cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Nadwa : Jurnal Pendidikan Islam
ISSN : 19791739     EISSN : 25028057     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 27 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan" : 27 Documents clear
Islamisasi Pengetahuan dan Model Pengembangannya pada Madrasah Mukhibat, Mukhibat
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.561

Abstract

Madrasah in Indonesia have exciting development because of its integration with modernity and political support of the state that aligned with the public schools. However, it is recognized that the model of madrasah education in the country's legislation, led to dualism education system in Indonesia, which has not been resolved until now. The problem is a challenge in realizing the ideal madrasah. Through a historical-philosophical approach, this study examines the redefinition of the Islamization of knowledge by tracing historically the initial idea of Islamization of knowledge in responding to the challenges facing the madrasah. Through critical analysis examines the implications of the redefinition of the Islamization of knowledge and development models at themadrasah. There are at least three models of Islamization of knowledge that can be developed in the development and empowerment of the madrasah, the purification of the model, the model of modernization, and the model of Islamic neo-modernism. AbstrakMadrasah di Indonesia mengalami perkembangan menarik karena integrasinya dengan modernitas serta dukungan politik negara sehingga sejajar dengan sekolah umum. Namun  demikian, diakui bahwa model pendidikan madrasah di dalam perundang-undangan negara, memunculkan dualisme sistem pendidikan di Indonesia yang belum dapat diselesaikan hingga sekarang. Problem tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam mewujudkan madrasah yang ideal. Melalui pendekatan historis-filosofis, penelitian ini mengkaji tentang redefinisi Islamisasipengetahuan dengan melakukan penelusuran historis terhadap gagasan awal Islamisasi, dalam merespons tantangan yang dihadapi madrasah. Melalui analisis kritis tersebut dikaji implikasi redefinisi Islamisasi pengetahuan dan modelpengembangannya pada madrasah. Setidaknya ada tiga model Islamisasi pengetahuan  yang  dapat  dikembangkan  dalam  pengembangan  dan pemberdayaan madrasah, yaitu model purifikasi, model modernisasi, dan model neo-modernisme Islam.
Madrasah dan Ujian Nasional Supa’at, Supa’at
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.566

Abstract

This research analysis the implication of the policy of the national final exams (Ujian Nasional-UN) in basic to high school that conducts every year by the government, the ministry of education and culture. This researchnot discussabout the validity of UN as government policy, butthe main focus of this research is the implication of UN to madrasah as Islamic education ins-titution that has unique and different character from general school. AsIslamic education,curriculum of madrasah based on the Islamic teachings which the sublime behavior as the final objective of Islamic education. In reality, the policy of UN has caused madrasah to become trapped in practical efforts to help student pass by focusing on repetitive practice of test inexamination subject.The defication of test scores and the application of the policy standardization have result in the process education causing fear in students, teachers, and madrasah management. Finaly, students experientstress and depressiondue to fear of failing the UN.  AbstrakPenelitian ini mengkaji implikasi dari kebijakan Ujian Nasional (UN) mulai dari Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas yang dilakukan setiap tahun oleh Pemerintah, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Penelitian ini tidak membahas tentang keabsahan UN sebagai kebijakan pemerintah, tetapi fokus utama dari penelitian ini adalah implikasi dari UN untuk madrasah sebagai institusi pendidikan Islam yang memiliki Karakter yang unik dan berbeda dari sekolahumum. Sebagai pendidikan Islam, kurikulum madrasah didasarkan ajaran Islam yang luhur perilaku sebagai tujuan akhir pendidikan Islam. Pada kenyataannya,kebijakan UN telah menyebabkan madrasah menjadi terjebak dalam upaya praktis untuk membantu siswa lulus dengan berfokus pada praktek berulang tes dalam subjek pemeriksaan. Perolehan nilai ujian dan penerapan standarisasi kebijakan mengakibatkan rasa takut pada siswa, guru, dan manajemen madrasah. Akhirnya, siswa mendapati stres dan depresi karena takut gagal dalam UN.
Tantangan Pengembangan Pendidikan Keguruan di Era Global Oviyanti, Fitri
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.562

