cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 4 (2022)" : 8 Documents clear
Evaluasi Tingkat Kenyamanan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Kota Wisata dan Taman Permata Kabupaten Bogor
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/211

Abstract

Bogor merupakan bagian dari wilayah Jawa Barat yang memiliki pertumbuhan penduduk meningkat tiap tahunnya. Pertumbuhan penduduk yang terjadi akan berpengaruh terhadap ketersediaan lahan terbuka khususnya lahan terbuka hijau. Berkurangnya lahan tersebut dapat memberikan dampak negatif seperti tingkat kenyamanan suatu kota menurun, polusi udara meningkat dan bencana alam. Ruang terbuka hijau merupakan bagian dari ruang-ruang terbuka di suatu wilayah perkotaan yang diisi oleh vegetasi (endemik maupun introduksi) guna mendukung manfaat ekologis, sosial-budaya dan arsitektur yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mengevaluasi tingkat kenyamanan berdasarkan iklim mikro, tingkat kebisingan, dan vegetasi di Taman Kota Wisata dan Taman Permata Kabupaten Bogor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April hingga Juni 2021 di Taman Kota Wisata dan Taman Permata. Alat dan bahan yang digunakan antara lain alat tulis, kamera digital, peta Taman Kota Wisata dan Taman Permata dari Citra Google Earth, Sound Level Meter dan Thermohygrometer HTC-1 digital. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan nilai Thermal Humidity Index (THI) termasuk kedalam kategori tidak nyaman. Hal ini disebabkan vegetasi yang masih rendah sehingga mempengaruhi iklim mikro seperti suhu dan kelembaban udara. Suhu udara, kelembaban dan nilai THI Taman Kota Wisata dan Taman Permata tidak berbeda nyata, akan tetapi Taman Permata mempunyai tingkat kebisingan 69.73 dB, lebih tinggi dibandingkan Taman Kota Wisata yang mempunyai tingkat kebisingan 63.97 dB.
Eksplorasi dan Analisis Hubungan Kekerabatan Tanaman Kelor (Moringa oleifera Lam.) di Kabupaten Probolinggo
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/218

Abstract

Tanaman kelor memiliki kandungan nutrisi yang tinggi dan banyak masyarakat memanfaatkannya sebagai tanaman pangan serta obat-obatan. Meskipun tanaman kelor memiliki banyak manfaat, penelitian dalam pemuliaan tanaman kelor masih jarang ditemukan. Salah satu cara untuk mendapatkan sumber daya genetik adalah melalui kegiatan eksplorasi, yang dilanjutkan dengan analisis hubungan kekerabatan untuk menentukan jauh dekatnya hubungan kekerabatan sumber daya genetik tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persebaran tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo dan mengetahui hubungan kekerabatan tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo berdasarkan persamaan dan perbedaan morfologi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga bulan Oktober 2021. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Probolinggo Jawa Timur, tepatnya di Kecamatan Sumberasih, Kecamatan Wonomerto, dan Kecamatan Tongas. Pengamatan morfologi tanaman kelor secara kuantitatif dan kualitatif berdasarkan panduan deskriptor Santhoshkumar et al., (2013). Hasil eksplorasi menunjukkan terdapat 74 sampel tanaman kelor yang tersebar di Kecamatan Sumberasih, Kecamatan Wonomerto, dan Kecamatan Tongas. Hasil analisis yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa tanaman kelor di Kabupaten Probolinggo menyebar secara acak. Hasil analisis komponen utama (PCA) menunjukkan bahwa pengelompokan tanaman kelor terbagi menjadi 7 komponen utama (PC). Komponen utama 1 (PC1) memberikan kontribusi keragaman tertinggi dengan karakter yang berkontribusi adalah jumlah anak daun majemuk, jumlah daun primer, jumlah daun sekunder, panjang daun primer, lebar daun primer, panjang daun majemuk, lebar daun majemuk, dan diameter biji. Pada analisis cluster didapatkan hasil tanaman kelor terbagi menjadi tiga kelompok besar dengan koefisien kesamaan 99% sehingga tergolong memiliki hubungan kekerabatan yang dekat.
Kajian Olah Tanah Pada Budidaya Padi Gogo (Oryza sativa L.) Varietas Inpago 9, 10, Dan 12
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/226

