cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 90 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2017)" : 90 Documents clear
PENGARUH JARAK LAPIS GEOGRID TERATAS DAN LEBAR PONDASI DENGAN KEDALAMAN D/B = 1 DAN 1 LAPISAN GEOGRID TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN 70% PADA PONDASI MENERUS Listyaningrum, Galuh Ajeng; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (577.287 KB)

Abstract

Tanah pasir yang memiliki karakteristik lepas mempunyai daya dukung rendah, sehingga apabila sebuah bangunan akan didirikan diatasnya maka diperlukan suatu perbaikan atau perkuatan tanah untuk memperkuat daya dukungnya. Terdapat banyak cara untuk memperkuat tanah pasir. Salah satu cara yang saat ini yang  banyak diterapkan adalah penggunaan geogrid. Penggunaan geogrid sudah banyak diaplikasikan diberbagai macam konstruksi. Dalam penelitian ini dilakukan uji model tanah pasir dengan perkuatan satu lapis geogrid yang akan dibebani oleh pondasi menerus dengan kedalaman D/B = 1. Variasi yang digunakan yaitu berupa lebar pondasi yaitu 6 cm;8 cm;10 cm  dan jarak lapis teratas geogrid ke pondasi 0,25B;0,5B;0,75B. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan daya dukung tanah pasir yang diperkuat geogrid dan tanpa diperkuat geogrid. Pasir yang digunakanya itu pasir bergradasi buruk dengan RC 70%. Dari hasil penelitian ini disimpulkan daya dukung optimum terjadi pada jarak lapisan teratas geogrid 0,5B dan lebar maksimum 10 cm. Kata kunci : daya dukung, tanah pasir, perkuatan geogrid, variasi lebar pondasi, variasi jarak lapis pertama geogrid ke pondasi
PENGARUH KEDALAMAN DAN LEBAR PONDASI MENERUS YANG DIPERKUAT DENGAN 2 LAPIS GEOGRID DENGAN JARAK 0,5B TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RC = 70% Alfi Syahr, Enrico Widy; Rachmansyah, Arief; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (985.719 KB)

Abstract

Dalam suatu bangunan, sebuah pondasi berfungsi sebagai perantara untuk meneruskan beban struktur yang ada di atas muka tanah dan gaya-gaya lain yang bekerja ke tanah pendukung bangunan tersebut. Setiap pondasi bangunan perlu direncanakan berdasarkan jenis, kekuatan dan daya dukung tanah tempat berdirinya. Salah satu tanah yang labil adalah tanah pasir. Tanah pasir memiliki nilai kohesif yang sangat rendah dan juga dapat menyebabkan penurunan yang cepat ketika beban bekerja. Tanah pasir juga akan mengalami penurunan yang tidak seragam, oleh karena itu diperlukannya perbaikan tanah, agar tanah pasir dapat stabil dan dibangun diatasnya.Penelitan yang dilakukan adalah tanah pasir dengan RC 70% dan dibebani oleh pondasi menerus diatasnya. Untuk perkuatannya digunakan geogrid tipe biaksial dengan rasio kedalaman pondasi dan lebar pondasi. Penelitian ini digunakan variasi lebar pondasi 6 cm, 8 cm, dan 10 cm dan juga rasio d/B sebesar 0; 0,5; dan 1. Pengujian pada penelitian ini menggunakan LVDT, load cell, dan hidraulik jack. Untuk pembacaan dibaca tiap beban 50 kg sampai model mengalami keruntuhan. Pada penelitan ini didapatkan hasil bahwa semakin besar lebar pondasi dan rasio kedalaman pondasi maka semakin besar pula nilai daya dukung ultimatenya. Akan tetapi untuk Bearing Capacity Ratio (BCR) tidak demikian. Nilai daya dukung BCR untuk lebar pondasi meningkat seiring dengan semakin besarnya lebar pondasi. Sedangkan untuk rasio kedalaman didapatkan nilai d/B yang paling besar yaitu d/B = 0,5. Sehingga dari pelitian ini didapatkan nilai daya dukung paling besar yaitu pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 1. Sedangkan untuk nilai Bearing Capacity Ratio (BCR) yang paling optimum adalah pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 0,5. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi menerus, geogrid,    variasi kepadatan  relatif, variasi jarak lapis geogrid teratas.
PENGARUH KEDALAMAN DAN LEBAR PONDASI MENERUS YANG DIPERKUAT DENGAN 3 LAPIS GEOGRID DAN JARAK LAPIS ATAS u = 0,75B TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RC 70% Wulansari, Yunita; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (811.894 KB)

