cover
Contact Name
Suwarsito
Contact Email
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.sainteks@ump.ac.id
Editorial Address
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan, PO BOX 202, Purwokerto 53182 Kembaran, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Sainteks
ISSN : 08521468     EISSN : 26860546     DOI : https://doi.org/10.30595/sainteks
Sainteks adalah jurnal yang menyajikan artikel hasil pemikiran dan penelitian di bidang sains dan teknologi. Sainteks merupakan jurnal peer reviewed dan open access. Sainteks diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Purwokerto. Sainteks mengundang para peneliti, dosen, dan praktisi di seluruh dunia untuk bertukar dan memajukan keilmuan di sains dan teknologi. Dokumen yang dikirim harus dalam format Ms. Word dan ditulis sesuai dengan panduan. Sainteks terbit 2 kali dalam setahun pada bulan Maret dan Oktober. Namun mulai tahun 2019 Sainteks terbit di bulan April dan Oktober.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 20, No 2 (2023): Oktober" : 9 Documents clear
Mean Square Error pada Metode Random dan Nguyen Widrow dalam Jaringan Syaraf Tiruan Hindayati Mustafidah; Selvia Nur Rohman
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19516

Abstract

Mean Square Error (MSE) merupakan salah satu ukuran kinerja jaringan syaraf tiruan berdasarkan rata-rata kuadrat kesalahan. Beberapa parameter jaringan yang terlibat dalam performa jaringan antara lain jumlah neuron, epoh, target eror, learning rate, serta metode penentuan bobot awal yang digunakan. Metode pembobotan awal dalam jaringan syaraf tiruan khususnya dalam algoritma Backpropagation, dikenal ada dua yaitu metode Random dan Nguyen Widrow. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian terhadap kedua metode pembobotan awal dalam pencapaian nilai MSE. Model neuron yang digunakan adalah 5-8-1. Data masukan dan data target diperoleh dengan cara membangkitkan bilangan random menggunakan software Matlab. Nilai MSE yang didapat dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji-t. Hasil dari analisis deskriptif diperoleh MSE pada metode Random sebesar 0.00019781325, sedangkan MSE pada metode Nguyen Widrow didapatkan sebesar 0.00016740400. Berdasarkan uji-t dengan menggunakan nilai alpha (α) = 5% diperoleh kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai MSE pada metode Random dengan metode Nguyen Widrow. Namun berdasarkan pengujian dengan menggunakan nilai alpha (α) = 20% menunjukkan bahwa metode Nguyen Widrow memiliki nilai MSE yang lebih kecil daripada metode Random.
Isolasi, Karakterisasi, dan Identifikasi Bakteri Aeromonas sp. pada Lele (Clarias sp.) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Noerhaliza Rachman Asriana Dwi; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito; Cahyono Purbomartono
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19557

Abstract

Budidaya lele (Clarias sp.) cukup prospektif untuk terus dikembangkan, tetapi di lapangan sering mendapat kendala, salah satunya adalah penyakit bakterial. Infeksi bakteri patogen pada ikan dapat menyebabkan munculnya gejala klinis bahkan kematian. Oleh karena itu, perlu diketahui jenis bakteri penyebab lele sakit agar dapat dilakukan upaya pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk isolasi, karakterisasi dan identifikasi bakteri penyebab penyakit pada lele. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan metode survei dan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling. Pengambilan sampel ditentukan dari satu kolam budidaya lele di Desa Singasari dan Cikawung, Banyumas. Uji postulat Koch dilakukan untuk membuktikan isolat bakteri yang diisolasi merupakan bakteri penyebab penyakit pada lele. Isolat yang telah diuji postulat Koch kemudian diidentifikasi secara morfologi dan biokimiawi. Hasil isolasi bakteri diperoleh 17 isolat dari daerah Singasari dan Cikawung. Sebanyak tujuh isolat dari dua tempat tersebut dilakukan uji lanjut. Hasil uji postulat Koch menunjukkan bahwa mortalitas ikan selama 14 hari pengamatan mencapai 60-100%. Gejala klinis eksternal yang muncul, yaitu hiperemia, hemoragik, depigmentasi, white spot, ulser, erosi, sirip progresif, abdominal dropsi, dan exopthalmia color alteration. Gejala klinis internal yang muncul, yaitu hati pucat, ginjal kehitaman, usus kehitaman, empedu pecah, insang pucat, edema, dan asites. Hasil karakterisasi secara morfologi dan biokimiawi berdasarkan Bergeys’s Manual of Systematic Bacteriologi 2nd Edition diperoleh bahwa ketujuh isolat adalah bakteri Aeromonas sp., dengan kesamaan ciri, yaitu Gram negatif, fermentatif, katalase positif, oksidase positif, dan memproduksi gas.
Wound Care Treatment in A Case of Severe Scabies Crustacea in Patient with Stroke Susana Widyaningsih; D. A Pratama; Nur Isnaini
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19522

