cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2011): December 2011" : 30 Documents clear
Sistem Informasi Perencanaan Pola Hidup Sehat melalui Keseimbangan Aktivitas dan Asupan Makanan A.P., Ranu Baskora; -, Sutardji; Woro, Oktia
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2033

Abstract

Salah satu faktor yang penting dalam pengaturan Pola hidup yang sehat adalah ketersediaan informasi tentang kesehatan yang cepat, baik dan akurat. Kajian ini menghasilkan sistem informasi berbasis komputer yang cepat mengenai kebutuhan kalori tubuh kita sehari-hari sekaligus kita diajak untuk mengurai pola aktivitas  kita setiap hari dalam menit.Sehingga prakiraan keseimbangan kebutuhan energi aktiftas dengan konsumsi makanan yang kita konsumsi sehari-hari dapat kita lakukan. Asupan makanan sehari-hari kitapun dapat direncanakan melalui produk sistem informasi  ini, Perencanaan pola hidup sehat, selaras dan seimbangpun dapat dirancang. Dengan produk ini kita dapat  memprediksi seberapa besar sebenarnya kebutuhan kalori tubuh kita, zat makanan berupa karbohidrat , lemak dan protein yang kita butuhkan dalam satu hari.Kata Kunci:  pola hidup; kalori; pola aktivitas tubuh; asupan makananAbstract One of factor which is of important deep arrangement Pattern to live that healthy is information accessibility about fast one health, well and accurate. This study result fasts one computer-based information system hit body calorie requirement our everyday at a swoop we are asked out to decompose our activity pattern everyday in minute. So balance  energy activity requirement by consumes food that our consumption everyday gets we do. consumption is our knockabout food even gets to be plotted through this information system product, Planning patterns to live healthy, harmony and even handed even gets to be designed. With this product we can predict how big actually body calorie requirement us, alimentary substance as carbohydrate, fat and protein that we needs deep one days.Keywords: living pattern; calorie;  activity pattern; food consumption
Latihan Multilateral Alternatif Untuk Meningkatkan Kondisi Fisik Pemain Bola Basket Hidyah, Taufiq
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2024

Abstract

Tujuan Penelitian ini membandingkan model latihan multilateral, model pembebanan  dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik pemain bola basket. Metode yang digunakan yaitu eksperimen rancangan faktorial 2 x 2 x 2, dengan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ada perbedaan antara model latihan multilateral dan model latihan konvensional terhadap hasil kondisi fisik, (2) Tidak ada perbedaan antara model pembebanan linier dan tidak linier terhadap hasil kondisi fisik., (3) Ada perbedaan antara kemampuan motorik tinggi dan kemampuan motorik rendah terhadap hasil kondisi fisik, (4) Tidak ada interaksi antara model latihan dan model pembebanan terhadap hasil kondisi fisik, (5) Tidak ada interaksi antara model latihan dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik, (6) Ada interaksi antara model pembebanan dengan kemampuan motorik siswa terhadap hasil kondisi fisik, (7) Tidak ada interaksi antara model latihan, model pembebanan dan kemampuan motorik terhadap hasil kondisi fisik. Simpulan; 1) model latihan multilateral  memiliki pengaruh yang lebih baik dalam pencapaian hasil kondisi fisik pemain bola basket, 2) Kemampuan motorik yang tinggi terbukti sangat berpengaruh terhadap capaian hasil kondisi fisik pemain bola basket, 3) Model pembebanan linier atau tidak linier walaupun tidak berbeda dalam hasil tetapi memiliki pengaruh terhadap pencapaian hasil kondisi fisik pemain bola basket.Kata Kunci: model latihan; model pembebanan; kondisi fisikAbstract The aims are to compare models of multilateral exercises, model loading and motor skills on the results of the physical condition of the basketball players aged students. The experimental factorial design 2 x 2 x 2 is the method, with purposive sampling technique. The result showed (1) there is difference effect of conventional model and multilateral training model to the physical condition. (2) there is no difference effect of the model linear and non-linear loading to the physical condition, (3) There is difference effect of high-motor skills and low motor skills to  the physical condition (4) There is no interaction of training model and the model of loading to the physical, (5) There is no interaction of  motor skills and training model to the physical condition, (6) There is any interaction of loading model and skills motor to the physical condition, (7) There is no interaction of training model, loading model and motor skills to the physical condition. The conclusion are 1) the multilateral training model better to peak physical condition, 2) there is any effect of high motor skills to the peak physical condition, 3) the linear loading model or not linear has not different in result but has effect to peak physical condition.Keywords: training model; loading model; skills motor; the physical condition
Pengaruh Metode Latihan Global terhadap Akurasi Ground Stroke Forehand dalam Permainan Tenis A., Palmizal
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2029

