cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
protanbp@ub.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Produksi Tanaman
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 23383976     EISSN : 25278452     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Produksi Tanaman adalah Jurnal Pertanian yang diterbitkan oleh Jurusan Budidaya Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya berisi hasil penelitian yang disusun oleh mahasiswa setelah menyelesaikan tugas akhir berupa skripsi.
Arjuna Subject : -
Articles 25 Documents
Search results for , issue "Vol. 7 No. 10 (2019)" : 25 Documents clear
Analisis Sidik Lintas antara Sifat Fenotipe Komponen Hasil terhadap Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) Putri, Regita Syahkirana; Ashari, Sumeru
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bawang merah merupakan salah satu komoditas unggulan hortikultura yang penting. Tingkat konsumsi bawang selalu meningkat, namun produksi bawang merah rendah. Untuk menanggulangi masalah ini, pemerintah mengambil kebijakan impor. Namun kebijakan tersebut belum dikatakan solutif dikarenakan hal tersebut dapat mengakibatkan bawang merah dalam negeri kurang diminati. Maka dari itu perlunya ditingkatkan daya hasil serta mutu bawang merah yang baik. Hubungan antar karakter tanaman memiliki peran penting pada pemuliaan tanaman. Hasil korelasi antar karakter dapat membantu dalam seleksi tanaman untuk produksi yang diharapkan. Penelitian ini bertujuan Mengetahui kriteria seleksi melalui komponen hasil yang efektif melalui analisis korelasi dan sidik lintas pada tanaman bawang merah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kepuharjo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur.pada bulan Sepetmber – Desember 2018. Metode yang di-gunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK)dengan 1 perlakuan yaitu 5 varietas (Batu Ijo, Bima Brebes, Mentes, Super Phillip, dan Tajuk) dan 3 ulangan. Karakter pengamatan terdiri dari 8 karakter kuantitatif dan 5 karakter kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan hasil panen bawang merah berkorelasi positif atau diikuti peningkatan tinggi tanaman, diameter umbi, jumlah daun, dan jumlah anakan. Serta karakter diameter umbi memberikan pengaruh langsung terhadap hasil tanaman bawang merah. Dapat disimpulkan juga bahwa dari ke 5 varietas tersebut, varietas super Phillip merupakan varietas yang hasilnya terbaik.
Pengaruh Pupuk Hijau Paitan dan Interval Pemberian PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt L.) Novitasari, Risa; Sudiarso, Sudiarso
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung manis ialah komoditas tanaman pangan yang dimanfaatkan bijinya karena memiliki rasa manis. Produksi jagung manis di Indonesia masih rendah dan belum memenuhi permintaan pasar. Pemberian bahan organik dan penggunaan teknologi baru yang dilakukan untuk meningkatkan produksi jagung manis adalah dengan pemberian paitan sebagai pupuk hijau dan PGPR. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh paitan dan interval pemberian PGPR serta mendapatkan informasi dosis paitan dan interval pemberian PGPR yang tepat pada pertumbuhan dan hasil jagung manis. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2018 di Ds. Ngijo, Kec. Karangploso, Kota Malang. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi (RPT) dengan petak utama dan anak petak, terdiri dari 9 perlakuan dan diulang sebanyak 3 kali. Petak utama yaitu dosis paitan dan anak petak yaitu interval pemberian PGPR. Petak utama terdapat dosis paitan dengan 3 taraf yaitu D0 0% (0 ton ha-1), D1 : 50% (2,43 ton ha-1), D2 :100% (4,86 ton ha-1) dan anak petak terdapat interval pemberian PGPR dengan 3 taraf yaitu P1 : pemberian PGPR 10 hst, P2 : pemberian PGPR 10 dan 20 hst, P3 : pemberian PGPR 10, 20, dan 30 hst. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan paitan 100% dapat meningkatkan hasil 10,45 ton ha-1 (47,54%) dibandingkan dengan tanpa pemberian paitan (0%), sedangkan untuk perlakuan interval waktu pemberian PGPR, hasil panen yang paling tinggi didapatkan pada pemberian PGPR tiga kali interval waktu (10, 20 & 30 hst) dan dapat meningkatkan hasil sebesar 2,89 ton ha-1 (15,11%) dibandingkan PGPR satu kali interval waktu (10 hst).
