cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 13 No. 11 (2025): November" : 8 Documents clear
Keragaman Genetik Rumput Lanskap Berdasarkan Karakter Morfologi Utoyo, Rizqi Suwardana; Ardiarini, Noer Rahmi
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.05

Abstract

Indonesia memiliki keanekaragaman flora yang sangat besar, termasuk rumput lanskap, yang berperan penting dalam estetika taman kota, perumahan, dan fasilitas olahraga, serta berkontribusi pada perekonomian nasional. Peningkatan pembangunan taman dan fasilitas olahraga telah meningkatkan permintaan akan rumput lanskap, menekankan pentingnya pengembangan varietas baru melalui pemuliaan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk (1) menentukan keragaman tanaman rumput lanskap berdasarkan karakteristik morfologi menggunakan analisis multivariat dan (2) mengidentifikasi hubungan kekerabatan antar aksesi rumput lanskap di Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Penelitian dilakukan dari Juni hingga Desember 2023 di Desa Sukolilo, Malang, Jawa Timur, dengan fokus pada berbagai jenis rumput lanskap, yaitu rumput gajahan (Axonopus compressus), rumput gajah mini (Axonopus compressus var. Dwarf), rumput gajah mini variegata (Axonopus compressus var. Dwarf Variegated), rumput bermuda grinting (Cynodon dactylon), rumput bermuda (Cynodon dactylon x Cynodon travaalensis), rumput manila (Zoysia matrella), dan rumput lamuran (Polytrias indica). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan purposive sampling, melibatkan pengukuran karakter kuantitatif (panjang dan lebar daun) dan kualitatif (bentuk bunga, tekstur daun, dll.) menggunakan alat seperti meteran, jangka sorong, dan RHS Color Chart. Analisis data dilakukan menggunakan analisis komponen utama (PCA) dan analisis kelompok (CA). Hasil penelitian menunjukkan tiga komponen utama yang mencakup karakteristik seperti panjang daun, bentuk bunga, dan warna daun. Analisis kelompok mengidentifikasi tiga cluster utama berdasarkan bentuk bunga, tekstur daun, dan warna stolon, dengan hubungan kekerabatan terdekat ditemukan dalam kelompok yang memiliki koefisien kemiripan 23%-84%. Penelitian ini memberikan wawasan penting untuk konservasi dan pemuliaan tanaman rumput lanskap di Indonesia.
Respon Tanaman Melon (Cucumis melo L.) Terhadap Kombinasi Dosis Pupuk Kandang Kambing dan Pupuk Majemuk Sefano Fahmi Aji; Medha Baskara
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.04

Abstract

Tanaman melon termasuk jenis tanaman hortikultura yang digemari masyarakat dan juga memiliki nilai ekonomis tinggi. Secara umum dalam masyarakat pertanian konvensional, nutrisi untuk tanaman lebih banyak didapatkan dari aplikasi pupuk anorganik. Penyediaan nutrisi untuk tanaman dapat diantisipasi dengan penggunaan pupuk organik seperti pupuk kotoran kambing. Tujuan penelitian ini ialah untuk mencapai komposisi terbaik untuk mendapatkan hasil produksi melon yang memiliki tingkat kemanisan tinggi sesuai preferensi konsumen sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani melon. Penelitian dilaksanakan pada bulan April – Juni 2024 di Desa Denok, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: tangki semprot, mulsa plastik hitam perak, ajir bambu, timbangan, refractometer dan alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: benih melon varietas Amanda F1, pupuk NPK 16:16:16, Phonska (N (Nitrogen) : 15%; P2O5 (Fosfat) : 10%; K (Kalium) : 12%; S (Sulfur) : 10%), pupuk kandang kambing, yellow sticky trap, Propinep 70%, Karbofuran 3%, Glifosat 486 g/l, Abamectin 36 g/l. Percobaan menggunakan rancangan acak kelompok sebanyak 9 kombinasi perlakuan pupuk NPK dan pupuk kandang kambing, diantaranya: pupuk kambing 15 ton.ha-1 +  NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 15 ton.ha-1 +  NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 15 ton.ha-1 +  NPK 300 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 +  NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 +  NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 30 ton.ha-1 +  NPK 300 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 +  NPK 100 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 +  NPK 200 kg.ha-1, pupuk kambing 45 ton.ha-1 +  NPK 300 kg.ha-1. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan yang mendapat nilai tertinggi pada parameter pertumbuhan dan pasca panen ialah kombinasi 300 kg NPK + 45 ton pupuk kandang kambing.
Pengaruh Pola Tanam Kelapa (Cocos nucifera L.) Pada Keanekaragaman Spesies Tumbuhan Bawah dan Heterogenitas di Watulimo Kabupaten Trenggalek Ilham Tawakal; Karuniawan Puji Wicaksono; Adi Setiawan
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.02

