cover
Contact Name
Muh. Sudirman
Contact Email
muh.sudirman@unm.ac.id
Phone
+6281355035326
Journal Mail Official
tomalebbi@unm.ac.id
Editorial Address
Jurusan PPKn dan Hukum FIS-H UNM, Gedung FIS UNM Lt. 1 Jalan Raya Pendidikan No. 1 Kampus UNM Gunungsari Baru, Makassar 90222
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
TOMALEBBI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Hukum, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)
ISSN : 23556439     EISSN : 29623685     DOI : https://doi.org/10.56680/jt.v12i4
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Tomalebbi merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan Hukum dengan fokus dan ruang lingkup kajian adalah pemikiran dan hasil penelitian hukum yang berkaitan dengan Ilmu Hukum, Hukum Adat, Hukum Islam, Hukum Ekonomi, Hukum Tata Negara, Perbandingan Hukum, Hukum Pidana, Hukum Perdata, Ilmu Pendidikan, Teknologi pendidikan dan pemebelajaran, Manajemen Pendidikan, Media pembelajaran, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Volume IV, Nomor 1, Maret 2017" : 15 Documents clear
STUDI TENTANG KOMPOTENSI PEDAGOGIK BAGI GURU PPKN YANG SUDAH TERSERTIFIKASI DI SMA NEGERI 1 ANGGERAJA KABUPATEN ENREKANG DJAPAR .; ANDI KASMAWATI
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.518 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui penguasaan kompetensi pedagogik guru  yang sudah sertifikasi di SMA Negeri 1 Anggeraja dan, 2) Kendala yang dihadapi guru yang sudah sertifikasi dalam pelaksanaan kompetensi pedagogik mengajaranya pada SMA Negeri 1 Anggeraja. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan data deskripsi Kualitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan  metode   dokumentasi, observasi, dan wawancara. Data yang diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui kompotensi pedagogik bagi  guru  PKn yang sudah  tersertifikasi  Di SMA Negeri 1 Anggeraja Kabupaten Enrekang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1. Penguasaan kompetensi pedagogik guru yang sudah sertifikasi di SMA Negeri 1 Anggeraja tergolong tinggi berdasarkan alat ukur dari penguasaan kompetensi pedagogik yang harus dikuasai guru yang sudah sertifikasi meliputi menguasai karakteristik peserta didik, memanfaatkan TIK untuk kepentingan pembelajaran, dan menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar. 2. Kendala yang dihadapi guru yang sudah sertifikasi dalam pelaksnaan kompetensi pedagogik mengajaranya pada SMA Negeri 1 Anggeraja meliputi a) Adanya Guru Yang Tidak Menguasai Teknik Penilaian, b) Adanya Guru Yang Pesimis Terhadap Keadaan Peserta Didik, c) Adanya Kurikulum Yang Selalu Berubah, dan d) Kurang Maksimal Menguasai Teori Dan Prinsip-Prinsip Pembelajaran.Kata Kunci: Pembuatan Sertifikat Hak Atas Tanah   ABSTRACT: This study aims to find out: 1) Understanding of the law of the community of Sub-District of Mataran Kecamatan Anggeraja Enrekang Regency in Certifying the Right of Owned Land. 2) Factors that affect Understanding the legal community Mataran Village District Anggeraja Enrekang District in Certifying the Right to Land Owned. 3) Efforts made by the government in providing legal understanding to the community of Sub-District of Mataran Kecamatan Anggeraja Enrekang Regency in Menserkan Hak Hak Tanah Tanah. This research is descriptive qualitative research and data type in this research is primary data and secondary data. Primary data were obtained from several informants selected intentionally with krikteria based on the environment in Tingal Kelurahan Mataran and the community who own and did not have the certificate of land rights. Secondary data were obtained from the Enrekang District Agrarian Land Agency and the literature related to land titling. Data collection in the form of interview and documentation. The result of research shows that: 1) The understanding of community law in Mataran Sub-district in the making of land title certificate is low, generally the informant community does not know about the procedure in making the land title certificate. 2) Factors affecting legal understanding of Mataran society such as lack of people's desire to find out about the legal basis that became the benchmark in the making of land title certificate, cost factor and there is no legal socialization from the government of National Land Agency of Enrekang Regency in making certificate of rights soil. 3) There is no effort made by the government in providing legal understanding, to the community in the certification of rights to land. Keywords: Making Certificate of Land Right
PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS X.1 SMA NEGERI 1 MARE.KAB BONE ARFANDI ARDI; HASNAWI HARIS
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.472 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan utnuk mengetahui penigkatan motivasi belajar siswa melalui model pembelajaran kooperatif tipe group investigation pada mata pelajaran PKn di Kelas X.1 SMA Negeri 1 Mare Kab. Bone yang berjumlah 40 siswa. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah diskriptif dengan penilitian tindakan kelas (PTK). Satu RPP dengan kompetensi dasar yakni mengganalisis sistem politik indonesia. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis ini dilakukan dengan deskriftif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Motivasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan model pembelajaran koopertaif tipe group investigation pada mata pelajaran PKn di Kelas X.1 SMA Negeri 1 Mare Kab. Bone. Pada Siklus I, capaian peningkatan untuk kelima indikator keberhasilan adalah 60%, sedangkan pada Siklus II terjadi peningkatan 100% dengan nilai ketuntasan 85%. Peningkatan motivasi belajar tersebut terutama pada indikator keberhasilan yakni 1.menyukai/senang belajar,2. kemauan dan keinginan belajar, 3. minat terhadap pelajaran, 4. penghargaan belajar, 5. dukungan lingkungan kelas yang kondusif.Kata Kunci : Model Pembelajaran Group Investigation, Motivasi BelajarABSTRACT: This study aims to determine penigkatan student learning motivation through cooperative learning model type investigation on the subject of Civics in Class X.1 SMA Negeri 1 Mare Kab. Bone which amounted to 40 students. The approach used in this research is descriptive with research of class action (PTK). One RPP with basic competence that is mengganalisis political system of Indonesia. Data were collected through observation, interviews, and documentation. This analysis is done by qualitative descriptive. The results showed that the students' learning motivation has improved with the model of coopertaf type study group investigation on the subjects of Civics in Class X.1 SMA Negeri 1 Mare Kab. Bone. In Cycle I, the achievement of improvement for the five success indicators is 60%, whereas in Cycle II there is a 100% increase with 85% completeness value. Increased motivation to learn is primarily on success indicators that 1. 1. enjoy / enjoy learning, 2. willingness and willingness to learn, 3. interest on learning, 4. learning awards, 5. support a conducive classroom environment. Keywords: Learning Group Investigation Model, Learning Motivation
DAMPAK GAME ONLINE TERHADAP MORAL ANAK DI DESA MALILI KECAMATAN MALILI KABUPATEN LUWU TIMUR NURLAELA .; SANGKALA IBSIK
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.852 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk : 1) mengetahui dampak game online terhadap moral anak di Desa Malili Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur . 2) menegetahui upaya orang tua dalam mengatasi perilaku yang tidak sesuai pada anak akibat seringnya memainkan game online di desa malili kecamatan malili kabupaten luwu timur. Untuk mencapai tujuan tersebut maka peneliti menggunakan teknik pengumpulan datadeskripsi kualitatif dengan proses pengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara,dan dokumentasi . Dengan sumber primer sebanyak 10 orang tua anak dan 10 orang anak. Data yang di peroleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif untuk mengetahui dampak game online terhadap moral anak di desa malili kecamatan malili kabupaten luwu timur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1. Bentuk perilaku moral pada anak yang di timbulkan akibat dari seringnya memainkan game online di desa malili kecamatan malili kabupaten luwu timur . meliputi (a). cenderung lebih malas belajar, (b) pikiran anak hanya focus pada game onliene , (c) perilaku emosional , (d) kurang peduli dengan lingkungan sekitarnya dan (e) belajar menegenal dunia internet . 2. Upaya orang tua dalam mengatasi perilaku yang tidak sesuai pada anak akibat seringnya memainakn game onlkine di desa malili kecamatan malili kabupaten luwu timur meliputi (a) meningkatkan pengawasan terhadap anak, (b) menerbitkan pengawasan terhadap anak , (c) memperketat peraturan di rumah ,(d) serta bekerja sama antara pihak sekolah. Kata Kunci      :   Game Online, Moral Anak  ABSTRACT: This study aims to: 1) know the impact of online games on children's morals in Malili Village, Malili District, East Luwu Regency. 