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat apakah ada pengaruh latihan ground stroke forehand dalam permainan tenis dengan menggunakan metode latihan global. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan Universitas Jambi yang mengikuti perkuliahan tenis, yaitu berjumlah 78 orang. Sampel penelitian ini adalah berjumlah 25 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik proportional random sampling. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimen. Hipotesis penelitian adalah Metode latihan global dapat meningkatkan akurasi ground stroke forehand  dalam permainan tenis. Teknik analisa data dalam penelitian ini dilakukan dengan uji t. Berdasarkan analisis data yang dilakukan diketahui terjadi peningkatan rata-rata antara tes awal dan tes akhir pada metode latihan, yaitu untuk metode latihan global sebesar 4,92. Selanjutnya dilakukan pengujian hipotesis ketiga dalam penelitian ini dengan menggunakan analisis statistik uji t tes. Setelah dilakukan pengujian hipotesis diketahui nilai t-hitung  adalah sebesar didapat  t hitung = 19.09 lebih besar dari t tabel  (ά=0.05:24) = 1.711. Dengan demikian dapat disimpulan bahwa metode latihan global  efektif dalam meningkatkan akurasi ground stroke forehand dalam permainan tenis mahasiswa Prodi Pendidikan Olahraga dan Kesehatan  FKIP Universitas Jambi.Kata Kunci: tenis; ground stroke forehand; metode latihan globalAbstract The purpose of this study is to see whether there are training effects of ground strokes forehand in tennis game by using the global training method. The populations in this study are students of Sport and Health  Education, Jambi University, who attending the tennis course, which numbered 78 people. The sample in this study are 25 people. The sampling technique is done by using proportional random sampling technique. Research carried out by using experimental method. Research hypothesis is the global training method can improve the accuracy of ground strokes forehand in tennis game. A data analysis technique in the study was performed by t-test. Based on the data analysis, there was improvement of score average between the initial test and final test on the training method, namely to the global training method for 4.92. Furthermore, the third hypothesis was tested in this study by using the t-test statistical analysis. After testing the hypothesis, known t count = 19. 09 bigger than t tabel  (ά=0,05:24) = 1.711. Thus it can be concluded that the global training method is effective in improving the accuracy of the ground stroke forehand in tennis game of students of Sport and Health  Education, Faculty of Teacher Training and Education, Jambi University.Keywords: tennis; ground stroke forehand; global training method
Hubungan Kesegaran Jasmani, Hemoglobin, Status Gizi, dan Makan Pagi terhadap Prestasi Belajar Annas, Mohamad
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2034

