cover
Contact Name
Muhtarom
Contact Email
taromfu@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalteologia@yahoo.com
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Theologia
ISSN : 08533857     EISSN : 2540847X     DOI : -
Jurnal THEOLOGIA, ISSN 0853-3857 (print); 2540-847X (online) is an academic journal published biannually by Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang. It specializes in Islamic Studies (Ushuluddin) which particularly includes: Islamic Philosophy and Theology, Al-Quran (Tafsir) and Hadith, Study of Religions, Sufism and Islamic Ethics.
Arjuna Subject : -
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM" : 24 Documents clear
IBLIS DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI SAYYID QUṬB Norjenah, Norjenah
Jurnal THEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.392

Abstract

Abstract: The Devil is the cause of the fall of man to the earth. He had got Adam and Eve in paradise into eating the forbidden fruit, although God had warned them both to not approach the forbidden tree. The attempt of Devil remove them is due to their reluctance prostrate to Adam even thought he command of God. Devil disobey God and considers himself better than Adam. Defiance against the theologians have their own interpretation, including Sayyid Quṭb. This article will explore the deeper thinking about the devil Sayyid Quṭb. Abstrak: Iblis adalah penyebab jatuhnya manusia ke bumi. Ia telah memperdaya Adam dan Hawa di surga agar memakan buah terlarang, meskipun Tuhan sudah me-ngingatkan mereka berdua untuk tidak mendekati pohon terlarang tersebut. Usaha Iblis untuk mengeluarkan mereka ini disebabkan oleh ke¬enggan¬an mereka bersujud kepada Adam meskipun itu perintah dari Tuhan. Iblis membangkang perintah Tuhan dan menganggap dirinya lebih baik dari Adam. Terhadap pembangkangan para teolog mempunyai interpretasi sendiri-sendiri, termasuk di dalamnya Sayyid Quṭb. Artikel ini akan mengeksplorasi lebih dalam pemikiran Sayyid Quṭb mengenai Iblis. Keywords: Iblis, setan, sujud, teolog, malaikat, surga.
MONOTHEISME RADIKAL: Telaah atas Pemikiran Nurcholish Madjid Hakim, Didik Luthfi
Jurnal THEOLOGIA Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakulta Ushuluddin dan Humaniora Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.383

Abstract

Abstract: Nurcholish Madjid is a Muslim intellectual of Indonesia who has given contribution toward Islamic thinking in Indonesia. Although his thoughts of Islam to be critiqued from other intellectual, he stayed to give enlightenment to Indonesia Muslim society. One of his thought is important about radical monotheism. By it, he offered to Islam umma to adhere pure monotheism in God in order to they will free from tyranny which come from the same human and place man in the same line as it is God Willing. By his concept, the tauḥīd produces social dimensions like equality, freedom, cooperation, and discussion. Abstrak: Nurcholish madjid adalah seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang semasa hidup¬nya, telah banyak memberikan sumbangan pemikiran tentang Islam di Indonesia. Walaupun pemikiran-pemikirannya tentang Islam banyak mendapat kritikan dari para cendekiawan yang tidak seide dengan¬nya, ia tetap saja berupaya me-lakukan pen¬cerahan terhadap masyarakat Muslim Indonesia. Salah satu pemikirannya yang sangat menonjol adalah tentang monotheisme radikal. Dia menawarkan agar umat Islam bertauhid yang semurni-murninya kepada Tuhan, sehingga ia terbebas dari berbagai macam tirani yang datang dari sesama manusia dan mem¬posisikan manusia harkat dan martabat yang sama sebagaimana yang dikehendaki Tuhan. Dengan konsep¬nya ini, tauhid menghasilkan dimensi-dimensi sosial seperti persamaan, kebebasan, saling bekerja sama, dan bermusyawarah. Keywords: tauhid, monotheisme radikal, kebebasan, persamaan.
MONOTHEISME RADIKAL: Telaah atas Pemikiran Nurcholish Madjid Didik Luthfi Hakim
Jurnal Theologia Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.383