Abstract

Dalam pembangunan, hal yang harus diperhatikan adalah masalah pondasi. Pondasi merupakan struktur bawah dari suatu bangunan yang berhubungan langsung dengan tanah. Pondasi berfungsi meneruskan beban yang ada diatasnya ke tanah dasar pondasi. Pembangunan pondasi diatas tanah pasir lepas kurang menguntungkan. Hal tersebut tentu memerlukan perbaikan tanah, guna menahan beban bangunan yang ada diatasnya. Caranya dengan perbaikan tanah geosintetik menggunakan geogrid. Berdasakan penelitian, didapatkan hasil bahwa semakin besar lebar pondasi dan rasio kedalaman pondasi maka semakin besar pula nilai daya dukung ultimatenya. Nilai daya dukung BCR untuk lebar pondasi meningkat seiring dengan semakin besarnya lebar pondasi. Sedangkan untuk rasio kedalaman didapatkan nilai d/B yang paling besar yaitu d/B = 0,5. Sehingga dari pelitian ini didapatkan nilai daya dukung paling besar yaitu pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 1. Sedangkan untuk nilai Bearing Capacity Ratio (BCR) yang paling optimum adalah pada lebar pondasi 10 cm dan rasio kedalaman d/B = 0,5. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, geogrid, bearing capacity ratio, pondasi menerus, variasi lebar pondasi, variasi kedalaman pondasi.
PENGARUH JUMLAH LAPIS GEOGRID DAN KEDALAMAN DENGAN LEBAR B = 10 CM TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI MENERUS DENGAN KEPADATAN RC 70% Satriaka, Irza Andys; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1201.604 KB)

Abstract

Pada penelitian ini dilakukan uji model fisik pondasi menerus dengan perkuatan geogrid. Variasi yang digunakan pada pengujian sampel berupa jumlah lapis geogrid dan kedalaman pondasi. Sasaran utama dari penelitian ini adalah membandingkan nilai daya dukung tanah pasir pada pondasi menerus tanpa perkuatan geogrid terhadap daya dukung tanah pasir pada pondasi menerus dengan perkuatan geogrid. Penelitian ini dilakukan dengan pemodelan baja profil WF sebagai pondasi menerus dan menggunakan tanah pasir bergradasi buruk dengan RC 70%. Untuk sampel pengujian tanah dengan perkuatan geogrid juga digunakan variasi kedalaman d/B = 0; d/B = 0,5; dan d/B = 1. Perkuatan yang digunakan adalah dengan jumlah lapis geogrid n = 1, n =2, dan n = 3. Pembebanan dilakukan menggunakan dongkrak hidrolik. Pembacaan beban dan penurunan pondasi dilihat melalui load cell dan LVDT. Pembacaan beban dan penurunan dilakukan tiap kenaikan 50 kg beban sampai benda uji mengalami keruntuhan yang ditetapkan sebesar 10%. Semua model variasi jumlah lapis geogrid dan kedalaman menggunakan lebar pondasi yang sama yakni sebesar 10 cm. Dari hasilpenelitiandidapatkannilaidayadukungultimittertinggipadarasio d/B = 1. Sementarauntukvariasijumlah lapis geogrid didapatkannilaitertinggipada n = 3. Kata kunci: daya dukung, pondasi menerus, perkuatan geogrid, variasi jumlah lapis geogrid, variasi kedalaman pondasi.
PENGARUH PANJANG PONDASI DAN JARAK ANTAR LAPIS GEOGRID TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI DENGAN KEDALAMAN PONDASI (Df/B) = 0,6 DAN JARAK LAPIS TERATAS GEOGRID (u/B) = 0,5 Carissa Imayanti, Nadia Izmi; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia memiliki beberapa wilayah yang tanah kerasnya tidak berada di kedalaman dangkal atau jenis tanah permukaannya berupa pasir sehingga tidak mendukung untuk pemasangan pondasi dangkal. Oleh karena itu, dapat dilakukan perbaikan tanah pasir untuk meningkatkan daya dukungnya dengan menggunakan perkuatan geogrid pada pondasi dangkal khususnya pondasi persegi.Hasil dari penelitian perkuatan tanah pasir dengan menggunakan geogrid pada pondasi persegi menghasilkan peningkatan daya dukung yang besar. Pada penelitian ini, digunakan variabel kontrollebar pondasi (B = 12 cm), kedalaman pondasi (Df = 0,6B), jarak lapis teratas geogrid (u = 0,5B), panjang dan lebar geogrid (Lr = 3L dan Br = 3B), jumlah geogrid (N = 3), dan kepadatan relatif (Rc = 85%). Pada penelitian dengan menggunakan variabel bebas panjang pondasi (L = B; 1,5B; 2B), didapatkan semakin panjang pondasi maka daya dukung yang dihasilkan akan semakin kecil, hal ini sesuai dengan teori analitik rumus daya dukung Vesic. Begitu pula pada variabel bebas jarak antar lapis geogrid (h = 0,2B; 0,25B; 0,3B), didapatkan hasil semakin dekat jarak antar lapis geogidnya maka daya dukungnya semakin besar namun tidak didapatkan nilai optimum untuk jarak antar geogridnya. Nilai maksimum daya dukung maupun BCR (Bearing Capacity Ratio) pada penelitian ini terdapat pada variabel h = 0,2B dan L = B. Kata Kunci: daya dukung, pondasi persegi, perkuatan geogrid, variasi panjang pondasi, variasi jarak antar geogrid, rasio daya dukung.
PENGARUH JARAK LAPIS GEOGRID TERATAS DAN LEBAR PONDASI DENGAN RASIO d/B = 1 DAN N= 3 LAPISAN GEOGRID TERHADAP DAYA DUKUNG TANAH PASIR DENGAN KEPADATAN RELATIF 70% PADA PONDASI MENERUS Aini, Izzatul; ., Suroso; Munawir, As'ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (499.074 KB)