2) to know the efforts of parents in dealing with inappropriate behavior in children due to frequent play online game in malili village, malili sub-district, east luwu regency. To achieve these objectives, the researchers used qualitative data collection techniques with data collection process using observation, interview, and documentation. With a primary source of 10 parent children and 10 children. The data obtained from the results of the study processed by using qualitative analysis to determine the impact of online games on child morals in malili village, malili sub-district, east luwu regency. The results showed that 1. The form of moral behavior in children who caused due to frequent play online game in malili village, malili sub-district, east luwu regency. includes (a). tend to be less lazy to learn, (b) the child's mind focuses only on onliene games, (c) emotional behavior, (d) is less concerned with the surrounding environment and (e) learns about the internet world. 2. Parental efforts to overcome inappropriate behavior in children due to frequent play of onlkine games in malili village, malili sub-district, east luwu regency, include (a) improving child control, (b) issuing supervision on children, (c) tightening regulations at home , (d) as well as working together between schools.Keywords: Online Game, Child Morale
KESADARAN HUKUM MASYARAKAT MENGENAI PEMBATASAN PERKAWINAN DIBAWAH UMUR DI DESA KUPA KECAMATAN MALLUSETASI KABUPATEN BARRU HARIATI .; MUHAMMAD SUDIRMAN
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.614 KB)

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran hukum masyarakat mengaenai pembatasan perkawinan di bawah umur dan faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran hukum masyarakat mengenai pembatasan perkawinan di bawah umur di Desa Kupa Kecamatan Mallusetasi Kabupaten Barru. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sumber data primer melalui wawancara dengan pelaku perkawinan di bawah umur, orang tua pelaku perkawinan di bawah umur, Kepala KUA setempat dan Pegawai Pembantu Pencatat Nikah (PPPN) setempat. Data yang telah diperoleh dari hasil penelitian diolah dengan menggunakan analisis kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) tingkat pengetahuan masyarakat mengenai perkawinan di bawah umur ini masih kurang, rendahnya tingkat pengetahuan orang tua, anak dan masyarakat menyebabkan kecenderungan menikahkan ankanya yang masih di bawah umur. (2) Faktor yang mempengaruhi tingkat kesadaran hukum masyarakat mengenai perkawinan di bawah umur yaitu (a) faktor ekonomi, (b) faktor rendahnya tingkat pengetahuan, (c) faktor kemauan sendiri, serta (d) faktor pergaulan bebas.Kata Kunci: Pembatasan Perkawinan Dibawah Umur   ABSTRACT: This study aims to determine the level of legal awareness of the community regarding the limitation of underage marriage and the factors that affect the level of legal awareness of the community regarding the limitation of underage marriage in the village of Kupa Mallusetasi District Barru regency. Sources of data used in this study are primary data sources through interviews with underage marriage offenders, underage marriage parents, local KUA Chief and a local Marriage Assistant Officer (PPPN). The data that have been obtained from the research results are processed by using qualitative analysis. The results of this study indicate that: (1) the level of public knowledge about underage marriage is still lacking, the low level of knowledge of parents, children and society causes the tendency to marry ankanya who are still under age. (2) Factors affecting the level of legal awareness of the community regarding underage marriage are (a) economic factors, (b) factors of low knowledge level, (c) own volitional factors, and (d) free association factors.Keywords: Restriction of Underage Marriage
PEMBINAAN ANAK JALANAN BERDASARKAN PERATURAN DAERAH NO. 2 TAHUN 2008 DI KOTA MAKASSAR HAMSYUKUR .; FIRMAN UMAR
Jurnal Tomalebbi Volume IV, Nomor 1, Maret 2017
Publisher : Jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.084 KB)

Abstract

