cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 84 Documents clear
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP MODULUS ELASTISITAS BETON PADA PENGECORAN DUA JAM PENGADUKAN Tennyson, Albany; Dewi, Sri Murni; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dan kemajuan teknologi di bidang konstruksi sangat pesat di Indonesia. Pada penelitian ini, benda uji berupa beton silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dengan semen slag sebagai substitusi sebanyak 0%, 10%, 40% dan 70%. Untuk variasi FAS dibuat dua jenis sebesar 0,3 dan 0,4. Umur yang dibuat dalam pengujian terdapat tiga variasi yaitu 7 hari, 28 hari dan 56 hari. Untuk pengujian modulus elastisitas beton dilakukan dengan mesin uji tekan sebagai pembaca kuat tekan, dan Linear Variabel differential Transformer (LVDT) sebagai pembaca perubahan panjang, yang akan digunakan untuk mencari modulus elastisitas hingga beton mengalami kerusakan. pengecoran dilakukan dalam waktu 2 jam pengadukan sebagai studi kasus waktu yang dibutuhkan truck mixer membawa beton segar dari batching plant menuju lokasi proyek.Hasil dari pengujian modulus elastisitas ini adalah bahwa komposisi semen slag dan rasio semen agregat mempengaruhi hasil modulus elastisitas. Untuk beton dengan umur 7 hari, pada beton mutu K-350 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 11643,625 MPa dengan komposisi semen slag 10% dan FAS 0,3. Sedangkan pada beton mutu K-275 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 12253,512 MPa dengan komposisi semen slag 10% dan FAS 0,3. Kemudian untuk beton dengan umur 28 hari, pada beton mutu K-350 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 11928,646 MPa dengan komposisi semen slag 40% dan FAS 0,3. Sedangkan pada beton mutu K-275 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 15450,997 MPa dengan komposisi semen slag 0% dan FAS 0,3. Dan untuk beton dengan umur 56 hari, pada beton mutu K-350 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 14848,309 MPa dengan komposisi semen slag 0% dan FAS 0,3. Sedangkan pada beton mutu K-275 nilai modulus elastisitas terbesar yaitu 14319,245 MPa dengan komposisi semen slag 40% dan FAS 0,3.   Kata kunci: Semen Slag, Komposisi Semen Slag, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas, Dua Jam Pengadukan.
PENGARUH EKSENTRISITAS DUA SISI BRACING PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP HUBUNGAN TEGANGAN-REGANGAN STRUKTUR Franandha, Septriana Bella; Susanti, Lilya; Waluyohadi, Indra
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dalam pembangunan infrastruktur dapat diukur melalui kondisi bangunandan kekokohan dari strukturnya. Salah satu inovasi untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan gempa adalah dengan menambahkan pengaku. Sistem pengaku yang sering digunakan adalah pengaku tanpa eksentrisitas atau CBF (Concentrically Braced Frames) dan pengaku dengan eksentrisitas pada salah satu sisi atau EBF (Eccentrically Braced Frames). Namun, pemasangan pengaku tersebut sulit diterapkan, sehingga membutuhkan penelitian lebih lanjut untukmengetahuiefektifitaspengakuyangmemilikieksentrisitas.Penelitianinimenggunakantiga benda uji portal yang masing-masing memiliki tiga benda uji silinder untuk mengetahuimutunya. Benda uji portal berupa portal beton sederhana yang terdiri dari balok, kolom, dan pengaku dua arah. Benda uji portal memiliki tinggi 70 cm dan panjang 100 cm. Pada benda uji portal A tidak memiliki eksentrisitas sebagai kontrol. Sedangkan benda uji B diberikan eksentrisitas atas-bawah 15 cm dan benda uji C diberikan eksentrisitas atas 30 cm – bawah 15 cm. Benda uji portal menggunakan tulangan utama Ø6 dan sengkang Ø4-150. Pengujian dilakukan dengan menggunakan alat load cell untuk memberikan beban lateral, LVDT untuk memperoleh nilai defleksi, dan strain gauge untuk memperoleh nilai regangan. Hasil penelitian diketahui portal B pada kolom tarik dan kolom tekan memiliki tegangan maksimum masing-masing sebesar 18,17% dan 18,37% dari portal A. Untuk portal C pada kolom tarik dan kolom tekan memiliki tegangan maksimummasing-masingsebesar47,04%dan47,17%dariportalA.Reganganmaksimumportal Buntukkolomtarikdankolomtekanmasing-masing46,31%dan51,29%dariportalA,sedangkan portal C untuk kolom tarik dan kolom tekan masing-masing 64,43% dan 28,25% dari portalA. Kata Kunci : Portal, Pengaku, Tegangan-Regangan, Beban Lateral