Abstract

Tanah pasir lepas memiliki sifat yang kurang menguntungkan bagi suatu konstruksi. Permasalahan utama pada pasir lepas adalah penurunan dan daya dukung tanah yang rendah apabila diberikan beban diatasnya. Maka dari itu digunakan geogrid sebagai metode perbaikan tanah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh  pondasi menerus yang diletakkan pada tanah pasir dengan RC 70% dengan rasio kedalaman pondasi dan jarak lapis geogrid teratas terhadap daya dukung tanah pasir. Hasil dari pondasi menerus dengan perkuatan akan dibandingkan dengan pondasi tanpa perkuatan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pengaruh variasi lebar pondasi (B) dan  pengaruh efek letak lapisan geogrid teratas (u) terhadap daya dukung ultimit dan penurunan pada pondasi menerus. Uji model yang dilakukan di laboratorium mengunakan 3 lapis perkuatan geogrid dengan rasio d/B = 1. Rasio yang digunakan adalah variasi lebar pondasi (B) sebesar 6 cm; 8 cm; 10 cm dan variasi rasio u/B sebesar 0,25; 0,5; 0,75. Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, pondasi menerus, geogrid, variasi lebar pondasi, variasi jarak lapis teratas geogrid.
PERBAIKAN TANAH EKSPANSIF DENGAN METODE DSM POLA SINGLE SQUARE MENGGUNAKAN PENAMBAHAN KAPUR VARIASI KEDALAMAN DAN JARAK (D = 4 CM) TERHADAP DAYA DUKUNG DAN PENGEMBANGAN Citra, Ismiralda; Zaika, Yulvi; ., Suroso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.278 KB)

