cover
Contact Name
Muhtarom
Contact Email
taromfu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteologia@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Theologia
ISSN : 08533857     EISSN : 2540847X     DOI : -
Jurnal THEOLOGIA, ISSN 0853-3857 (print); 2540-847X (online) is an academic journal published biannually by Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It specializes in Islamic Studies (Ushuluddin) which particularly includes: Islamic Philosophy and Theology, Al-Quran (Tafsir) and Hadith, Study of Religions, Sufism and Islamic Ethics.
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue " Vol 23, No 2 (2012): PEMIKIRAN ISLAM" : 3 Documents clear
PEMIKIRAN ISLAM PROGRESSIF: Dua Dekade Pemikiran dan Gerakan Jaringan Islam Liberal (JIL) Ismail, A. Ilyas
TEOLOGIA Vol 23, No 2 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Theologically, Islam is one (single) and absolutely true. However, historically, after being understood, and translated into the reality of life in the dimensions of space and time, Islam is not a single, but wide in variety or has plural form and manifest in at least three schools of thought, the traditional Islamic revivalist Islam (fundamentalism), and Islam liberal (progressive). Group of the Liberal Islam Network (JIL) represents the latter mindset. Although it is relatively young, only 10 years old, JIL became popular because it brings new ideas that often arouse controversy in the community. The progressive thoughts carried out by JIL concerning the four areas. First, the reformation in politics, JIL forwards the idea of ​​secularism. Second, in the field of social reforms and civic religion, JIL brought the idea or concept of pluralism. Third, reforms in individual freedom, JIL put forward the idea of ​​liberalism both in thought and action. Fourth, reforms in the field of women, JIL brought the idea of gender equality. These thoughts get some pros and cons in the community. Some denounce and condemn it, but others appreciate and support it. In such an atmosphere, JIL continues to grow as a progressive Islamic thought and movements in Indonesia. Abstrak: Secara teologis, Islam adalah satu (tunggal) dan mutlak benar. Namun, secara historis, setelah dicoba dihayati, dipahami, dan diterjemahkan dalam realitas kehidupan dalam dimensi ruang dan waktu, Islam tidak tunggal, tetapi beragam alias plural yang mewujud dan mengejawantah setidak-tidaknya dalam tiga aliran pemikiran, yaitu Islam tradisional, Islam revivalis (fundmentalisme), dan Islam liberal (progresif). Kelompok Jaringan Islam Liberal (JIL) mewakili pola pemikiran yang terakhir. Meski usianya relative muda, baru 10 tahun, JIL menjadi popular karena mengusung pemikiran-pemikiran baru yang sering memunculkan kontroversi dalam masyarakat. Pembaharus pemikiran yang diusung JIL menyangkut empat bidang. Pertama, pembaruan dalam bidang poiitik. Di sini, JIL mengedepankan gagasan sekularisme. Kedua, pembaruan dalam bidang social agama dan kemasyarakatan. Di sini, JIL mengusung ide atau konsep pluralisme. Ketiga, pembaruan dalam kebebasan individu. Dalam hal ini, JIL mengedepankan gagasan liberalism baik dalam berpikir maupun bertindak. Keempat, pembaruan dalam bidang perempuan. Di sini JIL mengusung ide kesetaraan gender. Pemikiran pembaharuan JIL ini mendapat pro dan kontra dalam masyarakat. Sebagian mencela dan mengecamnya, tetapi sebagian lagi memberi apresiasi dan mendukungnya.Dalam suasan semacam itu, JIL terus tumbuh sebagai pemikiran dan gerakan Islam progresif di Indonesia. Keywords: Pemikiran Islam, JIL, sekularisme, pluralisme, liberalism, dan kesetaraan gender.
