cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 86 Documents
Search results for , issue " Tahun 2013" : 86 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT KETERGANTUNGAN PASIEN DENGAN LAMANYA KONTAK PERAWAT DALAM MEMENUHI KEBUTUHAN NUTRISI PADA PASIEN STROKE DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Yuanita, Endra; Suryani, Maria; -, Sayono
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien stroke mengalami ketergantungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan, minum, mandi maupun berpakaian sangat tergantung terhadap bantuan orang lain. Tingkat ketergantungan berdasarkan indeks barthel di bagi menjadi 6 yaitu minimal, ketergantungan minimal, membutuhkan bantuan ADL, tergantung sebagian, sangat tergantung dan ketergantungan total. Sedangkan Waktu yang dibutuhkan untuk perawatan langsung berdasarkan mandiri 2 jam, partial care/sebagian 3 jam, total care 6 jam, Intensive care  8 jam. Desain penelitian ini adalah Cross sectional dengan jumlah 48 sampel responden stroke  di RSUD Tugurejo. Hasil analisis diperoleh hasil tingkat ketergantungan terbanyak adalah kategori sangat tergantung sebanyak 27 responden (56,2%) dengan berkebutuhan nutrisi oral sebanyak 42 responden (87,5%) dimana membutuhkan kontak perawat 18 menit dan responden yang berkebutuhan nutrisi dengan bantuan alat Nasogastric Tube yang menggunakan spuit sebanyak 6 responden (12,5%) dimana membutuhkan kontak perawat rata-rata 49 menit. Hasil uji korelasi Spearman Rank  didapatkan nilai p-value = 0,023 (p<0,05)  dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara tingkat ketergantungan pasien dengan lamanya kontak perawat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pada pasien stroke di RSUD Tugurejo Semarang, dengan nilai Korelasi 0,328 memiliki kekuatan hubungan sedang. Penelitian ini dapat menambah referensi tentang hubungan tingkat ketergantungan pasien dengan lamanya kontak perawat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi pasien stroke. Kata Kunci :  tingkat ketergantungan, dan lamanya kontak.
PERBEDAAN PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK USIA 4-6 TAHUN ANTARA YANG IKUT PAUD DENGAN YANG TIDAK IKUT PAUD DI KELURAHAN BANDARHARJO SEMARANG UTARA Budianto, Fery
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak adalah inividu yang unik dan bukanlah miniatur orang dewasa sehingga tidak dapat diperlakukan seperti orang dewasa. Anak memerlukan perhatian khusus untuk optimalisasi tumbuh kembang terutama perkembangan motorik kasar. Perkembangan motorik berarti perkembangan pengendalian gerakan jasmaniah melalui kegiatan pusat saraf, urat saraf, dan otot yang terkoordinasi. Pengendalian tersebut berasal dari perkembangan refleksi dan kegiatan masa yang ada pada waktu lahir. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi, sebagai variabel independen dan variabel dependen. Jumlah sampel 80 responden, sampel anak yang ikut PAUD berjumlah 40 responden ini menggunakan total sampling Hasil penelitiannya menunjukan kategori melebihi sebanyak 31 anak dengan nilai presentase 38.8% dan kategori normal sebanyak 9 anak dengan nilai presentase 11.2%. Sedangkan sampel anak yang tidak ikut PAUD berjumlah 40 responden ini menggunakan proporsionate simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan kategori melebihi sebanyak 8 anak dengan nilai presentase 10.0%, kategori normal sebanyak 22 anak dengan nilai presentase 27.5%, dan kategori terlambat sebanyak 10 anak dengan nilai presentase 12.5%. Analisis menggunakan kolmogorov smirnov didapatkan bahwa variabel perkembangan motorik kasar didapatkan berdistribusi tidak normal dengan p = 0,000 (<0,05), uji korelasi yang digunakan adalah mann-whitney dan diketahui p value = 0,000 (<0,05) dan nilai Z -4,744 maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan antara perkembangan motorik kasar pada anak usia 4-6 tahun antara yang mengikuti PAUD dengan anak yang tidak mengikuti PAUD di kelurahan Bandarharjo Semarang.Kata Kunci : Tumbuh Kembang Anak dan Perkembangan Motorik Kasar
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI HIPOTENSI INTRADIALISIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS -, Handayani
