cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): IMAJI" : 56 Documents clear
TOURIST INFORMATION CENTRE DI SEMARANG ARIF RAHMAN
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1322.296 KB)

Abstract

Sebagai salah satu kota besar dan sekaligus Ibu Kota Jawa Tengah, Semarang juga memiliki perananpenting dalam proses pengembangan daerah pariwisata Jawa Tengah. Dengan adanya program-programpemerintah untuk lebih mengembangkan pariwisata Provinsi jawa Tengah di Kota Semarang. Perlunyaperencanaan sebuah Tourist Information Center provinsi Jawa Tengah di Kota Semarang untuk memfasilitasipenginformasian wisata dan mengembangkan potensi-potensi wisata dan budaya yang ada di Provinsi JawaTengah. Perancangan Tourist Information Center sebagai bangunan pelayanan publik dengan konsep one stoptourism centre (fasilitas terpadu), yang di dalamnya terdapat fasilitas pusat pelayanan informasi, ruang audiovisual, ruang serbaguna, gallery, perpustakaan gerai cendramata/souvenir, fasilitas pengembangan seni danbudaya serta guest house sebagai tempat istirahat atau menginap Kajian awal dilakukan dengan mempelajari tentang tinjauan Tourist Information Centre yang dimulaidari pengertian pariwisata, pengertian Tourist Information Centre, kemudian tinjauan khusus mengenaiPariwisata Jawa Tengah dan Tourist Information Centre Provinsi Jawa Tengah di Semarang, tinjauan umummengenai Kota Semarang, tinjauan perancangan tapak, tinjauan tentang Arsitektur modern, serta studibanding di beberapa Tourist Information Centre di Jawa Tengah. Dasar-dasar pendekatan perencanaan danperancangan meliputi pendekatan aspek fungsional, kontekstual, teknis, kinerja, dan arsitektural. Pemilihantapak dilakukan dengan matriks pembobotan pada 2 tapak alternatif untuk Tourist Information Centre yangdirencanakan. Sebagai kesimpulan, luaran program ruang yang diperlukan, serta gambar perancangan arsitekturdua dimensi dan tiga dimensi sebagai ilustrasi desain
RUMAH SAKIT IBU DAN ANAK DI KUDUS Alfia Yufariani; Hendro Trilistyo; Edward endrianto Pandelaki
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1092.059 KB)

