cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallitbang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02164418     EISSN : 25410822     DOI : -
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian terbit empat kali per tahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jurnal ini memuat artikel tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian lain, dengan atau ketentuan kebijakan, dan ditujukan kepada pengambil kebijakan sebagai bahan pengambilan keputusan. Jurnal ini terbit pertama kali tahun 1979 dan telah terakreditasi oleh LIPI.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014" : 5 Documents clear
PERANAN SIFAT FISIKOKIMIA GANDUM DALAM DIVERSIFIKASI PANGAN DAN PROSPEK PENGEMBANGANNYA Suarni, Suarni; Subagio, Herman
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p149-158

Abstract

Gandum memiliki kelebihan dibanding serealia lainnya, antara lain mengandung gluten. Gluten bersama pati gandum dapat membentuk struktur dinding sel (building block) sehingga menghasilkan adonan yang elastis dan mengembang. Gandum memiliki komponen gizi dan fungsional yang relatif tinggi dan spesifik. Tepung gandum mudah diolah menjadi berbagai produk pangan olahan terutama roti, mi, dan sejenisnya. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) telah menghasilkan beberapa varietas unggul gandum subtropis yang dapat dikembangkan pada lahan yang sesuai. Gandum produksi Indonesia dapat mensubstitusi terigu yang bukan termasuk kategori prima seperti gandum impor. Gandum produksi Indonesia sudah memadai untuk memenuhi kebutuhan olahan terigu seperti untuk gorengan, cookies, puding, dan sejenisnya. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi impor gandum yang terus meningkat setiap tahun.
PENGURANGAN EMISI GAS RUMAH KACA DARI PETERNAKAN MELALUI PEMANFAATAN BAHAN PAKAN LOKAL YANG MENGANDUNG TANIN Erni Gustiani
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p159-164

Abstract

Ternak ruminansia turut berperan dalam peningkatan emisi gas rumah kaca di atmosfer yang berdampak pada pemanasan global. Gas metana dihasilkan selama proses fermentasi pakan berserat di dalam rumen dan dikeluarkan ke lingkungan melalui eruktrasi. Produksi gas metana dalam rumen merupakan kehilangan energi dan mencerminkan penggunaan pakan yang tidak efisien. Pemilihan jenis pakan sangat menentukan produksi gas metana  oleh ternak. Ternak yang diberi pakan rumput memproduksi gas metana lebih tinggi dibandingkan yang diberi hijauan leguminosa. Pemanfaatan bahan pakan lokal yang mengandung tanin meru-pakan alternatif untuk mengurangi produksi gas metana. Tanin adalah senyawa polifenol yang banyak terdapat pada hijauan pakan ternak, bersifat antinutrisi, dan dapat menyebabkan keracunan apabila dikonsumsi secara berlebihan oleh ternak. Kebanyakan tanaman leguminosa mengandung tanin. Kaliandra mengandung senyawa tanin 27% bahan kering, yang berfungsi sebagai by pass protein dan mampu mengurangi emisi gas metana dari rumen. Penambahan leguminosa pada pakan dapat meningkatkan kecer-naan bahan organik dan mempercepat passage rate dalam rumen.
METODE PEMBENTUKAN VARIETAS PADI TOLERAN SALINITAS DAN MEKANISME TOLERANSINYA Rossa Yunita; Deden Sukmadjaja
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p165-171

Abstract

Padi merupakan komoditas pangan penting yang kebutuhannya terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk. Pemanfaatan lahan salin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produksi padi. Oleh karena itu, diperlukan varietas padi toleran salinitas dan berdaya hasil tinggi. Mekanisme toleransi salinitas pada padi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu inklusi dan eksklusi. Metode pemuliaan untuk merakit varietas padi toleran salinitas meliputi pemuliaan secara konvensional, variasi somaklonal, mutasi genetik yang diseleksi secara in vitro, serta transformasi genetik. Untuk mempercepat perolehan varietas, penggunaan seleksi berbantuan marka dapat membantu dalam menentukan gen yang mengendalikan sifat toleransi salinitas untuk digunakan dalam pemuliaan konvensional atau rekayasa genetik. Melalui cara konvensional, Indonesia telah menghasilkan varietas padi toleran salinitas Inpari 34 dan Inpari 35 Salin Agritan. IRRI berhasil menyeleksi 10 varietas padi toleran salinitas, Tiongkok 103 varietas, dan India sembilan varietas.
Seleksi dan Perakitan Varietas Kedelai Adaptif Lahan Kering Masam Febria Cahya Indriani; Heru Kuswanto
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p131-140