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya prestasi belajar siswa di MTs AL Asror Kota Semarang, Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan pendekatan croos-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas II MTs Al Asror Kota Semarang tahun pelajaran 2006/2007 yang berjumlah 183 siswa, dengan sampel 65 siswi yang diambil dengan tehnik Simple Random Sampling. Instrumen dalam penelitian adalah 1) timbangan injak, 2) mikrotoa, 3) Stopwatch, 4) Kuesioner. Data primer diperoleh melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, pengukuran tingkat kesegaran jasmani dan kuisioner. Data yang diperoleh dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan uji statistik Chi-Square dengan derajat kemaknaan (α) = 5%. Hasil penelitian menunjukan bahwa tidak ada hubungan yang bermakana antara tingkat kesegaran jasmani dan status gizi dengan prestasi belajar siswa. Sementara itu status hemolglobin dan kebiasaan sarapan pagi secara signifikan berhubungan dengan prestasi belajar siswa. Ada hubungan yang bermakan antara kebiasaan makan pagi dengan prestasi belajar siswa kelas VIII MTs Al Asror Kota Semarang. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada MTS Al Asror Kota Semarang untuk meningkatkan upaya peningkatan prestasi belajar siswa dengan memperhatikan variabel kesehatan seperti status hemoglobin dan kebiasaan sarapan pagi siswa. Kepada siswa, disarankan agar senantiasa sarapan pagi sebelum berangkat sekolah.Kata Kunci: tingkat kesegaran jasmani; kadar hemoglobin; status gizi; kebiasaan makan pagi; prestasi belajar siswaAbstract Research is motivated by low student achievment of the MTs Al Asror. Type of reserch is analytical survey of the approaches cross-sectional. Population in this study were students in grade 2 of the MTs Al Asror, Gunungpati, Semarang totaling 183 students, with the sample 65 school girl with techniques taken from Random Sampling. Instruments in research is 1) stepped on the scales, 2) mikrotoa, 3) stopwatch, 4) questionnaire. Data obtained in this study were processed using statistical tests chi-square with degree of significance (α) = 5%. Results showed that there was no significant association between level of physical fitness and nutritional status with students achievment. While the status of hemoglobin and breakfast habits were significantly related to student achievment. There was a significant association between eating breakfast with a grade 8 student achievment of the MTs Al Asror, Gunungpati, Semarang. Based on research results suggested to the MTs Al Asror, Gunungpati, Semarang to increase efforts to improve student achievment by taking into account variables such as health status and hemoglobin breakfast habits of students. Students are advised to always eat breakfast before leaving for school.Keywords: the level of physical fitness; hemoglobin levels; nutritional status; and breakfast habits with student achievment
Pengaruh Metode Latihan dan Power Tungkai terhadap Hasil Shooting Free Throw -, Priyanto
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2025

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui (1) Perbedaan pengaruh antara metode latihan wall shooting dan mata tertutup terhadap hasil shooting free throw, (2) Pengaruh antara power tungkai terhadap hasil shooting free throw, (3) Interaksi antara  metode latihan dan power tungkai terhadap hasil shooting free throw. Populasi dalam penelitian ini adalah Anggota UKM bolabasket putra Unnes yang berjumlah 12 mahasiswa dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukan: 1) Metode latihan wall shooting lebih baik dibandingan dengan metode mata tertutup dengan hasil 20,167 > 5,318 dan rerata nilai wall shooting 6,67 > 4,83. 2)Power tungkai sedang lebih baik jika dibandingakan dengan power tungkai rendah dengan hasil 48,167 > 5,318, dengan rerata nilai 7,17 > 4,33 3). Interaksi antara metode metode latihan  dan power tungkai  terhadap hasil shooting free throw dengan hasil 8,167 > 5,167. Kesimpulan 1) Hasil metode wall shooting lebih baik jika dibandingkan dengan metode mata tertutup dalam shooting free throw pada permainan bolabasket, 2) power tungkai kategori sedang lebih baik jika dibandingkan dengan power tungkai kategori rendah dalam shooting free throw pada permainan bolabasket, 3) Terdapat interaksi yang signifikan antara metode latihan  dan power tungkai  terhadap hasil shooting free throw.Kata Kunci: metode latihan; power tungkai; shooting free throwAbstract The aims of research are; 1) the difference between the influence training of wall shooting method and the shooting with closed of eye toward the shooting free throw, (2) the effect of medium and low of   power of leg toward the shooting free throw, (3) the interaction between training methods and the  power of leg toward the shooting free throw. The sample using total sampling technique within 12 student members of UKM Basketball Unnes. The results showed: 1) the training methods better than blind methods (20,167 > 5,318), mean of wall shooting is 6,67 > 4,83  2) the medium of leg power better than low leg power  (48,167 > 5,318), mean (7,17 > 4,33) 3). The interaction of training method and leg power to the result of shooting free thros is  8.167> 5.167. The conclusion are; 1) the training shooting methods is better than blind method in the shooting free throw, 2) the medium leg power is better than the low leg power, 3) Any significant of the interaction of training method and leg power to the shooting free throw.Keywords: treatment metode; leg power; shooting free throw
Asam Laktat dan Aktivitas SOD Eritrosit pada Fase Pemulihan Setelah Latihan Submaksimal
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2031