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hemodialisis adalah terapi pengganti ginjal yang paling banyak digunakan pasien gagal ginjal kronik(GGK). Komplikasi saat hemodialisis diantaranya hipotensi intradialisis. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis faktor yang mempengaruhi hipotensi intradialisis pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS Telogorejo Semarang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian survei, dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi sebanyak 100 pasien dengan sampel 50 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 23 (46%) pasien mengalami hipotensi intradialisis. Sebagian besar responden berada pada umur 56-65 tahun sebanyak 24 pasien (48%). Sebagian besar berjenis kelamin laki-laki sebanyak 34 pasien (68%). Sebagian besar tidak menggunakan obat antihipertensi sebelum hemodialisis sebanyak 33 pasien (66%). Sebagian besar terjadi peningkatan berat badan sedang sebanyak 19 pasien (38%). Sebagian besar ultrafiltrasi(UFR) >13 ml/kg/jam sebanyak 23 (46%). Kesimpulan: ada pengaruh usia dengan hipotensi intradialisis (p = 0,009). Ada pengaruh UFR dengan hipotensi intradialisis (p = 0,043). Saran: untuk penelitian yang akan datang bisa melakukan penambahan sampel dan penambahan faktor resiko lain mengenai hipotensi intradialisis seperti penambahan faktor disfungsi otonom, makan selama hemodialisis dan anemia. Kata kunci: hipotensi intradialisis, hemodialisis, usia, jenis kelamin, penggunaan obat antihipertensi, IDWG, ultrafiltrasi.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN BAHAYA MEROKOK TERHADAP PERILAKU MENGURANGI KONSUMSI ROKOK PADA REMAJA (Studi Kasus di Dukuh Kluweng Desa Kejambon Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang) Ikhsan, Henridha
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merokok merupakan kegiatan yang membahayakan bagi kesehatan tubuh. Rokok mempunyai zat adiksi yang tergolong besar dan didalamnya terdapat kandungan kurang lebih 4000 elemen, dimana 200 elmen didammnya dapat membahayakan kesehatan tubuh. Orang yang memiliki kebiasaan merokok biasanya sangat sulit untuk berhenti. Kebanyakan perokok muda dengan usia sekitar 14-17 tahun mereka hanya ikut-ikutan saja, mereka hanya mengikuti tren tanpa mengetahui apa dampak dari merokok itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruhpendidikan kesehatan bahaya merokok terhadap perilaku mengurangi konsumsi rokok, diharapkan perokok ini dapat mengetahui apa bahaya dari rokok sehingga mereka mau untuk mengurangi konsumsi rokoknya. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimental dengan menggunakan rancangan one group pre-post design dilakukan pada 30 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan didapatkan kategori cukup baik sebanyak 36.7%, tidak baik 63.3%. Setelah diberikan pendidikan kesehatan jumlahnya menurun yaitu dari kategori cukup baik sebanyak 90.0%, tidak baik 10.0% dan secara statistik bermakna (Z = -4,797; p=0,000). Disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pendidikan kesehatan bahaya merokok terhadap perilaku mengurangi konsumsi rokok.Untuk menindak lanjuti hasil penelitian ini, dihrapkan pihak dari tenaga kesehatan sebagai pemegang peranan penting dalam memberikan informsi tentang rokok dan bahayanya kepada remaja.Kata Kunci: Pendidikan Kesehatan, Perilaku, Rokok
HUBUNGAN LAMA PEMASANGAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS DI RSUD TUGUREJO SEMARANG purnamasari, indraningtyas putri
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terapi intravena merupakan prosedur dalam pelayanan dirumah sakit yang diberikan pada pasien rawat inap, pemberian terapi interavena dapat menimbulkan komplikasi salah satunya yaitu plebitis. Plebitis adalah suatu inflamasi pada pembuluh darah yang di karenakan oleh lamanya pemasangan infus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara lamanya pemasangan infus dengan kejadian plebitis di RSUD Tugurejo Semarang. Desain penelitian ini adalah deskriptif korelasi, dengan populasi pasien yang terpasang infus diruang rawat inap RSUD Tugurejo Semarang. Jumlah sampel 82 responden dengan teknik Purposive Sampling. Penelitian ini menggunakan uji rank spearman dengan tingkat kemaknaan yang ditetapkan  α ≤ 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar lama pemasangan infus pada hari ke-5 (72,7%) dan yang mengalami plebitis sebanyak 24 responden. Sedangkan dari keseluruhan responden yang terjadi plebitis sebanyak 42 responden (51,2%). Berdasarkan uji analisis didapatkan nilai r = 0,384 didapatkan  kekuatan hubungan sedang  dengan nilai p value = 0,000, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan lama pemasangan infus dengan kejadian plebitis di RSUD Tugurejo Semarang. Lama pemasangan infus dapat menyebabkan masuknya mikroorganisme kedalam jaringan yang mengalami trauma dan terjadi plebitis. Dengan demikian diperlukan rotasi tempat pemasangan infus setelah terpasang selama 3 hari, selain itu perlu di perhatikan faktor-faktor lain yang menyebabkan plebitis. Kata kunci : lama pemasangan infus, kejadian plebitis
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN DURASI KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI RUMAH SAKIT JIWA DAERAH DR. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Wahyuningrum, Irma
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gangguan jiwa merupakan adanya gangguan pada fungsi mental, salah satunya adalah skizofrenia. Skizofrenia merupakan suatu penyakit otak persisten yang dapat mengakibatkan timbulnya pikiran, emosi, gerakan, perilaku psikotik sehingga mengalami kesulitan dalam memproses informasi serta memecahkan masalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan durasi kekambuhan pada klien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Desain penelitian ini adalah cross sectional,yaitu jenis penelitian yang menekankan waktu pengukuran data variabel bebas tentang dukungan keluarga dan variabel terikat tentang durasi kekambuhan, jumlah sampel 80 responden dengan teknik purposive sampling. Terlihat dari hasil dukungan keluarga yang mendukung sebesar 48 (60%), dan durasi kekambuhan yang baik sebesar 44 (55%).  Hasil uji statistik chi square (p-value 0,047), kesimpulan ada hubungan antara dukungan keluarga dengan durasi kekambuhan pada pasien skizofrenia di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo Semarang. Kata kunci           : Dukungan keluarga, durasi kekambuhan, dan Skizofrenia
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK TARIK NAPAS DALAM TERHADAP KEMAMPUAN MENGONTROL PERILAKU KEKERASAN PADA KLIEN DENGAN PERILAKU KEKERASAN DI RSJD Dr. AMINO GONDOHUTOMO SEMARANG Rista, Ivana Desilia
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku kekerasan adalah suatu bentuk perilaku yang bertujuan untuk melukai seseorang secara fisik maupun psikologis. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Rikesdas) tahun 2007 diperkirakan ada 19 juta gangguan jiwa di Indonesia. Satu juta di antaranya mengalami gangguan jiwa berat atau psikosis. Teknik tarik napas dalam termasuk teknik relaksasi latihan pernapasan yang sering digunakan dalam pengaturan klien klinis untuk membantu mengatur stress dan relaksasi untuk mencapai kesejahteraan, secara keseluruhan teknik tarik napas dalam juga dapat melemaskan otot untuk mengurangi ketegangan, mengurangi kecemasan dan mempunyai efek distraksi atau pengalihan perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien dengan perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Semarang dengan variabel bebas terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam dan variabel terikat kemampuan mengontrol perilaku kekerasan. Desain penelitian quasy eksperimen dengan jumlah sampel 65 responden. Hasil penelitian menunjukan sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki sebanyak 48 (73.8), pendidikan terbanyak adalah SD 22 (33,8%), dengan jenis pekerjaan terbanyak adalah tidak bekerja adalah 23 (35,4%). Skor kemampuan mengontrol perilaku kekerasan sebelum perlakuan sebesar 5,7 dan skor kemampuan mengontrol perilaku kekerasan setelah perlakuan sebesar 2,87. Uji wilcoxon signed rank test di dapat p value 0,000 sehingga disimpulkan penelitian ini ada pengaruh terapi aktivitas kelompok tarik napas dalam terhadap kemampuan mengontrol perilaku kekerasan pada klien dengan perilaku kekerasan.   Kata kunci       : perilaku kekerasan, terapi aktivitas kelompok, tarik napas dalam
PERBEDAAN EFEKTIVITAS KOMPRES AIR HANGAT DAN KOMPRES AIR BIASA TERHADAP PENURUNAN SUHU TUBUH PADA ANAK DENGAN DEMAM DI RSUD TUGUREJO SEMARANG Permatasari, Karina Indah
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam merupakan keadaan ketika suhu tubuh meningkat melebihi suhu tubuh normal (≥37°C). Suhu tubuh merupakan keseimbangan antara produksi panas oleh tubuh dan pelepasan panas dari tubuh. Demam bukan suatu penyakit, tetapi tanda yang menyertai penyakit yang berbeda-beda. Kompres merupakan metode pemeliharaan suhu tubuh dengan menggunakan cairan hangat atau biasa yang bermanfaat untuk menurunkan suhu tubuh pada anak yang mengalami demam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektifitas kompres air hangat atau kompres air biasa terhadap penurunan suhu tubuh pada anak dengan demam. Metode penelitian ini menggunakan One group