ABSTRAK : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Bagaimana bentuk pembinaan anak jalanan berdasarkan Peraturan Daerah No.2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan di Kota Makassar. 2) Bagaimanakah daya dukung pembinaan anak jalanaan berdasarkan Peraturan Daerah No.2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan di Kota Makassar. 3) Apakah yang menjadi kendala dalam penerapan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan di Kota Makassar. Teknik pengumpulan data yang di gunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif yang dimaksudkan untuk mengetahui secara utuh bagaimana proses atau tahapan pembinan anak jalanan yang telah dilakukan oleh dinas sosial Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah orang-orang (instansi) yang terkait dengan pembinaan anak jalanan yakni Dinas Sosial Kota Makassar. Dalam hal ini adalah Kepala Rehabiltasi Sosial Dinas Sosial Kota Makassar, Kepala Seksi Pembinaan Anak Jalanan di Kota Makassar, dan Pegawai Dinas Sosial Kota Makassar yang terjun langsung dalam proses pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2008. Berdasarkan hasil penelitian, menunjukkan bahwa: 1) Bentuk pembinaan anak jalanan yang dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Makassar sebagai implementasi Peraturan Daerah No.2 Tahun 2008, mencakup : a) Rehabilitasi sosial; b) pemberdayaan, c) bimbingan lanjutan, dan d) partisipasi masyarakat. 2) Daya dukung yang dimiliki Dinas Sosial Kota Makassar dalam pembinaan anak jalanaan berdasarkan Peraturan Daerah No.2 Tahun 2008, meliputi : a) tersedianya regulasi atau peraturan perundangan terkait dengan pembinaan anak jalanan, b) terjalinnya kerjasama dengan pihak swasta, utamanya perusahaan swasta yang mau menampung anak jalanan yang telah menjalani pelatihan,  c) tersedianya petugas lapangan dalam pembinaan anak jalanan, dan d) tersedianya sarana-prasarana dalam mendukung pembinaan anak jalanan. 3) Kendala yang dihadapi Dinas Sosial Kota Makassar dalam penerapan Peraturan Daerah No. 2 Tahun 2008 tentang Pembinaan Anak Jalanan, berupa : a) urbanisasi yang tinggi utamnaya dari daerah sekitar (Maros, Pangkep, Gowa, Takalar, Jeneponto); b) kondisi keluarga yang miskin; c) kondisi sosial berupa sempitnya peluang pekerjaan; d)  perubahan sosial berupa memudarnya nilai kerja keras, mentalitas menerabas, dan mental peminta-minta.Kata Kunci : Anak Jalanan ABSTRACT: This study aims to determine: 1) How the form of street children development based on Local Regulation No.2 Year 2008 on the Development of Street Children in Makassar. 2) What is the carrying capacity of the children's guidance based on Local Regulation No.2 Year 2008 on the Development of Street Children in Makassar City. 3) What are the obstacles in the implementation of Local Regulation no. 2 Year 2008 on the Development of Street Children in Makassar. Data collection techniques that are used are observation, interview and documentation. While the data analysis techniques used in this study is descriptive qualitative analysis intended to know the whole how the process or stage of street children who have been done by the social office of Makassar City. The population in this study are the people (agencies) associated with the guidance of street children namely Makassar Social Service Office. In this case is the Head of Social Rehabilitation of Makassar City Social Service, Head of Section of Street Children Development in Makassar City, and Social Service Officer of Makassar City who directly participated in the implementation process of Regional Regulation No. 2 Year 2008. Based on the research result, the guidance of street children conducted by the Social Service of Makassar City as the implementation of Regional Regulation No.2 Year 2008, includes: a) Social rehabilitation; b) empowerment, c) further guidance, and d) community participation. 2) The carrying capacity of Makassar City Social Office in the guidance of the children of the road based on the Regional Regulation No.2 Year 2008, covering: a) the availability of regulation or regulation related to the guidance of street children, b) the establishment of cooperation with private parties, willing to accommodate street children who have undergone training, c) the availability of field officers in the guidance of street children, and d) availability of facilities to support the construction of street children. 3) Obstacles faced by the Social Service of Makassar City in the implementation of Local Regulation no. 2 Year 2008 on the Development of Street Children, in the form of: a) high urbanization utamnaya from the surrounding areas (Maros, Pangkep, Gowa, Takalar, Jeneponto); b) poor family condition; c) social conditions in the form of narrow job opportunities; d) social change in the form of the waning of hard work value, the mentality of the crush, and the mentality of the beggar.Keywords: Street Children

Page 2 of 2 | Total Record : 15