Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga
Teknobuga : Jurnal Teknologi Busana dan Boga publishes original research articles on the recent issues related to fashion, food, beauty studies, home economics studies, hotel and tourism management, and vocational education
Articles
33 Documents
Search results for
, issue
"Vol 1, No 2 (2014)"
:
33 Documents
clear
PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENGOLAHAN KUE INDONESIA DARI BAHAN PISANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS X PATI SERI SMK NEGERI 3 PATI TAHUN PELAJARAN 2009/2010
Nawangsri, Siti
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6407
rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana penerapan model pembelajaran Cooperative Learning, meningkatkan kualitas  pembelajaran pengolahan kue Indonesia bahan dasar pisang, pada siswa kelas X Patiseri SMK 3 Pati. Penelitian ini melalui dua siklus.Hasil Penelitian ini dengan model pembelajaran Coooperative Learning menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran dengan model sebelumnya. Pada siklus I ketuntasan klasikal 93,10% dan siklus II klasikal meningkat  menjadi  100%.  Hal  ini  diketahui  pembelajaran  Cooperative Learning dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi mengolah kue pisang.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMPETENSI MENGGAMBAR BUSANA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PROPORSI TUBUH MANUSIA PADA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA SMK NEGERI 3 PATI JAWA TENGAH TAHUN DIKLAT 2007/2008
Suwartinah, Suwartinah
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Department of Home Economics, Faculty of Engineering, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6412
Penelitian ini dilatarbelakangi kurang mampunya siswa dalam menghasilkan desain gambar busana yang proporsional, sehingga mempengaruhi prestasi belajarnya. Bertujuan meningkatkan kompetensi menggambar busana dengan menggunakan media proporsi tubuh manusia dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran  menggambar busana dengan menggunakan media proporsi tubuh manusia. Subyek penelitian siswa kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Pati sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kompetensi menggambar busana siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan media proporsi tubuh manusia mengalami peningkatan. Hasil analisis data dari tes pratindakan, siklus I, sampai siklus II terus meningkat. Hasil tes pratindakan yaitu sebelum tindakan penelitian dilakukan, menunjukkan bahwa rata-rata skor yang dicapai sebesar 53,12%. Pada siklus I rata- rata skor menjadi 64,84%. Pada siklus I ini terjadi peningkatan sebesar 11,72% dari pratindakan. Pada siklus II rata-rata skor meningkat menjadi 74,84% (meningkat sebesar 10,0% dari siklus I), dan telah memenuhi target yang peneliti yaitu 70,0.
KAJIAN TENTANG SIMBOL BATIK SEMEN RAMA BAGI KEHIDUPAN MASYARAKAT JAWA
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6411
Simbol dalam batik merupakan manifestasi dari sesuatu ajaran. Bagi orang Jawa simbol merupakan kunci yang membuka pintu pertemuannya dengan dunia atas. Dengan berbagai simbol manusia berpartisipasi dalam kehidupan makrokosmos dan melalui kontak ini, mereka merasa mendapatkan ketenteraman dan keselamatan. Dalam hal ini batik sebagai unsur kebudayaan dilihat sebagai sistem simbol, menghubungkan manusia dengan alam semesta dalam arti yang luas. Batik Semen Rama sebagai karya seni secara esensi merupakan ajaran yang ditujukan dan diisyaratkan kepada raja atau pemimpin rakyat, yang disimbolkan dalam ornamennya. Motif dalam batik Semen rama merupakan simbolis yang mempunyai makna ajaran tentang sikap yang ideal yang seharusnya seorang pemimpin.
