cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 84 Documents clear
PENGARUH FAS DAN RASIO SEMEN AGREGAT TERHADAP SLUMP BETON DENGAN VARIASI SUBSTITUSI SEMEN SLAG Iqbal, Faishal; Dewi, Sri Murni; Setyowulan, Desy
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalamsuatupekerjaaanpengecoranbeton, diperlukansebuahpengujiansebagaipenunjangapakahbeton yang dibuatakansesuaidengankenyataannya. Pengujian yang dilakukan salah satunyaadalahpengujianslumpbeton. Uji slumpbetonadalahpengujianuntukmengetahuiworkabilitybetondalam proses pengerjaannya. Keadaan di Indonesia saatinibanyaksisa – sisalimbah yang dapatdimanfaatkankembaliuntukkeperluanbahankonstruksi. Salah satuinovasi yang dikembangkanyaitu Ground Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS) atau semen slag. Pengunaan semen slag dalampencampuranbetondinilaiakanmenambahhasil yang maksimaldaribeton. Selainitu, diharapkan juga mempengaruhinilaislumpbetonpengadukan normal dan pengadukanselama 2 jam dengan semen slag menjadikanworkability-nyasemakintinggi. Pada penelitianiniterdapat 16 campuranbeton yang menggunakan semen slag sebagaisubstitusisebesar 0%, 10%, 40% dan 70%. Untukvariasi FAS dibuatduajenisvariasiyaitu 0,3 dan 0,4. Terdapatduajenismutu yang direncanakanyaitu K-350 dan K-275. Umur yang dibuatdalampengujiankuattekanterdapattigavariasiyaitu 7 hari, 28 hari dan 56 hari. benda uji dalambentukbetonsilinderdengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Untukmasing-masingcampuranbeton yang menggunakankomposisi semen slag 0%, umur 7 hari, mutu K-350 dan FAS 0,3 terdapat lima buahsampel. Sehingga total benda uji sebanyak 240 buahuntukpengadukan normal dan 240 buahuntukpengadukan 2 jam.  Pada pengujianslumpbetondilakukandengankerucutAbram sebagaiwadahadukanbetondiuji. Tiapcampurandiujislumpsebanyaksatukali.Untuk uji kuattekanbetonmenggunakanmesin uji tekansebagaipembacaanbesarankuattekan. Data yang diperolehantara lain nilaislump dan kuattekanbeton.Kata Kunci : Semen Slag, Rasio Semen Slag, Faktor Air Semen, Slump, Workability.
PENGARUH PENAMBAHAN FLY ASH TERHADAP KUAT TARIK BELAH DAN BERAT VOLUME BETON DENGAN CAMPURAN SEMEN SLAG Kamilah, Fauziyah; Dewi, Sri Murni; Arifi, Eva
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berbagaiinfrastrukturmembutuhkanbetonsebagaikomponenutamapemabngunan. Pemanfaatanlimbahsebagai material betonbisaberdampaksifnifikanbagilingkunganpemanfaatan semen slag atau yang seringdisebutGround Granulated Blast Furnace Slag (GGBFS)merupakanlimbahpembuatanbaja yang mempunyaikemiripankomposisikimiadenganbahan- bahankimiadarisemen Portland. Sehingga, semen slag dapatmengurangipemakaian semen Portland.flyash jugamerupakanlimbahbatu bara yang dijadikanadmixture pada penelitianyangdilakukan kali ini. Benda uji merupakansilinder yang meiliki diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. denganvariasifly ash 10 % dan 20% di usia 7, 28, dan 56 hari. untukmutu yang digunakanyaitumutu K 275 dan K 350.  Terdapat 4 kodebenda uji denganvariasi fly ash dan mutubetondengansetiapkodebenda uji diberi 5 sampelsehingga total sampel yang diujisebanyak 60 sampel. Pengujiankuat Tarik belahdilakukandengancaramenggunakanmesin compression test. Benda uji diletakandalamposisi horizontal dan diberibatangbesidiatasnya. Pengujianakandihentikanketikabenda uji tersebutsudahterbelah dan di dapatbebanmaksimum yang nantinyaakandiolahmenjadinilaikuat Tarik belah.sedangkanberatbenda uji akan di kalkulasikanmenjadinilaiberat volume beton Hasil uji yang didapatkanyaitu di usia 56 haribetondengan fly ash sebesar 10 % di mutu K 275 menghasilkannilaikuat Tarik belahsebesar1,9929 Mpasedangkanpenggunaan fly ash sebesar 20 % menghasilkan Nilai kuat Tarik