cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Bahtera Sastra: Antologi Bahasa dan Sastra Indonesia
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Linguistik : No. 1, Agustus 2014" : 24 Documents clear
KONSEP HIDUP DAN MATI DALAM LEKSIKON KHAUL BUYUT TAMBI (Kajian Etnolinguistik di Indramayu) Nurul Purwaning Ayu
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Linguistik : No. 1, Agustus 2014
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakUpacara adat merupakan upacara yang rutin dilakukan dalam keagamaan, adat istiadat, kebudayaan suatau daerah. Upacara rutin dilaksanakan setiap tahunnya tersebut memiliki leksikon yang terdapat dalam khaul Buyut Tambi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan klasifikasi lingual dalam upacara adat khaul Buyut Tambi. Memaparkan klasifikasi kultural, deskripsi, serta cerminan konsep hidup dan mati dalam leksikon khaul Buyut Tambi. Menjelaskan cerminan dimensi hubungan vertikal dan horizontal dari leksikon khaul Buyut Tambi.Pendeketan penelitian ini pendekatan etnolinguistik. Metode yang digunakan adalah observasi partisipatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan berdasarkan klasifikasi lungual, leksikon berupa kata berjumlah 28 kata dan frasa 18 kata. Berdasarkan klasifikasi kultural, deskripsi, serta cerminan konsep hidup dan mati yang tercermin dari leksikon yang diklasifikasikan berdasarkan aktivitas, alat, makanan, tempat, dan hewan. Berdasarkan cerminan hubungan vertikal dan horizontal, leksikon yang mencerminkan hubungan vertikal berjumlah 5 leksikon, dan mencerminkan hubungan horizontal berjumlah 19 leksikon.
CERMIN BUDAYA DALAM LEKSIKON PERKAKAS PERTANIAN TRADISIONAL DI PANGAUBAN, KABUPATEN BANDUNG (KAJIAN ETNOLINGUISTIK) Nurshopia Agustina
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Linguistik : No. 1, Agustus 2014
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh pemanfaatan tanah di Desa Pangauban dipakai sebagai lahan untuk bertani dan bercocok tanam. Kegiatan masyarakat Pangauban pada musim panen bergotong royong untuk bercocok tanam, menanam sayur-sayuran, dan menanam padi. Oleh karena itu, bertani merupakan salah satu cara hidup yang mencerminkan masyarakat Desa Pangauban dalam aktivitas bertani. Tujuan dari penelitian ini untuk memperdayakan sumber daya alam melalui aktivitas bertani sebagai upaya memanfaatkan dan mempertahankan perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda agar tetap terjaga. Selain itu, memberikan sumbangan analisis bagi perkembangan disiplin ilmu etnolinguistik dalam melakukan penelitian yang lebih luas dan mendalam mengenai bahasa dan budaya. Penelitian tentang konsep cermin budaya dalam leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda menggunakan metode etnolinguistik. Teori yang melandasi penelitian ini berkaitan dengan antropolinguistik. Data penelitian berupa leksikon perkakas pertanian dalam bahasa Sunda di Desa Pangauban kecamatan pacet, Kabupaten Bandung. Hasil dari penelitian ini nantinya dapat terungkap, klasifikasi leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, deskripsi leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung dan cerminan gejala kebudayaan yang muncul berdasarkan leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda di Desa Pangauban, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.Kata kunci: klasifikasi, deskripsi, serta cerminan gejala kebudayaan leksikon perkakas pertanian tradisional dalam bahasa Sunda.
REALISASI PRINSIP KESOPANAN TUTURAN PENGAMEN PANTURA DAN PENGAMEN PASUNDAN Dewi Anggia Huzniawati
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Linguistik : No. 1, Agustus 2014
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatar belakangi oleh tuturan pengamen dalam bus yang dipandang mempunyai nilai kesopanan sangat rendah. Pengamen sejatinya telah mendapat penilaian yang buruk oleh sebagian masyarakat. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif kualitatif yang hasil data berdasarkan pengamatan dan hasil interpretasi yang ada. Data yang diteliti adalah tuturan pengamen yang direkam dalam bus yang melewati daerah Indramyu untuk data tuturan pengamen Pantura dan bus yang berada di Bandung untuk data tuturan pengamen Pasundan. Setelah direkam data tersebut ditranskrip dan dikelompokan berdasarkan jenis penuturnya. Setelah itu data akan dianalisis pematuhan dan pelanggaran prinsip kesopannannya menurut teori Leech. Realisasi kesopanan pengamen Pantura yang paling dominan melanggar maksim, khususnya pengamen Pantura berkelompok, sedangkan realisasi pengamen Pasundan lebih dominan pada pematuhan maksim prinsip kesopanannya dibandingkan dengan pelanggaranya. Hal tersebut bisa dikatakan bahwa pengamen Pasundan lebih cenderung sopan dibandingkan dengan pengamen Pantura.
WACANA LENGSERNYA MUHAMMAD MURSI DARI JABATAN PRESIDEN MESIR DALAM SURAT KABAR REPUBLIKA DAN KOMPAS (ANALISIS WACANA KRITIS MODEL THEO VAN LEEUWEEN) Rianda Pringgandani
Jurnal Bahtera Sastra Indonesia Linguistik : No. 1, Agustus 2014
Publisher : Jurnal Bahtera Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilatarbelakangi oleh terjadinya satu peristiwa politik besar di Timur Tengah, yakni pelengseran Muhammad Mursi dai jabatan kepresidenan Mesir. Penelitian ini mempertanyakan perbedaan sudut pandang antara harian Repbulika dan  Kompas dalam memberitakan lengsernya Muhammad Mursi. Penelitian yang menggunakan metode deksriptif ini bertujuan meneliti perbedaan sudut pandang kedua media tersebut, dengan menggunakan analisis wacana kritis model Theo van Leeuween, yang berfokus pada analisis strategi pengeluaran (exclusion) dan pemasukan (inclusion) atas aktor yang terlibat dalam peristiwa. Berdasarkan pada peneltian atas yang dilakukan, dapat ditarik kesimpulan, yakni bahwa pada pemberitaan tanggal 5 Juli mengenai lengsernya Mursi, Republika cenderung lebih apa adanya dalam memberitakan peristiwa tersebut, yang dibuktikan dengan dominannya penggunaan strategi verba, sementara Kompas cenderung membela militer dan menydutkan para pendukung Mursi, yang dibuktikan dengan strategi-strategi nominalisasi dan pasivasi yang digunakan. Sementara pada pemberitaan 14 Agustus mengenai bentrokan pihak militer dengan pendukung Mursi, kedua media cenderung memberitakan negatif pihak militer dan menonjolkan kelompok pendukung Mursi. Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Theo van Leeuween, Muhammad Mursi, Republika, Kompas 

Page 3 of 3 | Total Record : 24