PEMBUATAN PAES PENGANTIN SOLO DENGAN MENGGUNAKAN METODE PROPORSIONAL
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6416
Paes merupakan riasan dahi yang berwarna hitam atau hijau. Paes pada tata rias pengantin gaya solo terdiri empat (4) bagian, yaitu gajahan, penitis, pengapit dan godeg. Beberapa bagian paes tersebut memiliki bentuk yang berbeda, gajahan bentuknya seperti ujung telur bebek, penitis bentuknya kuncup bunga kantil, penitis bentuknya ujung telur ayam dan godeg seperti bunga turi. Dewasa ini pembuatan paes dapat dilakukan dengan bermacam-macam teknik, salah satunya dengan menggunakan teknik proporsional. Teknik proporsional adalah teknik dalam membuat paes yang dibuat dengan bantuan kertas. Kertas tersebut dipotong dengan ukuran 10 X 10 cm dan dilipat menjadi segitiga sama sisi. Kertas tersebut digunakan untuk mengukur jari pengantin yang nantinya akan digunakan sebagai patokan dalam pembuatan paes. Tujuan pembuatan paes dengan teknik proporsional agar mempermudah perias pemula dalam membuat paes. Hasil membuat paes dengan menggunakan teknik modern lebih mudah daripada menggunakan teknik modern karena, patokan yang digunakan adalah dengan menggunakan jari pengantin wanita sendiri.
PENINGKATAN PEMBELAJARAN PENGOLAHAN KUE INDONESIA DARI BAHAN PISANG MELALUI MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING PADA SISWA KELAS X PATI SERI SMK NEGERI 3 PATI TAHUN PELAJARAN 2009/2010
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6407
rumusan masalah dalam penelitian ini bagaimana penerapan model pembelajaran Cooperative Learning, meningkatkan kualitas pembelajaran pengolahan kue Indonesia bahan dasar pisang, pada siswa kelas X Patiseri SMK 3 Pati. Penelitian ini melalui dua siklus.Hasil Penelitian ini dengan model pembelajaran Coooperative Learning menjadi lebih baik jika dibandingkan dengan pembelajaran dengan model sebelumnya. Pada siklus I ketuntasan klasikal 93,10% dan siklus II klasikal meningkat menjadi 100%. Hal ini diketahui pembelajaran Cooperative Learning dapat meningkatkan kualitas dan kompetensi mengolah kue pisang.
UPAYA PENINGKATAN KEMAMPUAN KOMPETENSI MENGGAMBAR BUSANA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA PROPORSI TUBUH MANUSIA PADA KELAS XII PROGRAM KEAHLIAN TATA BUSANA SMK NEGERI 3 PATI JAWA TENGAH TAHUN DIKLAT 2007/2008
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6412
Penelitian ini dilatarbelakangi kurang mampunya siswa dalam menghasilkan desain gambar busana yang proporsional, sehingga mempengaruhi prestasi belajarnya. Bertujuan meningkatkan kompetensi menggambar busana dengan menggunakan media proporsi tubuh manusia dan mendeskripsikan perubahan perilaku siswa setelah mengikuti pembelajaran menggambar busana dengan menggunakan media proporsi tubuh manusia. Subyek penelitian siswa kelas XII Program Keahlian Tata Busana SMK Negeri 3 Pati sebanyak 32 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kompetensi menggambar busana siswa setelah mengikuti pembelajaran dengan media proporsi tubuh manusia mengalami peningkatan. Hasil analisis data dari tes pratindakan, siklus I, sampai siklus II terus meningkat. Hasil tes pratindakan yaitu sebelum tindakan penelitian dilakukan, menunjukkan bahwa rata-rata skor yang dicapai sebesar 53,12%. Pada siklus I rata- rata skor menjadi 64,84%. Pada siklus I ini terjadi peningkatan sebesar 11,72% dari pratindakan. Pada siklus II rata-rata skor meningkat menjadi 74,84% (meningkat sebesar 10,0% dari siklus I), dan telah memenuhi target yang peneliti yaitu 70,0.
PENINGKATAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PENGOLAHAN KUE DAN ROTI MELALUI MODEL PEMBELAJARAN BEKERJA LANGSUNG (LEARNING BY DOING) DI KELAS X PATISERI PROGRAM KEAHLIAN TATA BOGA SMK NEGERI 3 PATI TAHUN 2010/2011
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6408
Pembelajaran dengan mempergunakan metode pemecahan masalah dan keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran akan memberikan hasil yang lebih baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pengolahan kue dan roti dengan menggunakan model pembelajaran bekerja langsung (learning by doing) pada siswa kelas X Patiseri Program Keahlian Tata Boga SMK Negeri 3 Pati. Penelitian ini menggunakan desain PTK. Subjek penelitiannya adalah siswa kelas X Patiseri SMK Negeri 3 Pati. Penelitian ini, terdiri atas dua siklus. Tiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan wawancara. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor 74,5% pada siklus I menjadi 85,7% pada siklus II, diikuti perubahan perilaku yang lebih baik.