Korelasi antara Komponen Hasil terhadap Hasil Beberapa Genotip Kacang Ercis (Pisum sativum L.) di Dataran Rendah Hikmah, Siti Nurul; Waluyo, Budi; Saptadi, Darmawan
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kacang ercis merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan polongnya karena memiliki nilai gizi tinggi. Produksi kacang ercis di Indonesia masih tergolong rendah dikarenakan proses budidaya kacang ercis hanya difokuskan pada dataran tinggi saja. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi kacang ercis adalah pemilihan genotipe yang adaptif di tanam di dataran rendah. Analisis korelasi dapat digunakan untuk mengetahui keeratan hubungan antara komponen hasil dengan hasil sehingga sangat berguna dalam bidang pemuliaan tanaman yaitu melaui kegiatan seleksi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari hubungan antara komponen hasil terhadap hasil tanaman kacang ercis di dataran rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan Augmented Design dengan perlakukan 82 aksesi sebagai tanaman uji dan 3 sebagai tanaman cek (2 aksesi dan 1 varietas). Penelitian dilaksanakan di Lahan Seed Bank and Nursery Universitas Brawijaya di Desa Jatikerto, Kecamatan Romengan, Kabupaten Malang pada bulan Desember 2018 - April 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara 18 karakter komponen hasil terdapat hasil berat polong pertanaman dan berat biji pertanaman. Dari 18 karakter yang berkorelasi positif, yang memiliki nilai koefisien korelasi tinggi adalah tinggi tanaman, jumlah ruas, jumlah cabang, jumlah daun, umur panen, berat polong pertanaman, jumlah polong pertanaman, berat biji pertanaman, jumlah biji pertanaman, berat 100 biji, berat biji perpolong dan jumlah biji perpolong. Karakter yang memiliki nilai koefisien korelasi tertinggi artinya memiliki korelasi yang kuat antara karakter komponen hasil dengan hasil, Sehingga dalam melakukan seleksi genotip ercis yang toleran di tanam didataran rendah harus berdasarkan dengan karakter-karakter tersebut.
Pengaruh Waktu Pemangkasan Pucuk terhadap Pertumbuhan Dua Varietas Tanaman Mentimun (Cucumis sativus L.) Sistem Hidroponik Yanti, Ulfah Dwi; Aini, Nurul
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan sayuran semusim dari famili cucurbitaceae yang banyak dikonsumsi terutama dalam bentuk segar. Mentimun merupakan tanaman yang terus melanjutkan pertumbuhan pada fase vegetatif jika pemangkasan pucuk tidak dilakukan. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan perbaikan teknik budidaya tanaman adalah pemangkasan pucuk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui fase pertumbuhan yang tepat untuk pemangkasan pucuk utama guna meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun varietas Roberto dan varietas BM 007. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) sederhana terdiri dari 6 perlakuan : P1 = varietas roberto tanpa pemangkasan, P2 = varietas roberto dan pemangkasan pucuk batang utama pada 21 hst, P3 = varietas roberto dan pemangkasan pucuk batang utama pada 28 hst, P4 = varietas BM 007 tanpa pemangkasan, P5 = varietas BM 007 dan pemangkasan pucuk batang utama pada 21 hst, dan P6 = varietas BM 007 dan pemangkasan pucuk batang utama pada 28 hst. Hasil penelitian yang didapat adalah pemangkasan pada 28 hst pada varietas Roberto meningkatkan jumlah cabang produktif dan bobot kering total tanaman, namun menurunkan panjang tanaman dan jumlah daun.