Abstract

Because of their lowered immunity and altered skin physiology, older persons are more susceptible to contracting scabies. In addition to immune system issues, aging is accompanied by changes in skin physiology, such as atrophy of the epidermis and dermis, hyperkeratosis, a diminished ability of the skin to protect against external assaults, and a delayed healing rate. A port of entry for infections is also the dry skin of the elderly. The purpose of this study is to identify the characteristic of scabies crustose patient, analyse the wound care interventions applied on patient with scabies crustose, and manage wounds in scabies crustose patients. This research was a case study is the process of assessing nursing care and analysing what interventions are given to patients for 4 days. The treatment was conducted in surgical ward, Dr. Soedirman hospital, Kebumen, Indonesia. The characteristics of the respondent in this case study is a 62-year-old woman with a diagnosis of Crustose Scabies. After treatment for 4 days, the condition of the patient's wound gradually improved, the hyperkeratotic wound on the palm of the hand which had initially thickened gradually began to thin.
Aplikasi Penggunaan Tepung Porang (Konjac Glucomannan) Sebagai Stabilizer Yogurt yang Ditambahkan Sari Buah Nanas Metasya Sekararum Talma Hartono; Alwani Hamad
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19463

Abstract

Yogurt merupakan makanan fungsional karena mengandung fiber dan bakteri asam laktat yang merupakan probiotik. Yogurt yang ada di pasaran seringkali hanya mengandung perisai sintesis, sehingga penambahan ekstrak dari buah seperti nanas akan menambah citarasa selain kandungan antioksidan yang tinggi. Masalah dari yogurt ketika ditambah sari nanas yaitu sineresis yaitu terjadi pemisahan sehingga dibutuhkan stabilizer. Konjac glucomannan yaitu karbohidrat komplek yang berasal dari umbi porang yang berfungsi sebagai pengental dalam makanan yang juga dapat digunakan sebagai food stabilizer. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji aplikasi penggunakan konjac glucomannan pada kadar 1%, 2,5% dan 5% pada yogurt yang ditambah sari nanas pada konsentrasi  0%, 2,5% dan 5%. Respon yang dikaji adalah karakter fisik (viskositas, dan stabilitas), karakter kimia (pH, dan total phenolic content), aktifitas antioksidan yang diukur menggunakan metode aktifitas radikal bebas DPPH dan Ferri Reduction Antioxidant Power (FRAP) serta uji sensori menggunakan hedonic scale. Hasil menunjukkan bahwa konjac glucomannan 5% dapat menstabilkan yogurt yang ditambah sari nanas hingga 5%, sedangkan penambahan konjac 2,5%  dapat menstabilkan yogurt  yang mengandung sari nanas hingga 2.5% dan penambahan 1% konjac tidak dapat menstabilkan yogurt yang ditambah ekstrak nanas. Pada penambahan konjac 5% dan ekstrak nanas 5% menghasilkan yoghurt yang mempunyai aktivitas antioksidan yang paling tinggi pada metode FRAP. Akan tetapi, hasil uji orgonaleptic sampel ini menunjukkan kurang disukai dibandingkan dengan yoghurt tanpa penambahan sari buah nanas karena rasanya lebih pahit.
Pengaruh Penambahan Plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Low Density Polyethylene (LDPE) Terhadap Karakteristik Campuran Aspal AC-WC Menggunakan Metode Kering Abd Latif; Arief Setiawan
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.17200