Abstract

Budidaya tanaman kelapa (Cocos nucifera L.) di Indonesia menghadapi permasalahan, salah satunya ialah pola tanam monokultur yang mengakibatkan produktivitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan spesies tumbuhan bawah (understorey) di lantai kebun kelapa pada pola tanam monokultur dan polikultur, serta pengaruh heterogenitas lingkungan terhadap kelimpahan spesies tumbuhan bawah. Penelitian dilakukan pada bulan Januari sampai April 2024 di kebun monokultur dan polikultur Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur. Data diambil menggunakan metode survei lapang. Plot berukuran 20 m x 100 m dibuat di masing-masing lahan monokultur dan polikultur, kemudian dibagi menjadi 20 subplot (10 m x 10 m). Kuadrat berukuran 1 m x 1 m dipasang secara sistematis di tengah setiap subplot untuk survei vegetasi tumbuhan bawah. Variabel pengamatan meliputi analisis vegetasi, keanekaragaman jenis, heterogenitas spesies tumbuhan, keterbukaan kanopi, water holding capacity, dan infiltrasi. Alat yang digunakan dalam penelitian ini mencakup pasak, kamera, meteran, alat tulis, gunting, tangki, seng, pipa, kayu, GPS, soil pH meter, infiltrometer, dan frame berukuran 1 m x 1 m. Bahan yang digunakan terdiri dari kertas amplop, label, dan kantong plastik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola tanam polikultur memberikan keragaman spesies paling tinggi dibandingkan dengan monokultur. Analisis menunjukkan bahwa kelimpahan tumbuhan bawah dipengaruhi oleh perbedaan faktor lingkungan berupa keterbukaan kanopi, water holding capacity, dan infiltrasi. Keberagaman tanaman mengakibatkan variasi ruang terhadap cahaya yang masuk dan kadar air yang lebih tinggi.
Studi Hubungan Suhu dan Curah Hujan  Terhadap Kualitas Produksi Tanaman Tembakau Varietas Virginia (Nicotiana tabacum L. var Virginia) Martha Gresita Damanik; Sisca Fajriani
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.06

Abstract

Tanaman tembakau (Nicotiana tabacum L.) merupakan tanaman perkebunan komersial yang mempunyai nilai jual tinggi. Hasil produksi tanaman tembakau yang dihasilkan para petani mengalami fluktuasi, diduga penyebab fluktuasi adalah suhu dan curah hujan. Salah satu daerah penghasil tembakau adalah Kabupaten Tuban dan Kabupaten Banyuwangi, varietas tembakau yang dihasilkan adalah varietas virginia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara suhu udara dan curah hujan terhadap kuantitas dan teknik budidaya terhadap kualitas produksi tanaman tembakau di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Banyuwangi serta mengetahui kualitas tanaman tembakau melalui kualitas uji rasa, warna, aroma, daya bakar, dan kadar nikotin dari tembakau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Februari-Maret 2024. Lokasi penelitian dilaksanakan di Kabupaten Tuban dan Kabupaten Banyuwangi. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif survei yaitu wawancara kepada petani tembakau dan metode analisis menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 22. Hasil penelitian menunjukkan suhu dan curah hujan memiliki korelasi sangat rendah. Korelasi suhu rata-rata hujan dengan produktivitas tanaman tembakau di Kabupaten Banyuwangi adalah (r=0,00), (1,00) dan curah hujan dengan Produktivitas tanaman tembakau adalah (r=-0,079), (0,778). Hasil korelasi dari suhu rata-rata dengan produktivitas tanaman tembakau di Kabupaten Tuban adalah (r=0,109), (0,699) dan curah hujan (r=-0,139) (0,636). Teknik budidaya di Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Tuban tidak memiliki perbedaan tapi berpengaruh terhadap kualitas tanaman tembakau dan uji rasa, warna, aroma, daya bakar, dan kadar nikotin tanaman tembakau yang berpengaruh pada kualitas tanaman tembakau.
Pengaruh Kombinasi Media Tanam dan Konsentrasi Pemberian Nutrisi AB Mix Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Pakcoy (Brassica rapa) Pada Hidroponik Sistem Substrat Novianto, Dasa; Maghfoer, Moch. Dawam
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.03

