cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
E-Journal Graduate
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Economy,
Jurnal elektronik pada Program Pascasarjana Universitas Katolik Parahyangan media bagi mahasiswa untuk mempublikasikan karya ilmiah hasil penelitian maupun karya pemikiran lainnya.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics" : 11 Documents clear
PENGARUH MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN GOLONGAN 1 DI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN Ronny Trian Surbakti
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (535.699 KB)

Abstract

Abstrak : penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi kerja terhadap kinerja pada karyawan golongan 1 di UNPAR. Karyawan golongan 1 di UNPAR terbagi menjadi beberapa bagian seperti satuan pengamanan (satpam), supir dan pekarya.Objek Penelitian iniadalah karyawan golongan 1 di lingkungan Universitas Katolik Parahyangan yang berjumlah 146.Peneliti hendak mengetahui pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan golongan 1 di UNPAR. Adapun penelitian ini menggunakan motivasi kerja sebagai variabel independen dan kinerja karyawan sebagai variabel dependen.Analisis yang digunakan meliputi uji validitas, uji reliabilitas, uji model dan analisis regresi linier. Berdasarkan uji-t yang dilakukan dan hasil analisis regresi linier dapat diketahui bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja. Kata Kunci : Motivasi Kerja, Kinerja Karyawan  this research aim to know and analysis of how work motivation influence employee performance, especialy on karyawan golongan 1 in UNPAR. Karyawan golongan 1 in UNPAR devided into security, driver and office boy (pekarya). The object researches are 146karyawan golongan 1 on Parahyangan catholic university. This research using work motivation as the independent variable and performance employees as the dependent variable.The analysis used, covering test the validity of test reliabilitas, test a model and linear regression analysis.Based on the result analysis uji-t done and linear regression can be known that motivation work influential positive and significantly affect the performance. Keywords: Motivation, Performance
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Serta Citra Perusahaan Dalam Membangun Loyalitas Konsumen PT. KAI Wury Indahsari Putri
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.621 KB)

Abstract

Transportasi merupakan kebutuhan yang sudah menjadi bagian penting dalam keseharian masyarakat dan sangat dibutuhkan sebagai media untuk mengefisiensikan waktu perjalanan. Transportasi massal memiliki peranan penting bagi Indonesia khususnya di Jakarta yang merupakan salah satu kota tersibuk di Indonesia, hampir seluruh kegiatan perputaran uang, lapangan pekerjaan dan pemerintahaan terpusat di Kota tersebut. Padatnya volume kendaraan dan jauhnya jarak tempuh memaksa masyarakat untuk menggunakan moda transportasi masal berupa busway dan kereta api. Lebih lanjut, cukup banyak pekerja di Jakarta yang memiliki rumah serta keluarga di Bandung yang merupakan kota besar terdekat. Tak hanya pekerja, para pebisnis lokal Bandung pun banyak yang pulang pergi ke beberapa daerah bisnis di Jakarta untuk melakukan bisnis. Salah satu pilihan moda transportasi masal yang sering digunakan oleh masyaratkat untuk menempuh Jakarta-Bandung adalah Kereta Api. Di Indonesia bisnis jasa kereta api diatur oleh satu perusahaan yaitu PT Kereta Api Indonesia (KAI).Penelitian ini bertujuan  mengukur kualitas pelayanan terhadap kepuasan konsumen, citra perusahaan dan loyalitas konsumen Kelas Eksekutif Argo Parahyangan PT. Kereta Api Indonesia. Kereta Api Argo Parahyangan adalah kereta api yang dioperasikan PT. Kereta Api Indonesia di Pulau Jawa dengan jurusan Bandung – Jakarta dan sebaliknya. Penelitian ini juga mencoba mengetahui tingkat dan pengaruh kualitas pelayanan, kepuasan konsumen dan citra perusahaan dan loyalitas konsumen Kelas Eksekutif Argo Parahyangan PT. Kereta Api Indonesia.Data primer dikumpulkan melalui wawancara dan menyebarkan kuesioner kepada 200 responden. Sedangkan data sekunder diperoleh langsung dari pihak PT. KAI berupa data jumlah konsumen. Teknik sampling yang digunakan adalah non-probability sampling dan metode pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, purposive sampling adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu, yaitu penumpang kereta api kelas eksekutif Argo Parahyangan yang minimal sudah 2x menggunakan jasa PT. KAI dalam satu tahun terakhir. Dalam mengukur kualitas pelayanan, kepuasan konsumen, citra perusahaan dan loyalitas konsumen, penelitian ini menggunakan Structural Equation Modeling dengan alat bantu LISREL. Penelitian ini terdiri dari 34 atribut pernyataan.Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh bahwa tingkat kualitas pelayanan, kepuasan pelanggan, citra perusahaan dalam kategori tinggi dan loyalitas konsumen berada pada kategori cukup. Di dalam penelitian ini juga diperoleh hasil bahwa kualitas pelayanan memiliki pengaruh terhadap citra perusahaan dan kualitas pelayanan memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen. Citra perusahaan memiliki pengaruh terhadap kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan tidak memiliki pengaruh secara langsung terhadap loyalitas konsumen. Citra perusahaan memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen dan kepuasan konsumen memiliki pengaruh terhadap loyalitas konsumen. Kata Kunci : Kualitas Pelayanan, Kepuasan Konsumen, Citra Perusahaan, Loyalitas Konsumen
PENGGUNAAN METODE SIX SIGMA-DMAIC PADA PT X DALAM USAHA PENGURANGAN PRODUK CACAT evelyn elnathan
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (716.59 KB)