belah1,9476Mpa. Jikakeduanyadibandingkandenganbenda uji tanpa fly ash yang menghasilkannilaikuat Tarik belahsebesar1,7325 Mpamakapenggunaan fly ash meningkatkannilaikuat Tarik belahbeton. Sedangkan di mutubeton K 350 di usia 56 haripenambahanfly ashsebesar 10 % mengahasilkannilaikuat Tarik belahsebesar 2,2194 Mpasedangkanpenambahanfly ash sebesar 20 % menghasilkannilaikuat Tarik belahsebesar 2,0637 Mpa. Untukberat volume sendiritidakadaperbedaansignifikanantarabenda uji tanpafly ash dan denganvariasifly ash. Kata kunci: Semen Slag, Kuat Tarik Belah, fly ash, berat volume
STUDY ALTERNATIF ANALISIS SAMBUNGAN BALOK – KOLOM DENGAN SISTEM PRACETAK PADA GEDUNG JAMBOO HOTEL KABUPATEN TULUNGAGUNG Satriopratomo, Dhimas F.; Hidayat, Mohammad Taufik; Susanti, Lilya
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beton bertulang merupakan bagian dari komponen struktur utama dalam pembangunan konstruksi yang fungsinya sebagai penerima beban transversal. Pada dasarnya bahan utama dalam penggunaan beton adalah air, semen, agregat kasar dan agregat halus dengan perbandingan tertentu, sedangkan beton pracetak adalah teknologi konstruksi struktur beton dengan elemen-elemen penyusun yang dicetak terlebih dahulu disuatu tempat khusus (off site fabrication), terkadang komponen-komponen tersebut disusun dan disatukan terlebih dahulu (pre-assembly), dan selanjutnya dipasang di lokasi (installation). Perencanaan alternatif ini bertujuan untuk mengetahui apakah dengan menggunakan metode pracetak dapat lebih efisien dalam pembangunan gedung kedepannya. Hasil perhitungan SAP2000 menunjukkan balok induk pracetak yang berukuran 30/60 cm dengan tulangan lentur yang mengalami tarik sebesar 10-D16 dan tulangan tambahanpada daerah tekan tulangan transfersalsebesar 4-D16, sengkang dengan diameter 8 mm menghasilkan momen nominal 229988685,3 Nmm dan momen ultimateyang terjadi sebesar 99072000 Nmm, sedangkan hasil dari analisis hubungan balokkolom setelah terjadi cor penuhmomen lapangan sebesar 26325,59  kgm  lebih besar dari momen ultimate yang terjadi sebesar 21781,08 kgm dan pada daerah ujung menghasilkan momen tumpuansebesar 26325,59 kgm dan momen ultimatenya sebesar 23481,44  kgm.            Kata kunci: Pracetak, Beton Bertulang, Tulangan
PENGARUH VARIASI PENAMBAHAN LAPIS PERKUATAN GEOGRID DAN PENAMBAHAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN BEBAN EKSENTRIS Widyanatha, KadekDwi Kusuma; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasimerupakanbagian yang amatpentingdalamsuatukonstruksi.Pondasiharusdidesainmampumenahanbebanaksial dan momen yang terjadi pada kolom. Momen yang sangatbesardapatmenyebabkanpondasitersebutmenerimabebaneksentris. Pondasi yang menerimabebaneksentrisini, apabilatidakdirencanakan dan didesaindenganseksamadapatmenyebabkanpondasitersebutmenyebabkantarik. Pada penelitianini, digunakan model pondasidenganukuran 10 × 12 cm, 10 × 14 cm, dan 10 × 16 cm denganketebalan 20 mm yang terbuatdaribahanbaja. Kedalamanpondasi pada penelitianiniadalah 10 cm atau Df/B = 1dengansampeltanah yang digunakanadalahtanahpasir SP (poorly graded sand) dengankepadatanrelatif 80%.Variasi jumlah geogrid yang digunakandalampenlitianiniadalah 1, 2 dan 3 lapisanperkuatandenganukuran yang samayaitu50 × 60 cm. Pada penelitianinididapatkanhasilbahwadarianalisis BCR, pondasi L/B 1.2 dengan 3 lapisanperkuatanmenghasilkanpeningkatandayadukung yang maksimum. Dimanadayadukungakanbertambahseiringdenganbertambahnyajumlahlapisanperkuatan geogrid dan panjangpondasi. Kata kunci: pondasipersegipanjang, eksentrisitas, dayadukung, BCR
