cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Buletin Palawija
Published by Kementerian Pertanian
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palawija merupakan publikasi yang memuat makalah review (tinjauan) hasil penelitian tanaman kacang-kacangan dan umbi umbian. Buletin ini diterbitkan secara periodik dua kali dalam setahun (Mei dan Oktober) oleh Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue " Vol 14, No 2 (2016)" : 5 Documents clear
Hubungan Antarkomponen Morfologi dengan Karakter Hasil Biji Kedelai Krisnawati, Ayda; Adie, M.Muchlish
Buletin Palawija Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bul palawija.v14n2.2016.p49-54

Abstract

Hubungan antarkomponen morfologi dengan karakter hasil biji kedelai. Perakitan varietas kedelai berdaya hasil tinggi dapat dilakukan melalui seleksi secara langsung terhadap daya hasil atau tidak langsung melaluibeberapa karakter lain yang terkait dengan daya hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antarkomponen morfologi dengan karakter hasil biji kedelai. Penelitian dilaksanakan di Probolinggo, Jawa Timur, pada MK1 (Februari–Mei) 2014. Bahan penelitian adalah 147 galur kedelai dan tiga varietas pembanding (Argomulyo, Anjasmoro, dan Grobogan). Peubah yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah cabang per tanaman, jumlah buku per tanaman, jumlah polong isi per tanaman,jumlah polong hampa per tanaman, umur berbunga (lama fase vegetatif), umur masak (lama fase generatif), nisbah fase vegetatif dan generatif (V/G), bobot 100 biji, dan hasil biji. Hasil sidik ragam menunjukkan perbedaan yang nyata antargenotipe untuk karakter umur berbunga, umurmasak, fase generatif, nisbah vegetatif generatif, bobot 100 biji, dan hasil biji. Kajian terhadap tatahubungan antarkarakter agronomi dengan karakter hasil biji menunjukkan hasil biji nyata ditentukan oleh empat karakter,yaitu tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buku, dan jumlah polong. Karakter tinggi tanaman memiliki hubungan positif nyata dengan hasil (r = 0,315**), sedangkan tiga karakter lainya memiliki korelasi negatif nyata, yakni jumlah cabang per tanaman (r = -0,278**), jumlah buku per tanaman (r = -0,168*), dan jumlah polong isi per tanaman (r = -0,162*). Pengaruh langsung tinggi tanaman terhadap hasil biji sebesar 0,312; sepadan dengan nilai koefisien korelasinya dengan hasil sebesar r = 0,315.Dapat disimpulkan bahwa seleksi langsung dengan menggunakan karakter tinggi tanaman dinilai efektif untuk mendapatkan hasil biji tinggi pada kedelai.
Pengaruh Pupuk Kandang dan Pupuk Anorganik terhadap Berbagai Varietas Kacang Hijau di Tanah Masam Lestari*, S. Ayu Dwi; Kuntyastuti, Henny
Buletin Palawija Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v14n2.2016.p55-62

Abstract

Kacang hijau merupakan komoditas alternatif untuk dikembangkan pada tanah masam. Identifikasi teknologi budidaya yang sesuai perlu dilakukan guna meningkatkan produksi. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan kombinasi varietas dan pupuk yang efektif guna meningkatkan produktivitas kacang hijau pada tanah masam.Penelitian dilaksanakan di rumah kasa Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (Balitkabi), Malang, Jawa Timur mulai bulan November 2014 hingga Januari 2015. Penelitian terdiri atas dua faktor yang disusun dalam Rancangan petak terpisah, diulang tiga kali. Petak utama adalah empat macam varietas kacang hijau, yaitu: Kenari (V1), Murai (V2), Kutilang (V3), dan Vima 1 (V4). Anak petak adalah lima macam pemupukan, yaitu: tanpa pemupukan (P0), Phonska 300 kg/ha (P1), pupuk kandang sapi 1,5 t/ha (P2), pupuk kandang sapi 3 t/ha (P3), dan pupuk kandang sapi 5 t/ha (P4). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan varietas Kenari, Murai, Kutilang dan Vima-1 mempunyai daya adaptasi yang sama pada tanah masam asal Banten. Hasil biji varietas-varietas tersebut dapat ditingkatkan dengan pemupukan 300 kg/ha Phonska atau dengan pupuk kandang sapi dosis 3 t/ha.
Penampilan Galur-galur Kedelai Toleran Naungan di Dua Lingkungan Sundari, Titik
Buletin Palawija Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v14n2.2016.p63-70