Abstract

Globalization barrage pass major changes to the world order as a whole. This era is characterized by the process of life worldwide, the advancement of science and technology, especially in the field of communication as well as the transformation and cross-cultural. Changes brought about by globalization are also experienced by the world of education with teachers as practitioners. Challenges faced by teachers in the global era, such as the development of science and technology are so rapid and fundamental; moral crisis that swept the nation and thestate, social crisis and a crisis of identity as a nation. All that obviously requires prospective teachers and qualified professionals. Teacher education programs must be able to provide excellent service to the students so that they can esta-blish qualified teacher. Improving the quality of education will foster public confidence that still exist in the future? AbstrakGlobalisasi mewariskan rentetan perubahan besar pada tatanan dunia secara menyeluruh. Era ini ditandai dengan proses kehidupan mendunia, kemajuan ilmu pengetahuan dan  teknologi, terutama dalam bidang transformasi dan komunikasiserta terjadinya lintas budaya. Perubahan yang dibawa oleh globalisasi ini juga dialami oleh dunia pendidikan dengan guru sebagai praktisinya. Tantangan yang dihadapi guru di era global, seperti perkembangan ilmu pengetahuan dan tekno-logi yang begitu cepat dan mendasar; krisis moral yang melanda bangsa dan negara, krisis sosial dan krisis identitas sebagai bangsa. Semua itu jelas menuntut calon guru yang profesional dan bermutu. Program pendidikan guru harusmampu memberikan pelayanan prima kepada mahasiswa sehingga mampu mencetak guru yang berkualitas. Peningkatan mutu pendidikan ini akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat sehingga tetap eksis di masa datang.
Pendidikan Resolusi Konflik Berbasis al-Qur’an Pasir, Supriyanto
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.558

Abstract

Conflict is a fact of human history due to the inherent incompatibility between the two powers. Among the instruments to resolve conflict is education through an integrated curriculum on conflict resolution. Conflict resolution is defined as a process which utilizes spectrum communication skills and analytical and creative thinking to prevent, manage and resolve conflicts peacefully. Study of conflict resolution education is based on the Qur’anic verse. By using the method of the matic analysis found at least twelve conflict resolution activities and the values of the Koran can be used as a conflict resolution education, namely: restraint and forgiveness, communicate wisely, do good and respect, mutual understanding, fraternity, open network, called for peace, back to the book of Allah, avoid prejudice, not degrading, vying for the better, to understand the meaning of jihadAbstrakKonflik merupakan fakta sejarah manusia akibat ketidakcocokan yang melekat antara dua kekuatan. Di antara instrumen untuk menyelesaikan konflik adalah pendidikan melalui kurikulum terpadu tentang resolusi konflik. Resolusi konflik didefinisikan sebagai spektrum proses yang memanfaatkan kemampuan komunikasi dan berpikir kreatif serta analisis untuk mencegah, mengelola, dan menyelesaikan konflik secara damai. Kajian pendidikan resolusi konflik ini didasarkan pada ayat al-Qur’an. Dengan menggunakan metode analisis tematik ditemukan setidaknya dua belas kegiatan resolusi konflik dan nilai-nilai dalam al-Qur’an yang dapat digunakan sebagai pendidikan resolusi konflik, yaitu: menahan diri dan memaafkan, berkomunikasi secara bijak, berbuat baik dan menghargai, saling Pengertian, menjalin persaudaraan, membuka jaringan,mengajak damai, kembali kepada kitab Allah, menjauhi prasangka, tidak merendahkan, berlomba-lomba menuju kebaikan, memahami makna jihad.
Integrasi Pembelajaran Active Learning dan Internet-Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Belajar Effendi, Mukhlison
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.563

Abstract

The learning process in higher education can use constructivist learning strategies for activeness and creativity of students. This study aimed to describe the integration of active learning and internet-based learning and to explain the factors supporting and inhibiting. From the observation data, interviews and documentation of the 31 students of the Department of TeacherEducation for Islamic Primary Education (PGMI) and the lecturer of STAIN Ponorogo can be seen that the integration of active learning and Internetbased learning can enhance the activeness and creativity of student learning in the course. Factors  supporting this result are the application of learningstrategies, giving clear guidance, student learning motivation high and the availability of learning facilities and infrastructure. The factors that inhibit is the limited time, the dominance of smart students and unpreparedness of students receiving new material.AbstrakProses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menggunakan strategi pembelajaran konstruktivistik untuk keaktifan dan kreativitas mahasiswa. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan integrasi active learning daninternet-based learning untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambatnya. Dari data observasi, interview dan dokumentasi terhadap 31 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan dosen STAIN Ponorogo dapat diketahui bahwa integrasi active learning dan internet-based learning dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitasbelajar mahasiswa di program studi tersebut. Faktor yang mendukung hasil ini adalah penerapan strategi pembelajaran, pemberian pengarahan yang jelas, motivasi belajar mahasiswa yang tinggi dan tersedianya sarana dan prasarana  pembelajaran. Adapun faktor yang menghambat  adalahketerbatasan waktu, dominasi mahasiswa pintar dan ketidaksiapan mahasiswa menerima materi baru.
Hubungan antara Tingkat Pendidikan Ibu dan Kecerdasan Logika-Matematika Siswa R.A. Muslimat N.U. Ponorog Hidayati, Kurnia
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.559