Abstract

Perkembangan bisnis saat ini semakin hari dirasakan semakin ketat karena didukung oleh faktor kemajuan teknologi yang berkembang,sehingga hal ini dapat membantu para pengusaha dan pekerja dalam menjalankan pekerjaannya. Perkembangan bisnis yang ketat memunculkan persaingan antar perusahaan. Dengan adanya persaingan, perusahaan dituntut untuk berorientasi kepada kepuasan konsumen yang merupakan tujuan utama dari perusahaan. Salah satu kepuasan konsumen yaitu kualitas produk dan jasa yang dihasilkan. Namun dalam setiap menjalankan proses produksi memungkinkan terjadinya kecacatan. Oleh karena itu perusahaan harus dapat melakukan perbaikan kualitas secara terus menerus/continuous improvement dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas.Jika terjadi kecacatan produk berarti produk yang dihasilkan tidak sesuai dengan yang diharapkan oleh konsumen. Hal ini terjadi di PT X yang berlokasi di Majalaya yang bergerak dalam industri tekstil yang menerima keluhan konsumen yang disebabkan karena kecacatan produk sehingga berdampak kepada pengembalian produk. Kecacatan produk terjadi  pada proses divisi weaving dan dyeing finishing.Metode pengolahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Six Sigma-DMAIC. Dalam Six Sigma terdapatnya beberapa tahapan yaitu define yang melakukan identifikasi proses produksi, mengidentifikasi proses kunci, dan menentukan critical to quality (CTQ). Tahap kedua yaitu measurement yang berhubungan dengan kapabilitas proses berdasarkan defect per million opportunities(DPMO) sehingga dapat diketahui DPMO untuk weaving tahun 2013 sebesar 12.034,632 dan untuk dyeing finishing sebesar 16.190. Tahap ketiga yaitu analyze yang difokuskan pada pencarian masalah dengan menggunakan diagram Pareto sehingga diketahui permasalahan yang utama, yaitu pada kecacatan divisi weaving seperti cacat lusi dan pakan dan pada divisi dyeing finishing seperti belang dan warna tidak cocok. Tahap keempat yaitu improvement dengan melakukan diskusi untuk menentukan tindakan ide-ide perbaikan secara umum dan khusus untuk mengurangi kecacatan produk. Tahap kelima yaitu control dengan dilakukannya pendokumentasian seperti pembuatan laporan produk tidak sesuai.Kata kunci : Continuous Improvement, Six Sigma-DMAIC, CTQ, DPMO
RENCANA BISNIS PANTI JOMPO PROFESIONAL Ferey Herman
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.29 KB)

