cover
Contact Name
Tsania Faza
Contact Email
-
Phone
08111400115
Journal Mail Official
mji@ui.ac.id
Editorial Address
Education Tower 6th floor, IMERI building, Faculty of Medicine Universitas Indonesia, Jalan Salemba Raya 6, Jakarta, 10430, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Medical Journal of Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 08531773     EISSN : 22528083     DOI : 10.13181
Core Subject : Health,
This quarterly medical journal is an official scientific journal of the Faculty of Medicine Universitas Indonesia in collaboration with German-Indonesian Medical Association (DIGM) Indexed in: IMSEAR; CAB Abstracts; Global Health; HINARI; DOAJ; DRJI; Google Scholar; JournalTOCs; Ulrichsweb Global Serial Directory; WorldCat; New Jour; Electronic Journals Library; ISJD Accredited (2013-2018) by DIKTI Kemendikbud Republik Indonesia (No:58/DIKTI/Kep/2013)
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (1995): July-September" : 10 Documents clear
Initiation of international collaborative study on breast cancer between Japan and Indonesia
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.908

Abstract

[no abstract available]
Planning, organizing and management of the collaborative project on breast cancer
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.909

Abstract

[no abstract available]
Breast cancer case control study: Conceptual framework and epidemiological study design
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.910

Abstract

Suatu penelitian kanker payudara secara multi disipliner telah dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr.Cipto Mangunkusumo Jakarta dari lahun 1988 sampai tahun 1991. Bagian studi epidemiologi dari proyek ini mempergunakan disain Case'Control dalam upaya penilaian pengaruh berbagai faktor kausal untuk kejadian kanker payudara di kalangan wanita Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya maupun literatur yang ada, telah disusun suatu konsep yang spesifik bagi penelitian ini. Kerangka konsep penelitian ini menyoroti hubunganyang diperkirakan ada dalam perkembangan kanker payudara dengai fahor-fahor berikut: 7) keturunan genetik dalam keluarga, 2) pajanan hormonal, baik intrinsik maupun ekstrinsik, i) penumpukai lemaktubuh, 41 trauma dan pajanan langsung lainnya atas jaringan payudara, 5) pota hidup yang spesifik. Penelitian ini melibatkan 300 kasus baru kanker payudara dan 600 kontrol serasi yang dipitih dari pengunjung bukan tumor d.i RSCM pada periode waktu yang sama. Faktor penentu keserasian kontrol adalah kelompok usia dan status sosial ekonomi
Clinicopathological aspects of breast cancer: A joint study between Indonesia and Japan
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.911