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mendapatkan galur-galur kedelai toleran naungan yang mampu berproduksi tinggi pada lingkungan naungan maupun tanpa naungan. Penelitian dilaksanakan di Kebun Percobaan Kendalpayak, Malang, dengan menguji 146 galur dan 5 varietaspembanding pada lingkungan tanpa naungan dan naungan 50%. Lingkungan naungan diperoleh dari naungan buatan menggunakan paranet hitam. Penempatan perlakuan pada masing-masing lingkungan didasarkanpada rancangan acak kelompok diulang tiga kali. Pada setiap unit percobaan, benih kedelai ditanam dua baris dengan panjang 3 m, jarak tanam 40 cm x 15 cm, dua tanaman per rumpun. Pemupukan dilakukan pada saat tanam dengan Urea 50 kg, SP36 100 kg dan KCl 75 kg/ha. Pengukuran tingkat naungan dilakukan setiap hari dengan pembandingkan antara intensitas di bawah naungan dengan luar naungan. Pengamatan intensitas cahaya dilakukan setiap hari pada pukul 12.00–13.00 WIB menggunakan Lux meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan naungan menyebabkan cekaman kekurangan cahaya, masing-masing galur menunjukkan respons berbeda. Terdapat 48 galur dengan nilai ITCsetara atau lebih tinggi dari nilai ITC varietas Dena 1 (0,89) yang tergolong toleran naungan. Galur-galur terpilih tersebut teridentifikasi sebagai galur yang adaptif pada dua lingkungan (tanpa naungan dan naungan). Bobot biji memberikan kontribusi terbesar terhadap tingginya nilai ITC (r=0,83**). Jumlah polong per tanaman merupakan karakter yang mempunyai kontribusi terbesar terhadap bobot biji (r=0,77**), sedangkan jumlah polong per tanaman ditentukan oleh jumlah buku per tanaman(r=0,54**).
Peluang Pengembangan Kacang Tanah di Lahan Kering Nusa Tenggara Timur Rozi, Fachrur; Sutrisno, Imam; Rahmianna, A.A.
Buletin Palawija Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v14n2.2016.p71-77

Abstract

Peluang pengembangan kacang tanah di lahan kering Nusa Tenggara Timur. Potensi pertanian lahan kering di Nusa Tenggara Timur (NTT) cukup luas sekitar 1.528.308 ha dan di daerah ini cocok untuk dikembangkan kacang tanah. Tanaman kacang tanah masih dibudidayakan secara subsisten sehingga perlu diidentifikasi faktor-faktor penghambat dan pendukung dalam upaya pengembangannya. Penelitian dilakukandi Kabupaten Sumba Timur pada musim tanam 2015 dengan cara ‘Rapid Rural Appraisal (RRA)’. Metode analisis data yaitu analisis SWOT, tabulasi dan tingkat daya saing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor kesesuaian lahan untuk kacang tanah total nilai bobot (TNB=2,0)dan biomassa kacang tanah termanfaatkan untuk pakan (TNB=1,1) menjadi faktor penguat internal pengembangan kacang tanah di NTT. Sedang penguat eksternalnya adalah pasar kacang tanah sudah terbentuk (TNB = 2,3) dan permintaan kacang tanah tinggi (1,6). Meskipun ada penghambat seperti faktor benih kacang tanah bermutu rendah (TNB=1,2) dan ada ancaman seperti faktor kekeringan (TNB=1,2), tetapi pengaruhnyalebih kecil dibanding penguat dan potensi sumberdaya yang dimiliki. Strategi pengembangan yang digunakan adalah (1) pengelolaan usahatani yang saat ini harus dilakukan lebih intensif dengan penggunaan VUB kacang tanah dan teknologi tanam, (2) peningkatan skala usahadengan memanfaatkan lahan-lahan kosong dan peningkatan indeks pertanaman (IP). Komoditas kacang tanah dapat berkompetisi dengan jagung dan sorgum dan peningkatan daya saingnya mudah dilakukan dengan penggunaan VUB kacang tanah yang telah tersedia sesuaidengan agroekologi dan preferensi petani di NTT. Nilai ekonomi dalam pendapatan komoditas kacang tanah saat ini berkontribusi sebesar 30% terhadap pengeluaran keluarga dan berpeluang dapat ditingkatkan.
Patologi dan Teknis Pengujian Kesehatan Benih Tanaman Aneka Kacang Rahayu, Mudji
Buletin Palawija Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bulpa.v14n2.2016.p78-88