Abstract

Produksi padi nasional hingga kini masih bertumpu pada lahan sawah. Oleh sebab itu produksi padi nasional belum dapat memenuhi kebutuhan pangan secara berkelanjutan. Padi gogo merupakan salah satu tanaman pangan yang berpotensi untuk dikembangkan. Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perbedaan pengaruh olah tanah terhadap pertumbuhan dan hasil 3 varietas padi gogo. Hipotesis penelitian ini adalah tanah maksimum dapat meningkat pertumbuhan dan hasil 3 varietas padi gogo, pengolahan tanpa olah tanah pada 3 varietas padi gogo memiliki pertumbuhan dan hasil yang lebih rendah, dan pengolahan tanah maksimum dan varietas Inpago 12 menunjukkan hasil tertinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September 2020 sampai Januari 2021 yang bertempat di Jl. Pringgodani, Mrican, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur. Bahan yang digunakan adalah benih padi varietas Inpago 9, 10, 12, dan pupuk anorganik (Urea, SP36, KCL). Metode yang digunakan dalam percobaan faktorial yaitu Rancangan Petak Terbagi (RPT) yang terdiri dari dua faktor diulang sebanyak 3 kali. Hasil panen tertinggi diperoleh pada perlakuan olah tanah maksimum, yakni 26,91 gabah kering giling g.rumpun-1, atau setara dengan bobot gabah kering giling 0,67 kg.m-2. Hasil panen menunjukkan varietas Inpago 12 mempunyai hasil yang lebih tinggi dari pada Inpago 9 dan Inpago 10, dapat dilihat dari hasil panen bobot gabah kering giling g.rumpun-1, dan bobot gabah kering giling kg.m-2 masing-masing 29,63 g.rumpun-1, dan 0,73 kg.m-2.
PENGARUH WAKTU TANAM DAN JUMLAH BENIH PER LUBANG TANAM PADI GOGO (Oryza sativa L.) TERHADAP UBI KAYU (Manihot esculenta) PADA POLA TANAM TUMPANGSARI
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/235

Abstract

Tanaman Ubi kayu merupakan salah satu tanaman bahan pangan utama selain tanaman biji-bijian dan tanaman kentang. Budidaya ubi kayu sering dilakukan dengan pola tanam tumpangsari dengan berbagai cara yang ditujukkan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan. Pengaturan waktu tanam dan jumlah bibit dalam tumpangsari yaitu untuk mengatur daya kompetisi antar tanaman pokok dengan tanaman sela. Salah satu tanaman yang sering ditanam secara tumpangsari dengan ubi kayu adalah tanaman padi gogo. Penelitian ini  dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan bulan September 2021 di lahan pertanian Universitas Brawijaya, Mrican, Kediri. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT) dengan menempatkan waktu tanam (-7 hst, 0 hst, 7 hst) pada petak utama, dan jumlah benih (2 benih, 4 benih, 6 benih) pada anak petak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam tumpangsari dengan pengaturan waktu tanam dan jumlah benih per lubang tanam padi gogo memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman ubi kayu. Berdasarkan analisa ragam perlakuan W3 memberikan pengaruh nyata pada luas daun, bobot kering, dan jumlah ubi kayu tertinggi. Perlakuan 2 benih per lubang tanam (J3) menghasilkan luas daun dan jumlah umbi tertinggi.
Struktur dan Pemanfaatan Tanaman pada Pekarangan Desa dan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/242

Abstract

Pekarangan desa dan kota memiliki struktur dan penggunaan tanaman yang berbeda sehingga menjadi pembeda di antara keduanya.  Struktur dan pemanfaatan tanaman pada pekarangan penting dalam dalam upaya konservasi keragaman hayati serta upaya optimalisasi pekarangan untuk mendukung kebutuhan hidup masyarakat.  Tujuan penelitian adalah untuk membandingkan keragaman struktur dan pemanfaatan tanaman pada pekarangan desa dan kota.  Penelitian ini menggunakan metode survey dengan observasi dan wawancara terhadap dua kelompok masyarakat pemilik pekarangan yang ada di Kabupaten Malang dan di Kota Bekasi.  Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan struktur dan pemanfaatan pada pekarangan yang ada di kedua wilayah tersebut.  Perbedaan tersebut antara lain pekarangan desa menunjukkan keragaman jenis tanaman yang lebih tinggi dibandingkan tanaman di pekarangan kota. Strata pohon pada pekarangan desa lebih banyak dibandingkan di pekarangan kota. Berdasarkan pemanfaatannya, tanaman di pekarangan desa lebih beragam dibandingkan pekarangan kota, demikian pula dengan bagian tanaman yang digunakan.  Tanaman di pekarangan desa digunakan oleh masyarakat sebagai makanan, obat-obatan, estetika, papan, ritual budaya dan lingkungan  Sedangkan di perkotaan, tanaman pekarangan lebih banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan terhadap keindahan dan lingkungan.
Uji Ketahanan Galur Buncis (Phaseolus vulgaris L) Polong Kuning Tipe Tegak Terhadap Penyakit Layu Fusarium (Fusarium oxysporum)
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/251