Abstract

Abstract: Nurcholish Madjid is a Muslim intellectual of Indonesia who has given contribution toward Islamic thinking in Indonesia. Although his thoughts of Islam to be critiqued from other intellectual, he stayed to give enlightenment to Indonesia Muslim society. One of his thought is important about radical monotheism. By it, he offered to Islam umma to adhere pure monotheism in God in order to they will free from tyranny which come from the same human and place man in the same line as it is God Willing. By his concept, the tauḥīd produces social dimensions like equality, freedom, cooperation, and discussion. Abstrak: Nurcholish madjid adalah seorang cendekiawan Muslim Indonesia yang semasa hidup¬nya, telah banyak memberikan sumbangan pemikiran tentang Islam di Indonesia. Walaupun pemikiran-pemikirannya tentang Islam banyak mendapat kritikan dari para cendekiawan yang tidak seide dengan¬nya, ia tetap saja berupaya me-lakukan pen¬cerahan terhadap masyarakat Muslim Indonesia. Salah satu pemikirannya yang sangat menonjol adalah tentang monotheisme radikal. Dia menawarkan agar umat Islam bertauhid yang semurni-murninya kepada Tuhan, sehingga ia terbebas dari berbagai macam tirani yang datang dari sesama manusia dan mem¬posisikan manusia harkat dan martabat yang sama sebagaimana yang dikehendaki Tuhan. Dengan konsep¬nya ini, tauhid menghasilkan dimensi-dimensi sosial seperti persamaan, kebebasan, saling bekerja sama, dan bermusyawarah. Keywords: tauhid, monotheisme radikal, kebebasan, persamaan.
SIKAP DAN PANDANGAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP ISLAM Saidurrahman Saidurrahman
Jurnal Theologia Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.393

Abstract

Abstract: This article discusses on the attitude of the Jews who claim to be the chosen people sourced from theological doctrine handed down from one generation to the next. Although existentially Jews acknowledge other nations, but it was limited to the recognition of their existence, not on fundamental rights possessed. With that understanding, attitude and outlook superior to the other nations causing them easily perform a variety of cruel acts beyond the limits of humanity. History has recorded that the relationship between Muslims with Jews always tinged tensions for the sake of suspense. Of course, the tensions arising from unfair attitude that made the Jews in many aspects. Al-Quran and Hadith following historical facts, as the main source of this article, informing us that the attitudes of the Jews against Muslims tend pejorative other than brutal. Criticism for the sake of criticism and even physical violence often they are addressed to Muslims. It happens in every time and opportunity, not only at the time of the apostles before the Prophet Muhammad, on his future until the time we were the attitude of the Jewish people never change. Abstrak: Artikel membahas tentang sikap orang-orang Yahudi yang mengklaim sebagai bangsa pilihan bersumber dari doktrin teologis yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Meskipun secara eksis¬tensial orang-orang Yahudi mengakui bangsa-bangsa lain, namun pengakuan itu hanya sebatas pada keberadaan mereka, bukan pada hak-hak dasar yang dimiliki. Dengan pemahaman itu, sikap dan pandangan lebih superior dibanding dengan bangsa-bangsa lain menyebabkan mereka mudah melakukan berbagai tindakan kejam di luar batas peri kemanusiaan. Sejarah telah merekam bahwa hubungan antara kaum Muslimin dengan orang-orang Yahudi selalu diwarnai ketegangan demi ketegangan. Tentu saja, ke¬tegangan itu muncul akibat sikap tidak fair yang dilakukan orang-orang Yahudi dalam banyak aspek. Al-Quran dan hadis berikut fakta sejarah, sebagai sumber utama dalam tulisan ini, menginformasikan kepada kita bahwa sikap dan pandangan orang-orang Yahudi terhadap umat Islam cenderung peyoratif selain brutal.Kecaman demi kecaman bahkan kekerasan fisik kerap mereka tujukan kepada umat Islam. Hal itu terjadi dalam setiap waktu dan kesempatan, tidak hanya pada masa rasul-rasul sebelum Rasulullah Muhammad saw, pada masa beliau hingga masa kita pun sikap orang-orang Yahudi tidak pernah berubah. Keywords: Yahudi, Taurat, al-Quran, Zionisme, Nabi Muhammad.
PINTU-PINTU MENUJU TUHAN Telaah Pemikiran Hamka Muhammad Yusuf
Jurnal Theologia Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.384