Abstract

Perlunya peningkatan fasilitas kesehatan untuk kaum ibu dan anak dengan pembangunan di dalamsektor kesehatan dalam jangka waktu panjang yang dilaksanakan dengan melakukan peningkatan upayakesehatan berdasarkan pada tingginya angka kelahiran dan kematian yang diprioritaskan pada golongan ibudan anak ini di setiap wilayah Indonesia. Salah satu fasilitas pelayanan kesehatan khusus yang diperlukanuntuk meningkatkan derajat kesehatan kesejahteraan ibu dan anak yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak. RumahSakit Ibu dan Anak sebagai salah satu rumah sakit khusus adalah sebuah fasilitas kesehatan yang seharusnyaada di setiap daerah. Kesehatan ibu dan anak merupakan hal yang sangat mendasar di dalam menciptakankeluarga yang sejahtera. Anak sebagai generasi penerus perlu mendapat perhatian khusus dalampemeliharaan kesehatannya, sehingga tingkat kesakitan atau kematian anak dapat dikurangi. Peningkatanpelayanan anak dirasakan sangat perlu. Anak pada golongan usia balita pada masa itu perlu mendapatkanprioritas utama karena merupakan masa rawan, sehingga anak mudah terkena infeksi atau kekurangan gizi.Pertumbuhan dan kesehatan di usia selanjutnya sangat bergantung pada penanganan kesehatan anak padausia balita tersebut. Kabupaten Kudus merupakan wilayah yang berada di Provinsi Jawa Tengah. Jumlah penduduknyapada tahun 2010 mencapai 777.437 jiwa, terdiri dari 383.508 laki-laki, 393.929 perempuan, 103.490 anakperempuan, dan 110.342 anak laki-laki. Menurut kelompok umur, sebagian besar penduduk Kabupaten Kudustermasuk dalam usia produktif (15-64 tahun) sebanyak 515.641 jiwa dan selebihnya 213.832 jiwa berusia dibawah 15 tahun dan 35.128 jiwa berusia 65 tahun ke atas. Menurut Dinas Kesehatan, usia produktif hamil bagiwanita adalah 20-29 tahun. Pada tahun 2010 di Kabupaten Kudus, terdapat 102.169 wanita dengan usiaproduktif hamil. Sedangkan tidak terdapat Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak. Sampai saat ini hanya ada 5Rumah Sakit Umum, sehingga kebutuhan Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kota Kudus sangat diperlukan. Dengandibangunnya Rumah Sakit Ibu dan Anak yang memiliki fasilitas cukup lengkap dan tenaga medis yang handal,akan meningkatkan kesehatan masyarakat dan menyajikan layanan kesehatan yang baik sehingga angkakematian akibat ibu melahirkan dan angka kematian anak-anak akan berkurang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah sakit,khususnya Rumah Sakit Ibu dan Anak, standar-standar mengenai rumah sakit, dan studi banding padabeberapa Rumah Sakit Ibu dan Anak. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi dan pembahasan konsepperancangan Rumah Sakit Ibu dan Anak ini dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Selain itu jugadibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakaidalam perancangan “Rumah Sakit Ibu dan Anak di Kudus”. Pada perancangan ini digunakan pendekatan Arsitektur Modern yang mampu menunjukkan karyabaru yang tidak sesuai dengan tradisi yang telah ada namun tetap mengutamakan kesederhanaan sehinggatidak menimbulkan kerumitan dan kesulitan.
TAMAN REKREASI AIR DANAU BSB SEMARANG Dunga Ayusthi Vembrika; Agung Budi Sardjono
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (884.062 KB)

Abstract

Danau BSB merupakan area rencana pengembangan untuk rekreasi memiliki luas permukaan air sebesar + 7.5 hektar. Danau buatan ini merupakan area cekungan air yang memberikan nuansa panorama alam yang jarang ditemui di Kota Semarang. Volume air yang terdapat dalam cekungan ini dapat diberdayakan sebagai sumber air untuk penunjang kebutuhan perancangan water park/taman rekreasi air. Pemberdayaan rekreasi water park/ taman rekreasi air sebagai sarana pemanfaatan muara air merupakan salah satu siasat jitu dalam penangkaran dan pemanfaatan sumber daya air. Pasalnya dalam waterpark menghadirkan kolam-kolam yang dapat dimanfaakan sebagai wadah kelebihan debit air dari muara air tersebut. Dalam taman rekreasi air danau BSB ini mengangkat pemanfaatan debit air berlebih dari danau BSB yang dialihkan ke lokasi rekreasi di dataran sekitar danau. Pemanfaatan air ini tak lepas dari upaya treatment air danau yang kemudian dialirkan ke fasilitas yang ada di taman rekreasi air seperti kolam renang, lazzy river, water slide, hingga sistem utilitas air bersih dan air kotor didalafm lingkungan rekreasi. Dengan adanya fasilitas itu debit air berlebih dapat ditampung guna mengantisipasi kekeringan dari air danau yang menguap disaat musim kemarau. Selebihnya, fasilitas dari taman rekreasi air ini sejalan dengan masterplan pengembangan Kawasan hunian BSB disekitar danau sebagai pemenuhan kebutuhan akan rekreasi yang dimanfaatkan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat BSB dan sekitarnya.Pemanfaatan sumber daya air danau ini diharapkan berkesinambungan agar terciptanya lingkungan binaan yang sustainable berprinsip pada eco-arsitektur. Untuk itu dilakukan pendekatan tahap program perencanaan dengan mempelajari tentang taman rekreasi air yang dimulai dari pengertian dan jenis rekreasi air, kemudian lingkup kegiatan dari rekreasi air, serta obyek wisata rekreasi air yang kiranya dapat dijadikan studi banding. Setelah itu tinjauan umum mengenai pemilihan tapak dilakukan dengan penilaian area Kawasan sekitar danau BSB berdasar karakteristik tapak di area sekitar danau yang dinilai berdasarkan potensi dan kelemahan tapak. Sebagai pendekatan perencanaan dan perancangan meliputi pendekatan aspek fungsional, kontekstual, teknis, kinerja, dan arsitektural yang pada akhirnya menuju kepada program ruang untuk menentukan besaran dari ruang yang ada dalam taman rekreasi air.
PENGEMBANGAN INSTALASI PERAWATAN PAVILIUN KHUSUS LANJUT USIA PROF.R.BOEDHI DARMOJO SEMARANG Ayu Kusuma Wardhani; Agung Budi Sardjono; Satrio Nugroho
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1854.276 KB)