PENCELUPAN KAIN SHANTUNG DENGAN EKSTRAK DAUN SIRSAK DAN RIMPANG KUNYIT
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6413
Industri tekstil untuk pakaian maupun tekstil untuk kebutuhan rumah tangga merupakan salah satu produk ekspor non migas yang perlu mendapat perhatian untuk terus ditingkatkan. Shantung adalah jenis tekstil yang menggunakan serat rayon viskosa. Rayon viskosa merupakan salah satu bahan tekstil yang banyak disukai oleh konsumen karena selain berpenampilan menarik, murah dan mudah didapat juga karena kenyamanan (comfortable) dalam pemakaiannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen. Pendekatan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan cara pengekstraksian daun sirsak dan rimpang kunyit dengan metode ekstraksi dingin. Metode pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan melakukan penilaian untuk mengetahui kualitas hasil pengujian yang meliputi penilaian arah warna dengan uji organoleptik, sedangkan untuk ketuaan warna dan ketahanan luntur warna terhadap pencucian dengan uji laboratorium. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif. Ekstrak daun sirsak dan rimpang kunyit dapat digunakan untuk mencelup kain shantung dengan arah warna kuning kecoklatan. Ketuaan warna kain shantung yang dicelup dengan menggunakan ekstrak daun sirsak dan rimpang kunyit menunjukkan hasil R (%) 7.62. Ketahanan luntur kain shantung yang dicelup dengan menggunakan ekstrak daun sirsak dan rimpang kunyit termasuk dalam kategori kurang dengan rata-rata CD (colour difference) 6.0.
PENGARUH POLA MAKAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA BIDANG KEAHLIAN TATA BOGA DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN [SMK] NEGERI 3 PATI TAHUN PELAJARAN 2010 - 2011
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6409
Penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu pola makan sebagai variabel bebas dan prestasi belajar sebagai variabel terikat. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik Proporsional Random Sampling karena sample dalam penelitian ini diambil dari masing-masing kelas sebanyak 25 % secara acak berjumlah 75 orang siswa. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pola makan siswa keahlian Tata Boga SMK Negeri 3 Pati termasuk dalam kategori sedang (53,3%) dan prestasi belajarnya termasuk kategori sedang (44 % ). Dari analisis diperoleh rxy =0,874 r tabel 0.227 pada taraf signifikan 5 %, r tabel 0.296 pada taraf signifikan 1 %. Sedangkan hasil dari penghitungan koefisien determinan (R2) diperoleh hasil 0.765 atau 76.5%.
PENGGUNAAN MULTIMEDIA INTERAKTIF DALAM UPAYA MENINGKATKAN KREATIVITAS BELAJAR PERAWATAN KULIT DAN RIAS WAJAH PADA SISWA KELAS X TATA KECANTIKAN KULIT DI SMK NEGERI 3 PATI
TEKNOBUGA: Jurnal Teknologi Busana dan Boga Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.15294/teknobuga.v1i2.6414
Tujuan penelitian untuk meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas X Tata Kecantikan Kulit melalui penerapan penggunaan multimedia interaktif di SMKN 3 Pati. Pelaksanaan meliputi : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas X Tata Kecantikan Kulit berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan catatan harian, hasilnya dianalisis dengan menghitung persentase: kreativitas, ketuntasan, dan aktivitas guru. Hasil penelitian siklus I rata-rata tingkat kreativitas belajar sebesar 82% (baik) setelah diadakan tindakan siklus II menjadi 98% (amat baik), sehingga ada peningkatan sebesar 16%. Kualitas hasil belajar pada siklus I siswa yang mencapai ketuntasan ada 29 siswa (81%) setelah diadakan tindakan siklus II, kualitas hasil belajar siswa meningkat menjadi 36 siswa (100%) mencapai ketuntasan belajar. Kesimpulannya penggunaan multimedia interaktif dapat meningkatkan kreativitas belajar siswa kelas X Tata Kecantikan Kulit pada mata pelajaran Perawatan Kulit dan Rias Wajah dengan materi “Perawatan kulit wajah tidak bermasalah (facial)”.