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT LENTUR PELAT BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Giovanni, Christoper Houston; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Akibat dari meningkatnya kegiatan perkerasan jalan membuat luas daerah serapan yang tertutupi oleh perkerasan juga meningkat dan mengakibatkan infrastruktur jalan di Indonesia mengalami kerusakan pada saat akumulasi air hujan melampaui kapasitas drainase yang masih belum berfungsi dengan baik. Salah satu usaha yang dapat dilakukan untuk menjadi solusi dari permasalahan ini adalah dengan menciptakan beton porous yang menggunakan agregat kasar daur ulang (RCA) sebagai pemanfaatan limbah konstruksi agar dapat mengurangi pencemaran lingkungan. Beton porous mampu mengalirkan air dengan mudah sehingga dapat mengurangi genangan air permukaan yang menyebabkan kerusakan jalan, akan tetapi beton porous bersifat getas dan menghasilkan kekuatan lentur yang lebih rendah dibandingkan dengan beton normal. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dari penggunaan zat tambahan berupa glass fiber dan polypropylene fiber sebesar 0,75% dan 1,5% dari berat semen terhadap kuat lentur pelat beton porous dengan menggunakan agregat kasar daur ulang (RCA). Pengujian yang dilakukan adalah berat isi, berat jenis dan penyerapan, void ratio dan permeabilitas. Proporsi volume campuran antara semen dan agregat kasar adalah 1:4  dengan nilai FAS sebesar 0,27. Hasil penelitian didapatkan nilai P maksimum tertinggi yang mampu ditahan oleh pelat sebesar 13254,945 N yang terdapat pada variasi polypropylene fiber 0,75% dan RCA 0%. Penambahan glass fiber hanya dapat meningkatkan kuat lentur pelat beton porous sedangkan penambahan polypropylene fiber dapat meningkatkan kuat lentur pelat dan mengurangi sifat getas pada beton porous.   Kata kunci : Beton porous, RCA, polypropylene fiber, glass fiber, void ratio, permeabilitas, kuat tekan.
PENGARUH RASIO TULANGAN TERHADAP RESPON LENTUR BALOK MEMAKAI SUBSTITUSI SEMEN SLAG Fathurrohman, Muhammad; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Balok beton bertulang merupakan bagian dari komponen struktur utama dalam pembangunan konstruksi yang fungsinya sebagai penerima beban transversal. Pada dasarnya bahan utama dalam penggunaan beton adalah air, semen, agregat kasar dan agregat halus dengan perbandingan tertentu, bila perlu ditambahkan bahan campuran lain. Namun banyak inovasi-inovasi seiring berkembangnya pembangunan konstruksi dalam pemilihan bahan untuk pembuatan beton. Hasil penelitian didapatkan bahwa,kemampuan balok dalam menahan beban maksimum, terlihat signifikan pengaruhnya akibat peningkatan rasio tulangan. Pada balok dengan mutu (K-350) memberikan pengaruh peningkatan dari rasio tulangan minimum (0,583%) ke rasio tulangan ½ maksimum (2,49%) terhadap meningkatnya kapasitas beban maksimum rata-rata sebesar 56,68%. Kemudian pada peningkatan dari rasio tulangan ½ maksimum (2,49%) ke rasio tulangan maksimum (4,98%)  terhadap meningkatnya kapasitas beban masksimum rata-rata sebesar 7,35%. Sedangkan untuk balok dengan mutu rencana beton (K-275) memberikan pengaruh peningkatan dari rasio tulangan minimum (0,583%) ke rasio tulangan ½ maksimum (1,94%) terhadap meningkatnya kapasitas beban maksimum rata-rata sebesar 56,92%. Kemudian pada peningkatan dari rasio tulangan ½ maksimum (1,94%) ke rasio tulangan maksimum (3,87%)  terhadap meningkatnya kapasitas beban masksimum rata-rata sebesar 16,99%. Hasil yang sama didapatkan bahwa nilai kuat lentur maksimum dari tiap variasi semen yang digunakan terjadi pada balok dengan rasio tulangan maksimum. Kata kunci: Semen Slag, Kuat Lentur, Rasio Tulangan.