Abstract

Abstract: Tauḥīd is a teaching that is most influence to galvanize the soul so strong and steadfast. Soul freedom, independence, personal, and loss of fear to face all hardships of life, the courage to face all the difficulties, so that did not differ between the living dead, the origin to seek Allah's pleasure, is the former doctrine of monotheism which rarely peerless in this life struggle manusia. This article will elaborate Hamka’s thought in aspects of divinity, which is how people can come to God with a wide variety of street or door. Hamka stated that to reach God can be reached with a variety of doors: art, philosophy, the question of the nature of life, mysticism, and the way nature. These doors have their own way in the process of finding God. By providing these doors, through which every person will surely have their own experiences with the Lord. Abstrak: Tauḥīd adalah ajaran yang sangat besar pengaruhnya bagi menggembleng jiwa sehingga kuat dan teguh. Kebebasan jiwa, kemerdekaan, pribadi, dan hilangnya rasa takut menghadapi segala kesukaran hidup, keberanian menghadapi segala kesulitan, sehingga tidak berbeda di antara hidup dengan mati, asal untuk mencari rida Allah, adalah bekas ajaran tauḥīd yang jarang taranya dalam perjuangan hidup manusia. Artikel ini berusaha mengelaborasi pemikir¬an Hamka dalam aspek ketuhanan, yakni bagaimana manusia dapat sampai kepada Tuhan dengan berbagai macam jalan atau pintu. Hamka menyatakan bahwa untuk mencapai Tuhan dapat ditempuh dengan berbagai pintu: seni, filsafat, pertanyaan hakikat hidup, tasawuf, dan jalan fitrah. Pintu-pintu ini mempunyai caranya masing-masing dalam proses menemukan Tuhan. Dengan menyediakan pintu-pintu ini, setiap orang yang melaluinya pastilah akan mempunyai pengalaman masing-masing bersama dengan Tuhan tersebut. Keywords: Cinta, seni, fitrah, falsafah, Tuhan, tauhid.
KIDUNG RUMEKSA ING WENGI KARYA SUNAN KALIJAGA DALAM KAJIAN TEOLOGIS Muhammad Sakdullah
Jurnal Theologia Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.394

Abstract

Abstract: this article aim to explore of Kidung Rumeksa Ing Wengi that written by Sunan Kalijaga, one of Walisongo members (the nine saints) at Java. In this Kidung, Sunan Kalijaga discussed on the dangerof night which came from genie (jin), satan, and man. To ward off the danger, he advocated Muslims to read it at night. For this reason, for Moslem Javaneseespecially, this Kidung is recognized the most sacral and they always read it every night to get the protection from God. Abstrak: artikel ini bertujuan mengeksplorasi Kidung Rumeksa Ing Wengi yang ditulis oleh Sunan Kalijaga, salah satu anggota dari Walisongo (sembilan wali) di Jawa. Dalam Kidung ini, Sunan Kalijaga membahas tentang bahaya malam hari yang berasal dari jin, setan, dan manusia. Untuk menangkal bahaya tersebut, iamenganjurkan umat Islam untuk membacanya pada malam hari. Untuk alasan ini, bagi Muslim Jawa khususnya, Kidung ini sangat sakral dan mereka selalu membacanya setiap malam untuk mem¬peroleh perlindungan dari Tuhan. Keywords: Sunan Kalijaga, Sunan Bonang, Ahlu al-Sunnah wa al-Jamā`ah, Tuhan, manusia.
REKONSTRUKSI TEOLOGI ISLAM KAJIAN KRITIS TERHADAP USAHA PEMBAHARUAN MENUJU TEOLOGI PRAKTIS Suparman Syukur
Jurnal Theologia Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.377