PEMAHAMAN KEBERAGAMAAN DAN GERAKAN KELOMPOK FPI SURABAYA Ma’arif, Syamsul
TEOLOGIA Vol 23, No 2 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Attitudes of FPI (Islamic Defenders Front) in Indonesia so far  impressed frontal and against any form of indecent behavior. Their action, in fact it can be said as one of the deepest expression of a group of Muslims in articulating religious teachings are embraced, or as an attitude of "piety" in viewing of all the different faiths in the belief that he believes. Especially in view of problems that are clearly regarded as a form of disobedience, apostasy and blasphemy. The responses and reactions, as well as research that has been conducted by the author in Surabaya is in order to uphold the principles of faith are considered "correct" earlier. This paper aims to provide comprehensive information on what factors underlie the birth of contemporary religious groups-particularly FPI in Surabaya. And find the religious understanding, activity and movements FPI group in the area. Overview of the results of this study are expected to eventually be able to eliminate the possibility of misunderstanding information is the cause of the onset of prejudice and stereotypes is the first step in conflict or resolve conflicts between religious communities in a comprehensive manner. Therefore, the known diversity of religious groups with the dynamics of movements will make it easier for religious communities to learn from each other. Abstrak: Sikap-sikap FPI (Front Pembela Islam) di Indonesia selama ini terkesan ‘frontal’ dan melawan setiap bentuk kemunkaran. Aksi mereka, sebenarnya bisa dikatakan sebagai salah satu bentuk ekspresi terdalam dari sekelompok orang muslim dalam mengartikulasikan ajaran-ajaran agama yang dipeluknya, atau sebagai bentuk sikap “kesalehan” dalam memandang setiap keyakinan yang berbeda dengan keyakinan yang diyakininya. Apalagi dalam memandang persoalan yang jelas-jelas dianggap sebagai bentuk kemaksiatan, kesesatan dan penodaan agama. Maka respons dan reaksi mereka, sebagaimana hasil penelitian yang telah dilakukan penulis di Surabaya adalah dalam rangka menegakkan prinsip keimanan yang dianggap “benar” tadi. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan informasi yang komprehensif tentang faktor apa saja yang melatari lahirnya kelompok-kelompok keagamaan kontemporer—terutama sekali FPI di Surabaya. Sekaligus mengetahui pemahaman keagamaan, aktifitas dan gerakan-gerakan kelompok FPI di daerah tersebut. Gambaran hasil penelitian ini pada akhirnya diharapkan mampu mengeliminasi kemungkinan kesalahpahaman informasi yang menjadi sebab timbulnya prejudice, dan stereotype yang merupakan langkah awal terjadinya konflik atau mengatasi konflik antar komunitas agama secara komprehensif. Sebab, dengan diketahui keanekaragaman kelompok-kelompok keagamaan dengan dinamika gerakannya  akan lebih memudahkan masyarakat agama untuk saling belajar satu sama lain. Keywords: Pemahaman Keberagamaan,  Gerakan, FPI Surabaya, liberalisme, NU, Muhammadiyah.
CITRA ISLAM DALAM DEMOKRASI DAN TOLERANSI: POTRET SIKAP HIDUP WARISAN RASULULLAH DAN SAHABAT Jailani, Imam Amrusi
TEOLOGIA Vol 23, No 2 (2012): PEMIKIRAN ISLAM
Publisher : TEOLOGIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Democratic life is a dream for every person, every family, all the people and the state. A democratic life will knit a harmonious and peaceful atmosphere. Touches of humanism   instinct will keenly felt when the democratic behavior deeply coloring this life. Touch of affection, love, respect, helpful, gentle, good manners, tolerance and all kinds of noble characters will always be enjoyed by all communities on earth. For a long time, we are always looks for a model of life which is considered to be appropriate and harmonious with human nature. All models of life that had been coloring the world is not spared from the coverage of the series of human lives and almost all the models had been tried to be applied in their life. However, all of them are just trying a model that will certainly not be able to give satisfaction to them. We almost forgot a near-perfect model of life for the prerequisites of democratic life. Thats the life model that was exhibited by the Prophet and his companions. Abstrak:Kehidupan demokratis merupakan dambaan bagi setiap insan, setiap keluarga,  segenap masyarakat dan negara. Dalam kehidupam yang demokratis akan terajut suatu suasana yang harmonis dan damai. Sentuhan-sentuhan naluri kemanusiaan akan amat terasa bila perilaku demokratis benar-benar mewarnai kehidupan ini. Sentuhan kasih sayang, sentuhan cinta, saling menghormati, saling menghargai, tolong-menolong, sikap lemah lembut, sopan santun, toleransi dan selaksa pernik-pernik dan aksessori akhlak mulia nan agung akan senantiasa bisa dinikmati oleh segenap komonitas yang mendiami planet Bumi ini. Selama ini, kita selalu mencari-cari dan mereka-reka model kehidupan yang dianggap cocok dan selaras dengan watak manusia. Semua model kehidupan yang pernah mewarnai dunia ini tidak luput dari liputan seri kehidupan anak manusia dan hampir keseluruhannya dicoba untuk diterapkan dalam kehidupan. Namun apa hendak dikata, kesemuanya hanyalah  model coba-coba yang sudah pasti tidak akan bisa memberikan kepuasan bagi si penikmatnya. Kita hampir saja melupakan suatu model kehidupan yang mendekati sempurna bagi prasyarat kehidupan demokratis. Itulah model kehidupan yang diperagakan oleh Rasulullah dan para sahabat. Keywords: Potret kehidupan, demokrasi, toleransi, Rasulullah dan sahabat.

Page 1 of 1 | Total Record : 3