Abstract

Tujuan penelitian untuk membandingkan kadar asam laktat dan aktivitas SOD eritrosit pada fase setelah latihan submaksimal. Hasil menunjukkan bahwa rerata asam laktat awal 2,282 ± 0,555 mMol/L, asam laktat 5 menit setelah latihan 7,936  ± 1,125 mMol/L, asam laktat 60 menit setelah latihan 3,109± 0,501 mMol/L, aktivitas SOD eritrosit awal 70,727 % ± 11,889, aktivitas SOD eritrosit 5 menit setelah latihan 4,364 % ± 2,501, aktivitas SOD eritrosit 60 menit setelah latihan 10,000 % ± 2,828. Persentase kadar asam laktat darah 60 menit setelah latihan 85,099 % ± 11,515, persentase aktivitas SOD eritrosit 60 menit setelah latihan 8,177 % ± 5,132. Uji normalitas menunjukkan nilai p 0,05. Uji ANOVA sama subyek menunjukkan  asam laktat sebelum dengan 5 menit setelah latihan nilai p sebesar 0,000 (p 0,05) dan aktivitas SOD eritrosit sebelum latihan dengan 5 menit  setelah latihan nilai p sebesar 0,000 (p 0,05). Asam laktat 5 menit dengan 60 menit setelah latihan nilai p sebesar 0,000 (p 0,05), aktivitas SOD eritrosit 5 menit dengan 60 menit setelah latihan memiliki nilai p sebesar 0,001 (p 0,05). Kesimpulan persentase aktivitas SOD eritrosit lebih kecil dari pada persentase kadar asam laktat darah 60 menit setelah latihan olahraga submaksimal.Kata Kunci: kadar asam laktat darah; aktivitas SOD eritrosit; latihan submaksimalAbstrast The aims of study is to compare the levels of lactic acid and erythrocyte SOD activity in the phase after exercise submaximal. The results showed: the early lactic acid levels 2.282 ± 0.555 mMol / L, lactic acid level 5 minutes after exercise 7.936 ± 1.125 mMol / L, lactic acid levels 60 minutes after exercise 3.109 ± 0.501 mMol / L, activity initial erythrocyte SOD 11.889 ± 70.727%, erythrocyte SOD activity 5 minutes after the workout 4.364% ± 2.501, erythrocyte SOD activity 60 minutes after the workout 10.000% ± 2.828. Percentage of blood lactic acid levels 60 minutes after exercise 11.515 ± 85.099%, and the erythrocyte SOD activity 60 minutes after the workout 8.177% ± 5.132. Normality test p value 0.05. ANOVA of the same subjects obtained by lactic acid levels before the 5 minutes after the workout has a p value of 0.000 (p 0.05) and erythrocyte SOD activity before exercise by 5 minutes after the workout has a p value of 0.000 (p 0.05). Lactic acid levels in 5 minutes with 60 minutes of exercise a p value of 0.000 (p 0.05) and erythrocyte SOD activity 5 minutes to 60 minutes after exercise has a p value of 0.001 (p0.05). With the test of independent sample T test on the percentage decrease in blood lactic acid levels in erythrocyte SOD activity 60 minutes after exercise obtained p value of 0.000 (p 0.05).  Conclusion that the percentage of erythrocyte SOD activity is less than the percentage of blood lactic acid levels 60 minutes after exercise submaximal.Keywords: lactic acid; erythrocyte SOD activity; exercise submaximal.
Pengembangan Sketsa Kewarganegaraan Multidimensional melalui Pendidikan Olahraga dalam Nation And Character Building
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2036