Abstract

Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan sumber protein nabati di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan kedelai, upaya peningkatan produksi dilakukan melalui perluasan area tanam terutama ke lahan kering masam. Kendala dalam pengembangan kedelai di lahan kering masam ialah pH tanah rendah dan keracunan aluminium (Al) yang memengaruhi proses fisiologi dan biokimia tanaman sehingga pertumbuhan dan hasil kedelai rendah. Program pemuliaan kedelai adaptif lahan kering masam membutuhkan koleksi plasma nutfah yang mempunyai keragaman genetik tinggi agar peluang memperoleh genotipe toleran Al meningkat. Kriteria seleksi menggunakan karakter morfologi, fisiologi, dan molekuler dapat dijadikan pertimbangan dalam menentukan tetua-tetua kedelai toleran cekaman Al. Selain itu, perlu disertakan karakter lainnya seperti ukuran biji, warna biji, dan umur genjah untuk meningkatkan adopsi varietas tersebut.
PeManfaatan Asosiasi Lintas Genom (Studi asosiasi Genom) dalam Pemuliaan Tanaman Dwinita Wikan Utami
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v33n4.2014.p141-148

Abstract

Teknologi pemuliaan tanaman berkembang seiring dengan kemajuan revolusi hijau pada akhir tahun 1960-an. Teknologi ini terbukti mampu mengungkit produktivitas tanaman padi hingga mampu memenuhi kebutuhan pangan nasional. Namun, seiring dengan peningkatan jumlah penduduk,  diperlukan teknologi yang mampu memenuhi swasembada pangan. Pemanfaatan marka molekuler dalam pemuliaan berpotensi mempercepat dan meningkatkan presisi seleksi. Teknik ini antara lain diaplikasikan untuk menganalisis keterpautan antara gen dengan sifat penting pada populasi segregasi sehingga gen target dapat terpetakan dalam genom tanaman. Studi asosiasi genom (genome wide association study/GWAS) merupakan pengembangan dari teknologi pemetaan gen yang analisisnya memerlukan data genotipe dan fenotipe. Berbeda dengan studi pemetaan gen, GWAS dapat dilakukan pada ratusan aksesi plasma nutfah tanpa memerlukan populasi segregasi hasil silangan antara dua tetua. Melalui teknologi GWAS, keragaman plasma nutfah dapat diungkap lebih detail sebagai sumber genetik dalam perbaikan varietas.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2014 2014


Filter By Issues
All Issue Vol 41, No 1 (2022): Juni, 2022 Vol 40, No 2 (2021): December 2021 Vol 40, No 1 (2021): June, 2021 Vol 39, No 2 (2020): Desember, 2020 Vol 39, No 1 (2020): Juni, 2020 Vol 38, No 2 (2019): DESEMBER, 2019 Vol 38, No 1 (2019): Juni, 2019 Vol 37, No 2 (2018): Desember, 2018 Vol 37, No 1 (2018): Juni, 2018 Vol 36, No 2 (2017): Desember, 2017 Vol 36, No 1 (2017): Juni, 2017 Vol 36, No 1 (2017): Juni, 2017 Vol 35, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 35, No 3 (2016): September 2016 Vol 35, No 3 (2016): September 2016 Vol 35, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 35, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 35, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 3 (2015): September 2015 Vol 34, No 3 (2015): September 2015 Vol 34, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 34, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 33, No 3 (2014): September 2014 Vol 33, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 32, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 3 (2013): September 2013 Vol 32, No 3 (2013): September 2013 Vol 32, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 32, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 32, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 32, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 3 (2012): September 2012 Vol 31, No 3 (2012): September 2012 Vol 31, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 31, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 31, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 31, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 30, No 4 (2011): Desember 2011 Vol 30, No 3 (2011): September 2011 Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011 Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011 Vol 30, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 30, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 29, No 4 (2010): Desember, 2010 Vol 29, No 4 (2010): Desember, 2010 Vol 29, No 3 (2010): September 2010 Vol 29, No 3 (2010): September 2010 Vol 29, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 29, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 29, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 28, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 28, No 1 (2009): Maret, 2009 Vol 27, No 1 (2008): Maret, 2008 Vol 27, No 1 (2008): Maret, 2008 More Issue