cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 98 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2016)" : 98 Documents clear
PENGARUH JARAK LAPIS GEOGRID TERATAS DAN JUMLAH LAPISAN PERKUATAN DENGAN RASIO d/B = 1 DAN B = 8 CM TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN PONDASI MENERUS Norviana, Sarah Giovani; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.006 KB)

Abstract

Masalah yang sering kali muncul pada tanah berpasir ialah tingkat penurunan yang tidak merata.Untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu dilakukan upaya perkuatan tanah menggunakan material geogrid.Sistem perkuatan tanah ini telah diaplikasikan pada berbagai konstruksi seperti jalan raya dan dinding penahan tanah.Dalam penelitian ini dilakukan permodelan tanah pasir yang diberi perkuatan berupa geogrid. Variasi yang diterapkan pada penelitian ini berupa rasio jarak lapis geogrid teratas (u/B) yaitu 0,25, 0,5 dan 0,75 serta variasi jumlah lapisan perkuatan (n) yaitu 1, 2 dan 3 lapisan perkuatan. Dari penelitian tersebut diperoleh hasil bahwa variasi jarak lapis geogrid teratas mencapai daya dukung optimum pada rasio  u/B = 0,5. Sedangkan pada variasi jumlah lapisan geogrid didapatkan hasil daya dukung terus meningkat seiring bertambahnya jumlah lapisan geogrid. Hasil analisis BCIu penelitian ini menunjukkan daya dukung terbesar pada tanah pasir yang diberi variasi jarak lapis geogrid teratas sebesar 0,5 B dan dengan 3 lapis perkuatan geogrid. Sehingga penelitian ini menunjukan hasil optimum pada variasi jarak lapis geogrid teratas yaitu dengan rasio u/B = 0,5 Kata kunci : daya dukung, penurunan, tanah pasir, geogrid, variasi jarak lapis geogrid teratas, variasi jumlah lapisan perkuatan
PENGARUH LEBAR PONDASI DAN JARAK LAPIS GEOGRID TERATAS DENGAN RASIO d/B = 1 DAN n = 3 TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI MENERUS Amalina, Rahma Nur; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.637 KB)

Abstract

Tanah pasir dengan kepadatan yang kurang baik apabila dipengaruhi getaran menimbulkan pergeseran partikel-partikel yang menyebabkan tanah mengalami penurunan yang besar dan cepat disertai dengan daya dukung yang rendah.Oleh karenanya, pada tanah pasir perlu dilakukan perbaikan tanah, salah satu bentuknya yaitu dengan metode perkuatan tanah menggunakan geogrid.Pada penelitian ini dilakukan uji model fisik tanah pasir tanpa perkuatan dan dengan perkuatan geogrid. Variasi yang diterapkan pada pengujian sampel berupa lebar pondasi (B) sebesar 6; 8; 10 cm dan jarak lapis geogrid teratas (u) 0,25B; 0,5B; 0,75B, dengan kedalaman tetap yaitu d/B = 1, jumlah geogrid (n) 3, dan jarak vertikal antara geogrid sebesar 0,25B cm. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh dari penggunaan variasi perkuatan terhadap daya dukung tanah pasir menggunakan pondasi menerus.Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa untuk variasi lebar pondasi semakin besar lebar pondasi yang digunakan, maka akan semakin besar nilai daya dukungnya dan untuk variasi jarak lapis geogrid teratas menghasilkan nilai yang optimum. Dari hasil analisis BCIu menunjukkan bahwa peningkatan daya dukung terbesar terletak pada lebar pondasi 10 cm dengan jarak lapis geogrid teratas sebesar 0,5B. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, pondasi menerus, perkuatan geogrid, variasi lebar pondasi, variasi jarak lapis geogrid teratas.
PENGARUH VARIASI JARAK DAN PANJANG DEEP SOIL MIX (DSM) 10% KAPUR DIAMETER 4 CM BERPOLA PANELS TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH EKSPANSIF DI BOJONEGORO Saputra, M. Rizky Hari; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1577.199 KB)