Abstract

Tanah dengan kembang susut tinggi banyak ditemukan di Indonesia dan biasa disebut dengan tanah lempung ekspansif. Tingginya kadar air menyebabkan tanah ini mengembang dan rendahnya kadar air menyebabkan tanah ini menyusut. Konstruksi bangunan yang berada di atas tanah lempung ekspansif memiliki daya dukung rendah dan nilai swelling tinggi. Melihat banyaknya kasus serupa, maka diperlukan stabilisasi tanah lempung ekspansif untuk meningkatkan daya dukung dan mereduksi swelling. Penelitian dilakukan menggunakan metode DSM dengan variasi kedalaman dan jarak pola single square menggunakan 8% kadar kapur. Hasil dari analisis dan pembahasan pada penelitian yang dilakukan mampu meningkatkan nilai daya dukung dan mereduksi nilai swelling tanah. Variasi jarak dan kedalaman kolom memiliki pengaruh terhadap peningkatan nilai daya dukung tanah terhadap tanah asli. Semakin kecil jarak antar kolom dan semakin dalam kolom DSM, maka nilai daya dukung yang dihasilkan semakin mengingkat. Berdasarkan analisis BCI jarak (L) = 1D (4 cm) dan panjang kolom (Df) = 4B (20 cm) mengalami peningkatan daya dukung terbesar, yaitu 186,15% dari tanah asli. Semakin besar rasio perbaikan, maka semakin kecil nilai swelling yang didapatkan. Rasio terbesar dengan variasi jarak (L) = 1D (4 cm) dan panjang kolom (Df) = 4B (20 cm) memiliki nilai pengembangan 0,53% dan mereduksi 90,64% dari pengembangan tanah asli. Kata kunci : tanah lempung ekspansif, stabilisasi tanah, deep soil mixing, daya dukung, swelling
PERBAIKAN TANAH EKSPANSIF (DAYA DUKUNG DAN PENGEMBANGAN) METODE DEEP SOIL MIXING POLA SINGLE SQUARE DIAMETER 4,8 CM DENGAN PENAMBAHAN KAPUR PADA VARIASI KEDALAMAN DAN JARAK Saputri, Salwa; Zaika, Yulvi; ., Suroso
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.109 KB)

Abstract

Tanah ekspansif tersusun dari mineral lempung yang mempunyai sifat kembang susut yang tinggi apabila terjadi perubahan kadar air, hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap daya dukung dari tanah tersebut. Adapun dalam penelitian ini menggunakan metode Deep Soil Mixing pola Single Square dengan penambahan kapur 8% yang dilakukan dengan cara membuat kolom-kolom tanah stabilisasi dengan variasi jarak dan kedalaman tertentu. Metode yang dilakukan yaitu membuat benda uji pada box akrilik berukuran 30x30x30 cm3 dengan volume tanah 30x30x20 cm3. Pada lapisan bawah diisi dengan pasir kering setebal 3 cm dengan berat 3,15 kg, instalasi kolom DSM berdiameter 4,8 cm terbagi dalam beberapa variasi jarak antar kolom yaitu 1D, 1,25D dan 1,5D serta variasi kedalaman kolom yaitu 10 cm, 15 cm dan 20cm, kemudian pada lapisan atas diisi oleh pasir kering setebal 1 cm dengan berat 1,05 kg. Uji pembebanan dilakukan pada titik pusat permukaan benda uji dengan meletakkan pelat baja berukuran 5x5x2 cm2 yang dibebani oleh dongkrak hidrolik, besarnya beban yang terjadi ditunjukkan dengan load cell dan besarnya penurunan di tunjukkan oleh pembacaan LVDT. Guna mendapatkan beban maksimum dilakukan pembacaan beban hingga tiga kali sama untuk menghasilkan daya dukung batas tanah. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis didapatkan daya dukung tanah asli adalah 13 kg/cm2, sedangkan ketika dilakukan stabilisasi metode Deep Soil Mixing dengan penambahan kapur 8% terjadi peningkatan daya dukung pada jarak antar kolom 4,8 cm kedalaman 20 cm sebesar 38,4 kg/cm2. Selain itu juga pada jarak dan kedalaman kolom yang sama terbukti dapat menurunkan persentase pengembangan menjadi 0,627% dari persentasi pengembangan tanah asli yang sebesar 5,66%. Kata-kata kunci: Tanah Ekspansif, Stabilisasi Tanah, Kapur, Deep Soil Mixing, Jarak, Kedalaman, Daya Dukung, Swelling.
PERBAIKAN DAYA DUKUNG DAN PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF METODE DSM TIPE SINGLE SQUARE DIAMETER 3,2 CM AKIBAT PENAMBAHAN KAPUR DENGAN VARIASI KEDALAMAN DAN JARAK Aramita, Devina Nadia; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.863 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif dapat mengakibatkan kerusakan struktur bangunan karena sifatnya yang mudah mengembang dan menyusut. Tanah lempung ekspansif akan mengembang karena proses penyerapan air kedalam rongga tanah, sedangkan tanah akan menyusut apabila tanah tersebut kering. Tanah lempung ekspansif memiliki daya dukung yang rendah sehingga dapat berdampak buruk pada struktur diatasnya, oleh karena itu diperlukan stabilisasi untuk meningkatkan daya dukung dan mengurangi pengembangan. Metode DSM digunakan dalam penelitian dengan variasi kedalaman dan jarak antar kolom tipe single square dengan 8% kapur. Hasil dari penelitian yang dilakukan, bahwa stabilisasi menggunakan kolom DSM dengan kapur 8% mampu meningkatkan nilai daya dukung tanah dan mengurangi nilai swelling tanah. Semakin kecil jarak antar kolom dan semakin dalam kedalaman kolom, maka nilai daya dukung yang dihasilkan akan lebih besar. Hal ini dikarenakan adanya pengaruh reaksi kapur dengan tanah lempung ekspansif yang membuat tanah tersebut menjadi kaku. Jarak antar kolom (L) 1D = 3,2 cm dan kedalaman kolom (Df) 20 cm menghasilkan nilai daya dukung paling maksimum yaitu sebesar 36,40kg/cm2 atau meningkat 180% dari tanah asli. Hasil pengembangan (swelling) yang paling kecil pada variasi kedalaman dan jarak yaitu sebesar 0,63% dengan persentase stabilisasi 82% pada variasi jarak antar kolom (L) 1D = 3,2 cm dan kedalaman kolom (Df) 20cm. Kata kunci : tanah lempung ekspansif, stabilisasi tanah, deep soil mixing, daya dukung, swelling
PERUBAHAN DAYA DUKUNG DAN PENGEMBANGAN TANAH EKSPANSIF AKIBAT STABILISASI KAPUR METODE DEEP SOIL MIXING (DSM) BERPOLA PANELS DENGAN VARIASI JARAK DAN PANJANG KOLOM DIAMETER 4 CM Minata, Afria Nurizky; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (808.951 KB)