STUDI ALTERNATIF PERENCANAAN GEDUNG FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG DENGAN MENGGUNAKAN PROFIL CASTELLATED BEAM Rifai, Rahmat Bahtiar; Hidayat, M. Taufik; Wijaya, Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Profil Baja Castella merupakan profil yang kekuatan komponen strukturnya bertambah dengan cara memperpanjang profil kearah satu sama lain dan dilas sepanjang pola. Profil Castellated Beam ini memiliki kelebihan yaitu dengan lebar profil yang lebih tinggi (dg), akan menghasilkan momen inersia dan modulus section yang lebih besar sehingga profil tersebut lebih kuat dan kaku. Apabila dibandingkan dengan profil asalnya, profil castella mampu memikul momen lebih besar dengan tegangan ijin yang lebih kecil. Perencanaan alternative ini bertujuan untuk mengetahui apakah profil castella ini mampu untuk dijadikan material dalam membangun gedung tingkat tinggi. Hasil SAP2000 menunjukan momen ultimate sebesar 71,89 kNm dan geser ultimate sebesar 53,50 kN. Hasil dari analisis setelah dimodifikasi menjadi profil castella menunjukkan penambahan terhadap kapasitas momen dan geser dari profil castella tersebut. Kapasitas momen meningkat menjadi 80,13 kNm pada bagian berlubang (opening section) dan 90,27 kNm pada bagian tidak berlubang (web post) dari 57,64 kNm pada profil WF. Sedangkan kapasitas geser meningkat menjadi 295,68 kN pada bagian berlubang dari 174,87 kN pada profil WF dan mengalami penurunan menjadi 126,72 Kn bagian berlubang (opening section). Kata kunci: LRFD, Struktur Baja, Castellated Beam
PENGARUH PENGGUNAAN GLASS FIBER DAN POLYPROPYLENE FIBER TERHADAP KUAT LENTUR BETON POROUS DENGAN MENGGUNAKAN RCA (RECYCLED COARSE AGGREGATE) Coritsa, Agatha Leonie; Arifi, Eva; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya jumlah pencemaran limbah terutama pada permasalahan drainase untuk perkerasan jalan telah menjadi permasalahan yang umum di Indonesia.Mengaplikasikan beton porous dengan penggunaan agregat kasar daur ulang (RCA) dapat menjadi salah satu solusi permasalahan karena memiliki bahan yang dapat mengalirkan air maka tidak terjadi genangan yang dapat merusak perkerasan jalan serta dapat mengurangi jumlah pencemaran limbah. Penambahan glass fiber danpolypropylene fibersebesar 0.75% dan 1,5% terhadap berat semen diharapkan mampu meningkatkan nilai kuat lentur beton porous dan mengurangi sifat getas yang menjadi kelemahan dari beton porous. Pada penelitian ini dilaksanakan pengujian kuat lentur porous dengan menggunakan alat uji Universal Testing Machine (UTM) dan sebelumnya dilakukan pengujian bahan dasar terlebih dahulu yang terdiri dari berat isi, berat jenis, penyerapan, void ratio, dan permeabilitas. Proporsi volume campuran semen dengan agregat kasar adalah 1:4 dengan FAS sebesar 0,27. Hasil penelitian tertinggi didapatkan pada komposisi polypropylene fiber sebesar 1,5% pada bahan dasar agregat kasar alami (NCA) 100% yaitu sebesar 1,898 Mpa.