Abstract

Pembangunan nation and character building merupakan pondasi utama dalam mensukseskan Indonesia Emas 2025. Dimana proses membangun karakter itu memerlukan disiplin tinggi karena tidaklah mudah dan seketika atau instan. Oleh karenanya diperlukan pengembangan model pembelajaran yang efektif, yaitu model pembelajaran yang mampu membangun komitmen dalam menerapkan nilai-nilai nation and character building dalam diri setiap siswa. Untuk mengembangkan model tersebut maka diperlukan sumbangsih serta peran dari rumpun mata pelajaran olahraga guna mengokohkan karakter dan dimensi kewarganegaraan, yang mencakup dimensi kewarganegaraan pribadi, sosial, spasial dan temporal. Pengembangan sketsa kewarganegaraam multidimensional merupakan wahana yang paling strategis untuk membangun komitmen dalam rangka membangun nation and character building khususnya dikalangan siswa sebagai warga negara, yang harus diimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari.Kata Kunci: sketsa kewarganegaraan; multidimensional, pendidikan olahraga; nation and character buildingAbstract Development of nation and character building is the main foundation in the success of Indonesia Gold 2025.  Where the process of character building that requires discipline because it is not easy and instant. Therefore required the development of un effective learning model, the learning model can build commitment in implementing the values ​​of nation and character building in every student.  To develop that model require the contribution and role of the part of sports subjects in order to establish his character and dimensions of citizenship, which includes civic dimensions of personal, social, spatial and temporal. Sketch the development of multidementional citizenship is the most strategic vehicle for building commitment in order to build a nation and character building, especially among students as citizens, to be implemented in daily life.Keywords: sketch of citizenship; multidimentional; physical education; nation and character building
Evaluasi Program Pembinaan Olahraga Tenis Lapangan di Kota Padang
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2027

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi (1) context yang meliputi penyebaran informasi, dukungan pemerintah dan masyarakat, ketersediaan sumber daya manusia (2) Input meliputi seleksi penerimaan atlet, pelatih dan asisten pelatih, kelayakan sarana dan prasarana, pembiayaan pelaksanaan program pembinaan (3) Process  meliputi pelaksanaan program latihan, sistem promosi dan degradasi, koordinasi, kesejahteraan, dan transportasi, (4) Product  meliputi keberhasilan program pembinaan, prestasi daerah, dan prestasi regional, prestasi nasional dan internasional. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian evaluasi program ini adalah CIPP Model (Stufflebeam’s) ditinjau dari tahapan-tahapan Context, Input, Process dan Product. Metode penelitian evaluasi menggunakan rancangan/desain dengan mixing method atau elective.Penelitian ini menghasilkan temuan (1) Context program pembinaan olahraga tenis lapangan yang ada di Kota Padang, sudah pada kondisi baik (43%), (2) Input program pembinaan olahraga tenis lapangan  yang ada di Kota Padang sudah baik (58%). (3) Process program pembinaan olahraga tenis lapangan yang dilaksanakan secara umum telah berjalan dengan baik (42,8%). (4) Product program pembinaan olahraga tenis lapangan sudah baik (45%). Dapat disimpulkan secara keseluruhan program pembinaan belum baik (52,8%). Simpulan dari hasil penelitian adalah Konteks, kualitas masukan, proses dan produk pembinaan olahraga tenis lapangan yang ada di Kota Padang, sudah pada kondisi yang baik.Kata Kunci: evaluasi program; pembinaan; tenis lapanganAbstract The aims of this research are; (1) evaluate the coaching program plan, (2) implementation of athletes enrollment selection, (3) practice/training program, (4) the success of coaching program and the model of tennis coaching program policy at Padang. In this research, the researcher conducted a quantitative and a qualitative research that is CIPP which was consisted of Contexts, Input, Process, and Product. The result showed: (1) the plan and socialization of tennis coaching program in Padang have been run well, (2) the implementation of athletes, coach, and coach’s assistant selection had been run well, (3) the administrative system depended on athletes” parents and club, (4) the coordination, prosperity, and the exixtence of supporting elements of tennis coaching program at Padang had not been run well, (5) the result of tennis coaching program at PT. Semen padang and PTL UNP tennis club that their athletes already had some achievements. The conclusion: (1) CIIP at PT. Semen Padang and PTL UNP tennis club is aimed at improving athlete’s achievements, (2) the goverment carries out a long term training program, (3) the development of coaching science for tennis coaches, (4) athletes should have high commitment.Keywords: program evaluate; tennis
Kajian Teh Rosella (Hibiscus sabdariffa) dalam Meningkatkan Kemampuan Fisik Berenang (Penelitian Eksperimen Pada Mencit Jantan Remaja)
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2032