Abstract

Galur buncis (Phaseolus vulgaris L.) polong kuning tipe tegak adalah tanaman semusim yang termasuk famili Fabaceae. Warna kuning pada buncis ini menandakan adanya kandungan beta karoten. Sedangkan penyakit layu fusarium adalah penyakit yang disebabkan oleh cendawan fusarium yang menyerang hampir seluruh tanaman termasuk tanaman buncis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat serangan penyakit layu fusarium pada fase pertumbuhan dan hasil, serta mendapatkan galur buncis polong kuning tipe tegak yang tahan terhadap serangan penyakit layu fusarium. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2021, lokasi lahan berada di Jl. Patimura Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, Kota Batu. Bahan yang digunakan adalah pupuk urea, pupuk kandang, pestisida, cendawan Fusarium oxysporum, benih galur buncis tipe tegak (SunGoku 1 dan SunGoku 2) dan benih varietas Gypsi-1. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan diulang sebanyak 6 kali. Apabila terdapat hasil berbeda nyata akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 5%. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa infeksi F.oxysporum memiliki pengaruh yang nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, rerata umur mulai berbunga, jumlah polong, panjang polong dan bobot polong. Dari hasil skoring, galur SunGoku 1 dan SunGoku 2 diklasifikasikan sebagai tanaman yang memiliki ketahanan intermediat terhadap infeksi F.oxysporum.
Respon Pertumbuhan 4 Varietas Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) terhadap Cekaman Kekeringan
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/260

Abstract

Produktivitas bawang merah di Indonesia dari tahun ketahun mengalami penurunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mempelajari respon pertumbuhan 4 varietas bawang merah yang toleran terhadap cekaman kekeringan. Alat yang digunakan dalam penelitian meliputi polybag 35 cm x 20 cm, gelas ukur, soil pH and moisturizer meter, jangka sorong, oven, penggaris, alumunium foil, dan timbangan analitik. Bahan yang digunakan dalam penelitian adalah benih bawang merah varietas biru lancor, biru batu, tajuk dan bauji, arang sekam, POC dan PGPR. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus hingga Oktober 2021 di Kampung Organik Brenjonk, Dsn. Penanggungan, Ds. Penganggungan, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, Prov. Jawa Timur. Hasil penelitian menunjukkan varietas biru lancor dan biru batu merupakan varietas toleran terhadap cekaman kekeringan, varietas tersebut menunjukkan pertumbuhan yang lebih baik dan berbeda nyata dengan varietas yang lainnya.
Pengaruh Jarak Tanam Dan Defoliasi Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Jagung (Zea mays L.)
Jurnal Produksi Tanaman Vol 10, No 4 (2022)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/268

Abstract

Produktivitas jagung di Indonesia masih terbilang rendah. Hal ini dikarenakan hasil tersebut masih kurang dari rata-rata produktivitas jagung bersari bebas yang dapat mencapai 8 t ha-1 dan varietas jagung hibrida yang dapat mencapai 13 t ha-1. Pengaturan jarak tanam yang sesuai merupakan salah satu program intensifikasi untuk meningkatkan produktivitas tanaman. Selain itu, peningkatan hasil tanaman juga dapat dilakukan dengan mengatur intersepsi dan penyerapan energi radiasi matahari serta menciptakan kondisi yang optimal melalui defoliasi daun dan bunga jantan. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan kombinasi jarak tanam dan defoliasi yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman jagung (Zea mays L.). Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Maret - Juni 2021 di Desa Suko, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok non-faktorial dengan kombinasi jarak tanam dan defoliasi yang terdiri dari 9 perlakuan, yaitu : Jarak tanam 75 × 20 cm + Tanpa Defoliasi,  Jarak tanam 75 × 20 cm + Defoliasi 25%,  Jarak tanam 75 × 20 cm + Defoliasi 50%, Jarak tanam 60 × 25 cm + Tanpa Defoliasi, Jarak tanam 60 × 25 cm + Defoliasi 25%, Jarak tanam 60 × 25 cm + Defoliasi 50%, Jarak tanam 50 × 30 cm + Tanpa Defoliasi, Jarak tanam 50 × 30 cm + Defoliasi 25% dan Jarak tanam 50 × 30 cm + Defoliasi 50%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jarak tanam 75 × 20 cm dan Jarak tanam 60 × 25 cm yang dikombinasikan dengan tanpa defoliasi, defoliasi 25% dan defoliasi 50% menghasillkan bobot pipilan kering hasil per ha dan bobot 100 biji cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Jarak tanam 50 × 30 cm yang dikombinasikan dengan tanpa defoliasi, defoliasi 25% maupun defoliasi 50%.   Perlakuan jarak tanam 60 × 25 cm + defoliasi 25%  mampu menghasilkan  jagung 11,02 t ha-1 meningkat 3,57% dibandingkan dengan perlakuan jarak tanam 60 × 25 cm + tanpa defoliasi dengan hasil 10,64 t ha-1.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2022 2022


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) Vol 1, No 1 (2013) More Issue