Abstract

AbstrakPemikiran tentang rencana bisnis panti jompo profesional dimulai dengan  kesadaran  adanya pergeseran gaya hidup dan permasalahan yang dihadapi oleh orang lanjut usia. Tinggal di panti jompo adalah salah satu alternatif yang dapat dipilih untuk melewati masa tua, karena di panti jompo, orang-orang lanjut usia mempunyai kesempatan untuk berinteraksi dengan teman-teman seumur, sehingga  dapat tetap mengembangkan kehidupan sosialnya.Masalahnya adalah, stigma negatif melekat pada panti jompo. Mulai dari kesan muram dan kusam sampai anggapan membuang orang tua bagi anak yang menitipkan orang tuanya di panti jompo.Ide mendirikan panti jompo profesional yaitu panti jompo dengan konsep baru di mana orang lanjut usia akan mendapatkan perawatan, pendampingan dan pelayanan yang dapat membantu mereka memasuki tahap usia baru diharapkan dapat mengatasi perasaan bersalah dan pandangan negatif mengenai anak yang menitipkan orang tuanya di panti jompo.Hal-hal yang berkaitan dengan pentingnya keberadaan panti jompo profesional untuk mengisi kebutuhan tempat tinggal yang layak bagi orang lanjut usia, bagaimana rencana bisnis panti jompo profesional dapat dikembangkan dan bagaimana hasil pengembaliannya bagi investor serta apa saja risiko usaha panti jompo profesional akan menjadi bahasan dalam tulisan ini.Dalam perencanaan bisnis akan ditelaah  rencana produk atau jasa apa yang akan ditawarkan, bagaimana cara menawarkannya, bagaimana penetapan harganya, bagaimana pengaturan sumber daya manusia serta bagaimana estimasi penerimaan atas usaha panti jompo profesional. Untuk itu akan dilakukan analisa lingkungan eksternal dan internal, analisa lingkungan industri dengan menggunakan metode SWOT dari Porter dan analisa kelayakan bisnis akan dilakukan dengan menghitung estimasi cash flow, payback period, net present value dan profitability index.Jika hasil analisa lingkungan eksternal dan internal serta analisa kelayakan bisnis secara keseluruhan menunjukkan sinyal yang positif, maka berarti investasi dalam bidang panti jompo profesional menjanjikan pengembalian yang cukup memuaskan.Kata kunci: perncanaan bisnis, SWOT, payback period, net present value dan profitability index.Abstract With the awareness of a shift in lifestyle and the problems faced by the elderly as a backdrop, the idea about  professional nursing homes business plan begin. Living in a nursing home is one of the alternatives that can be chosen to enjoy the golden ages, as in a nursing home, elderly will have the opportunity to mingle  with the same age friends, so they can continue to develop their social life. The problem is,a negative stigma is attached to nursing homes. Ranging from somber and dull impression, and discard the parents for children who left their parents in nursing homes.The idea of establishing a professional nursing home, which is a new concept nursing home where the elderly will receive the nourishment, guidance and services that can help them enter a new phase of  age is expected to overcome guilty feelings and negative views about the people who left their parents in a nursing home.          A matters relating to the importance of the professionals nursing home to fill the need of proper place to live for  the elderly, how professional nursing homes business plan can be developed and how the return for investors as well as any professional nursing home business risks will be the discussion in this paper.          A plan of what products or services to be offered, how to offer it, how the pricing is, and how human resource management as well as how to estimate the acceptance of professional nursing home will be discuss in business plan. The analysis begin with  external and internal environment assessment, industry environment analysis using the SWOT method of Porter and business feasibility analysis will be done by calculating the estimate of cash flow, payback period, net present value and profitability index.          If the results of internal and external environment assessment and overall business feasibility analysis showed a positive signal, it means investing in professional nursing homes worth to do.                Keywords: business planning, SWOT, payback period, net present value and profitability index
Iklan Televisi Untuk Anak-anak Gustam Fajar Wahendarso
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.961 KB)