Abstract

Penurunan aliran darah ke sel jantung, paru, otot rangka akan mengganggu dalam proses metabolisme untuk menyediakan energi yang diperlukan dalam aktifitas. Penurunan ketersediaan ATP berdampak pada penurunan kemampuan otot jantung dan otot skeletal untuk kontraksi. ATP yang menurun menyebabkan penurunan kemampuan fisik seseorang dalam melakukan kegiatan olahraga. Superoksida Dismutase sebagai antioksidan tubuh tidak mampu lagi mengimbangi jumlah radikal bebas yang ditimbulkan oleh metabolisme atau dari polutan lingkungan. Ketidakseimbangan tersebut dapat diatasi dengan antioksidan dari luar tubuh. Rosella merupakan salah satu sumber antioksidan eksogen yang diharapkan dapat mencegah aterosklerosis dan vasokonstriksi serta menyediakan nutrisi yang cukup pada proses metabolisme sel. Tujuan penelitian ini mengkaji perbedaan kemampuan fisik berenang pada tikus yang diberi teh Rosella dengan yang tidak diberi teh Rosella. Desain penelitian  pre-post test control group design. Variabel bebas dalam penelitian ini yaitu teh rosella, variabel terikat yaitu kemampuan fisik berenang. Jumlah total sampel 30 mencit. Kelompok kontrol 15 dan kelompok perlakuan 15. Bahan yang digunakan; mencit usia 1 bulan, BB minimal 10 gr, bunga rosella yang dibuat menjadi minuman teh, pakan jenis BR II. Alat yang digunakan; kandang pemeliharaan hewan coba, timbangan hewan, ember pengukur daya tahan berenang, dan alat pencatat waktu (stop watch). Analisis data menggunakan analisis varian (Anova) untuk menguji perbedaan secara keseluruhan rerata perubahan kemampuan fisik sebelum perlakuan, hari ke 7, hari ke 14, hari ke 21, hari ke 28 perlakuan dan antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Data diolah menggunakan alat bantu komputer yaitu program  SPSS for windows version 16.00. Hasil penelitian yaitu pemberian minuman teh rosella pada mencit belum memberikan pengaruh yang nyata terhadap kemampuan fisik berenang sampai pada minggu ke-3 (p value 0,05), tetapi memberikan kontribusi yang nyata terhadap peningkatan kemampuan fisik mencit setelah diberikan secara kontinyu sampai pada minggu ke-4 (p value = 0,029 0,05). Kelompok mencit tanpa perlakuan teh rosella mengalami penurunan daya tahan fisik berenang setelah minggu ke-empat. Saran dari hasil penelitian yaitu hendaknya minuman teh rosella dapat dijadikan sebagai salah satu minuman untuk meningkatkan kemampuan fisik. Untuk menyempurnakan penelitian, perlu dilakukan penelitian lanjutan tentang efek minuman  rosella dengan kajian tingkat molekul dan organela sel. Kata Kunci: metabolisme; antioksidan; teh rosella; kemampuan fisikAbstractDecreased blood flow to the heart cells, lung, skeletal muscle will interfere in the  metabolism process to provide energy required in the activity. Decreased availability of ATP impact the reduction ability of the heart muscle and skeletal muscles to contraction. ATP reduction causes a decrease in a person’s physical abilities in performing sports activities. Superoxide Dismutase as an antioxidant of the body no longer able to compensate the amount of free radicals generated by metabolism or from environmental pollutants. The imbalance can be mitigated by antioxidants from outside the body. Rosella is one source of exogenous antioxidants is expected to prevent atherosclerosis and vasoconstriction as well as providing adequate nutrition in the process of cell metabolism. The purpose of this study examines differences in physical ability to swim in rats fed with tea Rosella with those are not given. The study design pre-post test control group design. The independent variable in this research is rosella tea, the dependent variable is the physical ability to swim. Total sample is 30 mice. The control group are 15 and 15 are treatment groups. Materials used: mice aged 1 month, Body Weight least 10 grams, rosella flowers are made ​​into tea, feed type BR II. The tools used; maintenance animal cages, animal weighing, measuring bucket endurance swimming, and time recording devices (stop watch). Data analysis using analysis of variance (ANOVA) to examine differences in overall rates of change in physical ability before treatment, day 7, day 14, day 21, day 28 between treatment and control groups with treatment groups. Data processed using computer tools that SPSS for windows version 16:00. The results of rosella tea beverage delivery in mice not given a noticeable effect on the physical ability to swim up in week 3 (p value 0.05), but provide a real contribution to improving the physical ability of mice when administered continuously until the week 4th (p value = 0.029 0.05). Group of mice without treatment rosella tea decreased physical endurance to swim after four week. Suggestions from the research results is rosella tea beverages should be used as a beverage to enhance physical abilities. To improve research, need to do further research on the effects of rosella drinks with studies on the molecular level and cell organelles.Keywords: metabolism; antioxidant; rosella tea; physical capabilities
Peningkatan Keterampilan dan Aktivitas Belajar Permainan Bola Basket melalui Model Tugas
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 1, No 2 (2011): December 2011
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v1i2.2023