Abstract

Balita, remaja, dewasa dan tua merupakan sebuah siklus kehidupan manusia yang tidak dapatdihindari. Setiap manusia yang hidup pasti akan merasakan siklus kehidupan tersebut, namun tetapdisesuaikan dengan batasan umur yang dimiliki. Menjadi tua bukan merupakan sebuah pilihan atau masalah,karena hal tersebut sudah pasti akan dirasakan oleh setiap makhluk hidup yang bernyawa, terutama manusia.Pada usia tua, manusia akan mengalami kemunduran dalam berbagai segi kehidupan, misalnya kemundurankesehatan, kemunduran aktivitas dan kemunduran dalam hubungan sosial. Manusia yang dahulunya punyaberbagai macam aktivitas, namun karena terbentur dengan masalah kesehatan, daya ingat, kekuatan,sekarang hanya bisa tinggal dirumah dengan alasan umur dan tanpa bisa melakukakan apa-apa karenaketerbatasan tenaga yang di miliki. Masalah kesehatan yang dialami orang pada usia lanjut ini pada umumnya lebih sulit dan kompleks.Rata-rata hampir disetiap rumah sakit tercatat 15% dihuni oleh pasien usia lanjut dengan berbagai jenispenyakit yang diderita. Namun sayangnya, tidak semua rumah sakit umum maupun swasta yang terdapat diKota Semarang khususnya mempunyai pelayanan kesehatan yang benar-benar memperhatikan faktor psikispara usia lanjut tersebut. Seharusnya sistem pelayanan kesehatan yang dimiliki pada setiap rumah sakit yangada memperhatikan kebutuhan psikis para usia lanjut agar, proses penyembuhan dan perawatan kesehatanpada usia lanjut ini dapat dilakukan dengan baik. Tidak hanya sekedar dalam segi kenyamanan pasien, namunjuga semua hal yang berhubungan dengan para lansia itu sendiri. Di Kota Semarang itu sendiri baru terlihatsatu Rumah Sakit yang menyediakan Instalasi Perawatan khusus untuk Para Usia Lanjut, namun sayangnyabelum bisa mencapai standart yang seharusnya dimiliki, baik dari segi standart bangunan dan juga pemenuhanjumlah pasien yang dirawat. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan untuk jangka waktu 10 tahunmendatang, dimana diharapkan dapat menampung jumlah pasien lansia yang ingin berobat dan melakukanpenyembuhan. Untuk merencanakan pengembangan terhadap instalasi perawatan tersebut dilakukan kajian teoritentang pengertian, pelaku dan aktifitas, kebutuhan ruang. Selain itu juga dilakukan studi kasus langsung keInstalasi Perawatan Paviliun Khusus Lanjut Usia Prof.R.Boedhi Darmojo itu sendiri untuk mencari tahukebutuhan jumlah pasien yang dirawat, ruangan yang diperlukan serta pendekatan lokasi tapak untukdilakukan pengembangan. Desain yang ditekankan pada Perencanaan Pengembangan Instalasi Perawatan Paviliun Khusus LanjutUsia Prof.R.Boedhi Darmojo ini yaitu penekanan desain Arsitektur modern, dimana kita dapat menampilkanbentukan masa bangunan yang bebas dan terlihat tidak monoton namun tidak mengganggu fungsi ruang yangterdapat didalamnya dan juga bentukan yang ditampilkan tetap tidak menghilangkan status fungsi bangunansebagai sebuah Instalasi Perawatan.
RUMAH SUSUN SEWA BURUH PABRIK DI KAWASAN INDUSTRI KECAMATAN PEDURUNGAN KOTA SEMARANG Ardha Ajiyunanta; Bambang Adji Murtomo; Dhanoe Iswanto
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.604 KB)