Abstract

Abstrak            Anak-anak merupakan konsumen yang mutakhir, mereka memiliki daya kompetisi yang tinggi. Diantara yang lain mereka ingin menjadi yang pertama untuk membeli atau memakai sesuatu. Sifat dasar sebagai anak-anak, mereka dapat mewujudkan impian para marketer sebagai konsumen yang menguntungkan. Mereka dideskripsikan sebagai generasi yang paling berpengaruh dan seperti yang sudah disebutkan sebelumnya mereka sebagai konsumen yang mutakhir, mereka menjadi target baru para marketer. Marketer mulai menargetkan anak-anak sebagai alat pemasaran yang luas yang dapat merubah budaya Indonesia. Para marketer biasanya menggunakan televisi sebagai media. Televisi merupakan media yang baik yang dilihat banyak orang, dan dapat menjelaskan banyak informasi menggunakan gambar yang bergerak, suara, music, efek dan dapat menjangkau area yang luas. Fungsi ini yang digunakan oleh para marketer sebagai pendeketan ke konsumen dalam penyampaian iklannya. Dampak yang diharapkan adalah anak-anak setelah melihat iklan tersebut dapat meyakinkan para orang tua sebagai pembeli untuk membeli produk yang diiklankan seperti makanan, pakaian, mainan dan lainnya. Kontroversi yang terjadi adalah anak-anak sebagai subjek dari iklan. Hal tersebut memicu pihak menjadi pro dan kontra. Pihak pro menyatakan bahwa iklan hanya menjadi salah satu media untuk mengembangkan kemampuan anak-anak dalam proses pengambilan keputusan di masa depan. Sedangkan di sisi kontra, mereka menyatakan bahwa iklan tidak adil bagi anak-anak karena dapat mempengaruhi mereka dalam cara pandang, dan mereka memiliki karakteristik unik tersendiri, yang tidak hanya focus pada satu produk saja. AbstractChildren are sophisticated customers, they are willing to compete against each other to be the first one to buy or wear something. It is basically their nature as children, so that they are being the marketer’s dream as the profitable customer. They are described as the most influential generation, and as mention before since they are sophisticated consumers, they are being the marketer’s new targets as the customer. Marketers began to targeted children as the mass marketing tool and changing the Indonesian culture that we cannot resist. Marketers mostly use television as the media tool. Television is one of the great finding of people, knowing many features that other media did not had, such as: cover wide area, moving pictures, sounds and music, effects, etc. The marketer use this features to create new approach to the customer with their advertising. The impact out hope by marketers is children can convince their parents to buy the advertised products; foods, outfit, toys, and others. The controversy of children as the subject of advertising started ever since. Numerous public debates, demonstration, and research already discuss about both pro and contra side. The pro mainly stated that this advertising is one of the media to develop the children ability in the decision making process in the future. In the other hand, the contra mainly stated that these advertising are not fair since every child is different and unique in their own way, not just focus on one product that hit the year.
Analisis Hubungan Stress Kerja Dengan Kinerja Karyawan Divisi Marketing Funding PT.Bank X Cabang Bandung MULIA PRASASYA SUROSO
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (993.547 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis stress kerja yang terdiri dari faktor individu, faktor organisasi, dan  faktor environmental secara bersama-sama berhubungan signifikan dengan kinerja karyawan PT.Bank X  dan mengetahui faktor yang paling signifikan berpengaruh dengan kinerja karyawan PT.Bank X.Sampel menggunakan teknik probabilititas dengan cara random sampling (Metode sampel acak sederhana), yaitu dengan mengunakan metode pemilihan sampel di mana setiap anggota populasi mempunyai peluang yang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel. Sampel sebanyak 53 orang marketing funding. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan kuesioner. Data dianalisis dengan regresi linear berganda dengan bantuan software SPSS 19.0 for windows.Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi sebesar -0,470 untuk individual factor (X1), -0,478 untuk organizational factor (X2) yang berarti bahwa kedua subvariabel tersebut memiliki hubungan yang signifikan dengan kinerja karyawan. Sedangkan nilai koefisien sebesar -0,117 untuk environmental factor (X3) menunjukkan bahwa subvariabel ini tidak memiliki hubungan dengan kinerja karyawan, oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara stress kerja karyawan berdasarkan individual factor dan organizational factor dengan kinerja karyawan marketing funding Bank X Cabang Bandung. Kata Kunci : Stress Kerja dan Kinerja Karyawan.
Analisa Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Minat Beli Ulang Sepeda Motor Honda Kategori Sport Mid Eric Kusnadi Kartika
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (733.142 KB)