Hubungan Filotaksis dan Kerapatan Stomata terhadap Hasil 20 Aksesi Tanaman Okra (Abelmoschus esculentus L. Moench) Utami, Putri Sri; Waluyo, Budi; Wardiyati, Tatik
Produksi Tanaman Vol. 7 No. 10 (2019)
Publisher : Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah okra merupakan hasil dari fotosintesis. Fotosintesis membutuhkan cahaya matahari untuk berfotosintesis. Banyak faktor yang mempengaruhi banyak sedikitnya cahaya yang diterima. Salah satunya adalah posisi daun pada tanaman yang disebut dengan filotaksis daun. Meningkatnya fotosintesis diimbangi dengan meningkatnya asupan dari CO2 sebagai bahan utama fotosintesis. Semakin ideal filotaksis tanaman memungkinkan dapat mempengaruhi kerapatan stomata terutama pada daun tanaman okra. Penelitian dilaksanakan di Agro Technopark  Universitas Brawijaya, Malang, dengan ketinggian ±330 mdpl, suhu rata-rata 24-36°C dan curah hujan 315 mm per bulan selama penelitian. Penelitian  dilaksanakan pada bulan 18 Desember 2018 sampai bulan 15 Maret 2019. Penelitan ini merupakan penelitian non percobaan. Tujuh belas aksesi tanaman diuji, sedangkan tiga aksesi cek/kontrol. Seleksi dilakukan untuk mencari aksesi terbaik menggunakan seleksi massa dari total berat buah lebih besar dari hasil rata-rata+standar deviasi. Dua puluh aksesi okra yang diseleksi berbunga pada kisaran umur ± 60 hari setelah tanam. Berdasarkan 20 aksesi yang diseleksi didapatkan empat aksesi terbaik, berdasarkan parameter total berat buah yang tinggi yaitu, aksesi Aesc[BW]-02-01-02-5-4, Aesc[BW]-02-05, Aesc[BW]-5-5-2, Aesc[BW]-02-03.  Filotaksis pada 20 aksesi okra yang ditemukan ada tiga filotaksis yaitu 1/3, 2/5, dan 3/8. Aksesi okra yang terbaik tidak bisa ditentukan oleh  filotaksis daunnya, karena filotaksis pada aksesi yang terbaik berbeda-beda, sehingga filotaksis tidak bisa menentukan aksesi terbaik. Dan kerapatan stomata tidak berkorelasi dengan semua parameter vegetatif maupun generatif, berarti tidak berdampak pada hasil tanaman okra. Indikator yang paling utama untuk menentukan aksesi terbaik dari segi agronomis okra yaitu berat buah dan panjang buah.

Page 3 of 3 | Total Record : 25


Filter by Year

2019 2019


Filter By Issues