Abstract

This study describes the relationship between mother's education level and students’ logic-mathematical intelligence at the RA NU 074 Ronowijayan Ponorogo. This study was conducted with a quantitative approach through the study of documentation and questionnaires. The data is processed by the formula percentages and standard deviations and analyzed by correlation of contingency coefficients. The results showed that (1) The level of maternal education were high for as many as 10 people or 50%, the categories are as many as 7 people or 35% and the low category as many as 3 people or 15%; (2) Logical mathematical intelligence which include high category with a score of > 62.103 as many as three people, the medium category with a score of 44.697 to 62.103 as many as 13 people and low category with a score of  < 44.697 of 4 people and (3)There is a positive and significant relationship between mother's education level and logic-mathematical intelligence RA NU's 074 students Ronowijayan Ponorogo at a significance level of 5% with Φ0 > table or 0.6000606 > 0.444 then H0 is rejected and Ha accepted.AbstrakPenelitian ini menjelaskan hubungan antara tingkat pendidikan ibu dan kecerdasan logika-matematika pada siswa RA Muslimat NU 074 Ronowijayan Ponorogo. Kajian ini dilaksanakan dengan pendekatan kuantitatif melalui studi dokumentasi dan angket. Datanya diolah dengan rumus persentase dan standar deviasi serta dianalisis dengan Korelasi Koefisien Kontingensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Tingkat pendidikan ibu yang termasuk kategori tinggi sebanyak 10 orang atau 50%, kategori sedang sebanyak 7 orang atau 35% dan kategori rendah sebanyak 3 orang atau 15%; (2) Kecerdasan logika-matematikayang termasuk kategori tinggi dengan skor > 62,103 sebanyak 3 orang, kategori sedang dengan skor 44,697 – 62,103 sebanyak 13 orang dan kategori rendah dengan skor < 44,697 sebanyak 4 orang dan (3) Terdapat hubungan yang positifdan signifikan antara tingkat pendidikan ibu dan kecerdasan logika-matematika siswa RA Muslimat NU 074 Ronowijayan Ponorogo pada taraf signifikansi 5% dengan Φ0 > tabel atau 0.6000606 > 0.444 maka H 0 ditolak dan H a diterima. 
Ilmu Ladunni dalam Perspektif al-Ghazali Sutiyono, Agus
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.564

Abstract

Science Ladunni inspiration is flowing light, which can occur after improvement (taswiyah). Rationally, all knowledge can be acquired through learning. This is key in pursuing the  events and education trips. Learning becomes importantwhen one wants to reach the succes top life in understanding the science. How to get the science ladunni according to al-Ghazali, namely; first, trying to grab all the knowledge and take the highest ration of science the most. Second, proper training (ar-riyad ash sad iqah) and supervision are valid (al-muraqabah as sahihah), and still a fraid God with truth. Third, thinking (tafakur), if the soul has learned and trained to be a science, then he bertafakur. Fourth rabbaniyah purify hearts decorated with zikrullah.AbstrakIlmu Ladunni ialah mengalirnya cahaya ilham, yang bisa terjadi setelah penyempurnaan (taswiyah). Secara rasional, semua ilmu pengetahuan dapat diperoleh melalui belajar. Ini merupakan kunci dalam meniti peristiwa dan perjalanan pendidikan. Belajar menjadi penting Ketika seseorang ingin mencapai puncakkeberhasilan hidupnya dalam memahami ilmu. Cara  mendapatkan ilmu ladunni menurutt al-Ghazali yaitu; pertama, berusaha meraih semua ilmu dan mengambil jatah terbanyak dari ilmu yang paling banyak. Kedua, latihan yang benar ( ar-riyad}ah as}-s}adiqah ) dan pengawasan yang sahih ( al-muraqabah as}-s}ahihah ), serta tetap merasa takut kepada Allah dengan sebenar-benarnya. Ketiga, berfikir (tafakur), apabila jiwa telah belajar dan terlatih akan suatu ilmu, kemudian iabertafakur. Keempat mensucikan hati  rabbaniyah yang dihiasi dengan  z\ikrullah .
Pendidikan Karakter: Konsep dan Aktualisasinya dalam Sistem Pendidikan Islam Mudlofir, Ali
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.560

