cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 72 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2014)" : 72 Documents clear
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN CAMPURAN DENGAN KOMPOSISI 75% FLY ASH DAN 25% SLAG BAJA PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP NILAI CBR DAN SWELLING Karimah, Maslin Akhlaqul; Rachmansyah, Arief; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (382.598 KB)

Abstract

Tanah merupakan salah satu jenis material yang selalu berhubungan dengan konstruksi, baik konstruksi bangunan maupun konstruksi jalan. sehingga tanah menjadi komponen yang sangat diperhatikan dalam perencanaan konstruksi, untuk itu dalam melakukan perencanaan konstruksi harus dilakukan penyelidikan terhadap karakteristik dan kekuatan tanah. Tanah yang diselidiki adalah tanah yang terdapat di wilayah Bojonegoro khususnya Desa Ngasem yang merupakan jenis tanah lempung ekspansif. Tanah lempung ekspansif merupakan tanah yang memiliki kandungan mineral montmorillonite yang sangat mudah menyerap air dalam jumlah yang banyak sehingga tanah mempunyai kepekatan terhadap pengaruh air dan sangat mudah mengembang. Besarnya pengembangan dan penyusutan tidak merata sehingga menimbulkan differential movement pada permukaan yang menyebabkan kerugian-kerugian konstruksi. Penelitian dilakukan pada tanah asli dan juga tanah asli yang ditambahkan fly ash dan slag baja sebagai bahan stabilisasi dan digunakan 3 variasi bahan campuran dengan komposisi 75% fly ash dan 25% slag baja yaitu 5% bahan campuran (3,75% fly ash + 1,25% slag baja), 10% bahan campuran (7,5% fly ash + 2,5% slag baja), dan 15% bahan campuran (11,25% fly ash + 3,75% slag baja). Dari hasil penelitian tersebut didapatkan bahwa kadar air optimum, nilai indeks plastisitas, dan nilai swellingnya mengalami penurunan, sedangkan berat isi kering dan nilai CBR mengalami peningkatan. Untuk kondisi yang paling optimum didapatkan pada penambahan 5% bahan campuran atau 3,75% fly ash + 1,25% slag baja dimana didapatkan nilai CBR sebesar 7,28333% dan nilai swelling optimum sebesar 0,356%.   Kata Kunci : Lempung Ekspansif, Fly Ash, Slag Baja, CBR, Swelling
PENGARUH VARIASI KADAR AIR PEMADATAN TANAH EKSPANSIF TERHADAP TEKANAN PENGEMBANGAN ARAH VERTIKAL DAN HORIZONTAL Sanjaya, Rofi Trianto; ., Harimurti; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (511.996 KB)

Abstract

Tanah ekspansif memiliki sifat kembang-susut yang besar sehingga merupakan faktor penyebab yang dominan terhadap kejadian kerusakan perkerasan jalan. Akibat adanya pengaruh musim, akan berpengaruh terhadap kembang susut tanah jenis ini. Tanah ekspansif mengembang kesegala arah sehingga perlu dilakukan pengujian pengembangan arah vertikal dan horisontal untuk tanah ekspansif dengan penambahan variasi kadar air. Dalam penelitian ini, digunakan alat modifikasi dan variasi kadar air pemadatan yang digunakan adalah OMC-5%, OMC, dan OMC+5%. Hasil dari penelitian ini didapatkan nilai pengembangan, regangan, dan tegangan yang maksimum. Untuk hasil pengembangan maksimum yang terjadi pada kadar air OMC yaitu nilai pengembangan arah vertikal sebesar 4,91 mm dan pengembangan arah horisontal sebesar 3,13 mm. Sedangkan regangan dan tegangan maksimum terjadi pada kadar air OMC yaitu dengan nilai regangan arah vertikal sebesar 0,0982 dan regangan arah horisontal sebesar 0,04471 serta nilai tegangan arah vertikal sebesar 988 Pa dan tegangan arah horisontal sebesar 148 Pa. Sehingga dari hasil penelitian tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa dengan semakin padat kondisi tanah tersebut maka pengembangan arah vertikal maupun horisontal yang dihasilkan juga semakin besar. Pengembangan dan regangan arah vertikal maupun horisontal yang besar sehingga akan menyebabkan tegangan arah vertikal maupun horisontal yang dihasilkan juga semakin besar. Kata Kunci : Tanah Ekspansif, Variasi Kadar Air Pemadatan, Pengembangan Arah Vertikal dan Horisontal, Regangan, Tegangan.
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN KADAR AIR TERHADAP TEKANAN PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF ARAH VERTIKAL Fardiansyah, Abdul Hakim; ., Harimurti; ., Suroso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.301 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif memiliki potensi mengembang yang cukup tinggi jika dibandingkan dengan jenis tanah lempung yang lainnya. Tanah jenis ini dapat dijumpai di beberapa tempat, salah satunya di Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.  Tanah lempung ekspansif ini merupakan jenis tanah yang memiliki butiran halus dengan ukuran koloidal yang terbentuk dari mineral montmorillonite, illite dan kaolinite. Semua tanah lempung ekspansif akan mempunyai sifat mengembang dan menyusut yang besar, itu terjadi karena adanya penambahan atau pengurangan kadar air. Pengujian yang dilakukan menggunakan alat oedometer, dimana cara pemasangan pada alat oedometer sama dengan percobaan konsolidasi, dan pengujiannya sesuai dengan SNI 6424:2008. Metode pengujian dan analisanya menggunakan metode A yang sesuai dengan SNI, pengujiannya dilakukan selama kurang lebih 2,5 bulan. Tekanan yang diberikan sebesar 5; 10; 20; 40; 80, kPa dst, hingga pembacaan nilai angka porinya sama / kembali ke angka pori awal. Hasil pengujian yang dilakukan mendapatkan dua parameter, yaitu potensi pengembangan dan tekanan pengembangan. Pada sampel 1 kadar air OMC, potensi pengembangannya didapatkan nilai 1,251%, OMC -5% didapatkan nilai 1,377%, OMC +5% didapatkan nilai 0,999%, sedangkan pada sampel 2 nilai kadar air OMC sebesar 1,106%, OMC -5% didapatkan nilai 1,194%, OMC +5% didapatkan nilai 0,864%. Untuk tekanan pengembangan pada sampel 1 kadar air OMC, didapatkan nilai 1295 kPa, OMC -5% didapatkan nilai 1495 kPa, OMC +5% didapatkan nilai 1195kPa, sedangkan pada sampel 2 nilai kadar air OMC sebesar 1195 kPa, OMC -5% didapatkan nilai 1295 kPa, OMC +5% didapatkan nilai 1095 kPa. Dari hasil tersebut, didapatkan bahwa, jika kadar air ditambahkan, maka potensi pengembangan dan tekanan pengembangannya akan berkurang, apabila kadar air dikurangi, maka potensi pengembangan dan tekanan pengembangannya besar. Hal ini dikarenakan adanya pergerakan air ke daerah kation (interlayer) yang merupakan lapisan ganda pada permukaan lempung. Lapisan ganda ini dapat menarik air secara elektrik kemudian berada di sekitar partikel lempung yang dikenal sebagai lapisan air ganda. Kata kunci : Tanah Ekspansif, Pengembangan, Tekanan Pengembangan, Oedometer.
PEMODELAN PERILAKU TEGANGAN-REGANGAN ARAH VERTIKAL DAN HORIZONTAL AKIBAT PENGEMBANGAN (SWELLING) TANAH EKSPANSIF DI KABUPATEN NGAWI DENGAN PROGRAM SAP 2000 Mahardhika, Andhitya Putra; ., Harimurti; ., Wisnumurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.485 KB)

Abstract

Telah banyak penelitian terkait swelling tanah dan memberikan kriteria yang dapat digunakan untuk mengidentifikasikan potensi swelling dari tanah seperti penelitian William (1958), Seed (1962), Chen (1965[1] & 1988), Raman (1967), dan Snethen (1977). Kondisi yang menyebabkan swelling tanah umumnya adalah tanah lempung mengandung mineral montmorillonite, plastisitas tinggi dimana LL > 40% ; PI > 35%, adanya lapisan tanah di bawah permukaan tanah merupakan zona aktif dimana cuaca sangat mempengaruhi perubahan kadar air. Metode  penelitian  dilakukan  dengan  mencari konstanta pegas dari dial gauge arah vertikal dan horizontal, kemudian dari data yang diperoleh digunakan mencari gaya pengembangan tanah ekspansif. Gaya pengembangan tanah djadikan sebagai input program SAP 2000 yang mana sebelumnya telah didefinisikan material tanah pada model yang dibuat pada program SAP 2000. Pada analisis model digunakan analisis plane strain. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemodelan tanah ekspansif berdasarkan penelitian Rofi T. S. (2014) bisa digunakan program bantu SAP 2000 dimana semakin besar kadar air pada tanah ekspansif, semakin besar pula nilai modulus elastisitas tanah ekspansif tersebut. Kata Kunci : Swelling, Tanah Ekspansif, Dial Gauge, SAP 2000, Plane Strain. [1] Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Unversitas Brawijaya 2 Dosen Jurusan Sipil Fakultas Teknik Unversitas Brawijaya
Pengaruh Variasi Jarak Celah pada Konstruksi Dinding Pasangan Bata Beton Bertulang Penahan Tanah Terhadap Deformasi Lateral dan Butiran Yang Lolos Celah dari Lereng Pasir + 20% Kerikil Qomar, Ach. Lailatul; Munawir, As'ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.87 KB)

Abstract

Dinding pasangan bata beton bertulang dirancang dengan kuat untuk menahan tanah dan diberi celah agar bisa mengalirkan air secara dua arah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variasi jarak celah antar bata beton bertulang pada dinding penahan tanah terhadap deformasi lateral dan butiran yang lolos celah dari lereng pasir + 20% kerikil. Pengujian dilakukan pada dinding yang mempunyai celah 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm; yang dimasukkan ke dalam boks secara bergantian dengan dibuat pemodelan tanah lereng dengan ukuran panjang 100 cm, lebar 98 cm, dan tinggi 70 cm. Tanah lereng dilakukan pembebanan untuk mengetahui deformasi lateral dinding dan dilakukan simulasi hujan untuk mengetahui butiran yang lolos celah dinding. Hasil dari percobaan menunjukkan ada pengaruh variasi lebar celah terhadap deformasi lateral dinding meskipun perbedaan deformasi lateralnya tidak terlalu signifikan. Urutan nilai deformasi lateral mulai dari kecil adalah pada dinding bercelah 2 cm; 1,5 cm; dan 1 cm. Sedangkan berat jumlah butiran yang lolos celah juga terdapat pengaruh dari adanya variasi lebar celah meskipun hanya terjadi pada dinding yang tidak menggunakan ijuk. Urutan jumlah butiran yang lolos celah mulai dari yang paling ringan adalah pada dinding bercelah 1 cm; 1,5 cm; dan 2 cm. Kata kunci: celah dinding, pasangan bata beton bertulang, dinding penahan tanah, deformasi lateral, butiran lolos celah, tanah lereng.
PENGARUH VARIASI JARAK CELAH PADA KONSTRUKSI DINDING PASANGAN BATA BETON BERTULANG PENAHAN TANAH TERHADAP DEFORMASI LATERAL DAN BUTIRAN LOLOS CELAH DARI LERENG PASIR + 10 % KERIKIL Febrianti, Nita Dwi; ., Wisnumurti; ., Suroso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.83 KB)