PENGARUH EKSENTRISITAS PADA STRUKTUR PORTAL AKIBAT DENGAN BRACING TIPE V AKIBAT BEBAN LATERAL TERHADAP POLA RETAK DAN DAKTILITAS STRUKTUR Faisal, Muhammad Rifky; Wijaya, Ming Narto; B.K, Bhondana Bayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Negara Indonesia merupakan negaradyang wilayahnya diapit oleh beberapa lepeng raksasa serta dikelilingi oleh gunung berapi yang masih aktif, oleh karena itu Negara Indonesia merupakan negara yang cukup sering mengalami bencana alam terutama gempa bumi. Akibatnya terdapat banyak bangunan diaIndonesiaSterutama gedung bertingkat runtuh akibat gempa yang disebabkan oleh tidak sesuainya perencanaan bangunan tersebut. Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk meminimalisir kejadiangtersebut. Salah satu cara untuk mendapatkan kekakuan pada bangunan dengan tujuan mengurangi simpangan maksimum arah horizontalvadalah dengan memasangcpengaku (bracing) pada gedung tinggi (JayafM, 2011). Terdapat dua tipe sistem bracing yaitu bracing tanpa eksentrisitas (CBF) dan bracing dengandeksentrisitas (EBF). Oleh karena itu, perlu adanya penelitian lebihllanjut untuk mengetahuijefektifitas penggunaan dari kedua sistem bracingtersebut. Dalam penelitian ini,dibuat tigagbenda ujikportal. Benda uji portal berupa portal beton sederhana yang terdiri dari balok,dkolom, danobracingtipe V. Benda uji portal memiliki tinggi 70icm dan panjang 110icm. Bracing pada benda ujiportal pertama merupakan portal dengan bracing konsentrik. Sedangkan, benda uji lainnya diberikan eksentrisitas yang berada padabawah benda uji masing-masingy15icm dan 25icm. Benda uji portal dibuat dengan tulangan utama Ø6hdan sengkanghØ4-150 mm. Pengujian dilakukan dengan menggunakantalat loadscell untuk memberikan beban lateral yang ditambahkan secara konstan, penggambarankpola retak untuk mengetahui jenisyretakan yang terjadipada struktur tersebut dan LVDT untuk memperoleh nilaikldeformasi. Hasilwpenelitian ini diketahui adanya penambahan jarak eksentrisitas bracing dengan jarak eksentrisitas tertentupada struktur portal dapat mempengaruhi tingkatudaktilitas dan polapretak yang dialami oleh struktur portal dan mengurangi retakigeser lentur. Jarak eksentrisitas bracing dengan jarakkeksentrisitas yang semakin lebarpada struktur portal dapat meningkatkanotingkatjdaktilitas yang dihasilkan oleh strukturjportal tersebut. Padaupengujianuini didapat hasil benda uji portal e = 25 cm (∆u/∆y = 1.811) > benda uji portal e = 15 cm (∆u/∆y = 1.728)) > benda uji portal e = 0 cm (∆u/∆y = 1,506). Kata Kunci : Portal, BebangLateral,uDaktilitas, PolaiRetak, Bracing
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP KUAT TARIK BELAH PADA PENGECORAN NORMAL Kurniawan, Fajri; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan kebutuhan dasar dalam pertumbuhan ekonomi suatu negara.Berkembangnya infrastruktur pembangunan di Indonesia pasti akan memiliki dampak yang kurang baik bagi lingkungan. Salah satu dampaknyayaitu produksi material baja. Upaya untuk mengurangi dampak yang kurang baik tersebut dengan memanfaat limbah baja yang dijadikan bahan substitusi semen. Pada penelitian ini, benda uji yang digunakan yaitu silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi yang digunakan yaitu, komposisi semen slag 0%, 10%, 40%, dan 70%, umur 7 hari, 28 hari, dan 56 hari, mutu Beton K-350 dan K-275, dan FAS 0,3 dan 0,4.Pada pengujian kuat tarik belah alat yang yang digunakan yaitu Compression Test Machine.Dari hasil penelitian ini yang didapatkan adalah semua variasi yang digunakan berpengaruh terhadap nilai kuat tarik belah beton. pengaruh dari semua variasi tersebut terdapat peningkatan nilai kuat tarik belah beton. Nilai kuat tarik belah beton yang meningkat dari variasi semen slag yaitu pada kadar semen slag 10% dan 40%, pada variasi umur beton yaitu umur 28 hari dan 56 hari, pada variasi mutu beton yaitu mutu beton K-350, pada variasi yaitu FAS 0,3. Nilai kuat tarik belah beton tertinggi yaitu sebesar 2,72 MPa. Kata kunci: Semen Slag, Kuat tarik belah.