Abstract

Peneltian ini merupakan penelitian tindakan kelas dirancang secara sistematis pelaksanaannya pada saat proses belajar berlangsung. Kegiatan diterapkan dalam upaya untuk meningkatkan keterampilan dan aktivitas bermain bola basket. Tahapan langkah disusun dalam siklus penelitian. Setiap siklus memiliki 4 tahapan, yaitu:  perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Dalam penelitian tindakan kelas ini dirancang dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada siklus I pesrta didik yang mempunyai keterampilan bermain pada kondisi awal tuntas sebanyak 20 anak atau sebesar 74% menjadi meningkat pada siklus II sebanyak 23 anak atau sebesar 85%. Peningkatan keterampilan bermain bola basket dengan menggunakan model tugas besaranya 11%. Sedangkan untuk aktivitas peserta didik yang pada siklus I masuk kategori aktivitas tinggi sebanyak 14 anak anak atau sebesar 52% menjadi meningkat pada siklus II sebanya 22 anak atau sebesar 81%. Peningkatan aktivitas peserta didik menggunakan model tugas  sebesar 29%. Dari hasi penelitian ini disarankan Guru pendidikan jasmani dalam mengajar hendaknya menggunakan model tugas dengan kartu tugasnya,  mengingat dengan kartu tugas peserta didik akan melakukan kegiatan/latihan secara berulang-ulang mengikuti petunjuk kartu tugas sehingga keterampilan dan aktivitas belajar peserta didik akan menjadi meningkat.Kata Kunci: model tugas;  keterampilan bermain; aktivitas belajarAbstractThis Research is classroom action research designed to systematically practice during the learning process takes place. Activities implemented in an effort to improve the skills and activities to play basketball. The phases prepared in cycle research. Each cycle has four stages: planning, action, observation and reflection. In this classroom action research was designed in two cycles. The results showed that the cycle I  students who have the skills to play in the complete initial conditions as many as 20 children by 74% to increases in the second cycle as many as 23 children by 85%. Improved skills to play basketball with the taskmodel by 11%. As for the activities of learners in the cycle I in the category of high activity or as many as 14 children by 52% to increases in cycle II as 22 children by 81%. Increased activity for the student use task models by 29%. From this result of the research the physical education teacher  suggested  the teaching task should use the model with job cards instructions continously,  so the  skills and learning activities students will be increased.Keywords:  task model; playing skills; learning activities

Page 2 of 3 | Total Record : 30