Abstract

Islam highly emphasizes character that becomes the substance of the religi on. The character used as the basis of the education system in Islam. Character education is an attempt to make influence the soul of the students to inculcate morals, to shape the human personality and virtuous in accordance with the teachings of Islam. Character education becomes essential forlife. Characters are formed by at least covers: religious, honest, tolerant, disciplined, hard-working, creative, independent spirit of nationalism, patriotism, recognize excellence, friendship/communicative, love peace, love reading, environmental care, social care and responsibility. These valuesare a form of social piety which must be actualized in the education system so that they can ward off the crisis and stem the multidimensional towards the formation of personal morality. The characters must be actualized in the education system so as to form a virtuous man.AbstrakIslam sangat mengedepankan karakter sehingga menjadi substansi ajaran agamanya. Karakter dijadikan dasar sistem pendidikan dalam Islam. Pendidikan karakter merupakan usaha mempengaruhi jiwa anak didik untuk menanamkan akhlak sehingga terbentuklah manusia yang berkepribadian dan berbudi luhur sesuai dengan ajaran Islam. Pendidikan karakter menjadi penting bagi kehidupan. Karakter yang dibentuk minimal mencakup: religius, jujur,toleran,disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, Semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai Prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial dan tanggung jawab. Nilai-nilai ini merupakan bentuk kesalehan sosial yang harus diaktualisasikan dalam sistem pendidikansehingga mampu menepis dan membendung krisis multidimensi menuju terbentuknya pribadi yang berakhlak mulia. Karakter harus diaktualisasikan dalam sistem pendidikan sehingga terbentuk manusia yang berbudi luhur.
Antisipasi Degradasi Moral di Era Global Muthohar, Sofa
Nadwa Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.565

Abstract

In the globalization era, environment has a broad definition. Someone could very easily find an atmosphere that he likes. It brings to positive or negative effects. Teenagers (aged 12-22 years) are the generation most vulnerable to the negative influences that lead to moral decadence. This problem is verydifficult to overcome if it just rely on the secular West psychological theories. Islamic education is expected to provide a solution to these problems through functional strategy, integral and progressive. Religious teachings not only memorized but should also be presented in the spirit to assist youngpeople in solving the problem. This strategy could be: guiding problem solving in dealing with problems themselves and society as well as the formation of an integral understanding of his relationship with God. Teens should have spirit that can transform itself into a superior person. AbstrakDalam era globalisasi, lingkungan memiliki definisi yang luas. Seseorang bisa sangat mudah menemukan suasana yang dia suka sehingga memunculkan efek positif atau negatif. Remaja merupakan generasi yang paling rentan terhadap pengaruh negatif yang menyebabkan dekadensi moral. Masalah ini sangat sulit diatasi jika hanya mengandalkan teori-teori psikologi Barat yang sekuler. Pendidikan Islam diharapkan mampu memberikan solusi masalah ini melalui strategi yang fungsional, integral dan progresif. Ajaran agama tidak hanya dihafal tetapi juga harus dihadirkan dalam jiwa untuk mendampingi kaum muda dalam menyelesaikan masalahnya. Strategi ini bisa berupa: pembimbingan problem solving dalam menghadapi persoalan diri dan masyarakatnya serta pembentukan pemahaman secara integral tentang hubungannya dengan Allah. Remaja harus memiliki mental yang dapat merubah dirinya menjadi pribadi yang unggul.
Integrasi Pembelajaran Active Learning dan Internet-Based Learning dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kreativitas Belajar Effendi, Mukhlison
Nadwa: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2013): Inovasi Pendidikan
Publisher : FITK UIN Walisongo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/nw.2013.7.2.563

Abstract

The learning process in higher education can use constructivist learning strategies for activeness and creativity of students. This study aimed to describe the integration of active learning and internet-based learning and to explain the factors supporting and inhibiting. From the observation data, interviews and documentation of the 31 students of the Department of TeacherEducation for Islamic Primary Education (PGMI) and the lecturer of STAIN Ponorogo can be seen that the integration of active learning and Internetbased learning can enhance the activeness and creativity of student learning in the course. Factors  supporting this result are the application of learningstrategies, giving clear guidance, student learning motivation high and the availability of learning facilities and infrastructure. The factors that inhibit is the limited time, the dominance of smart students and unpreparedness of students receiving new material.AbstrakProses pembelajaran di perguruan tinggi dapat menggunakan strategi pembelajaran konstruktivistik untuk keaktifan dan kreativitas mahasiswa. Penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan integrasi active learning daninternet-based learning untuk menjelaskan faktor pendukung dan penghambatnya. Dari data observasi, interview dan dokumentasi terhadap 31 mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan dosen STAIN Ponorogo dapat diketahui bahwa integrasi active learning dan internet-based learning dapat meningkatkan keaktifan dan kreativitasbelajar mahasiswa di program studi tersebut. Faktor yang mendukung hasil ini adalah penerapan strategi pembelajaran, pemberian pengarahan yang jelas, motivasi belajar mahasiswa yang tinggi dan tersedianya sarana dan prasarana  pembelajaran. Adapun faktor yang menghambat  adalahketerbatasan waktu, dominasi mahasiswa pintar dan ketidaksiapan mahasiswa menerima materi baru.

Page 1 of 3 | Total Record : 27


Filter by Year

2013 2013