Abstract

Tanah lempung ekspansif memiliki daya dukung yang rendah dan potensi kembang susut yang tinggi. Hal tersebut mengakibatkan struktur bangunan di atas tanah mengalami kerusakan seperti jalan bergelombang, plat lantai retak, penurunan pada pondasi. Sehingga perlu dilakukan stabilisasi untuk mengurangi pengembangan tanah. Stabilisasi tanah lempung ekspansif dapat dilakukan dengan metode Deep Soil Mixing (DSM). Metode ini menggunakan variasi jarak dan kolom tertentu, serta berkonfigurasi panels dengan bahan aditif yaitu kapur kadar 8%. Variasi jarak antar kolom (L) = 4, 5, 6 cm serta kedalaman kolom (Df) = 10, 15, 20 cm. Stabilisasi kapur kadar 8% dengan kolom DSM dapat menurunkan nilai pengembangan dan meningkatkan nilai daya dukung tanah ekspansif. Semakin tinggi kedalaman kolom dan semakin kecil jarak kolom maka semakin besar nilai daya dukung tanah serta semakin kecil nilai pengembangannya. Jarak kolom (L) = 4 cm dengan kedalaman (Df) = 20 cm memiliki daya dukung terbesar yaitu 36,8 kg/cm2 dan persentase pengembangan terkecil yaitu 0,53%. Konfigurasi tersebut memenuhi kriteria untuk jalan raya dengan tebal perkerasan 25 cm dan tebal pondasi 35 cm, karena daya dukung tersebut mampu menahan beban per satuan luas sebesar 2,5215 kg/cm2. Selain itu, konfigurasi tersebut memenuhi persentase mengembang yang diizinkan yaitu 0,8% untuk flexible pavement dan 1,2% untuk rigid pavement. Kata kunci : lempung ekspansif, deep soil mixing,kapur, stabilisasi tanah, swelling, daya dukung.