PENGARUH JARAK EKSENTRISITAS BEBAN DAN JUMLAH LAPISAN PERKUATAN GEOGRID TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG Oka Wibawa, Gede Arya; Munawir, As’ad; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kurangnyadayadukungtanahakibatjenistanah yang kurangbaik dan potensiterjadinyaeksentrisitasbeban pada pondasidapatmembuatpeluangkeruntuhantanah yang terjadisemakinbesar. Salah satusolusi yang dapatdilakukanadalahdenganmelakukanperkuatantanahmenggunakan geogrid.Penelitianinidimaksudkanuntukmengetahuiperbandingannilaidayadukungtanahpasirdalammenerimabebaneksentrissaatdiberiperkuatan geogrid dibandingkandengantidakdiberiperkuatan..Kepadatanrelatiftanahpasir (Rc) 80%, pengujiandilakukandidalamsebuah box berukuran 150 cm x 100 cm x 100 cm.Variabel yang ditelitiadalahpengaruhrasiojarakeksentrisitasbebanterhadaplebarpondasi (e/B) denganrasio 0,05B, 0,1B dan 0,15B dan jumlahlapisanperkuatan geogrid (n) yang digunakanadalah n=1, n=2 dan n=3 lapis perkuatan.Hasil daripenelitianmenunjukkanseiringpenambahanvariasirasiojarakeksentrisitasbebanterhadaplebarpondasi (e/B) nilaidayadukungtanahpasirmengalamipenurunan. Penambahanjumlahlapisanperkuatan (n) berpengaruhdalammeningkatkannilaidayadukungtanahuntukmasingmasingvariasi e/B, dimananilaidayadukungterbesarterdapat pada 3 lapisanperkuatan geogrid pada rasio e/B=0,05.   Kata kunci: dayadukung, bebaneksentris, geogrid, variasirasiojarakeksentrisitasterhadaplebarpondasi, variasijumlahlapisanperkuatan
PERUBAHAN KEKUATAN TANAH LUNAK AKIBAT PEMASANGANPREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD)POLA SEGIEMPAT DENGAN VARIASI JARAK Alif, Faisal Abda; Zaika, Yulvi; Suryo, Eko Andi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan infrastruktur merupakan salah satu aspek penting dari pembangunan nasional.  Infrastruktur memegang peranan yang penting sebagai salah satu penggerak ekonomi di Indonesia. Infrastruktur jalan yang ada sekarang nampaknya mulai tak dapat menampung volume kendaraan yang kian meningkat, termasuk beberapa titik di Jawa Timur. Salah satunya yaitu ruas tol Surabaya-Batu yang saat ini tengah dilakukan pembangunan jalan tol yang menghubungkan antara daerah gempol dengan kota Pasuruan tepatnya di desa Kedawung Kulon, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa timur.  Pembangunan ini dilakukan dengan kondisi tanah di daerah tersebut yaitu tanah lempung lunak, sehingga berpotensi mengalami penurunan akibat konsolidasi. Untuk penanganan permasalahan tersebut, diperlukan pengetahuan tentang perbaikan tanah lunak.  Salah satu metode yang digunakan adalah perencanaan perbaikan tanah lunak dengan menggunakan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pola segi empat dengan variasi jarak yang telah ditentukan untuk mengetahui besar penurunan dan kekuatan tanah pada jalan tol gempol-pasuruan.  Dalam penelitian ini dapat dilakukan beberapa pengujian antara lain uji konsolidasi, uji kadar air, uji density dan uji vane shear dengan tujuan mempercepat konsolidasi tanah dan mampu meningkatkan daya dukung tanah di daerah gempol-pasuruan. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini adalah tanah di daerah tersebut dapat diklasifikasikan sebagai tanah lunak dengan tebal lapisan 15,5 m. Penambahan beban secara bertahap (setiap beban sama), dengan semakin dekat jarak antar PVD maka akan menaikkan harga koefisien kompresi yang akan menyebabkan kenaikan penurunan.   Dengan melakukan pengujian konsolidasi penambahan beban secara bertahap (dengan penambahan beban sama) dari variasi jarak antar PVD didapatkan semakin dekat jarak antar PVD maka indeks kompresi yang didapat dan penurunan yang terjadi semakin besar. Dimana penurunan terbesar terjadi pada PVD jarak 12 cm sebesar 159,375 % dan untuk uji vane shear didapatkan semakin dekat jarak antar PVD maka semakin besar nilai kuat geser yang dihasilkan. Dimana perubahan kenaikan kuat geser terbesar terjadi pada PVD jarak 12 cm sebesar 343,210 %. Kata kunci: Tanah Lunak,Prefabricated Vertical Drain (PVD), Konsolidasi, Vane Shear, Kuat Geser
