cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
jurnallitbang@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : 02164418     EISSN : 25410822     DOI : -
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian terbit empat kali per tahun pada bulan Maret, Juni, September, dan Desember oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Jurnal ini memuat artikel tinjauan (review) mengenai hasil-hasil penelitian yang telah diterbitkan, dikaitkan dengan teori, evaluasi hasil penelitian lain, dengan atau ketentuan kebijakan, dan ditujukan kepada pengambil kebijakan sebagai bahan pengambilan keputusan. Jurnal ini terbit pertama kali tahun 1979 dan telah terakreditasi oleh LIPI.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015" : 5 Documents clear
PERKEMBANGAN DAN TANTANGAN PERAKITAN VARIETAS TAHAN DALAM PENGENDALIAN WERENG COKLAT DI INDONESIA Eko Hari Iswanto; Untung Susanto; Ali Jamil
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v34n4.2015.p187-193

Abstract

Varietas tahan merupakan komponen utama dalam pengendalian wereng coklat pada tanaman padi. Namun, varietas tahan yang ditanam secara luas dan terus-menerus dapat patah ketahanannya karena wereng coklat mampu beradaptasi dengan membentuk biotipe baru. Saat ini lebih dari 70 gen ketahanan terhadap wereng, baik gen utama maupun quantitative trait loci (QTLs), telah diidentifikasi dan beberapa gen telah digunakan dalam perakitan varietas unggul padi. Keanekaragaman sumber gen ketahanan pada varietas dapat menjadi alternatif pergiliran tanaman dalam upaya meredam serangan wereng coklat. Tantangan perakitan varietas tahan ke depan ialah produktivitas tinggi dan toleran terhadap cekaman abiotik. Perakitan varietas tahan dengan ketahanan lestari (durable resistance) menggunakan marker-assisted selection (MAS) dengan menggabungkan lebih dari dua gen ketahanan (gen utama maupun QTLs) diharapkan dapat menghambat pembentukan biotipe baru wereng coklat. Gen-gen ketahanan pada beberapa varietas diferensial seperti Rathu Heenati (Bph3 dan Bph17) dan PTB33 (bph2 dan Bph3) masih mempunyai ketahanan yang baik terhadap populasi wereng coklat dari daerah endemis dan dapat dijadikan donor dalam perakitan varietas tahan. Deteksi gen ketahanan pada varietas unggul padi yang akan dilepas sangat penting untuk menentukan rekomendasi daerah/lokasi tanam dan pergiliran varietas. Selain itu, manajemen ketahanan varietas juga penting agar varietas tahan yang dilepas dapat bertahan lama di lapangan.
IMPROVING AGRICULTURAL RESILIENCE TO CLIMATE CHANGE THROUGH SOIL MANAGEMENT Fahmuddin Agus; Husnain Husnain; Rahmah Dewi Yustika
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v34n4.2015.p147-158