Abstract

Tanah lempung yang merupakan tanah kohesif umumnya menjadi permasalahan karena mempunyai sensitifitas yang tinggi terhadap perubahan kadar air. Tanah lempung ekspansif memiliki sifat – sifat yang kurang baik dalam perencanaan suatu struktur.  Sifat – sifat tanah lempung ekspansif yang sensitif terhadap perubahan kadar air, perubahan volume dan potensi susut yang besar serta plastisitas tinggi tersebut yang membahayakan jika suatu struktur dibangun diatasnya. Salah satu metode yang dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi dalam perbaikan tanah adalah Deep Soil Mix (DSM).  DSM adalah metode peningkatan kualitas tanah untuk perbaikan tanah dalam dengan bantuan crane yang dilengkapi alat hidrolik dan auger untuk mencampurkan bahan additive pada lokasi tanah yang akan digunakan untuk mendirikan struktur diatasnya. Hasil pengujian benda uji tanah asli didapatkan nilai beban maksimum sebesar  176 kg dengan penurunan sebesar 7,25 mm serta nilai daya dukung ultimate sebesar 7,04 kg/cm2. Hasil dari pengujian tanah dengan stabilisasi DSM 10% kapur, daya dukung terbesar pada variasi jarak antar kolom 1D dan panjang kolom 4B sebesar 18,62 kg/cm2 dengan penurunan 10.75 mm. Semakin rapat jarak antar kolom dan panjang DSM semakin besar nilai daya dukung tanah. Berdasarkan analisis Bearing Capacity Improvement (BCI), daya dukung maksimum terjadi pada DSM jarak terdekat 1D dan panjang kolom 4B dengan peningkatkan daya dukung tanah hingga 264% dari daya dukung tanah asli. Kenaikan rasio volume DSM dalam tanah dapat mengurangi potensi swelling dan penurunan swelling paling besar terjadi pada panjang kolom 4B dan jarak antar kolom 1D dengan penurunan swelling dari tanah asli sebesar 3,35%. Kata Kunci :deep soil mix, daya dukung, kapur, swelling, tanah lempung ekspansif
PENGARUH VARIASI RASIO D/B DAN LEBAR PONDASI DENGAN DUA LAPIS PERKUATAN GEOGRID TIPE BIAKSIAL DAN U/B = 0,5 TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN PONDASI MENERUS Anggriawan, Filyan Fery; Munawir, As’ad; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.652 KB)

Abstract

Pada dasarnya sebuah pondasi dangkal membutuhkan landasan dengan struktur tanah yang cukup baik, dengan semakin sempitnya lahan yang layak untuk mendirikan suatu bangunan, maka perlu adanya alternatif untuk mendirikan suatu bangunan pada tanah yang kondisinya kurang baik dan kurang memenuhi syarat.Salah satu cara dalam meningkatkan daya dukung tanah adalah dengan geosintetik seperti geotekstil dan geogrid.Dalam penelitian ini dilakukan pengujianpada pemodelan fisik tanah pasir tanpa perkuatan dan dengan perkuatan geogrid. Variasi yang diterapkan pada pengujian sampel berupa lebar pondasi (6 cm,8 cm,10 cm) dan rasio kedalaman pondasi terhadap lebar pondasi(0;0,5;1). Hasil penelitian memperlihatan bahwa semakin besar nilai daya dukungnya ketika lebar pondasi dan rasio d/B semakin besar.Hasil analisis BCIu menunjukkan bahwa daya dukung terbesar terletak pada lebar pondasi 10 cm dengan rasio d/B = 1. Penggunaan geogrid paling efektif ketika peningkatan lebar dari 6 cm ke 8 cm dan kedalaman dari 0B ke 0,5B dengan prosentase yang lebih besar dibandingkan efektif ketika peningkatan lebar dari 8 cm ke 10 cm dan kedalaman dari 0,5B ke 1B. Kata kunci :daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi lebar pondasi, variasi rasio kedalaman pondasi terhadap lebar pondasi.
PENGARUH VARIASI LEBAR PONDASIh DAN JUMLAH LAPISAN PERKUATAN GEOGRID PADA TANAH RC 85% TERHADAPPDAYA DUKUNG TANAH DENGAN PONDASI MENERUS Wijaya, Aziz Benny; ., Suroso; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (314.723 KB)

Abstract

Daya dukung tanah merupakan faktor yang berperan penting dalam perencanaan pondasi. Apabila daya dukung tanah asli tidak mampu menahan beban bangunan, maka diperlukan perkuatan tanah. Pada tanah pasir perkuatan bisa dilakukan dengan penambahan geogrid. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah untuk mengetahui pengaruh dari lebar pondasi dan jumlah lapisan geogrid yang optimum pada daya dukung tanah dengan perkuatan geogrid. Pada penelitian menggunakan rasio jarak geogrid pertama ke pondasi sebesar 0,25 B, rasio kedalaman sebesar 0,5B, variasi lebark pondasi sebesar 6 cm, 8 cm, dan 10 cm, dan variasi jumlah lapisan geogridh sebesar 1,2, dan 3 lapis. Dari penelitian ini diambil kesimpulan bahwa semakin lebar pondasi dan semakin banyak jumlah geogrid daya dukung semakin meningkat. Kata Kunci : Pasir, Pondasi menerus, Geogrid, Lebar pondasi, Jumlah lapisan geogrid
PENGARUH JARAK LAPIS TERATAS DAN JUMLAH LAPISAN GEOGRID TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN PONDASI MENERUS Widagda, Rahamdhana Purwa; Munawir, As'ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.429 KB)