Abstract

Perkerasan lentur memiliki beberapa kelemahan diantaranya mengalami deformasi permanen yang disebabkan adanya tekanan terlalu berat serta frekuensi lalu lintas berlebih, sehingga dibutuhkan bahan tambahan dalam campuran aspal, salah satu bahan tambahan yang dapat digunakan adalah polimer. Penelitian ini menggunakan polimer bekas dari jenis plastik High Density Polyethylene (HDPE) dan Low Density Polyethylene (LDPE) dengan metode pencampuran cara kering (Dry Process). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui lebih lanjut dampak dari penggunaan limbah plastik pada campuran Laston AC-WC terhadap karakteristik campuran aspal, adapun manfaatnya yaitu untuk mengurangi beban limbah dengan memperluas pemakaian limbah plastik serta meningkatkan karakteristik campuran aspal.. Pembuatan benda uji aspal Modifikasi dibuat dengan mencampurkan agregat terselimuti 50% dan 100% plastik terhadap kadar aspal optimum yang telah ditentukan, adapun hasil hasil pengujian diperoleh Kadar Aspal Optimum sebesar 5,8%. Pada penyelimutan agregat menggunakan plastik, nilai Kepadatan, rongga antara agregat, Rongga Terisi Aspal dan kelelehan mengalami perubahan tetapi masih memenuhi spesifikasi. Pengaruh penyelimutan agregat menggunakan plastik pada nilai stabilitas, semakin meningkat seiring bertambahnya persentase penyelimutan, nilai maksimal peningkatan stabilitas terjadi pada penambahan 15 gram atau penyelimutan 100% agregat menggunakan plastik LDPE dengan nilai 1121,06 kg dari 947,44 kg tanpa penyelimutan plastik atau naik sebesar 18,325%, ini menunjukkan penambahan penyelimutan agregat menggunakan plastik dapat meningkatkan ketahanan terhadap deformasi permanen dengan meningkatkan nilai stabilitas pada campuran aspal.
Comparison of EfficientNet B5-B6 for Detection of 29 Diseases of Fruit Plants Vany Terisia; Widi Hastomo; Adhitio Satyo Bayangkari Karno; Ellya Sestri; Diana Yusuf; Shevty Arbekti Arman; Nada Kamilia
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.18691

Abstract

In initiatives to meet food needs and enhance the wellbeing of farmers and society at large, crop production performance is essential. For early attempts to be made for quick handling to prevent crop failure, farmers must be able to readily and quickly receive information in order to detect plant illnesses. In this study, two Convolutional Neural Network (CNN) architectures namely, EfficientNet versions B5 and B6 are used to develop a classification model for plant disease using Deep Learning (DL). The 66,556 visuals in the dataset, which is from Kaggle.com, are used. To create a model, the training method uses 57,067 images data and 3,170 image data for validation. The EfficientNet architecture versions B5 and B6 received very good accuracy scores for the total test results, namely 0.9905 and 0.9927. The model testing phase was carried out through testing phases utilising 3.171 images data. Future analysis can compare CNN architectures and try it with different datasets.
Efektivitas Diet Gracilaria verrucosa terhadap Respon Imun Non-Spesifik pada Ikan Cyprinus carpio dan Oreochromis niloticus Cahyono Purbomartono; Wildan Ahid Mujamal; Dwi Ma’rifatun Khasanah; Dini Siswani Mulia; Suwarsito Suwarsito
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19002