Abstract

Dinding penahan tanah yang efektif, seharusnya bisa mengalirkan air secara dua arah sehingga infiltrasi air sungai tidak hanya terjadi pada dasar sungai saja namun juga menyamping, baik dari air tanah menjadi air sungai maupun sebaliknya melalui dinding penahan tanah. Dalam penelitian ini digunakan dinding pasangan bata beton bertulang dengan beberapa variasi jarak celah, yaitu sebesar 1cm; 1,5cm dan 2 cm. Meskipun terdapat celah dalam masing-masing dinding, diharapkan dapat menahan beban berupa tanah lereng yang berada di belakang dinding. Celah inilah yang nantinya digunakan untuk mengalirkan air secara dua arah. Dinding akan mengalami deformasi akibat adanya tekanan tanah lateral yang bekerja secara tegak lurus pada bidang dinding Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh variasi jarak celah antar pasangan bata beton bertulang pada dinding penahan tanah terhadap deformasi lateral. Selain itu untuk mengetahui besarnya butiran yang lolos celah dari lereng pasir +10% kerikil pada masing-masing variasi jarak celah. Selain itu dilakukan pengujian butiran yang lolos celah dengan menggunakan simulasi hujan pada lereng tersebut dengan tujuan untuk mengetahui banyaknya tanah yang lolos celah pada dinding. Pengujian ini dilakukan dengan dua perlakuan, yaitu menggunakan ijuk dan tanpa adanya ijuk. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa jarak celah antar pasangan bata beton bertulang pada dinding penahan tanah mempengaruhi deformasi lateral. Semakin besar jarak celah, deformasi yang terjadi akan semakin kecil. Selain itu adanya pengaruh jarak celah terhadap jumlah butiran yang lolos dari  pasangan dinding bata beton bertulang. Semakin besar jarak celah, jumlah butiran yang lolos semakin besar.   Kata-kata kunci: dinding pasangan bata beton bertulang, deformasi lateral, simulasi hujan, butiran lolos celah.
PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN CAMPURAN (DENGAN SLAG BAJA DAN FLY ASH) PADA TANAH LEMPUNG EKSPANSIF TERHADAP NILAI CBR DAN SWELLING Rahmadya, Reza Roseno; Rachmansyah, Arief; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.587 KB)

Abstract

Kondisi tanah di wilayah Bojonegoro, khususnya di Desa Ngasem teridentifikasi  oleh jenis tanah lempung ekspansid. Tanah ekspansif adalah tanah yang akan membentuk gumpalan yang sangat keras pada saat kering, dan akan sangat liat pada saat diberi air. Besarnya pengembangan dan penyusutan umumnya tidak sama, sehingga akan menyebabkan timbulnya perbedaan ketinggian yang dapat menjadi penyebab rusaknya konstruksi bangunan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan campuran slag baja dan fly ash sebagai bahan stabilisasi pada tanah lempung ekspansif terhadap berat isi kering, kadar air optimum, harga CBR dan swelling. Penelitian dilakukan pada tanah asli maupun tanah asli yang sudah ditcampur dengan bahan stabilisasi sebanyak 5% (3.75% Slag Baja + 1.25% Fly Ash), 10% (7.5% Slag Baja + 2.5% Fly Ash), dan 15% (11.25% Slag Baja + 3.75% Fly Ash). Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai indeks plastisitas turun, peningkatan berat isi kering, penurunan kadar air optimum (OMC), meningkatnya nilai CBR dan menurunnya nilai Swelling. Untuk kondisi optimum didapatkan pada kondisi 10% penambahan campuran, yaitu sebesar 8.316% yang sebelumnya 6.889% pada tanah asli. Sama dengan CBR, nilai swelling minimum didapatkan pada kondisi campuran 10% yaitu sebesar 0.474% yang sebelumnya 5.592% pada tanah asli.
PENGARUH LEBAR DAN JUMLAH LAPISAN GEOTEKSTIL DENGAN JARAK PONDASI DARI TEPI LERENG 6 CM TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS PADA PEMODELAN LERENG Rc = 74% Rachmatullah, R. Irawan; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1077.82 KB)

Abstract

Harga tanah dan pertumbuhan penduduk adalah beberapa faktor penyebab berdirinya bangunan-bangunan liar hingga menjadi pemukiman kumuh. Oleh karena itu, untuk daerah-daerah seperti itu maka diperlukan perkuatan terhadap tanah lereng. Maka dari itu perlu adanya perkuatan tanah pada lereng berupa geotekstil. Analisa perkuatan dilakukan pada lereng pasir dengan pemadatan relatif 74% dengan variasi lebar perkuatan geotekstil sebesar 0,45H, 0,52H, dan 0,59H dan variasi jumlah lapisan geotekstil yaitu 1,2, dan 3 lapisan. Hasil yang didapatkan semakin lebar perkuatan geotekstil dan semakin banyak jumlah lapisan geotekstil maka nilai daya dukung akan semakin meningkat yang dibuktikan dengan nilai BCI(u) sebesar 3,109.   Kata kunci: daya dukung, lereng, geotekstil, variasi lebar geotekstil, variasi jumlah lapis perkuatan geotekstil
Pengaruh Lama Waktu Curing Terhadap Nilai CBR Dan Swelling Pada Tanah Lempung Ekspansif Di Bojonegoro Dengan Campuran 15% Fly Ash L Tobing, Benny Christian; ., Suroso; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (438.115 KB)