Abstract

Tanah pasir secara umum mempunyai daya dukung yang relatif baik, hanya saja pada tanah ini memiliki permasalahan yang sering timbul adalah jika tanah dalam keadaaan longgar dan keadaan butiran tanah yang seragam yang dipengaruhi oleh kondisi tingginya muka air tanah. Oleh sebab itu memerlukan metode perbaikan tanah untuk meningkatkan daya dukung tanah pasir. Dalam penelitian ini dilakukan uji pemodelan tanah fisik pondasi menerus di atas tanah pasir perkuatan geogrid menggunkan variasi jumlah lapis geogrid dan jarak lapis geogrid teratas. Variasi yang digunakan pada penelitian ini disesuaikan dengan B, yaitu lebar pondasi. Pada penelitian ini menggunakan B=6 cm. Varisi yang digunakan untuk jarak lapis geogrid teratas adalah u/B= 0,25B;0,5B dan 0,75B sedangkan pada variasi jumlah lapis geogrid (n) digunakna sebanyak 3 lapisan. Tujuan utamanya adalah membandingkan daya dukung tanah pada tanah pasir tanpa perkuatan terhadap daya dukung tanah pasir yang diberi perkuatan. Pada penelitian ini dilakukan dengan bahan pasir bergradasi buruk RC 85%. Dari hasil penelitian ini maka didapatkan bahwa variasi yang optimal untuk nilai daya dukungnya terdapat pada jarak lapis geogrid teratas dengan variasi 0,5B dan variasi jumlah lapisan geogrid yang ke 3 berarti bertambahnya daya dukung juga diiringi dengan peningkatan jumlah perkuatan geogrid. Kata kunci : daya dukung pondasi, tanah pasir, geogrid, variasi jumlah lapis geogrid, variasi jarak lapis geogrid teratas.
PENGARUH RASIO d/B DAN JUMLAH LAPISAN PERKUATAN GEOGRID PADA TANAH PASIRTERHADAP DAYA DUKUNG TANAH DENGAN PONDASI MENERUS Kurniawan, Danu; Munawir, As’ad; ., Suroso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (536.08 KB)

Abstract

Daya dukung merupakan hal yang sangat penting dalam merencanakan pondasi, oleh karena itu butuh perkuatan untuk tanah yang memiliki daya dukung yang rendah. Dalam menambah daya dukung dibutuhkan perkuatan. Dalam penelitian ini digukan perkuatan berupa geogrid. Untuk mengetahui penggunaan secara efektif, maka dilakukan penelitian ini dengan menggunakan variasi rasio d/b dan jumlah lapis geogrid. Dari hasil penelitian ini menunjukan semakin dalam dan semakin banyak jumlah lapisan maka daya dukung semakin meningkat. Dari hasil perbandingan tanah perkuatan terhadap tanpa perkuatan didapatkan nilai efektif pada kedalaman 0,5B dan jumlah lapis perkuatan adalah 2. Kata kunci : daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi d/B, variasi lapisan geogrid.
PENGARUH LEBAR PONDASI DAN JARAK LAPIS GEOGRID KE PONDASI TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI MENERUS Aji, Muhammad Satria Bayu; Rachmansyah, Arief; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.312 KB)

Abstract

Berdasarkanpenelitiansebelumnya, geogridterbuktimampumeningkatkandayadukungtanahpasir.Namundiperlukanpenelitianlebihlanjutmengenaivariasi yang mempengaruhikinerjageogrid agar dihasilkanpeningkatandayadukung yang maksimum.Jurnalinimenyajikanhasilpenelitiantentangpengaruhlebarpondasidanjarakgeogridkepondasiterhadapdayadukungtanahpasir.DalampemodelandigunakantanahpasirbergradasiburukdenganRc 85%, pondasimenerusdengan d/B = 0, perkuatan 1 lapis geogrid, 3 variasijarakgeogridkepondasisebesar 0,25B; 0,5B; 0,75B, dan3 variasilebarpondasisebesar 6cm, 8cm dan 10cm. Kesimpulan yang dihasilkandaripenelitianiniadalahdayadukungmaksimumterletakpadajarakgeogridkepondasi 0,75B danlebarpondasi 10cm. Kata Kunci: Dayadukung, tanahpasir, pondasimenerus, lebarpondasi, jarakgeogridkepondasi
PENGARUH JARAK DAN PANJANG KOLOM DEEP SOIL MIXING (DSM) TIPE PANELS DENGAN CAMPURAN 10% KAPUR TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH EKSPANSIF Putro, Galih Karno; Rachmansyah, Arief; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1371.213 KB)