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN DAN MODULUS ELASTISITAS MORTAR DENGAN CAMPURAN SEMEN SLAG Bestari, Afif Zuhair; Dewi, Sri Murni; W., Ming Narto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semen slag adalah kerak (slag) hasil residu pembakaran tanur tinggi, produk non-metal yang merupakan material berbentuk butiran/granular. Semen slag menunjukkan kualitas perekatan yang sama dengan semen portland, maka dari itu semen slag dapat menggantikan fungsi semen portland dengan rasio perbandingan massa tertentu. Saat ini di Indonesia pemakaian bahan ini belum tersosialisasi dengan baik. Dikarenakan semen slag masih dikategorikan sebagai Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) dimana penghasil, penampung.Setelah dilakukan penelitian, data dirangkum berdasarkan perbedaan variasi penambahan fly ash, dari mortar dengan 0% fly ash, 10% fly ash dan 20% fly ash. Pada umur 7 hari mortar dengan 0% fly ash memiliki rata-rata nilai kuat tekan sebesar 10,82 MPa dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 1184,89 MPa, mortar dengan 10% fly ash sebesar 18,63 MPa dan 1482,48 MPa, dan mortar dengan 20% fly ash sebesar 14,81 MPa dan 1314,1 MPa. Kemudian pada umur 28 hari mortar dengan 0% fly ash memiliki rata-rata nilai kuat tekan sebesar 19,23 Mpa mortar dengan 10% fly ash sebesar 23,5 MPa dan 1803,85 MPa, dan mortar dengan 20% fly ash sebesar 22,65 MPa dan 2071,55 MPa. Sedangkan pada umur 56 hari mortar dengan 0% fly ash memiliki rata-rata nilai kuat tekan sebesar 23,35 MPa dan rata-rata nilai modulus elastisitas sebesar 2230,68 MPa, mortar dengan 10% fly ash sebesar 31,69 MPa dan 3943,15 MPa, dan mortar dengan 20% fly ash sebesar 32,13 MPa dan 4157,34 MPa. Setelah menggunakan aplikasi analisa dua arah maka dapat simpulkan, dengan variasi penambahan 10% dan 20% fly ash terhadap mortar campuran semen slag, fly ash memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai kuat tekan dan modulus elastisitas mortar. Kata Kunci : Mortar, Semen Slag, Fly ash, Kuat Tekan, Modulus Elastisitas
PENGARUH KOMPOSISI SEMEN SLAG DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP KUAT TEKAN PADA PENGECORAN NORMAL Pangestu, Rizki Ayu; Dewi, Sri Murni; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan dunia dalam bidang konstruksi saat ini menjadi suatu topik yang sedang disorot banyak pihak, terutama di Indonesia sendiri mengalami perkembangan yang cukup signifikan dari tahun ke tahunnya. Hal ini dibuktikan dari banyaknya bangunan-bangunan yang didirikan dan ditemukannya inovasi baru.Salah satu inovasi yaitu memanfaatkan limbah industri untuk pembuatanbahan baku semen yaitu Slag. Pada penelitian ini, benda uji yang digunakan yaitu silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi yang digunakan yaitu, komposisi semen slag 0%, 10%, 40%, dan 70%, umur 7 hari, 28 hari, dan 56 hari, mutu Beton K-350 dan K-275, dan FAS 0,3 dan 0,4.Pada pengujian kuat tekan alat yang yang digunakan yaitu Compression Test Machine.Dari hasil penelitian ini yang didapatkan adalah semuavariasi yang digunakanberpengaruh terhadap nilai kuat tekan beton. pengaruh dari semua variasi tersebut terdapat peningkatan nilai kuat tekan. Nilai kuat tekan beton yang meningkat dari variasi semen slag yaitu pada kadar semen slag 10% dan 40%, pada variasi umur beton yaitu umur 56 hari, pada variasi mutu beton yaitu mutu beton K-350, pada variasi yaitu FAS 0,3. Nilai kuat tarik belah beton tertinggiyaitusebesar35,266 MPa. Kata kunci: Semen Slag, Kuat tekan.