Abstract

Perkembangan pada sektor industri di Semarang semakin meningkat seiring dengan perkembangankota. Salah satunya di Kecamatan Pedurungan, Semarang. Dalam kebijakan dan rencana strategispembangunan Rumah Susun di kawasan perkotaan tahun 2007-2011 dikatakan bahwa pada perkotaan dengankompleksitas permasalahan yang ada ditambah laju urbanisasi yang mencapai 4,4% per tahun membuat lahandan ruang terbuka semakin berkurang, untuk itu perlu adanya permukiman yang berbasis kebersamaan dandibangun secara vertikal guna mengatasi problematika tersebut. Kajian diawali dengan mempelajaripengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah susun dan buruh pabrik, standar-standar mengenai tataruang dalam rumah susun, studi banding pada rumah susun sewa dan rumah susun hunian. Dilakukan jugatinjauan mengenai lokasi perencanaan perletakan rumah susun sewa dan pembahasan konsep perancangandengan penekanan desain arsitektur tropis. Tapak yang digunakan terletak di Jalan Plamongan Sari, PenggaronKidul, Pedurungan, Semarang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilanbangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Rumah Susun Sewa Buruh Pabrik diKawasan Industri Kecamatan Pedurungan Kota Semarang”. Konsep perancangan ditekankan pada arsitekturtropis, guna mendukung penghematan energi pada bangunan.
TOWN HOUSE DI BONTANG Abdi kusuma; Eddy Prianto
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1276.844 KB)

Abstract

 Kota Bontang merupakan salah satu kota yang sedang berkembang di Kalimantan Timur.Pertambahan penduduk yang semakin meningkat tiap tahunnya, menyebabkan banyak permukiman yang tidakteratur akibat tidak dibarengi dengan pembangunan yang sepadan. Dengan makin bertambahnya jumlahpenduduk suatu kota dan tingginya tingkat aktivitas warganya, maka dibutuhkan desain sebuah permukimanyang mampu mengakomodasi kegiatan masyarakatnya serta menjadi sebuah solusi untuk pertambahanjumlah penduduk suatu kota, yaitu Town House. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Town House, standarstandarmengenai tata ruang dalam Town House, studi banding beberapa perumahan yang ada di dalamnegeri maupun luar negeri. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Town House di Bontang dan pembahasankonsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak asliyang berada di Kota Bontang. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilanbangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Town House di Bontang”. Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern dengan konsep taman, yaitu konsep dimana tanaman atau vegetasi menjadi salah satu point penting dalam pembangunan. Untuk bangunan TownHouse sendiri yang mempunyai tiga tipe, dirancang dengan orientasi bangunan yang berbeda-beda tiaptipenya, dengan sistem struktur atap dak beton yang tujuannya untuk mengenalkan struktur atap dak di KotaBontang serta pengoptimalan waktu pembangunan karena Town House adalah sebuah permukiman yangmemiliki nilai jual tinggi.
RUMAH PRODUKSI VIDEO GAME INDIE DI BANDUNG Denny Irwan Aryadi; Bharoto Bharoto; Agung Budi Sardjono
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1416.316 KB)