Abstract

Tanah ekspansif merupakan jenis tanah yang memiliki kembang susut tinggi dan daya dukung rendah.  Untuk memperbaiki sifat buruk pada tanah ekspansif dilakukan upaya stabilisasi mekanik maupun kimiawi. Penelitian ini menggunakan stabilitas kimiawi, dengan cara mencampurkan bahan additive (kapur) pada tanah menggunakan metode deep soil mix (DSM). Metode ini merupakan upaya perbaikan tanah dalam yang dilakukan dengan cara membuat kolom-kolom tanah dengan campuran bahan kapur pada lokasi tanah yang diperbaiki. Dari hasil uji klasifikasi tanah dan uji kosistensi tanah, tanah dari Desa Jelu, Kec. Ngasem, Kab.Bojonegoro, tergolong tanah ekspansif sehingga diperlukan upaya stabilisasi tanah. Penelitian ini dilakukan dengan cara membuat sampel tanah asli di dalam box dengan volume tanah 30x30x20 cm3. Pada pengujian tanah Stabilisasi diberikan kolom berdiameter3cm dengan variasi jarak (3cm; 3,75cm dan 4,5cm) dan panjang (10cm, 15cm dan 20cm) berpola panels. Uji pembebanan dilakukan pada tanah asli dan tanah stabilisasi. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa semakin dekat jarak  dan semakin panjang kedalaman kolom dapat meningkatkan daya dukung tanah. Berdasarkan Nilai Bearing Capacity Improvement (BCI), Hasil daya dukung maksimum terjadi pada jarak terdekat (L= 3cm) dan panjang terpanjang (Df= 20cm), daya dukung meningkat 200,301% dari tanah asli. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengaruh jarak terlihat lebih dominan dibanding pengaruh panjang, dibuktikan dengan rata-rata peningkatan BCI jarak lebih tinggi dibanding rata-rata peningkatan BCI panjang. Selain itu, kenaikan rasio volume DSM dalam tanah dapat mengurangi potensi pengembangan (swelling).   Kata kunci: Tanah Ekspansif, Deep Soil Mix, Jarak, Panjang, Daya Dukung, Swelling
PENGARUH VARIASI RASIO D/B DAN LEBAR PONDASI DENGAN TIGA LAPIS PERKUATAN GEOGRID TIPE BIAKSIAL DAN U/B=0,75 TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI MENERUS Anggriawan, Rico; ., Harimurti; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1017.539 KB)

Abstract

Struktur diatas tanah pasir akan menghadapi masalah geoteknik yaitu penurunan dan daya dukung rendah. Untuk mencegah hal tersebut, perlu dilakukan upaya perkuatan pada tanah pasir.Salah satu caranya adalah dengan menggunakan material geosintetik seperti geotekstil dan geogrid. Penggunaan geosintetik sudah banyak diaplikasikan ke dalam dunia konstruksi sebagai perkuatan lereng, stabilisasi tanah dasar, dan khususnya sebagai perkuatan tanah dasar.Pada penelitian ini, delakukan uji model fisik pondasi menerus dengan perkuatan geogrid. Variasi yang digunakan pada pengujianpondasi menerus berupa rasio d/Byaitu 0; 0,5; 0,75danlebar pondasi sebesar 6cm, 8cm, 10cm.Dari hasil penelitian ini didapatkan bahwa semakin besarrasio d/B maka akan semakin besar nilai daya dukungnya dan semakin lebar pondasi maka akan semakin besar pula nilai daya dukungnya. Dari hasil analisis BCIu menunjukkan bahwa nilai daya dukung optimum terletak pada variasi d/B = 0,5 dengan lebar pondasi 10cm. Kata kunci :daya dukung, pondasi menerus, perkuatan geogrid, variasi rasio d/B, variasi lebar pondasi

Page 6 of 10 | Total Record : 98