cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI (SOROT)
Published by Universitas Udayana
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT" : 13 Documents clear
FENOMENA PERILAKU TOXIC RELATIONSHIP DALAM HUBUNGAN BERPACARAN KAWULA MUDA DI JAKARTA SELATAN Ambarita, Priscilia; Punia, I Nengah; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze toxic relationship behavior among young adults in dating relationships in South Jakarta using a qualitative approach. Data will provide a detailed overview of young adult,' experiences with toxic relationships, employing Robert J. Sternberg's triangular theory of love. Results reveal diverse forms of toxic relationships, including verbal, emotional, and physical violence, such as infidelity, open relationships, and possessive behavior. Impact encompasses diminished self-confidence, mental and physical health issues, and financial losses. Anticipation and prevention of toxic relationship behavior are vital. Healthy communication and partner selection are crucial to evade toxic relationships.
Habitus Fotografer Wedding dan Prewedding di Kota Denpasar Saputra, Gede Wahyu; Nugroho, Wahyu Budi; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wedding and pre-wedding photography fall under the category of documentary photography. In Bali, these photography services are increasingly in demand, especially by the millennial generation in Denpasar City. Along with the increase in demand, the profession of wedding and pre-wedding photography has also increased. This research aims to examine the habitus that drives wedding and pre-wedding documentation photographers in Denpasar City to pursue the sector, and also how the habitus of these photographers later turns out to affect the personal style of the photos produced. This research uses Pierre Bourdieu's habitus concept as the basis for analyzing the problems that occur. The method used in analyzing the phenomenon of habitus of wedding and pre-wedding photographers in Denpasar City is descriptive-explanatory with a qualitative approach. From the research conducted, it was found that: 1) The habitus of wedding and pre-wedding photographers in Denpasar City is composed of the capitals they have and the realm where they practice. Capitals such as symbolic, cultural, economic, or social are found in different forms in each informant, and 2) Photographers' personal style is formed through their mindset, behavior, and preferences that are influenced by their social environment, culture, and past experiences. These habitual dispositions shape the way photographers act or respond in certain situations. Habitus can also influence the photographic techniques used in framing, composition and photo editing. Keywords: Wedding and pre-wedding photography, Photographer, Habitus, personal style.
MOTIF INDIVIDU TERGABUNG DALAM KOMUNITAS MOTOR VESPA DI DENPASAR Putra, Hafizh Naufal; Arjawa, I Gst Putu Bagus Suka; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persoalan yang hendak dikaji dalam penelitian, yaitu bagaimana motif individu berkomunitas. Komunitas dipandang sebagai interaksi dalam struktur sosial yang berdiam pada lokasi berbeda dan mungkin dipersatukan oleh kepentingan atau nilai nilai yang sama, seperti komunitas pecinta otomotif dan sebagainya. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana motif dan manfaat individu bergabung ke dalam komunitas vespa di Denpasar dan apa saja faktor pendorong individu tersebut bergabung ke dalam komunitas dan manfaat apa saja yang dirasakan individu. Hasil penelitian menunjukan bahwa para anggota komunitas vespa memiliki motif untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhannya masing-masing di antara mereka, Seperti motif akan pencapaian, motif pengembangan diri, motif akan hubungan atau persahabatan dan motif kekuasaan. Dengan motif yang berbeda dengan tujuan yang sama yaitu memenuhi kebutuhannya masing-masing.
PERILAKU KONSUMSI PHOTOCARD PADA PENGGEMAR K-POP DI KECAMATAN BEKASI SELATAN Bernita, Ribka; Mahadewi, Ni Made Anggita Sastri; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The study aims to analyze and describe how the consumption patterns of K-Pop idola fans in consuming photocards and what is the impact of the consumerity of K-Pop idol fans.This research was conducted on K-Pop fans in Bekasi.This research uses a qualitative descriptive research type.The population of this study are fans of K-Pop idol groups in Bekasi.The results of the study show that K-Pop fans in Bekasi carry out consumption activities that aim to seek satisfaction solely, this is due to the encouragement of the individual to continue to consume KPop goods for the emotional benefit of being a fan coupled with theenvironmental influence of the Bekasi K-Popers community.make their desire to continue consuming.The results of this study also show that K-Pop idol fans in Bekasi make them sick and feel guilty to their parents.