Abstract

Abstract: The terminology of various theology concepts is very basic in human life, especially when man realizes that he is a creature that have duty to submissive and obedient to God as his creator. Talking about the relationship between man and God will, so other beliefs to the prophets, angles, and another creatures should be aroused, We must prove everything of ours believing in the real life. Therefore, the study of theological view, also be associated with the functions and obligations of human beings responsible in this life. There are various concepts of belief in God, the Prophets, Angels, and another creatures, is how to become an habit over the years, it becomes very important to be revitalized in a more meaningful understanding of the¬ dynamics of human daily life. Through that theological beliefs, expected to reflect the improvement of human performance and dedication in order to carry out the mandate as earth’s caliph. Abstrak: Terminologi tentang teologi dengan berbagai kosep dan teorinya merupakan hal yang sangat mendasar dalam kehidupan manusia, apalagi ketika menusia me-nyadari bahwa dirinya sebagai makhluk memiliki kuajiban untuk tunduk dan patuh kepada penciptanya Tuhan Yang Maha Esa. Berbicara masalah hubungan antara manusia dan Tuhan akan me¬refleksikan kepercayaan lain yang wajib muncul adanya, seperti kepercayaan kepada Nabi, Malaikat dan kepercayaan kepada makhluk halus lainnya. Keper¬cayaan kepada semuanya itu harus di¬buktikan secara nyata dalam kehidupan keseharian manusia. Oleh karena itu dalam penelitian tentang pemikiran teologi, juga harus dikaitkan dengan fungsi dan kwajiban manusia yang bertanggungjawab dalam ke¬hidupan di dunia ini. Berbagai konsep tentang ke¬percayaan kepada Tuhan, Nabi, Malakat dan lain sebagainya yang bersifat transendental sebagai-mana menjadi kebiasaan selama ini, menjadi sangat penting untuk direvitalisasikan dalam pemahaman yang lebih bermakna demi kepentingan di dunia dalam dinamika keseharian manusia. Melalui pembumian keyakinan teologis itu, diharapkan mampu merefleksikan kepada pe¬n-ingkatan kinerja dan dedikasi manusia dalam rang¬ka mengemban amanat ke¬khalifah¬annya di bumi ini. Keywords: ilmu kalam, khalīfah, al-yasar al-Islāmī, teologi praktis, revitalisasi Turaṡ.
PEMIKIRAN TEOLOGI FAZLUR RAHMAN Muhammad Ramadhan
Jurnal Theologia Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.386

