cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
IMAJI
Published by Universitas Diponegoro
ISSN : 20893892     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal IMAJI (ISSN 2089-3892) ini adalah sebuah terbitan berkala yang bertujuan untuk mewadahi dan mendokumentasikan kreatifitas karya ilmiah desain dalam bidang arsitektur, terutama dosen dan mahasiswa dari lingkungan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Undip.
Arjuna Subject : -
Articles 56 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2012): IMAJI" : 56 Documents clear
SALON PERAWATAN DAN BENGKEL VARIASI MOBIL DI SEMARANG Ardhita Bagas; Eddy Dharmawan; Abdul Malik
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1630.915 KB)

Abstract

Dengan makin meningkatnya pertumbuhan jumlah mobil dan minat masyarakat menggunakankendaraan pribadi di Kota Semarang dan kepadatan mobilitas masyarakatnya menyebabkan masyarakat diKota Semarang ini akan semakin membutuhkan sebuah tempat yang menawarkan jasa perawatan mobil.Apalagi dengan mobilitas masyarakat Kota Semarang yang padat menyebabkan pemilik kendaraan pribadimelewatkan perawatan mobil mereka sendiri. Mereka yang tidak memiliki waktu lebih dalam merawat mobilakan menyerahkan perawatan mobil mereka kepada tempat yang khusus memberikan jasa perawatan ini. Kajian diawali dengan mempelajari teknologi, alat, prinsip kerja, dan kontrol alat pada salonperawatan mobil dan bengkel variasi mobil itu sendiri. Di sini dijabarkan mengenai teknologi dan alat yangdigunakan pada sebuah tempat cuci mobil dan salon mobil serta pada prinsip-prinsip kerja standar padasebuah bengkel mobil yang melakukan spesialisasi pada kaki-kaki mobil. Dilakukan juga tinjauan mengenaisegala aktifitas dan fasilitas yang terjadi di dalam area kerja salon perawatan dan bengkel variasi mobiltersebut. Pemilihan lokasi tapak dilakukan dengan melakukan analisa, yaitu dengan mempelajari potensi tapakserta kriteria pemilihan lokasi untuk mendapatkan tapak yang dimaksud. Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Modern, yaitu kesan sederhana tetapimengutamakan fungsi utama sebagai suatu salon perawatan dan bengkel variasi mobil yang ditonjolkan.Konsep modern ini juga diterapkan pada fasilitas yang digunakan pada bangunan ini nantinya. Kesan ArsitekturModern ini juga ditampilkan pada tampilan fasad bangunan yang akan mengambil gubahan massa sebuahbentuk kotak atau kubus.
RUMAH SAKIT UMUM KELAS C KABUPATEN CIREBON abu chaerudin
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1230.26 KB)

Abstract

Kabupaten Cirebon merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Barat yang sedang berkembang, sepertiyang tercatat dalam Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Cirebon pada tahun 2010 adalah313.692 jiwa semakin padat karena pertumbuhannya setiap tahun berkisar 2 persen. Cepat atau lambatKabupaten Cirebon akan bertambahnya beberapa aktivitas. Seiring dengan bertambahnya penduduk danaktivitas masyarakat yang ada mendorong untuk membuat sarana dan prasarana umum / sarana sosial yangharus diperhatikan dan pembangunannya harus direncanakan secara matang untuk memenuhi akankebutuhan mengenai sarana kesehatan, yang sudah direncanakan dalam RTRW Kabupaten Cirebon denganmenyediakan lahan sarana kesehatan berupa Rumah Sakit Umum Kelas C. Seperti yang di ungkapkan dalamteori HL. Blum, “Derajat Kesehatan Dipengaruhi oleh empat faktor besar yaitu Lingkungan, Prilaku, PelayananKesehatan dan faktor Keturunan”. (Sumber : Profil Kesehatan Kabupaten Cirebon 2010, Dinas KesehatanKabupaten Cirebon). Kajian diawali dengan dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Rumah SakitUmum terlebih lagi mengenai Rumah Sakit Umum Kelas C. Serta melalui pendekatan program, Prosespendekatan program ini dilakukan untuk mempunyai gambaran secara mendalam tentang analisis besaran,fungsi dan persyaratan ruang dan program arsitektur dalam sebuah bangunan Rumah Sakit Umum Kelas C.pendekatan ini berdasarkan studi litelatur/referensi dan studi banding/survey pada fasilitas yang sejenis. Rumah Sakit Umum Kelas C ini hadir sebagai pusat pelayan kesehatan masyarakat Kabupaten Cirebonyang rencananya akan diletakan di daerah sekitar Kecamatan Gebang. Diharapkan dapat mengintregasikansegala pelayanan kesehatan masyarakat dengan lebih berkualitas, efisien, efektif, nyaman dan bahkanmenaikkan standar pelayanan yang berkelas namun tidak mahal. 
KANTOR GUBERNUR SUMATERA SELATAN Desti Rahmiati; Bambang Setioko; Gagoek Hardiman
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1510.8 KB)