Abstract

Patologi benih merupakan salah satu bidang ilmu dari penyakit tanaman (fitopatologi), didefinisikan sebagai studi tentang penyakit pada benih untuk mengetahui faktor penyebab penyimpangan fungsi benih. Bidang ilmu ini juga mempelajari hubungan antara patogen dan inangnyayaitu peran biji sebagai sumber penyebaran dan penularan penyakit, serta tindakan yang perlu diambil untuk mengendalikan kerusakan yang diakibatkannya. Diperlukan dukungan pengetahuan lain di antaranya fitopatologi umum, mikrobiologi, dan teknologi benih dalam mempelajaripatologi benih. Benih sehat memiliki arti bahwa biji yang digunakan sebagai benih harus bebas dari infeksi ataupun kontaminasi patogen. Patogen yang menginfeksi benih aneka kacang terdiri atas beberapa jenis jamur, bakteri, dan virus. Berbeda dengan penyakit pada bagianvegetatif tanaman seperti daun dan batang, penyakit benih seringkali tanpa gejala kerusakan sehingga sulit diketahui secara visual. Benih membawa penyakit biasanya dideteksi dengan metode standar dari ISTA (Seed International Seed Testing Association), suatu lembaga resmi di dunia yang menetapkan standar mutu benih termasuk pengujian kesehatan benih. Metode pengujian yang umum dilakukan adalah secara konvensional (pemeriksaan secara visual atau cara kering, cara basah dengan perendaman atau ekstraksi benih, dan inkubasi pada media buatan), deteksi secara serologi dan molekuler, serta metode pertumbuhan benih di rumah kaca. Uji kesehatan benih berperan penting dalam perbaikan mutu benih (seed improvement), perdagangan benih (seedtrade), dan perlindungan tanaman (plant protection). Pelaksana pengujian dapat dilalakukan oleh penangkar namun sebaiknya dilakukan oleh laboratorium terakreditasi yang dikelola secara profesional. Dalam memproduksi benih sehat pada tanaman aneka kacang, perlu upaya pengendalian penyakit pada tanaman di lapangan yang dilakukan sejak periode tanaman mulai tumbuh hingga panen (prapanen) dan pengendalian di tempat penyimpanan atau selama distribusi benih (pascapanen).

Page 1 of 1 | Total Record : 5


Filter by Year

2016 2016


Filter By Issues
All Issue Vol 19, No 2 (2021): Buletin Palawija Vol 19 No 2, 2021 Vol 19, No 1 (2021): Buletin Palawija Vol 19 No 1, 2021 Vol 18, No 2 (2020): Buletin Palawija Vol 18 No 2, 2020 Vol 18, No 1 (2020): Buletin Palawija Vol 18 No 1, 2020 Vol 17, No 2 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 2, 2019 Vol 17, No 1 (2019): Buletin Palawija Vol 17 no 1, 2019 Vol 16, No 2 (2018): Buletin Palawija Vol 16 no 2, 2018 Vol 16, No 1 (2018): Buletin Palawija Vol 16 No 1, 2018 Vol 15, No 2 (2017): Buletin Palawija Vol 15 No 2, 2017 Vol 15, No 1 (2017): Buletin Palawija Vol 15 No 1, 2017 Vol 14, No 2 (2016): Buletin Palawija Vol 14 No 2, 2016 Vol 14, No 1 (2016): Buletin Palawija Vol 14 No 1, 2016 Vol 14, No 2 (2016) Vol 13, No 1 (2015): Buletin Palawija Vol 13 No 1, 2015 No 29 (2015): Buletin Palawija No 29, 2015 No 28 (2014): Buletin Palawija No 28, 2014 No 27 (2014): Buletin Palawija No 27, 2014 No 28 (2014) No 27 (2014) No 26 (2013): Buletin Palawija No 26, 2013 No 25 (2013): Buletin Palawija No 25, 2012 No 26 (2013) No 25 (2013) No 24 (2012): Buletin Palawija No 24, 2012 No 23 (2012): Buletin Palawija No 23, 2012 No 23 (2012): BULETIN PALAWIJA Mei 2012 No 24 (2012) No 23 (2012) No 22 (2011): Buletin Palawija No 22, 2011 No 21 (2011): Buletin Palawija No 21, 2011 No 22 (2011) No 21 (2011) No 20 (2010): Buletin Palawija No 20, 2010 No 19 (2010): Buletin Palawija No 19, 2010 No 20 (2010) No 19 (2010) No 18 (2009): Buletin Palawija No 18, 2010 No 17 (2009): Buletin Palawija No 17, 2009 No 18 (2009) No 17 (2009) No 16 (2008): Buletin Palawija No 16, 2008 No 15 (2008): Buletin Palawija No 15, 2008 No 16 (2008) No 15 (2008) No 14 (2007): Buletin Palawija No 14, 2007 No 13 (2007): Buletin Palawija No 13, 2007 No 14 (2007) No 13 (2007) No 12 (2006): Buletin Palawija No 12, 2006 No 11 (2006): Buletin Palawija No 11, 2006 No 11 (2006): Buletin Palawija No 11, 2006 No 10 (2005): Buletin Palawija No 10, 2005 No 9 (2005): Buletin Palawija No 9, 2005 No 7-8 (2004): Buletin Palawija No 7-8, 2004 No 5-6 (2003): Buletin Palawija No 5 & 6, 2003 No 4 (2002): Buletin Palawija No 4, 2002 No 3 (2002): Buletin Palawija No 3, 2002 No 2 (2001): Buletin Palawija No 2, 2001 No 1 (2001): Buletin Palawija No 1, 2001 More Issue