FENOMENA NGELAGA PADA MASYARAKAT DESA ADAT PESABAN, KECAMATAN RENDANG, KABUPATEN KARANGASEM Juliarsana, I Gede Ari; Kamajaya, Gede; Krisna Aditya, I Gusti Ngurah Agung; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bali merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kekayaan tradisi yang dimiliki. Salah satu tradisi yang ada di masyarakat Bali yaitu tradisi ngayah. Namun seiring berjalannya waktu tradisi ngayah mulai mengalami pergeseran akibat perubahan mata pencaharian dari sektor agraris ke industri terutama industri pariwisata. Melalui perubahan ini, banyak masyarakat desa di Bali yang merantau ke pusat industri dan pariwisata yakni Denpasar dan Badung yang tentu mengakibatkan mereka terikat dengan jam kerja. Masyarakat yang merantau ini kemudian menghadapi persoalan yaitu membagi waktu antar pekerjaan dengan kewajiban mereka untuk ngayah piodalan di desa. Salah satu desa yang menghadapi persoalan ini yaktu Desa Adat Pesaban yang kemudian menerapakan kebijakan meli ayahan ini yang dikenal dengan istilah ngelaga. Namun pada perjalannya munculnya fenomena ngelaga ini pada akhirnya menilbulkan pro kontra di Tengah krama Desa Adat Pesaban. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif eksplanatif. Teori cultural lag William F. Ogburn digunakan sebagai pisau bedah untuk menganlisis terkait adanya pro dan kontra terhadap penerapan ngelaga di Desa Adat Pesaban. Bentuk pro krama yakni taat membayar iuran serta melungkan waktu ngayah fisik di waktu senggang sedangkan bentuk kontranya yaitu adanya pakrimik dan medaya. Munculnya pro kontra ini akibat kesenjangan penerimaan difusi kebudayaan antara generasi muda dan generasi tua. Disimpulkan bahwa ngelaga ini menjadi solusi bagi krama yang merantau yang menghadapi persoalan waktu. Disarankan agar pemerintah untuk mencari formulasi yang tepat untuk menghadapi persoalan ini di masa yang akan datang. Kata Kunci : Ngelaga, Desa Adat Pesaban, Piodalan, Krama, Cultural Lag
Komodifikasi Kemiskinan Dalam Pertelevisian Indonesia Pada Acara "Uang Kaget" Tarihoran, Gabriel; Punia, I Nengah; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze and explain how the reality TV program "Uang Kaget Lagi" exploits the poverty of its participants to create content for a television show that generates fame and profit for the media corporation itself. "Uang Kaget Lagi" is a Reality Show where an individual attempts to spend Rp12,000,000.00 within a 30-minute time limit. This research employs a qualitative descriptive approach and is supported by framing analysis methods to provide a detailed overview and explanation of the commodification of poverty within the "Uang Kaget Lagi" program. The study is grounded in Noam Chomsky's theory of propaganda. It reveals how television constructs a program that ostensibly offers assistance to impoverished individuals but has ulterior motives of gaining popularity and significant profits for the media corporation.
PERILAKU ADAPTIF MASYARAKAT PASCA KEDATANGAN SYSTEMIQ: ORGANISASI PENGELOLA SAMPAH DI DESA TEMBOKREJO KOTA BANYUWANGI Wulandari, Retno Asti; Zuryani, Nazrina; Krisna Aditya, I Gusti Ngurah Agung
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada kajian Perilaku Adaptif Masyarakat Pasca Kedatangan Systemiq: Organisasi Pengelola Sampah Di Desa Tembokrejo Kota Banyuwangi. Memaparkan dan menganalisis perilaku masyarakat sebelum kedatangan Systemiq, bentuk perilaku adaptif masyarakat, dan faktor perilaku adaptif masyarakat pasca kedatangan Systemiq. Metode yang digunakan adalah kualitatif jenis deskripsi eksplanatif. Teori yang digunakan adalah teori perilaku dari Burrhus Frederic Skinner dan ekologi manusia Robert E Park. Sebelum kedatangan Systemiq akhir tahun 2018, masyarakat Tembokrejo memiliki kebiasaan menyampah yang disebabkan oleh kurangnya kesadaran, rendahnya pengetahuan, tidak adanya aturan, serta tidak adanya fasilitas yang memadai. Program yang dilakukan Systemiq yaitu sosialisasi ke desa dan masyarakat, pendampingan TPST, serta pendanaan. Pasca kedatangan Systemiq bentuk perilaku adaptif masyarakat yakni tidak membuang sampah sembarangan, mau memilah sampah, dan terjadinya perubahan pola pikir. Perilaku adaptif masyarakat pasca kedatangan Systemiq disebabkan adanya ketetapan yang berlaku, reward ekonomi dan psikologi, ancaman, tidak mendapatkan pelayanan. Ekologi manusia melihat bentuk perilaku adaptif masyarakat berupa perubahan pola pikir karena terjadinya transfer ilmu melalui pertukaran energi. Faktor perilaku adaptif terjadi akibat adanya modal sosial dan fisik sebagai kontrol sosial yang terbentuk akibat kerusakan ekologi. Bagi pihak pemerintahan desa maupun pihak TPST, agar tidak tebang, pilih dalam menerapkan hukuman untuk mempertahankan perilaku adaptif masyarakat. Masyarakat desa Tembokrejo hendaknya lebih meningkatkan rasa peduli lingkungan. Kata kunci: perilaku adaptif, Punishment, reinforcement, sampah
KONTEN TIKTOK DARI PERSPEKTIF ORANG TUA TERHADAP PERILAKU MENYIMPANG SISWA SMP NEGERI 3 DENPASAR Siagian, Edy Diyana; Zuryani, Nazrina; Aditya, I Gusti Ngurah Agung Krisna
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The influence of technological advances this extends to all aspects of human life is very significant. Everything in today's digital era based on technology. One of the most important needs for everyone nowadays is access to media. TikTok is a popular social networking platform that is wiedly used. In the worst case, TikTok causes harm to its users. SMP N 3 Denpasar is one of the schools where students use the TikTok application a lot. The research uses descriptive and explanatory strategies and it is a qualitative research method. In addition, this study also uses quantitative research techniques. The purpose of this research is to show the importance for parents to exercise social control and set time limits based on logical reasoning and regulate the use of the TikTok program in order to reduce the negative impact of the TikTok.