Abstract

Kota Palembang dalam 5 tahun terakhir ini mengalami kemajuan yang begitu pesat, terlihatnya dari maraknya pertumbuhan infrastruktur, sarana dan prasarana kota, dan roda perekonomian yang terus menggeliat. Berdasarkan fenomena tersebut, potensi kota Palembang untuk berkembang sangat besar. Hal inilah yang mendasari penetapan suatu visi strategis, yaitu Palembang sebagai kota bertaraf internasional. Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemerintah provinsi Sumatera Selatan berencana untuk merelokasi Kantor Gubernur Sumatera Selatan sebagai salah satu program pengembangan kawasan Jakabaring sebagai kawasan strategis pertumbuhan ekonomi kota Palembang.Kajian diawali dengan penelusuran mengenai gedung pemerintahan, filosofi struktur pemerintahan provinsi, standar-standar dan kebijakan mengenai tata ruang dalam kantor Gubernur, studi banding beberapa Kantor Gubernur di Provinsi Jawa. Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi kantor Gubernur Sumatera Selatan dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanan desain Arsitektur Neo-Vernakular. Tapak yang digunakan adalah lahan kosong yang diperuntukkan sebagai zona pemerintahan. Selain itu, dibahas pula mengenai massa dan tata ruang, penampilan bangunan, struktur serta utilitas yang diterapkan dalam perancangan “Kantor Gubernur Sumatera Selatan”.Konsep perancangan ditekankan pada desain Arsitektur Neo-Vernakular, yaitu langgam arsitektur yang memunculkan kembali unsur tradisional setempat kedalam bangunan modern. Penekanan desain arsitektur neo-vernakular diharapkan dapat menghasilkan suatu rancangan kantor pemerintah provinsi yang sesuai standar, yang juga mampu mencerminkan eksistensi dari berdirinya lembaga pemerintahan daerah dan sebagai lambang kebanggaan daerah. Untuk bangunan kantor Gubernur Sumatera Selatan, dirancang dengan konsep denah berbentuk simetris yang mengesankan kesan megah pada bangunan.
GALERI SENI RUPA KONTEMPORER DI SEMARANG Arta Okta listiani; Eddy Prianto; Agung Dwiyanto
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.369 KB)

Abstract

Semarang, Ibu Kota Jawa Tengah, memiliki perkembangan pesat di bidang seni. Seni yang sedangberkembang adalah seni rupa kontemporer. Pesatnya perkembangan seni dan minat masyarakat Semarangterhadap seni tidak di imbangi dengan fasilitas kesenian yang ada di Semarang. Pameran seni di Semarangbiasanya hanya dilakukan di lobby hotel, sehingga tidak menarik minat masyarakat. Belum adanya ruang yangcukup untuk melakukan eksplorasi dan eskperimentasi berkesenian di Semarang membuat kota Semarang(nyaris) kehilangan “aura" keseniannya. Kini, sulit ditemukan gedung-gedung “bergengsi” yang berkenanmenampung agenda-agenda kesenian lantaran secara finansial dianggap sangat tidak menguntungkan.Pentas-pentas seni kontemporer hanya digelar di ruang-ruang sempit yang relatif tidak memiliki saranamemadai dan “magnet” yang mampu menyedot publik untuk berduyun-duyun mendatanginya. Oleh karena itudiperlukan sebuah wadah berupa Galeri Seni di Semarang yang mampu menampung seluruh kegiatan yangberkaitan dengan hasil karya seni di Semarang. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal – hal mendasar mengenai Galeri , pengertianseni rupa kontemporer itu sendiri, standart–standart mengenai tata ruang dalam Galeri, studi bandingbeberapa Galeri Seni Rupa di Semarang dan Galeri – Galeri Seni Rupa Kontemporer di luar Kota Semarang.Dilakukan juga tinjauan mengenai lokasi Galeri Seni Rupa Semarang dan pembahasan konsep perancangandengan penekanan desain Arsitektur Modern. Tapak yang digunakan adalah tapak yang berada di KotaSemarang yang sesuai dengan tempat untuk Galeri Seni. Selain itu juga dibahas mengenai tata massa danruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalam perancangan “Galeri SeniRupa Kontemporer di Semarang”. Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Modern, yaitu menggunakan banyak jendela padabangunan Galeri Seni Rupa Semarang ini. Untuk konsep bangunan Galeri ini berupa single building denganfasilitas penunjang yang menjadi daya tarik pengunjung. Dengan demikian masyarakat secara umum memilikikesempatan untuk mengenal, melihat, dan mempelajari seni rupa secara edukatif, efektif, dan rekreatif. 
COMMUNITY CENTER DI BSD CITY Almesa Yuli Hasyyati; Eddy Prianto; Atiek Suprapti
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2633.345 KB)

