comparison. Techniques to collect data using questionnaires. Data analysis using the Mann Whitney U Test. The results showed that the level of resistance to disease aerobics participants with a level of resistance to disease aerobics participants did not follow any significant difference by z to 3.803 and p 0.05 and a mean of 84.80 to the following aerobic gymnastics, while that does not follow aerobics with a mean of 77.03. Thus the level of immunity against diseases that do not follow the aerobics. Based on the findings of this study, it can be concluded that aerobic exercise had affect to endurance and diseases.Keywords: aerobics; endurance; diseases
Faktor Timbulnya Cedera Olahraga
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1142

Abstract

Olah raga tidak terlepas dari adanya gerakan yang selanjutnya akan melibatkan berbagai struktur/jaringan pada tubuh manusia, misalnya sendi, otot, meniscus/discus, kapsuloligamenter dan otot. Gerakan terjadi bilamana mobilitas serta elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi terjamin. Semakin mobile suatu persendian mempunyai konsekuensi berupa semakin tidak stabilnya sendi tersebut. Ketidakstabilan suatu sendi akan mengakibatkan struktur sekitarnya mudah cedera apalagi bila elastisitas dan kekuatan jaringan penompang dan penggerak sendi tidak memadai. Stabilitas suatu persendian akan dipengaruhi oleh konfigurasi tulang pembentuknya, keadaan kapsuloligamenter, keadaan otot penggerak, tekanan intra artikuler, keadaan discus/meniscus, derajat kebebasan gerak serta pengaruh gaya gravitasi. Kejadian cedera bila tidak segera ditangani maka akan mengakibatkan cedera yang lebih parah.Kata Kunci: olahraga; cederaThe sport is inseparable from the movement which in turn will involve a variety of structures / tissues in the human body, such as joints, muscles, meniscus / disc, ligament  of capsule, and muscle. The Movement happened how ever when mobility and tissue elasticity and strength and drive standard of joint. The more mobile a joint has the consequence of the increasingly unstable joints. Instability of a joint will result in surrounding structures easily injured, especially if the elasticity and strength of the network and drive joints standard inadequate. The stability of the joints will be influenced by: its constituent bones configuration, capsule of ligament circumstances, the state of muscle force, pressure intra articuler, state disc/meniscus, degrees of freedom of movement and the influence of gravity. Accident injury of sport if not have good treatment that is can make akut injury.Keywords: sport; injury
Kondisi Fisik dan Prestasi Belajar Siswa (Studi Kasus di Mts Al Asror )
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1133

Abstract

Studi pendahuluan menunjukkan bahwa mahasiswa yang berada di SKBM (Kelengkapan Studi Standar Minimum) untuk kelas 2 hanya hanya 74,3%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kebugaran fisik, status hemoglobin, status gizi, kebiasaan sarapan dan prestasi belajar siswa kelas II di Semarang MTs Al Asror Gunungpati. Desain yang digunakan adalah cross sectional. Penelitian ini dilakukan pada 65 siswa. Variabel independen dalam penelitian ini adalah kebugaran fisik, status hemoglobin, status gizi dan kebiasaan sarapan. Univarite dan analisis bivariat dilakukan. Tiga variabel yang memiliki hubungan yang signifikan dengan prestasi belajar, yaitu: hemoglobin status, status gizi, kebiasaan sarapan. Dalam studi ini, kebugaran fisik tidak memiliki signifikan dengan prestasi belajar. Berdasarkan temuan penelitian, menunjukkan bahwa MTs Al Asror untuk menentukan variabel kesehatan (hemoglobin status, status gizi dan kebiasaan sarapan) dalam rangka meningkatkan prestasi belajar siswa.Kata Kunci: kondisi fisik; prestasi belajarAbstract Preliminary study showed that student who were in SKBM (Standard Completeness Minimum Study) for 2nd grade just only 74,3%. The aim of the research is to  know the association between physical fitness, hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits and learning achievement of grade II students in MTS Al Asror Gunungpati Semarang. The design used is cross sectional. Sixty five students were studied. The independent variables in this research are physical fitness, hemoglobin status, nutrition status, and breakfast habits. Univarite and bivariate analysis were performed. Three variables have significant association with learning achievement, those are: hemoglobin status, nutrition status, breakfast habits. In this study, physical fitness has no significant with learning achievement. Based on research finding, suggested that MTs Al Asror to determine health variable (hemoglobin status, nutrition status, and breakfast habit) in order to increase the learning achievement of student.Keywords: physical fitness; learning achievement
Coaching Athletes with Disabilities - Guidelines and Principles in Training Methodology
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 1 (2011): July 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i1.1138

Abstract

Artikel ini membahas tentang atlet penyandang cacat dan bagaimana kondisi mereka dapat diadaptiskan dengan kegiatan yang cocok untuk memungkinkan mereka berpartisipasi dalam aktivitas fisik dan olahraga. Tujuan yang diharapkan adalah untuk membantu pelatih dalam melakukan pelatihan untuk para penyandang cacat, 1) Untuk memahami kondisi mereka, 2) Merancang program yang tepat untuk kondisi mereka, 3) Menyoroti hambatan dan kondisi yang mempengaruhi atlet dengan partisipasi penyandang cacat dalam olahraga, terutama yang berkaitan dengan kesehatan, keselamatan dan pertimbangan medis yang pelatih harus memahami dan mengelola hati-hati. Artikel ini menawarkan rekomendasi tentang bagaimana pelatih harus melatih atlet dengan cacat.Kata Kunci: pelatihan atlet kebutuhan khususAbstract The article briefly discusses athletes with disabilities and how their condition can be matched with suitable activities to allow them to participate in physical activity and sports. The article also aims at assisting coaches who conducts training for people with disability to understand their condition first, and then devise programs that are appropriate for their condition. Furthermore, it highlights the barriers and conditions that affect athletes with disabilities participation in sports, especially those related to the health, safety, and medical considerations that coaches should understand and manage carefully. The article offers recommendations on how coaches should train athletes with disability.Keywords: disability athletes coaching

Page 2 of 3 | Total Record : 30