Abstract

The growth of the industry motorcycles in Indonesia continues to increase. As more and more brands of motorcycle industry, such as Honda, Yamaha, Suzuki, and others, causing consumers are faced with many alternative brands. Based on the data obtained from PT. Daya Adicipta Mustika as Honda Motorcycles Main Dealer in West Java, it is known that Honda Motorcycles brand has the highest sales volume in the motorcycle industry in Indonesia. However, it is known that there is one category of Honda motorcycle sales volume is still less than its competitors, namely the category Sport Mid (2009-2013), and note that repurchase intention of Honda Sport Mid is still quite low. Proposed research problem to determine the current marketing mix strategy of Honda motorcycles Sport Mid and to determine the marketing mix effect on Honda Sport Mid repurchase intention. In this study used sampling method Non-Random Probability, purposive sampling and testing using Multiple Linear Regression. The survey results revealed Place and Product marketing mix affects the Honda Sport Mid repurchase intention. Meanwhile, based on interviews with PT. Daya Adicipta Mustika, at this time PT. Astra Honda Motor, prefer the Price marketing mix strategies in the Honda Sport Mid marketing. Key Words: Marketing Mix, Repurchase Intention, Honda Sport Mid Motorcycle
Pengaruh CAR, LDR, NPL, BOPO dan NIM Terhadap Kinerja Profitabilitas (ROA) Bank Perkreditan Rakyat Di Indonesia Taufik Zulfikar
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (681.176 KB)

Abstract

AbstrakPerbankan yang segmen pasarnya lebih banyak UKM (Usaha Kecil dan Menengah) adalah bank perkreditan rakyat (BPR). Dalam menjalankan usaha bank perkreditan rakyat dilarang 1) Menerima simpanan dalam bentuk giro, 2) Melakukan kegiatan usaha dalam valuta asing, 3) Melakukan penyertaan modal, 4) Melakukan usaha perasuransian. Dalam beberapa tahun ini jumlah BPR semakin berkurang namun disisi lain jumlah aset BPR semakin meningkat.  Dengan keterbatasan usaha dan jaringan usaha yang bersifat lokal bank perkreditan rakyat dituntut untuk memperoleh laba untuk meningkatkan nilai perusahaan.Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh CAR, LDR, NPL, BOPO dan NIM terhadap ROA sebagai tolak ukur profitabilitas BPR. Pengambilan sample menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria: 1) BPR yang menyampaikan laporan keungannya secara lengkap ke website Bank Indonesia 2). Bank yang memperoleh laba.  Tehnik analisis yang digunakan adalah Uji Asumsi Klasik yang meliputi uji normalitas, uji multikoleniearitas, dan uji heterokedastisitas serta analisis regresi berganda dengan persamaan kuadrat terkecil dengan tingkat signifikansi 5%.Hasil penelitian menunjukan bahwa  secara simultan semua variabel terbukti mempunyai pengaruh terhadap ROA. Secara parsial, hasil analisa pada BPR secara keseluruhan menunjukan hasil yaitu variabel CAR, NPL dan LDR secara statistik tidak berpengaruh secara signifikan terhadap ROA. Variabel BOPO berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap ROA. Hal ini menunjukan bahwa BPR belum mengeluarkan biaya operasional misal biaya tenaga kerja, biaya marketing yang signifikan untuk menghasilkan laba. Sementara variabel NIM berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA. Hal ini berarti BPR dalam penyaluran kredit kepada debitur cenderung menerapkan bunga pinjaman yang tinggi, sehingga dalam penyaluran kredit belum menghasilkan jumlah nominal ataupun debitur  secara optimal  untuk menghasilkan laba.Kata Kunci : BPR, Permodalan, Likuiditas, Resiko Kredit, Resiko Operasi, Resiko Pasar
KARAKTERISTIK PENAWARAN UMUM SAHAM PERDANA: KINERJA SAHAM JANGKA PENDEK DAN KINERJA SAHAM JANGKA PANJANG Pada Pasar Modal Indonesia Martha Nita Florentina
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (351.703 KB)