Abstract

Oleh : Almesa Yuli Hasyyati, Eddy Prianto, Atiek Suprapti Budiarto BSD City yang berada di Kota Tangerang Selatan di mana mayoritas penduduknya adalah wargapendatang atau kaum urban diprediksi akan terus meningkat dan tentunya komunitas-komunitas yang ada dikota ini pun akan semakin beragam. Oleh karena itu, dengan semakin bertambahnya penduduk BSD,kebutuhan masyarakat pun makin beragam sehingga dibutuhkan suatu Community Center untuk menampungaktivitas-aktivitas masyarakat yang beragam untuk mewadahi komunitas-komunitas yang berada di dalamnya. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai Community Center,persyaratan perencanaan dan perancangan Community Center, studi banding beberapa fasilitas yang serupadengan Community Center seperti Club House dan referensi Community Center di beberapa negara. Tapakterpilih dari beberapa alternatif tapak yaitu tapak yang berada di Jl. BSD Boulevard Barat BSD City. Selain itujuga dibahas mengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yangdipakai dalam perancangan “Community Center di BSD City”. Konsep perancangan menggunakan penekanan desain Green Architecture sesuai dengan konsep yangdiusung BSD City, yaitu sebuah konsep arsitektur yang berusaha meminimalkan pengaruh buruk terhadaplingkungan alam maupun manusia dan menghasilkan tempat hidup yang lebih baik dan lebih sehat, yangdilakukan dengan cara memanfaatkan sumber energy dan sumber daya alam secara efisien dan optimal.Penerapan konsep ini dapat terlihat dari fasad bangunan-bangunan di Community Center yang menggunakanbambu sebagai material utamanya serta penerapan rain water harvesting hampir di seluruh bangunannya.
RELOKASI MUSEUM KRETEK KUDUS DENGAN PENEKANAN DESAIN NEO-VERNAKULAR bayu sasongko; Edward Endriarto Pandelaki; Bambang Supriyadi
IMAJI Vol 1, No 2 (2012): IMAJI
Publisher : Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (845.066 KB)

Abstract

Kota Kudus dikenal dengan Kota Kretek, karena kisah kretek bermula dari Kota Kudus. Akan tetapi untukdunia pariwisata Kabupaten Kudus terkenal dengan pariwisata religiusnya karena terdapat dua makam yaituSunan Muria berada di Muria dan Sunan Kudus berada di tengah Kota Kudus, satu kompleks dengan Masjiddan Menara Kudus. Karena kedua makam tersebut, Kudus dikunjungi tiap tahun begitu banyak peziarah dari kota manapun,membuat Kudus mudah dan melekat pada ingatan masyarakat luas bahkan sampai beberapa negara tetanggakita. Begitu bagusnya potensi itu sudah selayaknya dunia kepariwisataan di Kabupaten Kudus digarap denganserius. Menggali semua potensi pariwisata yang belum digali dan memaksimalkan potensi (aset) wisata yangsudah ada di Kudus ini merupakan dua hal yang perlu dilakukan dengan serius. Maka dari itu perlu ditingkatkanlagi tentang potensi sejarah kretek yang berkembang di Kota Kudus dengan adanya Museum Kretek. Kajian diawali dengan mempelajari pengertian dan hal-hal mendasar mengenai kretek, standarstandarmengenai tata ruang dalam museum, studi banding beberapa museum di Indonesia. Dilakukan jugatinjauan mengenai lokasi Museum Kretek Kudus dan pembahasan konsep perancangan dengan penekanandesain Arsitektur Neo-vernakular. Tapak yang digunakan adalah tapak asli relokasi. Selain itu juga dibahasmengenai tata massa dan ruang bangunan, penampilan bangunan, struktur, serta utilitas yang dipakai dalamperancangan “Relokasi Museum Kretek dengan Penekanan Desain Neo-Vernakular”.Konsep perancangan ditekankan desain Arsitektur Neo-vernakular Yulianto Sumalyo (1997:451) mengartikan vernakular sebagai bahasa setempat yang dalam arsitekturistilah ini menyebut bentuk-bentuk yang menerapkan unsure-unsur budaya setempat. Lingkungan termasukiklim setempat diungkapkan dalam bentuk fisik arsitektural (tata letak, denah, struktur, detail-detail bagian,ornament, dll). Dengan batasan tersebut maka arsitektural tradisional dalam bentuk permukiman maupununit-unit bangunan di dalamnya dapat dikategorikan vernakular murni, terbentuk oleh tradisi turun temuruntanpa poengaruh dari luar. Dalam perkembangan arsitektur modern, ada suatu bentuk yang mengacupada bahasa setempatdengan mengambil elemen-elemen arsitektural yang ada ke dalam bentuk-bentuk modern yaitu neovernakular.Sedangkan tujuan arsitek neo-vernakular memiliki tujuan melestarikan unsur budaya lokalsetempat yang secara empiris terbentuk oleh perilaku dan tradisi turun temurun termasuk bentuk dansistemnya.