Abstract

Ikan mas (Cyprinus carpio) dan nila (Oreochromis niloticus) merupakan ikan air tawar yang digemari masyarakat.  Kebutuhan ikan yang meningkat menuntut adanya sistem budidaya intensif. Namun budidaya intensif memiliki kendala mudah terserang penyakit. Pengendalian penyakit ikan selama ini menggunakan obat kimia maupun antibiotik. Pemberian antibiotik yang kurang tepat dapat menyebabkan resistensi, pencemaran lingkungan dan residu dalam tubuh ikan yang membahayakan konsumen.  Perlu upaya meningkatkan imunitas yang lebih aman dengan pemberian imunostimulan herbal, salah satunya rumput laut merah Gracilaria verrucosa. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan pengaruh penggunaan G. verrucosa dalam meningkatkan imun non-spesifik ikan mas dan nila serta menemukan dosis yang tepat. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap, menerapkan 4 perlakuan, 1 kontrol, masing-masing diulang 3 kali. Dosis ekstak G. verrucosa yang digunakan 0 g; 0,5 g; 1 g; 1,5 g; dan 2 g (kg-1 pakan). Parameter yang diamati adalah persentase hematokrit, leukokrit, limfosit dan monosit. Data hasil penelitian dianalisis menggunakan Analisis of Varian (ANOVA) dengan taraf kepercayaan 95%. Jika hasil analisis tersebut menunjukkan hasil yang berbeda nyata, dilakukan uji lanjut DMRT (Duncun Multiple Range Test) dengan taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan diet G. verrucosa meningkatkan imun non-spesifik pada ikan mas dan ikan nila. Diet gracilaria lebih efektif pada ikan nila daripada ikan mas dengan dosis optimal 1,5 g kg-1 pakan. Respon imun ditandai dengan meningkatnya persentase leukokrit sebesar 3,62% dan limfosit sebesar 73,57% pada ikan nila. Oleh karena itu, diet Gracilaria verrucosa berpotensi digunakan untuk meningkatkan imunitas non-spesifik pada budidaya ikan.
Si-Mosque: Instrumen Pelaporan Keuangan Masjid untuk Mewujudkan Good Mosque Governance Andri Widianto; Irfan Triadi Saputra; Koandres Koandres
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.17444

Abstract

Masjid sebagai entitas non laba atau organisasi publik penting untuk menekankan akuntabilitas dan mendorong transparansi yang termuat dalam konsep good mosque governance. kebutuhan user dikumpulkan melalui pengamatan langsung, wawancara dengan pengurus masjid serta dokumentasi proses pencatatan serta pelaporan keuangan masjid. Metode Skuensial Linier diimplementasikan dalam Si-Mosque. tahapan desain system  meliputi : Use Case diagram untuk mengetahui fungsi atau fitur apa saja yang ada, kemudian membuat database MySQL serta merancang relasi antar tabel dan dilajutkan dengan mendesain antar muka. Si-Mosque merupakan system informasi pelaporan keuangan masjid yang berdasrakan ISAK 35 sebagai standar untuk organisasi non laba. Si-Mosque diharapkan dapat memudahkan pengurus masjid dalam melakukan pengelolaan keuangan masjid dan sebagai sarana untuk mewujudkan transparansi dilingkungan rumah ibadah.
Pengaruh Penambahan Kromium Pikolinat pada Pakan terhadap Profil Darah Sidat (Anguilla bicolor) Dewi Nugrayani; Anandita Ekasanti; Emyliana Listiowati; Hamdan Syakuri
Sainteks Vol 20, No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v20i2.19444

Abstract

Selain dapat meningkatkan pertumbuhan, kromium pikolinat juga dapat mempengaruhi profil darah ikan yang menjadi salah satu indikator untuk mengetahui status kesehatan ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan kromium pikolinat pada pakan terhadap profil darah ikan sidat (Anguilla bicolor). Penelitian ini dilakukan secara eksperimen menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri atas 4 perlakuan dan 8 ulangan individu ikan, yang terdiri dari perlakuan kontrol tanpa kromium pikolinat (P0), dengan kromium pikolinat 1 mg/kg pakan (P1), 2 mg/kg pakan (P2), dan 3 mg/kg pakan (P3). Parameter yang diamati untuk melihat profil darah yaitu kadar glukosa darah, kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, persentase limfosit, persentase monosit dan persentase polimorfonuklear. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kromium pikolinat meningkatkan persentase limfosit sidat, khususnya dengan dosis 2 mg/kg pakan. Kromium pikolinat tidak mempengaruhi kadar glukosa, kadar hemoglobin, jumlah eritrosit, persentase monosit, dan polimorfonuklear. Hasil penelitian ini mengindikasikan pengaruh kromium pikolinat pada kesehatan sidat khususnya yang berkaitan dengan aktifitas limfosit.

Page 1 of 1 | Total Record : 9