Abstract

Penelitian ini menganalisis Kinerja Saham Perusahaan Yang Melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia Periode 2010. Pengukuran kinerja saham merupakan salah satu upaya untuk dapat menghubungkan antara kepentingan perusahaan yaitu memperoleh dana yang dapat digunakan untuk keperluan ekspansi dan kepentingan investor yaitu pencapaian nilai return yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana kinerja saham jangka pendek (3 bulan) dan kinerja saham jangka panjang (24 bulan) pada perusahaan yang melakukan Initial Public Offering (IPO) periode 2010 serta menganalisis apakah terdapat perbedaan kinerja saham jangka pendek dan kinerja saham jangka panjang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan data-data historis dan penelitian komparatif untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja saham jangka pendek (3 bulan) dan kinerja saham jangka panjang (24 bulan) dengan jumlah sampel sebanyak 23 perusahaan. Hasil dari pengujian one sample t-test menunjukkan bahwa kinerja saham jangka pedek mengalami outperformed terbukti bahwa t-hitung (3,028)> t-tabel (2,074) dan kinerja saham jangka panjang mengalami underperformed terbukti bahwa t-hitung (2,818)> t-tabel (2,074). Sedangkan hasil dari pengujian paired sample t-test dengan sig (t) =0,000 < α= 0,05 menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara kinerja saham jangka pendek (3 bulan) dengan kinerja saham jangka panjang (24 bulan) pada perusahaan yang melakukan IPO periode 2010.Kata Kunci : Initial Public Offering, Kinerja Jangka Pendek, Kinerja Jangka Panjang, Abnormal Return. 
Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Masakan Jepang Di Hayashi Teppan (Survei Terhadap Konsumen Hayashi Teppan Di Food Court BEC) Hari Gunawan Sanjaya
E-Journal Graduate Unpar Vol. 1 No. 2 (2014): Part A - Economics
Publisher : E-Journal Graduate Unpar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.344 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh bauran pemasaran terhadap keputusan pembelian masakan jepang di Hayashi Teppan, lokasi penelitian ini dilaksanakan di  food court mall yang terletak di kota Bandung. Pendekatan dalam penelitian ini adalah studi kasus yang didukung dengan survei. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan analisa deskriptif dan kuantitatif.Data penelitian dikumpulkan melalui wawancara terhadap manajemen Hayashi Teppan dan pembagian kuisioner terhadap responden yang merupakan konsumen Hayashi Teppan. Pengujian hipotesis menggunakan analisis jalur dengan maksud untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap  variabel dependen.Bauran pemasaran pada Hayashi Teppan dinilai cukup baik oleh responden. Berdasarkan tanggapan responden, keputusan pembelian dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa bauran pemasaran yang terdiri dari location, pricing, product, promotion, dan relationship secara serempak berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian masakan Jepang di Hayashi Teppan dengan Fhitung = 34,073 dan nilai koefisien (R2) = 0,596, secara parsial pricing yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan pembelian dengan Thitung  =  5,027.Kata Kunci : bauran pemasaran, keputusan pembelian, analisis jalur ABSTRACTThe purpose of this research is to determine and analyze the effect of marketing mix on Japanese cuisine’s purchase decision in Hayashi Teppan, location of this research was conducted in mall's food court which located in Bandung city. The approach in this research is a case study which is supported by the survey. This research was done using descriptive and quantitative analysisData were collected through interviews with Hayashi Teppan management and questionnaire were shared to Hayashi Teppan consumers. Testing hypotheses using path analysis with a purpose to determine the effect of independent variables on the dependent variable.Marketing mix at Teppan Hayashi was considered good by the respondents. Based on respondents, purchase decisions are made to meet their needs.The result shows that marketing mix which consists of the location, pricing, product, promotion, and relationship simultaneously influence significantly to Japanese cuisine’s purchase decision in Hayashi Teppan with Fvalue = 34,07 and coefficient (R2) = 0,596, pricing partially dominant influence on purchasing decisions with Tvalue  =  5,027Keywords : marketing mix, purchase decision, path analysis.

Page 1 of 2 | Total Record : 11