Representasi Anarkisme Dalam Film Serial Money Heist Season 1 & 2 Marbun, Angelina Sellyn Manora; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede; Pramestisari, Nyoman Ayu Sukma
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to analyze the representation of anarchism presented in seasons 1 and 2 of the series Money Heist. The primary focus of this series is on acts of robbery with an anarchist twist. The approach used in this analysis refers to the framing analysis developed by Zhongdan Pan and Gerald M. Kosicki. The findings of this analysis indicate that Money Heist portrays various tenets of anarchism, particularly the postmodern perspective. Data extracted from various scenes in the Money Heist series reveal two central concepts in postmodern anarchism: the moral legitimacy challenged by the state and the role of media as a tool of control wielded by the state. From this research, it can be concluded that Money Heist conveys the message that anarchism is not solely about destructive actions but also serves as a form of resistance against injustice and the abuse of power perpetrated by the state and excessive authorities.
PERILAKU KONSUMSI MASYARAKAT KELAS MENENGAH DI KECAMATAN CURUG TANGERANG PADA MASA PANDEMI COVID-19 Panggabean, Gabriela Dona Insani; Nugroho, Wahyu Budi; Kamajaya, Gede
JURNAL ILMIAH SOSIOLOGI: SOROT Vol 3 No 2 (2023): JISSOROT
Publisher : Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eksistensi masyarakat kelas menengah di Indonesia yang sulit diidentifikasi keberadaannya dan menjadi pendorong untuk roda perekonomian suatu negara dikarenakan sifat konsumsi yang cenderung tinggi. Pada masa Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada masayarakat yang salah satunya adalah pada dampak ekonomi. Kecamatan Curug merupakan wilayah yang startegis dan penduduk yang heterogenitasnya tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan dianalisis dengan teori leisure class atau kelas pemboros yang digagas oleh Thorstein Veblen. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana dampak Pandemi Covid-19 terhadap Masyarakat kelas menengah di Kecamatan Curug dan bagaimana perilaku konsumsi Masyarakat kelas menengah pada masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Curug. Hasil dari penelitian ini adalah Masyarakat kelas menengah pada masa Pandemi Covid-19 di Kecamatan Curug Tangerang cenderung berlebihan. Adanya dampak pada pola perilaku konsumsi sebagai leisure class yaitu atensi dalam menggunakan produk industri budaya yang memiliki simbol agar mendapatkan pengakuan dari masyarakat. Pendapatan yang menurun bukanlah menjadi halangan dari konsumsi berlebihan. Penggunaan jasa pinjaman dan metode pembayaran secara kredit merupakan strategi dalam pemenuhan naluri konsumsi pada saat kondisi perekonomian menurun pada masa Pandemi Covid-19. Hal tersebut sejalan dengan Teori Veblen yang mengemukakan sifat leisure class yang menggunakan predatory instinct untuk menyalurkan naluri konsumsi yang berlebihan. Saran yang diperoleh dari penelitian ini adalah bagi masyarakat kelas menengah agar tidak mengembangkan perilaku konsumsi yang berlebihan dan menyesuaikan gaya hidup dengan pendapatannya, bagi pemerintah agar menjadikan penelitian ini sebagai refrensi dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan pembangunan dalam pengembangan Kecamatan Curug pada sektor sosial dan ekonomi. Kata Kunci: Perilaku konsumsi, Masyarakat kelas menengah, Pandemi Covid-19

Page 1 of 2 | Total Record : 13