PERUBAHAN KEKUATAN TANAH LUNAK AKIBAT PEMASANGAN PREFABRICATED VERTICAL DRAIN (PVD) POLA SEGIEMPAT DENGAN VARIASI PANJANG Maharani, Ragilya; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan pembangunan insfrastruktur di Indonesia saat ini berkembang sangat pesat. Dapat dilihat dari pembangan Tol Gempol-Pasuruan, yang memiliki sifat konsistensi tanah yang tidak stabil, disebabkan kandungan air yang berlebih sehingga berpotensi mengalami penurunan akibat konsolidasi. Dari data tersebut perlu dilakukan perbaikan tanah dengan mtode preloading yang dikombinasikan dengan Prefabricated Vertical Drain (PVD) pola persegi dengan timbunan secara bertahap skala laboratorium. Pada penelitian ini dilakukan dengan tiga tahapan pelaksanaan, yaitu persiapan, kegiatan lapangan dan pekerjaan laboratorium.  Pengambilan sampel tanah di daerah Grati dengan metode undisturbed soil dan disturted soil. Sampel tanah kemudian dilakukan uji konsolidasi, kadar air, density dan vane shear. Setelah mengetahui perilaku tanah lunak terhadap daya dukung tanah dengan metode preloading dikombinasikan dengan PVD variasi panjang preloading yang ditentukan. Hasil penelitian yang telah dilakukan ini adalah tanah didaerah tersebut merupakan jenis tanah lunak dengan tebal lapisan 15,5 m. Penambahan beban secara bertahap (setiap tahap sama) dari variasi panjang sampel yang berbeda dapat menaikkan harga koefisien kompre,si yang akan menyebabkan besarnya kenaikan penurunan. Dimana terdapat kenaikan terbesar 148,9583% dengan panjang PVD 20 cm, dan terdapat kenaikan kuat geser terbesar 314,5679% dengan panjang PVD 20 cm. Kata Kunci: Tanah Lunak, Prefabricated Vertical Drain (PVD), Konsolidasi, Vane Shear, Kuat Geser.
PENGARUH VARIASI JARAK LAPIS GEOGRID TERATAS DAN PENAMBAHAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PASIR PADA PONDASI PERSEGI PANJANG DENGAN PEMBEBANAN EKSENTRIS Sjaputra, Rakha; Munawir, As’ad; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pondasi merupakan struktur bangunan yang berfungsi menyalurkan beban yang diterima dari bangunan yang berada diatasnya ke tanah. Selain menahan beban aksial, pondasi juga harus mampu menahan beban eksentris. Dengan banyaknya pembangunan saat ini, sering kali kondisi lapangan memaksa untuk membangun sebuah bangunan diatas tanah yang daya dukung nya rendah seperti tanah pasir. Untuk itu digunakan lapis geogrid sebagai perkuatan untuk meningkatkan daya dukung tanah pasir. Pengujian ini dilakukan pada tanah pasir dengan RC 80%. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah jarak lapis geogrid teratas (u) dan panjang pondasi (L). Pengujian yang dilakukan di laboratorium menggunakan 3 lapis geogrid dengan jarak antar lapis geogrid yaitu 2 cm.Variasi jarak lapis geogrid teratas yang digunakan sebesar 2 cm, 3 cm, dan 4 cm sertavariasi panjang pondasi sebesar 12 cm, 14cm, dan 16 cm dengan lebar masing-masing 10 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas sebesar 1 cm, dan luas ukuran geogrid yaitu 50x60 cm2. Hasil daya dukung dari pondasi persegi panjang dengan perkuatan akan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Dari hasil penelitian ini berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model pondasi yang menghasilkan daya dukung tanah maksimum yaitu pondasi dengan u = 2cm dan L = 12 cm.   Kata kunci: daya dukung, tanah pasir, bearing capacity ratio, pondasi persegi panjang, beban eksentris, geogrid, variasi jarak lapis geogrid, variasi panjang pondasi.