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa) merupakan jenis sayuran yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia karena mudah untuk didapatkan dan dikonsumsi segar (tanpa diolah) maupun dalam bentuk olahan. Salah satu penyebab terjadinya fluktuasi produksi pakcoy adalah menurunnya luas panen pakcoy. Luas panen pakcoy menurun sebesar -0,29 persen dari tahun 2018 sebesar 61,407 Ha menjadi 60,871 Ha pada tahun 2019. Salah satu cara meningkatkan produktivitas tanaman pada lahan sempit yaitu dengan cara budidaya sistem hidroponik. Budidaya dengan hidroponik dapat dilakukan dengan berbagai macam metode, salah satunya adalah metode sistem substrat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei hingga Juni 2024 di Greenhouse Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya yang terletak di Jatimulyo, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yang disusun secara faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama adalah kombinasi media tanam dan faktor kedua adalah konsentrasi pemberian nutrisi ab mix. Percobaan ini dilakukan sebanyak 3 ulangan dengan total kombinasi perlakuan sebanyak 8 kombinasi. Setiap kombinasi perlakuan terdiri atas 3 tanaman, sehingga jumlah tanaman pada penelitian ini adalah 72 tanaman. Hasil yang didapatkan berdasarkan percobaan yang telah dilakukan adalah tidak terdapat interaksi nyata antara perlakuan kombinasi media tanam dan konsentrasi pemberian nutrisi AB Mix. Kombinasi media tanam pasir dan cocopeat memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan kombinasi media tanam pasir dan arang sekam. Sedangkan konsentrasi 1500 ppm memberikan pertumbuhan dan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan konsentrasi 600 ppm, 900 ppm serta 1200 ppm.
Pengaruh Pemberian Konsentrasi Paklobutrazol Terhadap Pertumbuhan Rumput Gajahan Axonopus compressus (Sw.) P. Beauv.) Azmar, Rahmadila; Medha Baskara
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.protan.2025.013.11.01

Abstract

Rumput gajahan (Axonopus compressus (Sw.) P. Beauv.) merupakan jenis rumput yang berasal dari daerah Afrika dan terus menyebar ke wilayah lain seperti Amerika Selatan dan Prancis. Kebutuhan rumput gajahan semakin meningkat karena adanya perkembangan pembuatan taman baik pada taman perkotaan maupun pada taman pekarangan rumah. Pertumbuhan rumput gajahan sering tidak terkendali seperti, pertumbuhan vertikal pada rumput gajahan yang dapat menurunkan nilai keindahan pada taman. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk mempelajari pengaruh pemberian konsentrasi paklobutrazol terhadap pertumbuhan vertikal pada rumput gajahan. Alat yang digunakan dalam percobaan adalah polibag diameter 25 cm timbangan digital, sprayer, label, penanda petak, oven, kamera smartphone dan spss. Bahan yang digunakan pada saat kegiatan percobaan adalah Cultar 250 EC berbahan aktif paklobutrazol, urea, pupuk kandang ayam dan jenis rumput yang digunakan adalah rumput gajahan. Percobaan dilakukan dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non-faktorial. Kegiatan percobaan berlokasi di Jalan Sumedang No. 118, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Percobaan berlangsung pada bulan Februari hingga Mei 2024. Hasil percobaan ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian paklobutrazol sebagai zat pengatur tumbuh terhadap pertumbuhan rumput gajahan untuk menekan pertumbuhan vertikal pada rumput. Pemberian paklobutrazol pada konsentrasi 2 l.ha-1 dinilai mampu untuk menekan pertumbuhan panjang daun rumput gajahan. Hal ini dapat dilihat dari parameter panjang daun dan warna daun pada rumput gajahan.  
Pengaruh Tinggi Bedengan dan Tingkat Kepadatan Tanaman Terhadap Lingkungan Mikro, Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bit Merah (Beta vulgaris L.) Aminuddin, Andi Nur Annisa; Didik Hariyono
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Bit merah (Beta vulgaris L.) merupakan tanaman semusim yang mengandung berbagai macam komponen senyawa bermanfaat, seperti pigmen betasianin dapat digunakan sebagai perwarna makanan dan dapat mencegah penyakit kanker. Besarnya manfaat tersebut menjadikan bit merah mulai populer di Indonesia. Ketersediaan bit merah dapat dicapai melalui perbaikan sistem budidaya dengan cara mengatur tinggi bedengan untuk memperbaiki drainase dan mencegah terjadinya genangan air serta mengatur tingkat kepadatan tanaman untuk memberikan ruang tumbuh bagi tanaman bit merah. Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh kombinasi antara tinggi bedengan dan tingkat kepadatan tanaman terhadap pembentukan lingkungan mikro, pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah serta mempelajari hubungan lingkungan mikro dengan pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Maret 2024 di Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 9 kombinasi perlakuan antara tinggi bedengan dan kepadatan tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F taraf 5%, uji BNJ taraf 5% dan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi prelakuan antara tinggi bedengan 50 cm dan kepadatan 91 tanaman berpengaruh terhadap pembentukan lingkungan mikro, pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah serta terdapat korelasi antara variabel lingkungan mikro dengan variabel pertumbuhan dan hasil tanaman bit merah.
Keanekaragaman Genetik Jenis (Dioscorea Spp.) Berdasarkan Karakter Morfologi Moch Taufiqur Rahman; Afifuddin Latif Adiredjo
Produksi Tanaman Vol. 13 No. 11 (2025): November
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/