Abstract

Tanah lempung  yang ekspansif merupakan tanah yang memiliki daya dukung rendah dan kembang susut yang tinggi, oleh karena itu diperlukan suatu upaya stabilisasi agar nilai CBR dan swelling menjadi lebih baik sehingga dapat digunakan sebagai tanah dasar dalam suatu konstuksi. Tanah dari daerah Bojonegoro menjadi bahan uji dalam penelitian ini. Dari hasil pengujian fisik tanah diketahui bahwa tanah di daerah Bojonegoro merupakan tanah lempung ekspansif dengan nilai CBR 3,909% dan nilai swelling 3,982%, oleh karena itu tanah tersebut memerlukan upaya stabilisasi. Upaya stabilisasi yang dilakukan pada penelitian ini adalah pencampuran bahan aditif berupa fly ash.  Dalam penelitian ini dilakukan pengujian pendahuluan dengan pencampuran kadar fly ash 5%, 10%, 15%, dan 20%. Berdasarkan hasil dari pengujian pendahuluan, kadar optimum fly ash yang dapat digunakan sebagai bahan stabilisasi adalah 15%. Pencampuran tanah lempung ekspansif dengan 15% fly ash menghasilkan nilai CBR sebesar 7,892% dan nilai swelling 1,018%. Dengan melakukan curing pada campuran tanah lempung ekspansif dengan 15% fly ash, dapat menghasilkan nilai CBR dan swelling yang lebih baik. Waktu curing untuk menghasilkan CBR terbesar dan swelling terkecil adalah 28 hari. Curing selama 28 hari menghasilkan nilai CBR terbesar yaitu 16,948% dan nilai swelling terkecil yaitu 0,381%. Curing selama 28 hari dapat meningkatkan nilai CBR sebesar 433,6% dan nilai swelling turun hingga 1045,1%. Kata kunci: Lempung Ekspansif, Stabilisasi Tanah, Fly Ash, CBR, Swelling, Curing
PENGARUH KEMIRINGAN LERENG DAN JUMLAH LAPIS GEOTEKSTIL TERHADAP DAYA DUKUNG PONDASI PADA PEMODELAN FISIK LERENG PASIR Prasetyo, Dodik; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.261 KB)

Abstract

Dengan visi Indonesia sebagai Negara Maju pada tahun 2025 selain dilihat dari pertumbuhan ekonomi perkapita masyarakatnya yang semakin meningkat setiap tahunnya namun juga dilihat dari program pembangunan infrastrukur dari beberapa daerah yang semakin pesat. Pembangunan bangunan di atas suatu lereng sangat riskan dan beresiko terjadi kelongsoran karena komponen gravitasi cenderung untuk menggerakan massa tanah. Penelitian ini dilakukan dengan membuat model lereng tanah pasir dengan nilai kepadatan 74% tanpa perkuatan serta lereng tanah pasir menggunakan perkuatan geotekstil. Perkuatan yang digunakan berupa geotekstil jenis woven yang terbuat dari bahan polypropylene silt. Variasi yang ada pada penelitian ini adalah kemiringan sudut lereng dan variasi jumlah lapisan perkuatan. Dari data hasil penelitian yang dilakukan diperoleh hasil, semakin bertambahnya sudut maka daya dukung pondasi semakin menurun. Begitu juga terjadi pada variasi jumlah lapisan geotekstil jika bertambahnya jumlah lapisan geotekstil yang diberikan maka daya dukung pondasi semakin kuat atau besar. Kontribusi perkuatan yang di pakai sangat berpengaruh terhadap penentuan lebar pondasi yang paling optimum menghasilkan daya dukung. Peningkatan daya dukung ultimit yang paling maksimal terjadi pada saat kemringan lereng 46° dan jumlah perkuatan 3 lapis.   Kata kunci : daya dukung, lereng, geotekstil, variasi kemiringan lereng, variasi jumlah lapis perkuatan geotekstil.