Abstract

Selama ini video game dianggap hanya sebuah media untuk bermain semata dan hanya ditujukan kepada kaum muda (anak-anak) saja. Video game dianggap sebagai sarana hiburan yang banyak menghabiskan waktu beraktivitas dan tidak berguna. Tidak semua pendapat tersebut adalah benar. Selain sebagai sarana hiburan, video game juga memiliki fungsi lain seperti sebagai media belajar yang menyenangkan tidak hanya untuk kaum muda (anak-anak) namun juga bagi kaum dewasa. Perpaduan antara pendidikan, seni, dan teknologi menjadi video game, membuat bisnis pengembangan video game banyak diminati karena memiliki potensi bisnis yang cukup besar. Hal ini ditandai dengan berbagai nama pengembang video game dengan rumah produksinya yang sudah dikenal oleh masyarakat dunia seperti Capcom, Konami, Rockstar Game, Naughty Dog, Team Bondi, dan masih banyak lagi. Tidak hanya pengembang besar saja, pasar video game juga banyak diminati oleh developer video game indie lokal yang sudah mulai banyak bermunculan. Beberapa di antaranya mulai bekerja secara profesional dengan adanya rumah produksi video game indie yang mereka bentuk sebagai wadah bekerja bagi para developer video game indie tersebut.Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai rumah produksi video game, standar-standar mengenai tata ruang dalam rumah produksi video game, studi banding beberapa rumah produksi video game di Bandung dan rumah produksi video game di dunia, serta teknologi motion capture sebagai teknologi terkini yang digunakan dalam proses pembuatan video game. Dilakukan juga tinjauan mengenai Kota Bandung, perkembangan dunia video game terutama indie di kota tersebut, serta beberapa event seputar dunia video game di Bandung.Sebagai produk, dilakukan perancangan desain Rumah Produksi Video Game Indie berupa gambar 2 dimensi dan 3 dimensi.
KAWASAN WISATA TAMAN AIR (WATER PARK) PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA KABUPATEN GUNUNG KIDUL Ariyansyah Ariyansyah; Titien Woro Murtini; Hermin Werdiningsih
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1582.125 KB)

Abstract

Fenomena Water Park menjadi tren tempat wisata yang dikunjungi pada musim libur panjang sekolahpertengahan tahun ini. Sehingga perkembangan fenomena Water Park tersebut disambut hangat denganmunculnya banyak Water Park di seluruh Indonesia. Ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Belakangan, wisataini sangat banyak digemari oleh kalangan masyarakat (dewasa ataupun anak) dan bisa dikatakan sedang“happening”. Seperti di Surabaya yang terkenal dengan Ciputra Water Park, daerah Purbalingga yang terkenaldengan Owabong Water park, Kota Solo dengan Pandawa Waterworld, bahkan di Semarang dengan WaterBlaster. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian tentang Water Park, Pariwisata, pengertian dan standarstandarmengenai Water Park, serta studi banding beberapa Water Park yang telah ada. Dilakukan jugatinjauan mengenai Kota Yogyakarta, Pendekatan perancangan arsitektural dilakukan dengan pendekatanfungsional, kinerja, teknis, dan konstekstual. Pemilihan tapak dilakukan pada 3 alternatif lokasi denganmenggunakan matriks pembobotan. Sebagai kesimpulan, luasan program ruang yang diperlukan, serta gambar-gambar 2 dimensi dan 3dimensi sebagai ilustrasi desain. 
PASAR KLIWON KUDUS DENGAN PENEKANAN DESAIN THOMAS KARSTEN Alin Pradita Agustin; Gagoek Hardiman; Siti Rukayah
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 Potensi pasar tradisional di Indonesia sangat besar sebab retribusi dari pasar tradisional cukup besarkontribusinya bagi pendapatan daerah. Akan tetapi perkembangan pasar tradisional tidak mendapat perhatianyang lebih dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Kudus merupakan daerah yang memilikipertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Dalam survei pendataan pasar di Kudus tahun 2010, terdapat 23pasar di Kabupaten Kudus. Peran pasar tradisional di Kabupaten Kudus cukup besar, tidak hanya dalammeningkatkan pendapatan daerah, tetapi berperan langsung terhadap pendapatan pekerja maupun pedagang.Keamanan dan kenyamanan menjadi faktor mutlak yang harus dipertimbangkan dalam merencanakan suatubangunan yang bersifat publik. Thomas Karsten merupakan sosok arsitek pada zaman kolonial Belanda yangdianggap paling unggul karena mampu membangun pasar yang mempertimbangkan kenyamanan pedagangdengan menggunakan pencahayaan dan penghawaan alami. Kajian ini diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai pasar, pasartradisional, standar-standar mengenai pasar, persyaratan khusus pasar sehat, dan studi banding beberapapasar tradisional karya Thomas Karsen. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Pasar Kliwon Kudus danpembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Thomas Karsten. Tapak yang digunakan adalahtapak asli dari Pasar Kliwon Kudus, yang kemudian diperluas sesuai kebutuhan ruang yang ada. Selain itu jugadibahas mengenai penataan massa dan ruang dalam bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitasyang dipakai dalam perancangan “Pasar Kliwon Kudus dengan Penekanan Desain Thomas Karsten”. Konsep perancangan ditekankan pada prinsip Thomas Karsten, dimana prinsip desain ditemukanmelalui penelitian arsitektur kecil yang dilakukan pada pasar-pasar karya Karsten. Konsep desain Karstendiaplikasikan secara eksplisit maupun konseptual dalam perancangan bangunan Pasar Kliwon Kudus.
SOLO CONVENTION HALL Ayudia Kanthi Lestari; Budi Sudarwanto; Erni Setyowati
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.079 KB)

Abstract

Jawa Tengah memiliki daya tarik tersendiri yang dapat dijadikan tujuan dari agenda MICE (meeting,incentive, convention, exhibition) tetapi hal tersebut tidak didukung dengan fasilitas konvensi yangberkapasitas ribuan orang. Kota Solo berpotensi dalam sektor bisnis, perdagangan, dan potensi seni budayalokal. Hal ini dapat mendukung potensi Kota Solo sebagai kota tujuan MICE. Akhir-akhir ini juga bisnisperhotelan di Kota Solo mengalami penurunan, karena sedikitnya pertemuan-pertemuan akbar yang digelar diKota Solo. Hal ini yerjadi karena di Kota Solo belum terdapat fasilitas gedung konvensi yang berkapasitasribuan orang, sehingga saat pemilihan tuang rumah kegiatan konvensi, Kota Solo pasti dikesampingkan.Sekarang sedang dilakukan pengembangan potensi Kota Solo, saat ini merupakan saat yang tepat untukmerealisasikan dibangunnya sebuah bangunan konvensi yang berstandar internasional di Kota Solo. Kajian diawali dengan mempelajari pengertiandan hal-hal mendasar tentang gedung konvensi,standar-standar mengenai tata ruang di dalam gedung konensi, studi banding beberapa gedung konvensi diIndonesia. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi gedung Solo Convention Hall dan pembahasan konsepperancangan dengan penekanan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Selain itu juga dibahas mengenai tataruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “SoloConvention Hall”. Konsep perancangan ditekankan Arsitektur Neo-Vernakular, yaitu konsep transformasi identitas KotaSurakarta ke dalam konsep modern, karena bangunan konvensi merupakan bangunan umum yang digunakanoleh berbagai kalangan dan unutk aktivitas modern. Konsep ini sesuai dengan spirit Kota Surakarta “Solo’s Pastas Solo’s Future”, yaitu spirit pembangunan Kota Surakarta yang tidak meninggalkan identitas masa lampaudan menjadikan karakter budaya lokal sebagai dasar pengembangan modernitas Kota Surakarta. Padabangunan ini mengambil konsep dari pendapa yang fungsinya juga sebagai tempat pertemuan bagi orangJawa. Pendapa yang berbentuk joglo merupakan bangunan dengan dominasi atap, hal tersebut menyiratkanbahwa orang Jawa mementingkan bagian kepala yaitu akal dan pikiran. Karena dengan akal dan pikiran,manusia dapat mempersiapkan diri sebaik-baiknya sebelum bertemu Tuhan (mati).