Abstract

Dioscorea spp., yang dikenal sebagai uwi-uwian atau gadung-gadungan, adalah tanaman umbi-umbian dengan keanekaragaman yang tinggi di Indonesia. Genus Dioscorea memiliki lebih dari 600 spesies, tetapi hanya sekitar 50-60 spesies yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan obat. Tanaman ini memiliki potensi sebagai pangan alternatif karena kandungan karbohidrat yang tinggi, sumber protein, dan rendah lemak. Budidaya Dioscorea di Indonesia masih terbatas karena kurangnya pengetahuan dan pengembangan. Keanekaragaman genetik Dioscorea di Indonesia ditandai dengan banyaknya variasi spesies dan aksesi, namun belum seluruhnya terkarakterisasi dan terdokumentasi dengan baik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi keanekaragaman genetik Dioscorea untuk menghindari duplikasi plasma nutfah, memberikan informasi terkait keanekaragaman genetik, dan melengkapi database karakter Dioscorea. Penelitian dilakukan pada Januari hingga Agustus 2022 di Kebun Raya Purwodadi – BRIN, Jawa Timur, menggunakan metode deskriptif. Bahan penelitian adalah koleksi tanaman hasil eksplorasi peneliti Kebun Raya Purwodadi yang terdiri dari tiga jenis Dioscorea (D. alata, D. esculenta, dan D. hispida) dengan total 21 aksesi. Data dianalisis menggunakan Clustering UPGMA pada software XLSTAT di Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan 21 aksesi memiliki karakter morfologi yang beragam. Empat puluh dua karakter morfologi dipilih untuk melihat keanekaragaman, terdiri dari 16 karakter daun, 17 karakter batang, 1 karakter bunga, 2 karakter umbi udara, dan 5 karakter umbi bawah. Analisis clustering UPGMA menghasilkan dua klaster utama: klaster pertama terdiri dari kelompok aksesi D. hispida dan D. esculenta, dan klaster kedua terdiri dari aksesi D. alata. Klaster pertama terbagi lagi menjadi dua sub-klaster, dan klaster kedua juga terbagi menjadi dua sub-klaster. Karakter morfologi dapat menunjukkan keanekaragaman genetik dan hasil kajian sangat bermanfaat untuk program konservasi Dioscorea ke depan. Konservasi spesies hingga tingkat varietas dengan karakter berbeda dapat memperkaya plasma nutfah untuk pengembangan pemuliaan.

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2025 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol 7, No 12 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 5, No 12 (2017) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol 3, No 8 (2015) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue