cover
Contact Name
Sunandar Macpal
Contact Email
macpal@iaingorontalo.ac.id
Phone
+6282194001028
Journal Mail Official
farabi@iaingorontalo.ac.id
Editorial Address
IAIN Sultan Amai Gorontalo Jl. Gelatik, No. 1, Heledulaa Utara, Kota Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Farabi
ISSN : 19070993     EISSN : 24428264     DOI : -
Core Subject : Religion,
Farabi is an academic journal published by the LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo, INDONESIA. Farabi published twice a year (every six months, ie Juni aThis journal focuses on Ushuluddin and Islamic Thought. It dedicates as public space to develop and promote Islamic thought, idea, and philosophy based on the original research and current issues which are underlying the value of tolerance and moderation, such as the following but not limited to these specific issues.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10 No 2 (2013): AL-Farabi" : 6 Documents clear
STUDI KRITIK KITAB TUHFAT AL-AHWADZÎ SYARH JÂMI’ AL-TIRMIDZÎ KARYA AL-MUBARAKFURY Muhammad Khadhary
Farabi Vol 10 No 2 (2013): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kitab Tuhfat al-Ahwadzîbukan hanya memuat syarah matan, melain-kan memuat juga biografi periwayat hadis, terutama periwayat-periwayat dari al-Tirmîdzî. Sebelum mensyarah matan, diawali dengan penjelasan tentang periwayat-periwayat hadis yang akan disyarah, khususnya kredibilitasnya dalam periwayatan hadis, termasuk kritik ulama hadis terhadap mereka. Adapun syarah matannya ditinjau dari aspek bahasanya kemudian dikaitkan dengan dalil-dalil lain, ditambah dengan pendapat-pendapat ulama yang tidak disebutkan oleh al-Tirmîdzî dalam kitab Sunannya.
KEDUDUKAN DAN FUNGSI KAIDAH-KAIDAH TAFSIR Tasbih Tasbih
Farabi Vol 10 No 2 (2013): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kaidah-kaidah tafsir adalah aturan-aturan atau azas-azas yang dijadikan dasar atau landasan operasional penafsiran al-Qur’an. Kajian ini memaparkan beberapa macam kaidah tafsir yang diharapkan dapat mengungkap kedudukan dan fungsinya.
ALTERNATIF SOLUSI KONFLIK AGAMA DI INDONESIA Muh - Rusli
Farabi Vol 10 No 2 (2013): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap agama mengandung ajaran “keselamatan dan penghargaan yang tinggi terhadap sesama manusia”. Ajaran agama tersebut memiliki peran yang signifan dalam membentuk prilaku penganutnya, tetapi dalam realitasnya tingkat pemahaman keagamaan yang berbeda terkadang menjadi pemicu konflik agama, walaupun agama bukanlah satu-satunya pemicu konflik di Indonesia. Untuk itu, penting untuk mengembalikan makna agama sebagai “jalan keselamatan”, mempertimbangkan penghapusan term agama samawi (langit) vs. wadh’i (bumi), term agama resmi negara vs. agama non-resmi negara, penguatan dialog dan kerja sama antar pemeluk agama, dan menggagas pendidikan berbasis perdamaian, sebagai alternatif solusi konflik agama di Indonesia. Tidak dinafikan pula pentingnya memaksimalkan peran seluruh komponen bangsa dalam mengantisipasi dan menyelesaikan konflik agama di Indonesia.
PETUNJUK RASULULLAH MENGENAI MUSYAWARAH DALAM PERSFEKTIF SEJARAH Syamzan Syukur
Farabi Vol 10 No 2 (2013): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rasulullah Saw. Adalah seorang yang paling sering mengadakan musyawarah, hal ini agar dijadikan teladan bagi umat sesudahnya. Perintah Allah kepada rasulnya agar bermusyawarah bukan berarti rasul membutuhkan pandangan atau pendapat mereka akan tetapi dimaksudkan bahwa musyawarah memiliki nilai yang lebih. Adapun mengenai konsep bagaimana seharusnya musyawarah dilaksanakan, nampaknya Rasulullah tidak memberikan pedoman yang khusus atau baku, ini merupakan isyarat dari Rasulullah untuk melaksanakan musyawarah sesuai dengan tuntutan zaman yang selalu berubah, sehingga sistem, cara dan metode musyawarah akan lebih bersifat variatif, fleksibel dan adaptif. Adapun ciri utama musyawarah adalah bersifat dialogis, sehingga memungkinkan muncul varian pendapat tentang masalah yang diskuskusikan dan memberi kesempatan untuk melihat urusan tersebut dari berbagai sudut pandang sesuai dengan perbedaan perhatian seseorang, tingkat pemikiran, latar belakang, pengalaman dan sebagainya. Dengan demikian maka keputusan yang diperoleh adalah berdasarkan persepsi yang sempurna dan konprehensif.Musyawarah merupakan inti ajaran ketuhanan atau tradisi kenabian atau sunnah Nabi karena itu musyawarah hendaknya dibudayakan dalam berbagai segmen kehidupan dan dalam setiap lapisan sosial baik dalam kultur kebangsaan, kerakyatan dan kekeluargaan maupun dalam struktur kelembagaan.
PROBLEMATIKA DAKWAH DAN HUBUNGANNYA DENGAN UNSUR-UNSUR DAKWAH Pattaling Pattaling
Farabi Vol 10 No 2 (2013): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islam dan dakwah adalah merupakan dua hal yang tak terpisahkan, karena tanpa dakwah, Islam tidak akan berkembang. Demikian pula dalam menyiarkan dakwah harus didukung oleh beberapa unsur dalam melaksanakan dakwah, karena apabila ada salah satu unsur yang tidak terlaksana maka akan mempengaruhi keberhasilan dakwah. Dengan demikian semua unsur harus dikuasai oleh para dai demi keberhasilan dakwahnya, walaupun dipengaruhi oleh beberapa problem, akan tetapi bisa di minimalisir masalah yang akan muncul. Karena pengaruh yang paling dominan adalah pengaruh melalui media. Oleh karena itu, tugas sebagai juru dakwah untuk memberantas hal-hal yang bertentangan dengan Al-Quran dan Hadis.
WAWASAN AL-QURAN TENTANG KHUSYU' Zulkarnain Suleman
Farabi Vol 10 No 2 (2013): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini memaparkan konsep khusyu’ menurut al-Quran. Al-Quran menggunakan kata khusyu’ tidak hanya berkenaan dengan manusia, tetapi juga berkaitan dengan alam semesta. Jika khusyu’ berarti ketundukan, kepatuhan dan kerendahan diri terhadap Tuhan, maka kekhusyuan alam semesta mengambil bentuk kepatuhan dalam mengikuti sistem keteraturan alam raya. Sementara kekhusyuan manusia berarti menaati keseluruhan ajaran Tuhan. Salat adalah salah satu bagian dari ajaran Tuhan yang bersifat ritual. Karena itu, salat pun dilakukan dengan penuh kerendahan diri, keteraturan mengikuti keseluruahn rangkaian-rangkaiannya. Thuma’ninah sebagai bentuk keteraturan pelaksanaan salat dikategorikan sebagai kekhusyu’an. Karena itu, salat tanpa thuma’ninah merupakan indikasi dari ketidakkhusyu’an. Jika thuma’ninah merupakan indikasi dari ketidakkhusyu’an, maka sesungguhnya yang khusyu’ itu adalah hati. Tegasnya, kekhusyu’an ada dalam hati, tetapi indikasinya ada dalam gerakan dan perilaku anggota badan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6