Abstract

Abstract: The development of Islamic modern theology becomes moral obligation for us which live as the biggest Moslem in the world. Fazlur Rahman laid stress on his discussion on the problem of God as the funnctional existence, the Quran as moral source and value, and the prophecy as concrete evidence of Allah’s affection, and the human as the creature to be responsibility for. Similarly he discussed on the universe to be processed, satan as as test for mankind, and the hereafter life as the place for mankind liability. All themes were discussed in a discourse which for specific boundaries show the dynamic. Acccording to Rahman there are some problems of theology if they related to ethic in the Quran.It is not perfect discussion that can be carried out except if we willing to end with disclosure of all the contents of Quran. Having relation to this issue, he offered to read the Quran with the Quran itself. Abstrak: Pengembangan pemikiran teologi modern Islam semakin terasa menjadi kewajiban moral kita yang hidup sebagai bangsa muslim terbesar di muka bumi ini. Fazlur Rahman menitik beratkan bahasannya sekitar persoalan tuhan sebagai eksistensi yang fungsional, al-Quransebagai sumber dan nilai moral, dan kenabian sebagai bukti kongkrit kepengasihan Allah, serta manusia sebagai mahluk yang ber¬tanggung jawab. Demikian pula ia mengangkat bahasan alam semesta untuk diolah, setan sebagai ujian bagi manusia, serta kehidupan akhirat sebagai tempat pertanggung jawaban manusia. Semua tema tersebut dibahas dalam satu wacana yang sampai batas-batas tertentu benar-benar menunjukkan dinamika. Begitu banyak menurut Rahman yang bisa kita bicarakan mengenai teologi jika dikaitkan dengan etika dalam al-Qur’an. Suatu pembicaraan yang sempurna tidak akan dapat dilakukan, kecuali kalau kita bersedia berakhir dengan pengungkapan seluruh isi kitab itu sendiri. Berkenaan dengan ini, Dan itupun tidak juga mungkin kecuali dalam bentuk membaca al-Quranitu sendiri, dan membiarkan kitab suci itu bicara sendiri. Fazlur Rahman pun gemar membuat pernyataan semacam itu. Keywords: teologi modern, nilai moral, Tuhan, al-Quran, setan, akhirat.
PERGUMULAN KEBERAGAMAAN DI DUNIA BARAT M Baharudin
Jurnal Theologia Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.396

Abstract

Abstract: This paper aims to find the answer to a fundamental question: what is religion? How is the phenomenon of religionin the western world? And how religious the Western world in this contemporary Era? In the discussion note several things, among others: 1). Religionisa systemof beliefs and practicesof life according to these beliefs. Religionis the rules on how to live a physically and mentally. Religionisa reference of life in its various aspects, including aspects of common life or social life. 2). In medieval times, religionis seenas having an absolute and universal truth concretely been visualizedin the Western world. 3). In the post modernera of modernity and religion is criticize dan dindistortion, the era of religion merely a matter of discussion and separated with practical life, religionis also considered to hinder the progression of man. Abstrak: Tulisan ini bertujuan menemukan jawaban mendasar atas pertanyaan: apa itu agama? Bagaimana fenomena agama di dunia Barat? Dan bagaimana keberagamaan dunia Barat pada Era kontemporel ini? Dalam pembahasan diketahui beberapa hal antara lain: 1). Agama ialah sistem kepercayaan dan praktek hidup yang sesuai dengan kepercayaan tersebut. Agama ialah peraturan tentang cara hidup lahir batin. Agama adalah acuan hidup berbagai aspeknya, termasuk aspek kehidupan bersama atau kehidupan sosial. 2). Pada abad pertengahan, agama dipandang sebagai yang memiliki kebenaran mutlak dan universal yang secara kongkrit pernah divisualisasikan di dunia Barat. 3). Pada era modernitas dan post¬modern agama dikritik dan di distorsi, pada zaman tersebut agama sekedar menjadi bahan diskusi dan dipisahkan dengan kehidupan praktis, agama juga dianggap menghalangi progresivitas manusia. Keywords: Pergumulan, Keberagamaan, Dunia Barat
TEOLOGI MU’TAZILAH: Sebuah Upaya Revitalisasi Safii Safii
Jurnal Theologia Vol 25, No 2 (2014): ILMU KALAM
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/teo.2014.25.2.379

Abstract

This article elaborates an important role in the history of Mu'tazila theology in the Islamic World. Services that have been provided by this school seems to be forgotten by the Muslims, even it became despised and persecuted theology. In fact, this theology has made a large contribution in defending against attacks originating from the Jews, Christians, Zoroastrians, and Materialist. In the modern context, the spirit of this theology is relevant to be recalled that the freedom of thought as an integral part of the human being can grow and develop so that science and technology in the Islamic world can grow back. It must be recognized that this is indeed the flow had already given a negative image by traditional Islamic theology and hadith experts. Theology is imaged as a carrier of heresy

Page 2 of 3 | Total Record : 24