Abstract

Masalah penatalaksanaan klinik dari kanker payudara tetap penting dalam hal diagnosis dan pengobatan. Telah disarankan oleh penelitian-penelitian terdahulu bahwaperlu dipikirkan dua subset kankerpayudara, yaitu penyakit yang agresif danyang pertumbuhan­ nya tidak nyata secara klinis (indolen). Oleh karena itu, penelitian aspek klinikopatologik kankerpayudara berkaitan denganfenomena semacam itu menjadi penting untuk dilakukan pada wanita Indonesia juga. Bersamaan dengan penelitian epidemiologik secara kasus-kontro 300 kasus kanker payudara telah dianalisa terhadap aspek klinikopatologiknya. Semua kasus dievaluasi secara klinis menggunakan klasifikasi intemasional TNM dan Manchester yang baku dan secara histopatologik menggunakan modifikasi klasifikasi WHO seperti yang dianjurkan oleh Perhimpunan Kanker Payudara Jepang. Protokol penatalaksanaan kanker payudara dari Perhimpunan Ahli Bedah Onkologi Indonesia yang disesuaikan dengan pedoman yang diterima secara luas diterapkan seperlunya. Hasilnya menunjukkan bahwa kasus-kasus kanker payudara paling sering ditemukan pada golongan umur dibawah 35 tahun dan di antara 40 dan 44 tahun. Sebagian besar (87 %)pada stadium lanjut (stadium IJIA, IIIB dan!V) sedangkan hanya 13 % pada stadium dini (stadium I,2,3 dan stadium 4). Di antara 300 kasus hanya 110 kasus yang operabel. Prosedur bedah yang diterapkan adalah sebagai berikut: mastektomi radikal pada 50 kasus (16.6 %), mastektomi sederhana pada 40 kasus (13.37 %) dan bedah konservasi payudara pada 2 kasus (0.67 %). Kejangkitan kelenjar getah bening ditemukan pada 20 dari 50 kasus dengan mastektomi radika dan jumlah rata-rata kelenjar getah bening yang didiseksi adalah 6.8. Sebagian besar (88.33 %) adalah karsinoma duktal invasif dan sisanya jenis khusus (9.67 %) dan karsinoma non-invasif (1.33 %). Dua kasus (0.67 %) adalahpenyakit Paget payudara. Di antara karsinoma duktal invasif jenis skirus merupakan jenis yang paling sering (49 %). Abstracts Theproblem of clinical management of breast cancer remains important in respect toboth diagnosis and treatment. It has been suggested from earlier studies that two subsets of breast cancer might be considered, namely the agressive disease and the indolent one. Therefore, the study of clincicopathological aspects of breast cancer in respect to suchphenomena became important to be conducted in Indonesian females as well. In parallell to the epidemiological case-control study, 300 breast cancer cases have been analyzed for their clinicopathological aspects. All cases were evaluated clinically using standard International TNM and Manchester Classification and histopathologically using modified WHO classification as recommended by the Japanese Breast Cancer Society. Breast cancer management protocols of the Indonesian Surgical Oncology Association as adapted from the widely accepted standards were applied accordingly. The results showed that the breast cancer cases were mostly found in the age group under 35 years and between 40 to 44 years. The majority (87 %) were in advanced stage (stage II/A, IIIB and IV) while only 13 % were in early stage (stage I, JI). Out of 300 cases only 110 cases were operable. The surgical procedures which were applied were asfollows: radical mastectomy on 50 cases (16.6 %), simple mastectomy on 40 cases (13.37 %) and breast conserving surgery on 2 cases (0.67 %). Lymph node involvement was found in 20 out 50 cases with radical mastectomy, and the average number of dissected lymph nodes were 6.8. The majority (88.33 %) was of invasive ductal carcinoma and the rest were special types (9.67 %) and non-invasive carcinoma (1.33 %). Two cases (0.67 %) were Paget' s disease of the breast. Among the invasive ductal carcinoma the scirrhous type was the most common type (49 %). Keywords: breast cancer, clinicopathological aspects, surgical procedures
Pathological aspects of breast cancer in Indonesian females, emphasizing on the modified W.H.O. classifïcation
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.912

Abstract

[no abstract available]
Epidemiological analysis of risk factors for breast cancer in Indonesian females
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.913

Abstract

Untuk menetapkan falaor-faktor risiko pada perkembangan kanker payudara dilakukan penelitian epidemiologik selama 3 tahun yang termasuk pada penelitian kerjasama antara Indonesia dan Jepang. Metoda kasus-kontrol dipilih dan digunakan penderita yang mengunjungi Rumah Sakit Pusat Nasional Dr.Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Tiga ratus kasus kanker payudara yang baru dan diperkuat dengan pemeriksaan hislopatologik diadu berpasangan, menurut umur (+ l- 3 tahun) dan status sosioekonomilç dengan 600 kontroL. Data yang dikumpulkan adalah data demografik, pajanan terhad,ap radiasi, hubungan genetilç pola makanan dan kebiasaan hidup lainnya.Analisa data dilakukan dengan cara univariat. Hasilnya menunjukkan bahwa beberapa faktor meningkatkan resiko kanker payudara, yaitu trauma pada payudara, berat badan rendah, menopause yang alamiah menopause yang diinduksi, jumlah kehamilan rendah (1-2 knli), masd menyusukan bayi yang singkat (kurang clari 4 bulan), hubungan keluarga dekat ilengan penderita kanker payudara dan konsumsi makanan berlemak. Faktor-faktor yang menurunkan risiko kanker payudara adalah status perkawinan yang berpisah, keadaan menduda, beral badan berlebiha4 siklus haid tidak teratur. Disimpulkan bahwa faktor risiko yang paling mencolok adaLah 1). menopause yang diinduksi dan 2). masa menyusui bayi singkat (latrang dari 4 bulan) (Risiko Relatif masing-masing 5.96 dan 5,44). Peningkatan risiko kanker payudara dua sampai tiga kali pada keadaan berat badan rendah dan konsumsi makanan berlemak(Risiko Relatif masing-masing 2.85 d,an 2.63). Oleh karena konsumsi makanan berlemak merupakan salah satu faktor risiko yang bermakna, penelitian diperpanjang dengan analisa gizi yang lebih lanjut.
Epidemiologic risk factors for breast cancer related to menopausal status in Indonesia
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.914

Abstract

Untuk meneliti faktor risiko kanker payudara yang berkaitan dengan status menopause, dilakukan penelitian kasus kontrol pada rumah sakit di Indonesia. Pada 300 kasus dan 600 kontrol yang berpasangan menurul umur dan keadaan sosial ekonomi dilakukan wawancara . Kasus dan kontrol dikelompokkan berdasarkan status menopausenya dan dianalisis terpisah. Diperoleh temuan-temuan bermakna berikut ini.Di antara penderita kanker payudara pra menopause ditemukan peningkatan risikopada yang mengalami trauma payudara (RR: 2,62; 95% JK: 1,09-6,31), menggunakan kontrasepsi oral (4,96; 1,51-16,24), mengkonsumsi susu (1,81; 1,01-3,35 konsumsi tiap hari versus nir konsumsi), makan buah sega r (2,42; 1,16-5,05, 3-4x per minggu versus kurang dari seka li per minggu). Penurunan risiko ditemukan pada wanita pengkonsumsi sayuran tiap hari (0,34; 0,15-0,77, konsumsi tiap hari versus tidak tiap hari). Di antara penderita kanker payudara pasca menopause ditemukan peningkatan risiko pada wanita dengan usia menard1e 15 tahun atau lebih (2,25 ·1,35-3,76), haid teratur setelah usia 30 tahun (4,61-· 2,45-8,67), konsumsi susu (5,84; 2,92-11,66, konsumsi tiap hari versus nir konsumsi). Penurunan risiko ditemukan pada wanita yang cerai atau janda (0,33; 0,18-0,58), jumlah melahirkan hidup atau bayi yang disusuinya tinggi (0,32; 0,13-0,76), menyusui 6 atau lebih bayi versus tidak menyusui). Abstract To clarify the risk factors of breast cancer in premenopausal and postmenopausal women, a hospital-based case-control study was conducted in Indonesia. Three hundred inciden.t cases were inlerviewed and 600 controls were selected, matching for age and socio-economic class. Cases and controls were divided according to their menopausal status and analyzed separately. Following significant findi ngs were revea led. For premenopausal breast cancer, an increased risk was detected in women with breast trauma (adjus ted RR: 2.62; 95% Cl: 1.09-6.31), oral contraceptive u e (4.96,- 1.51-16.24), milk consumption (1.81; 1.01-3.35, daily intake vs no intake), fresh frui ts intake (2-42; 1.16-5.05, 3-4 times/week vs less than once/week intake). A decreased risk was detected in women with cooked-vegetable intake (0.34; 0.15-0.77, daily intake vs not daily intake). For postmenopausal breast cancer, an increased risk wasfound in women having menarche at the age of 15 years or over (2.25; 1.35-3.76), regular menstruation after thirty years old (4.61; 2.45-8 .67), milk consumption (5.84; 2.92-11.66, daily intake vs no intake), and a decreased risk in women who were divorced or widowed (0.33; 0. 18-0.58), and whose number of live birth or breast-fed children was high (0.32; 0.13-0.76, six or more breast-fed children vs no breast-fed child). Keywords :case-control study, pr emenopausal women, p ost menopausal women, breast cancer, risk factors
A case-control study of breast cancer among Japanese women in Tokyo
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.915

Abstract

Untuk meneliti faktor. risiko kanker payudara saat ini dilakukan penelitian kasus-kontrol pada rumah-sakit di Tokyo, dari tahun 1990 sampai 1991. Informasi mengenai faktor risiko potensial didapat dari kwesioner yang diisi sendiri oleh 5.084 pasien rawat jalan. Dari pasien tersebut didapat 300 kasus /canker payudara, dan dipilih 900 kontrol secara acak yang umunya sesuai. Temuan bermakna adalah: (a) semakin tinggijumlah kelahiran hidup, semakin kecil risikopada wanita pramenopause (risiko relatif (RR)yang disesuaikan untuk 3 atau lebih kelahiran hidup terhadap tanpa kelahiran hidup: 0,24; 95% interval kepercayaan (JK) : 0,08 - 0,65); (b)pada wanita pramenopause, siklus haid teratur meningkatkan risiko (RR yang disesuaikan: 2,50; 95% IK : 1,16-5,38), danpeningkatan lama siklus mengurangi risiko (P untuk kecenderungan linier < 0,05); (c)perokok masa kini mengalami peningkatan risiko (1,63; 1,11-2,39) untuk semua wanita, dan (2,73; 1,38-5,39) untuk wanita pasca menopause); (d) wanita yang kegemukan mengalami risiko lebih besar mendapat kanker payudara pasca menopause: RR yang disesuaikan untuk yang berbobot 70 kg atau lebih terhadap yang berbtH>ot 50 kg atau kurang adalah 4,82 (95% IK: 1,53-15,2); (e) semakin tua usia melahirkan anak pertama, semakin tinggi risiko kanker payudara pasca menopause (2,85; 1,16-6,99, dan 3,54; 1,03-12,2 untuk umur 30-34 dan 35 tahun atau lebih). Risiko kanker payudara pra menopause dan pascamenopause tidak berhubungan dengan riwayat kankerpayudara pada keluarga, riwayat penyakit payudara jinak, umur saat haid pertama dan menopause, la/etas kebiasaan minum alkohol dan tinggi badan. Abstract To explore the risk factors for recent female breast cancer, a hospital-based case-control study was conducted in Tokyo, from 1990 to 1991. Information on potential risk factors was obtained by a self-administered questionnaire from 5.084 out-patients. Of thepatients, 300 incident breast cancer cases were recruited, and 900 age-matched controls were randomly selected. Significant findings are: (a) the more the number of livebirths, the smaller the risk inpremenopausal women (adjusted relative risk (RR)for 3 or more births relative to none: 0.24; 95% confidence interval (CI): 0.08-0.65); (b) in premenopausal women, regular menstrual cycle increased the risk (adjusted RR: 2.50, 95% Cl: 1.16-5.38), and its increasing duration decreased the risk (Pfor linear trend
Pilot study of food consumption pattern: Assessment of validity of dietary history method
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.916

Abstract

[no abstract available]
Preliminary analysis of nutritional factors in breast cancer
Medical Journal of Indonesia Vol. 4 No. 3 (1995): July-September
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.v4i3.917

Abstract

Data epidemiologi dan eksperimental menunjukkan bahwa ada hubungan antara keganasan dan faktor gizi. Baik keganasan maupun faktor gizi merupakan bidang yang kompleks, oleh karena itu mempelajari hubungan antara keganasan danfaktor gizi tidaklah mudah. Pada umumnya telah diketahui, bahwa diperlukan waktuyang lama untuk suatupertumbuhan ganas. Data gizi, terutama catatan tentang apa yang telah dimakan oleh seseorang untuk jangka waktu yang lama sulit didapat secara akurat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan cara yang cukup baik untuk dapat menjelaskan tentang adanya hubungan antara keganasan danfaktor gizi pada penderita kanker payu dara dengan menggunakan metode "Food Frequency Questionaire" untuk periode-periode terlentu dalam kehidupan penderita. Penelitian ini merupakan suatu penelitian "Case Control" yang dilakukan pada 20 triplets (1 kasus, berpasangan dengan 2 kontrol) penderita kanker payudara yang berobat jalan di Rumah Sakit Mangunkusumo Jakarta. "Food frequency amount" dari empat waktu kehidupan yaitu sebelum dan sesudah menikah, Lima dan sepuluh tahun sebelum diketahuinya penyakit dilakukan pada penderita dan mencakup 98 bahan makanan. Respons yang sama untuk I 0 bahan makanan (10.2%) diamati pada periode sebelum dan sesudah menikah, sedangkan 89.8% bahan makanan mendapat respons yang sama pada periode lima dan sepuluh tahun sebelum diketahuinya penyakit. Tidak terdapat jawaban untuk 19 bahan makanan dan respons cukup baik didapatkan untuk pertanyaan tentang tujuh cara memasak. Dapat disimpulkan bahwa waktu p ernikahan merupakan saat yang baik dipakai sebagai patokan waktu untuk bertanya tentang pola makan, terutama bila menyangkut masa yang cukup panjang/lama . Sembilan belas bahan makanan yang tidak mendapat respons (karena sangat jarang dikonsumsi) akan dikeluarkan dari daftar pertanyaan "Food Frequency amount". Penelitian ini dilanjutkan dengan menggunakan pertanyaan yang telah disesuaikan dengan hasil sementara ini. Abstract Epidemiological and experimental data indicate that cancer could be linked to nutritional factors. Both nutrition and cancer are complex subjects, therefore to investigate the link between cancer and nutrition is not an ea.ry task. It is generally believed that cancer needs a long time to develop. On the otHer hand, and accurate dietary records over a long period of time is difficult to obtain. The aim of this study is ta find a method which is able to give a better estimate in elucidating a cancer-diet relationship inpatients with breast cancer, using a modified food frequ ency questionaires for specif ic time periods. A total of twenty tiplets (one case, two matched controls) nutrit ional forms were done during a pilot case-control study on breast cancer in Cipto Mangunkumo Hospital, Jakarta. Using Food Frequency Amount (FFA) questionaire of 4 different p eriods: before and after marriage, five and ten years before disease occurence, a total of 98food items were covered. Identical responses to FFA between before and after marriage werefound only among 10food items (10.2 %), while 89.8% figur e was obtained between the five and ten year periods . No responses to 19 food items by all 60 respondents but quite good response to seven different cooking preferences questionaires. It is concluded that time of ma"iage can be used as milestone in interviewing dietary patt ern. Ninet een food items would be dropped outfrom the questionaire. The implementation of the definitive study is now in progress. Keywords: dietary assessment, nutrients, breast cancer, care-control study