All Issue Vol. 13 No. 12 (2025): Desember Vol. 13 No. 11 (2025): November Vol. 13 No. 10 (2025): Oktober (In-Press) Vol. 13 No. 08 (2025): Agustus Vol. 13 No. 07 (2025): Juli Vol. 13 No. 06 (2025): Juni Vol. 13 No. 05 (2025): Mei Vol. 13 No. 04 (2025): April Vol. 13 No. 9 (2025): September Vol. 13 No. 3 (2025): Maret Vol. 13 No. 2 (2025): Februari Vol. 13 No. 1 (2025): Januari Vol. 12 No. 12 (2024): Desember Vol. 12 No. 11 (2024): November Vol. 12 No. 10 (2024): Oktober Vol. 12 No. 09 (2024): September Vol. 12 No. 05 (2024): Mei Vol. 12 No. 04 (2024): April Vol. 12 No. 8 (2024): Agustus Vol. 12 No. 7 (2024): Juli Vol. 12 No. 6 (2024): Juni Vol. 12 No. 3 (2024): Maret Vol. 12 No. 2 (2024): Februari Vol. 12 No. 1 (2024): Januari Vol. 11 No. 12 (2023): Desember Vol. 11 No. 11 (2023): November Vol. 11 No. 10 (2023): Oktober Vol. 11 No. 9 (2023): September Vol. 11 No. 8 (2023): Agustus Vol. 11 No. 7 (2023): Juli Vol. 11 No. 6 (2023): Juni Vol. 11 No. 5 (2023): Mei Vol. 11 No. 4 (2023): April Vol. 11 No. 3 (2023): Maret Vol. 11 No. 2 (2023): Februari Vol. 11 No. 1 (2023): Januari Vol. 10 No. 12 (2022): Terbitan Bulan Desember Vol. 10 No. 11 (2022): Terbitan Bulan November Vol. 10 No. 10 (2022): Terbitan Bulan Oktober Vol. 10 No. 9 (2022): Terbitan Bulan September Vol. 10 No. 8 (2022): Terbitan Bulan Agustus Vol. 10 No. 7 (2022) Vol 10, No 7 (2022) Vol. 10 No. 6 (2022) Vol. 10 No. 5 (2022) Vol 10, No 5 (2022) Vol. 10 No. 4 (2022) Vol 10, No 4 (2022) Vol 10, No 3 (2022) Vol. 10 No. 3 (2022) Vol. 10 No. 2 (2022) Vol 10, No 2 (2022) Vol. 10 No. 1 (2022) Vol 10, No 1 (2022) Vol 9, No 12 (2021) Vol. 9 No. 12 (2021) Vol. 9 No. 11 (2021) Vol 9, No 11 (2021) Vol. 9 No. 10 (2021) Vol 9, No 10 (2021) Vol. 9 No. 9 (2021) Vol 9, No 9 (2021) Vol. 9 No. 8 (2021) Vol 9, No 8 (2021) Vol 9, No 7 (2021) Vol. 9 No. 7 (2021) Vol. 9 No. 6 (2021) Vol 9, No 6 (2021) Vol. 9 No. 5 (2021) Vol 9, No 5 (2021) Vol 9, No 4 (2021) Vol. 9 No. 4 (2021) Vol. 9 No. 3 (2021) Vol 9, No 3 (2021) Vol. 9 No. 2 (2021) Vol 9, No 2 (2021) Vol. 9 No. 1 (2021) Vol 9, No 1 (2021) Vol 8, No 12 (2020) Vol. 8 No. 12 (2020) Vol 8, No 11 (2020) Vol. 8 No. 11 (2020) Vol 8, No 10 (2020) Vol. 8 No. 10 (2020) Vol. 8 No. 9 (2020) Vol 8, No 9 (2020) Vol 8, No 8 (2020) Vol. 8 No. 8 (2020) Vol. 8 No. 7 (2020) Vol 8, No 7 (2020) Vol. 8 No. 6 (2020) Vol 8, No 6 (2020) Vol 8, No 5 (2020) Vol. 8 No. 5 (2020) Vol. 8 No. 4 (2020) Vol 8, No 4 (2020) Vol 8, No 3 (2020) Vol. 8 No. 3 (2020) Vol 8, No 2 (2020) Vol. 8 No. 2 (2020) Vol. 8 No. 1 (2020) Vol 8, No 1 (2020) Vol 7, No 12 (2019) Vol. 7 No. 12 (2019) Vol. 7 No. 11 (2019) Vol 7, No 11 (2019) Vol. 7 No. 10 (2019) Vol 7, No 10 (2019) Vol 7, No 9 (2019) Vol. 7 No. 9 (2019) Vol. 7 No. 8 (2019) Vol 7, No 8 (2019) Vol 7, No 7 (2019) Vol. 7 No. 7 (2019) Vol 7, No 6 (2019) Vol. 7 No. 6 (2019) Vol. 7 No. 5 (2019) Vol 7, No 5 (2019) Vol 7, No 4 (2019) Vol. 7 No. 4 (2019) Vol. 7 No. 3 (2019) Vol 7, No 3 (2019) Vol 7, No 2 (2019) Vol. 7 No. 2 (2019) Vol. 7 No. 1 (2019) Vol 7, No 1 (2019) Vol. 6 No. 12 (2018) Vol 6, No 12 (2018) Vol. 6 No. 11 (2018) Vol 6, No 11 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol 6, No 10 (2018) Vol. 6 No. 10 (2018) Vol 6, No 9 (2018) Vol. 6 No. 9 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol. 6 No. 8 (2018) Vol 6, No 8 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol 6, No 7 (2018) Vol. 6 No. 7 (2018) Vol. 6 No. 6 (2018) Vol 6, No 6 (2018) Vol 6, No 5 (2018) Vol. 6 No. 5 (2018) Vol. 6 No. 4 (2018) Vol 6, No 4 (2018) Vol 6, No 3 (2018) Vol. 6 No. 3 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 2 (2018) Vol 6, No 2 (2018) Vol. 6 No. 1 (2018) Vol 6, No 1 (2018) Vol. 5 No. 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 12 (2017) Vol 5, No 11 (2017) Vol. 5 No. 11 (2017) Vol. 5 No. 10 (2017) Vol 5, No 10 (2017) Vol 5, No 9 (2017) Vol. 5 No. 9 (2017) Vol. 5 No. 8 (2017) Vol 5, No 8 (2017) Vol. 5 No. 7 (2017) Vol 5, No 7 (2017) Vol 5, No 6 (2017) Vol. 5 No. 6 (2017) Vol. 5 No. 5 (2017) Vol 5, No 5 (2017) Vol. 5 No. 4 (2017) Vol 5, No 4 (2017) Vol 5, No 3 (2017) Vol. 5 No. 3 (2017) Vol. 5 No. 2 (2017) Vol 5, No 2 (2017) Vol 5, No 1 (2017) Vol. 5 No. 1 (2017) Vol. 4 No. 8 (2016) Vol 4, No 8 (2016) Vol. 4 No. 7 (2016) Vol 4, No 7 (2016) Vol 4, No 6 (2016) Vol. 4 No. 6 (2016) Vol. 4 No. 5 (2016) Vol 4, No 5 (2016) Vol. 4 No. 4 (2016) Vol 4, No 4 (2016) Vol 4, No 3 (2016) Vol. 4 No. 3 (2016) Vol 4, No 2 (2016) Vol. 4 No. 2 (2016) Vol 4, No 1 (2016) Vol. 4 No. 1 (2016) Vol. 3 No. 8 (2015) Vol 3, No 8 (2015) Vol 3, No 7 (2015) Vol. 3 No. 7 (2015) Vol 3, No 6 (2015) Vol. 3 No. 6 (2015) Vol. 3 No. 5 (2015) Vol 3, No 5 (2015) Vol 3, No 4 (2015) Vol. 3 No. 4 (2015) Vol 3, No 3 (2015) Vol. 3 No. 3 (2015) Vol. 3 No. 2 (2015) Vol 3, No 2 (2015) Vol 3, No 1 (2015) Vol. 3 No. 1 (2015) Vol. 2 No. 8 (2014) Vol 2, No 8 (2014) Vol. 2 No. 7 (2014) Vol 2, No 7 (2014) Vol 2, No 6 (2014) Vol. 2 No. 6 (2014) Vol. 2 No. 5 (2014) Vol 2, No 5 (2014) Vol 2, No 4 (2014) Vol. 2 No. 4 (2014) Vol 2, No 3 (2014) Vol. 2 No. 3 (2014) Vol. 2 No. 2 (2014) Vol 2, No 2 (2014) Vol 2, No 1 (2014) Vol. 2 No. 1 (2014) Vol. 1 No. 6 (2013) Vol 1, No 6 (2013) Vol. 1 No. 5 (2013) Vol 1, No 5 (2013) Vol 1, No 4 (2013) Vol. 1 No. 4 (2013) Vol. 1 No. 3 (2013) Vol 1, No 3 (2013) Vol 1, No 2 (2013) Vol. 1 No. 2 (2013) Vol 1, No 1 (2013) Vol. 1 No. 1 (2013) More Issue