Abstract

Climate change affects soil properties and hence crop growth. Several soil management practices potentially reduce vulnerability to unfavorable climate conditions. This paper reviews how climate change affects soil properties and how should soil management be tailored to increase adaptation capacity to extreme climatic conditions. The main symptoms of climate change such as the increase in the global atmospheric temperature, unpredictable onset of the wet and dry seasons and excessive or substantial decrease in rainfall are unfavorable conditions that affect crop growth and production. Several approaches, singly or a combination of two or more measures, can be selected to adapt to the climate change. These include conservation tillage, vegetative and engineering soil conservation, mulching, water harvesting, nutrient management, soil amelioration and soil biological management. Management of soil organic matter is very central in adapting to climate change because of its important role in improving water holding capacity, increasing soil infiltration capacity and soil percolation, buffering soil temperature, improving soil fertility and enhancing soil microbial activities. Organic matter management and other soil management and conservation practices discussed in this paper are relatively simple and have long been known, but often ignored. This paper reemphasizes the importance of those practices for sustaining agriculture amid the ever more serious effects of climate change on agriculture.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI SEKUENSING GENOM UNTUK MEMPERCEPAT PROGRAM PEMULIAAN TANAMAN Tasma, I Made
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sumber daya genetik (SDG) tanaman menyediakan materi dasar untuk program pemuliaan tanaman. Namun, baru sebagian kecil (<1%) koleksi SDG yang dimanfaatkan untuk pemuliaan tanaman. Karakterisasi SDG sudah banyak dilakukan dengan menggunakan karakter morfologi, namun metode ini lambat, menyita waktu, dan memerlukan banyak tenaga. Teknologi sekuensing modern menghasilkan peta genom rujukan suatu spesies tanaman yang   dapat mempercepat karakterisasi SDG menggunakan teknik next generation sequencing (NGS). Tulisan ini mengulas pemanfaatan teknologi sekuensing genom untuk karakterisasi, proteksi, dan pemanfaatan SDG untuk mempercepat program pemuliaan tanaman. Di Indonesia, teknologi NGS telah dimanfaatkan sejak 2010 untuk resekuensing genom komoditas unggulan nasional seperti kedelai, kakao, jagung, dan cabai merah. Jutaan SNP dan Indel telah diidentifikasi pada setiap komoditas sebagai sumber daya pemuliaan yang bernilai tinggi. Sebagian kecil SNP/Indel tersebut berada pada protein coding region yang potensial untuk penemuan gen-gen unggul. Selain SNP yang diidentifikasi pada semua genotipe, ditemukan SNP pada genotipe tertentu (SNP unik). Koleksi SNP dalam jumlah besar ini digunakan untuk mensintesis SNP chip untuk genotyping SDG secara cepat dan komprehensif. Didukung data fenotipe, SNP chip bermanfaat untuk melabel gen-gen unggul. Marka SNP yang berpautan dengan karakter unggul digunakan untuk menyeleksi individu pembawa karakter unggul tersebut. Dengan teknologi NGS, perakitan VUB tanaman dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan efisien. Dengan demikian, teknologi NGS dapat memfasilitasi karakterisasi dan pemanfaatan SDG untuk mem-percepat program pemuliaan tanaman.
POTENSI PEMANFAATAN TEKNOLOGI EMBRIOGENESIS SOMATIK IN VITRO DALAM PERBANYAKAN MASSAL BENIH JERUK BEBAS PENYAKIT Nirmala Friyanti Devy
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v34n4.2015.p169-176

Abstract

Mata tempel yang digunakan sebagai batang atas benih sebar jeruk di Indonesia berasal dari tanaman induk di Blok Penggandaan Mata Tempel (BPMT). Tanaman induk tersebut merupakan turunan dari produk shoot tip grafting (STG) in vitro yang menghasilkan induk jeruk bebas penyakit dan identik dengan induknya. Dengan makin berkembangnya teknologi kultur in vitro, benih sebar yang sehat dan serupa induknya dapat dihasilkan melalui teknologi embriogenesis somatik (ES). ES merupakan suatu proses di mana sel-sel somatik (haploid maupun diploid) berkembang membentuk tumbuhan baru melalui tahap perkembangan embrio tanpa melalui fusi gamet. Banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan proses tersebut, antara lain genotipe, jenis dan fase perkembangan eksplan, serta komposisi dan jenis media kultur. Tanaman jeruk hasil ES secara genetik identik dengan induknya, namun subkultur berulang dapat menyebabkan terjadinya variasi somaklonal. Teknologi ini juga efektif untuk mengeliminasi penyakit virus dan penyakit Huanglongbing (CVPD) yang terbawa induk. Namun adanya karakter juvenil pada produk tanamannya menghambat upaya penyediaan benih jeruk bebas penyakit di Indonesia secara cepat. Untuk mengatasinya dikembangkan teknik sambung embrio kotiledon atau planlet hasil ES pada batang bawah jeruk secara ex vitro. Dengan cara ini, tanaman yang dihasilkan dapat tumbuh, berbunga, dan berproduksi dengan rentang waktu normal di lapangan. Penggunaan teknologi ES diharapkan dapat mempercepat produksi massal benih jeruk bebas penyakit pada masa mendatang.
PENENTUAN LOKUS GEN DALAM KROMOSOM TANAMAN DENGAN BANTUAN MARKA DNA Reflinur Reflinur; Puji Lestari
Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/jp3.v34n4.2015.p177-186

Abstract

Kemajuan teknik marka molekuler memberikan kemudahan bagi pemulia tanaman dalam penentuan lokasi gen yang mengendalikan karakter yang diinginkan. Penentuan gen yang mengendalikan sejumlah karakter penting dengan menggunakan marka genetik telah berhasil dilakukan pada berbagai jenis tanaman. Sebelum pemetaan suatu marka molekuler terhadap karakter yang diinginkan, diperlukan pemetaan genetik yang dikonstruksi dari sejumlah marka molekuler. Pemetaan daerah dalam kromosom yang mengendalikan karakter kualitatif dan kuantitatif mendapat perhatian yang sangat besar dalam program pemuliaan. Penentuan gen yang mengendalikan karakter kualitatif maupun kuantitatif memerlukan populasi pemetaan. Metode umum yang digunakan dalam penentuan lokasi gen yang mengendalikan karakter kualitatif ialah bulk segregant analysis (BSA). Pendekatan tersebut terbukti mampu mempercepat penentuan lokasi gen dengan biaya yang relatif rendah. Sebaliknya, penentuan lokasi gen yang mengen-dalikan sifat kuantitatif dilakukan melalui pemetaan  quantitative trait loci (QTL). Dibandingkan penentuan lokasi gen pengendali sifat kualitatif, pemetaan QTL lebih kompleks dan membutuhkan kemampuan analisis statistik untuk menentukan daerah kromosom yang terkait dengan karakter kuantitatif tersebut. Tulisan ini membahas metode penentuan lokasi gen di dalam kromosom yang bertanggung jawab terhadap karakter penting tanaman dengan memanfaatkan marka molekuler dalam pemetaan genetik dan analisis QTL.

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2015 2015


Filter By Issues
All Issue Vol 41, No 1 (2022): Juni, 2022 Vol 40, No 2 (2021): December 2021 Vol 40, No 1 (2021): June, 2021 Vol 39, No 2 (2020): Desember, 2020 Vol 39, No 1 (2020): Juni, 2020 Vol 38, No 2 (2019): DESEMBER, 2019 Vol 38, No 1 (2019): Juni, 2019 Vol 37, No 2 (2018): Desember, 2018 Vol 37, No 1 (2018): Juni, 2018 Vol 36, No 2 (2017): Desember, 2017 Vol 36, No 1 (2017): Juni, 2017 Vol 36, No 1 (2017): Juni, 2017 Vol 35, No 4 (2016): Desember 2016 Vol 35, No 3 (2016): September 2016 Vol 35, No 3 (2016): September 2016 Vol 35, No 2 (2016): Juni 2016 Vol 35, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 35, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 4 (2015): Desember 2015 Vol 34, No 3 (2015): September 2015 Vol 34, No 3 (2015): September 2015 Vol 34, No 2 (2015): Juni 2015 Vol 34, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 33, No 4 (2014): Desember 2014 Vol 33, No 3 (2014): September 2014 Vol 33, No 2 (2014): Juni 2014 Vol 33, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 32, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 4 (2013): Desember 2013 Vol 32, No 3 (2013): September 2013 Vol 32, No 3 (2013): September 2013 Vol 32, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 32, No 2 (2013): Juni 2013 Vol 32, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 32, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 4 (2012): Desember 2012 Vol 31, No 3 (2012): September 2012 Vol 31, No 3 (2012): September 2012 Vol 31, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 31, No 2 (2012): Juni 2012 Vol 31, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 31, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 30, No 4 (2011): Desember 2011 Vol 30, No 3 (2011): September 2011 Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011 Vol 30, No 2 (2011): Juni 2011 Vol 30, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 30, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 29, No 4 (2010): Desember, 2010 Vol 29, No 4 (2010): Desember, 2010 Vol 29, No 3 (2010): September 2010 Vol 29, No 3 (2010): September 2010 Vol 29, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 29, No 2 (2010): Juni 2010 Vol 29, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 28, No 2 (2009): Juni 2009 Vol 28, No 1 (2009): Maret, 2009 Vol 27, No 1 (2008): Maret, 2008 Vol 27, No 1 (2008): Maret, 2008 More Issue