PENGARUH VARIASI JARAK ANTAR GEOGRID DAN PANJANG PONDASI TERHADAP PENINGKATAN DAYA DUKUNG TANAH PADA PONDASI PERSEGI PANJANG Pratama Yohanes, Raphael Eldy; Suryo, Eko Andi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan dapat disebut baik dan kokoh apabila memiliki struktur penopang yang baik, tidak terkecuali pondasi. Dengan fungsinya yang sangat penting, perencanaan suatu pondasi perlu dilakukan dengan teliti, termasuk juga dengan kondisi tanah sekitar. Tanah sebagai objek penerima beban konstruksi harus mampu menahan beban yang dibebankan. Pesatnya pembangunan saat ini memunculkan banyak pembangunan yang dilakukan di daerah dengan tanah yang daya dukungnya kurang mencukupi. Oleh karena itu, perlu adanya metode perbaikan pada tanah dengan menambahkan material sintetik seperti geogrid.Penelitian ini menggunakantanah pasir dengan kepadatan relatif sebesar 80%. Parameter yang diamati adalah pengaruh dari variasilpanjang pondasi (L) dan jarak antar lapis geogrid (h). Pengujian dilakukan di laboratorium menggunakan pondasi dengan dimensi10×12 cm, 10×14 cm, 10×16 cm dan jarak antar lapis geogridsebesar 1 cm, 2 cm, 3 cm. Uji pembebanan dilakukan dengan eksentrisitas (e) sebesar 1 cm danjumlah perkuatan geogrid(n) sebanyak 3 lapis. Hasil daya dukung dari pondasiyang diperkuatlakan dibandingkan dengan daya dukung pondasi tanpa perkuatan. Pada penelitian ini, berdasarkan analisis Bearing Capacity Ratio (BCR), model uji menghasilkan daya dukung tanah maksimum pada saatdimensi pondasisebesar 10×12 cm dan jarak antar lapis geogrid sebesar 3 cm.   Kata kunci: bearing capacity ratio, daya dukung, geogrid, penurunan, pondasi persegi panjang, tanah pasir, variasi jarak antar lapis geogrid, variasi panjang pondasi..
PERUBAHAN DAYA DUKUNG TANAH LEMPUNG LUNAK YANG DIPERBAIKI DENGAN METODE PVD (PREFABRICATED VERTICAL DRAIN) KARENA PERBEDAAN JARAK PEMASANGAN DENGAN POLA SEGITIGA Biasmahendra, Bima; Zaika, Yulvi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DesaKedawungWetan, KecamatanGrati, KabupatenPasuruanadalah salah satulokasiproyekpembangunanjalantolruasGempol – Pasuruan pada lokasiinikondisitanahnyamerupakantanahlempunglunak yang pada umumnyamemilikidayadukung yang rendah. Kondisitanahdasar yang cukuplunakmenyebabkanterjadinyapenurunantanah.halinimengharuskandilakukannyaupayaperbaikantanahlunak agar bisadijadikanlahanbangunannantinya. Oleh sebabitu, studiinibertujuanuntukmengidentifikasipengaruhbesarpenurunandenganmetodepemasanganPrefabricated Vertical Drain (PVD) denganvariasijarak pemasangan pada PVD. Perbaikantanahlunakdilakukandengandesain PVD menggunakanpolasegitiga dan jarak antar PVD 12 cm, 14 cm, 16 cm dan 18 cm. Dari hasilperhitungantanpamenggunakan PVD dan menggunakan PVD memilikidampak yang sangatbesarterhadapnilaipenurunantanahsertakuatgesertanah (Su). Kata Kunci : Tanah Lunak, Penurunan, Prefabricated Vertical Drain (PVD)