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

1995 1995


Filter By Issues
All Issue Vol. 34 No. 3 (2025): September Vol. 34 No. 2 (2025): June Vol. 34 No. 1 (2025): March Online First Vol. 33 No. 4 (2024): December Vol. 33 No. 3 (2024): September Vol. 33 No. 2 (2024): June Vol. 33 No. 1 (2024): March Vol. 32 No. 4 (2023): December Vol. 32 No. 3 (2023): September Vol. 32 No. 2 (2023): June Vol. 32 No. 1 (2023): March Vol. 31 No. 4 (2022): December Vol. 31 No. 3 (2022): September Vol. 31 No. 2 (2022): June Vol. 31 No. 1 (2022): March Vol. 30 No. 4 (2021): December Vol. 30 No. 3 (2021): September Vol. 30 No. 2 (2021): June Vol. 30 No. 1 (2021): March Vol. 29 No. 4 (2020): December Vol. 29 No. 3 (2020): September Vol. 29 No. 2 (2020): June Vol. 29 No. 1 (2020): March Vol. 28 No. 4 (2019): December Vol. 28 No. 3 (2019): September Vol. 28 No. 2 (2019): June Vol. 28 No. 1 (2019): March Vol. 27 No. 4 (2018): December Vol. 27 No. 3 (2018): September Vol. 27 No. 2 (2018): June Vol. 27 No. 1 (2018): March Vol. 26 No. 4 (2017): December Vol. 26 No. 3 (2017): September Vol. 26 No. 2 (2017): June Vol. 26 No. 1 (2017): March Vol. 25 No. 4 (2016): December Vol. 25 No. 3 (2016): September Vol. 25 No. 2 (2016): June Vol. 25 No. 1 (2016): March Vol. 24 No. 4 (2015): December Vol. 24 No. 3 (2015): September Vol. 24 No. 2 (2015): June Vol. 24 No. 1 (2015): March Vol. 23 No. 4 (2014): November Vol. 23 No. 3 (2014): August Vol. 23 No. 2 (2014): May Vol. 23 No. 1 (2014): February Vol. 22 No. 4 (2013): November Vol. 22 No. 3 (2013): August Vol. 22 No. 2 (2013): May Vol. 22 No. 1 (2013): February Vol. 21 No. 4 (2012): November Vol. 21 No. 3 (2012): August Vol. 21 No. 2 (2012): May Vol. 21 No. 1 (2012): February Vol. 20 No. 4 (2011): November Vol. 20 No. 3 (2011): August Vol. 20 No. 2 (2011): May Vol. 20 No. 1 (2011): February Vol. 19 No. 4 (2010): November Vol. 19 No. 3 (2010): August Vol. 19 No. 2 (2010): May Vol. 19 No. 1 (2010): February Vol. 18 No. 4 (2009): October-December Vol. 18 No. 3 (2009): July-September Vol. 18 No. 2 (2009): April-June Vol. 18 No. 1 (2009): January-March Vol. 17 No. 4 (2008): October-December Vol. 17 No. 3 (2008): July-September Vol. 17 No. 2 (2008): April-June Vol. 17 No. 1 (2008): January-March Vol. 16 No. 4 (2007): October-December Vol. 16 No. 3 (2007): July-September Vol. 16 No. 2 (2007): April-June Vol. 16 No. 1 (2007): January-March Vol. 15 No. 4 (2006): October-December Vol. 15 No. 3 (2006): July-September Vol. 15 No. 2 (2006): April-June Vol. 15 No. 1 (2006): January-March Vol. 14 No. 4 (2005): October-December Vol. 14 No. 3 (2005): July-September Vol. 14 No. 2 (2005): April-June Vol. 14 No. 1 (2005): January-March Vol. 13 No. 4 (2004): October-December Vol. 13 No. 3 (2004): July-September Vol. 13 No. 2 (2004): April-June Vol. 13 No. 1 (2004): January-March Vol. 12 No. 4 (2003): October-December Vol. 12 No. 3 (2003): July-September Vol. 12 No. 2 (2003): April-June Vol. 12 No. 1 (2003): January-March Vol. 11 No. 4 (2002): October-December Vol. 11 No. 3 (2002): July-September Vol. 11 No. 2 (2002): April-June Vol. 11 No. 1 (2002): January-March Vol. 10 No. 4 (2001): October-December Vol. 10 No. 3 (2001): July-September Vol. 10 No. 2 (2001): April-June Vol. 10 No. 1 (2001): January-March Vol. 9 No. 4 (2000): October-December Vol. 9 No. 3 (2000): July-September Vol. 9 No. 2 (2000): April-June (Special Issue: Skin Cancer) Vol. 9 No. 1 (2000): January-March Vol. 8 No. 4 (1999): October-December Vol. 8 No. 3 (1999): July-September Vol. 8 No. 2 (1999): April-June (Special Issue: Breast Cancer) Vol. 8 No. 1 (1999): January-March (Special Issue: Implant Contraceptive) Vol. 7 No. 4 (1998): October-December Vol. 7 No. 3 (1998): July-September Vol. 7 No. 2 (1998): April-June Vol. 7 (1998): Supplement 1 Vol. 7 No. 1 (1998): January-March Vol. 6 No. 4 (1997): October-December Vol. 6 No. 3 (1997): July-September Vol. 6 No. 2 (1997): April-June Vol. 6 No. 1 (1997): January-March Vol. 5 No. 4 (1996): October-December Vol. 5 No. 3 (1996): July-September Vol. 5 No. 2 (1996): April-June Vol. 5 No. 1 (1996): January-March Vol. 4 No. 4 (1995): October-December Vol. 4 No. 3 (1995): July-September Vol. 4 No. 2 (1995): April-June Vol. 4 No. 1 (1995): January-March Vol. 3 No. 4 (1994): October-December Vol. 3 No. 3 (1994): July-September Vol. 3 No. 2 (1994): April-June Vol. 3 No. 1 (1994): January-March Vol. 2 No. 1 (1993): January-March Vol. 1 No. 3/4 (1992): July-December Vol. 1 No. 2 (1992): April-June Vol. 1 No. 1 (1992): January-March More Issue