pra-post test design. Banyaknya sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 34 responden dengan 17 responden untuk setiap perlakuan. Berdasarkan analisis dari 17 responden yang diberikan kompres air hangat, rata-rata penurunan suhu tubuh sebesar 1,2°C. Sedangkan 17 responden yang diberikan kompres air biasa mengalami rata-rata penurunan suhu tubuh sebesar 0,86°C. Hasil uji Mann-Whitney Test pada perbedaan efektivitas kompres air hangat dan kompres air biasa menunjukkan nilai p=0,034 (p<0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan efektifitas kompres air hangat dan kompres air biasa terhadap penurunan pada anak dengan demam di RSUD Tugurejo Semarang.   Kata Kunci : Demam, Kompres Air Hangat, Kompres Air biasa
PENGARUH TERAPI MUSIK TERHADAP KELUHAN MUAL MUNTAH PADA PASIEN POST KEMOTERAPI KARENA KANKER DI UNIT SITOSTATIKA Zanah, Laila Mithakhul
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

WHO (World Health Organization) mengemukakan insiden kanker di seluruh dunia tahun 2000 adalah 10,3 juta jiwa dengan mortalitas 7,1 juta. Setiap tahun jumlah penderita kanker di dunia bertambah menjadi 6,25 juta orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi musik klasik terhadap keluhan mual muntah pada pasien post kemoterapi kanker di unit Sitostatika Rumah Sakit Telogorejo Semarang pada tahun 2013. Desain penelitian ini menggunakan quasi eksperiment dengan pendekatan one group pretest- posttest. Penelitian ini menggunakan 11 responden dengan menggunakan teknik purposive sampling. Uji statistik menggunakan paired sample t- test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penelitian ini, didapatkan data persentase responden sebelum pemberian perlakuan yang mangalami keluhan mual muntah berat sebesar 9.1%, sedang sebesar 90,9% dan  persentase responden sesudah pemberian perlakuan yang mangalami keluhan mual muntah ringan sebesar 54,5%, sedang sebesar 45.5%. Nilai p value sebesar 0,000 ( α< 0,005) sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh terapi musik klasik terhadap keluhan mual dan muntah pada pasien post kemoterapi di RS Telogorejo Semarang. Berdasarkan kesimpulan diatas maka terapi musik dapat dijadikan acuan untuk menurunkan keluahan mual muntah pada pasien post kemotrapi. Kata Kunci : Terapi musik klasik, mual muntah, kemoterapi
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENDIDIKAN DAN DUKUNGAN KELUARGA TERHADAP KEPATUHAN BEROBAT PADA PENDERITA HIPERTENSI DI PUSKESMAS NGALIYAN SEMARANG Trianni, Lilis
Karya Ilmiah S.1 Ilmu Keperawatan Tahun 2013
Publisher : STIKES Telogorejo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prevalensi hipertensi di Jawa Tengah meningkat di tahun 2011 pada kelompok penyakit jantung dan pembuluh darah yaitu sebanyak 634.860 kasus (72,13%). Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang menjadi penyebab kematian akibat komplikasi  kardiovaskuler yang ditimbulkan seperti aterosklerosis, penyakit jantung, perdarahan otak, stroke, penyakit ginjal, dan lain sebagainya. Tekanan darah yang terkontrol sangat dipengaruhi oleh tingkat pendidikannya, dukungan dari keluarga dan, kepatuhan pasien untuk datang berobat. Tingkat pendidikan dasar seseorang tidak mempengaruhi kepatuhan penderita untuk datang berobat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan dan dukungan keluarga terhadap kepatuhan berobat pada penderita hipertensi di Puskesmas Ngaliyan Semarang. Desain penelitian ini adalah cross sectional, jumlah sampel 70 responden, dengan tekhnik purposive  sampling. Berdasarkan hasil analisis uji Chi-Square untuk hasil penelitian tingkat pendidikan menunjukkan bahwa  tidak ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan terhadap kepatuhan berobat pada penderita hipertensi. Terlihat dari hasil nilai p-value = 0,659 (> 0,05). Dan hasil penelitian dukungan keluarga menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara dukungan keluarga terhadap kepatuhan berobat pada penderita hipertensi. Terlihat dari hasil nilai p-value = 0,000 (< 0,05). Pada karakteristik responden hipertensi terdapat pada usia 45-54 tahun berjumlah 32 orang (45,7%),  perempuan berjumlah 53 orang (75,7%), dan sebagai ibu rumah tangga berjumlah 31 orang (44,3%). Rekomendasi hasil penelitian ini adalah penderita yang berpendidikan tinggi sebaiknya lebih mematuhi untuk memeriksakan tekanan darah secara teratur untuk meningkatkan kesehatannya. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, Dukungan Keluarga, Kepatuhan Berobat, Hipertensi