cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 84 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 2 (2019)" : 84 Documents clear
Pengaruh Perbedaan Panjang PVD dengan Pemasangan Pola Segitiga pada Daya Dukung Tanak Lunak pada Pembangunan Jalan Tol Gempol – Pasuruan Septiningrum, Pritha Audina; Zaika, Yulvi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanak lempung lunak merupakan partikel mineral yang terbentuk dari proses pelapukan batuan silika yang menghasilkan leburan dengan diameter kurang dari 4 mikrometer. Tanah jenis ini memiliki sifat, yaitu kadar air yang tinggi, kuat geser yang rendah, dan kompresibilitas tinggi, sehingga dapat mengganggu kualitas infrastuktur yang akan di bangun di atas tanah tersebut. Untuk meningkatkan kualitas tanah maka diperlukan perbaikan, saat ini penelitian untuk perbaikan tanah sudah banyak dilakukan. Salah satunya dengan uji konsolidasi yang dikombinasikan dengan PVD pemasangan pola segitiga. Pada penelitian ini, penulis ingin mengetahui pengaruh dari panjang PVD terhadap besar penurunan dan kuat geser. Variasi panjang yang digunakan adalah 10cm, 15cm, 18cm, dan 20cm pada tiap masing-masing sampel. Pengujian yang dilakukan adalah uji konsolidasi dengan penambahan beban yang sama secara bertahap selama 5 hari dan kuat geser menggunakan vane shear. Hasil pengujian konsolidasi dengan penambahan variasi panjang didapatkan bahwa kenaikan penurunan terbesar terjadi pada saat panjang PVD 20cm yaitu 87,049% terhadap sampel tanpa PVD dalam waktu peninjauan 5 hari. Begitu pula dengan hasil uji vane shear yang menunjukkan bahwa kenaikan kuat geser terbesar yaitu 260,217% dengan panjang PVD 20cm terhadap sampel tanpa pembebanan. Kata Kunci : tanah lempung lunak, panjang PVD, besar penurunan, kuat geser.  
KAJIAN KINERJA PELAYANAN MODA TRANSPORTASI ONLINE RODA DUA LAYANAN KOTA MALANG Priskila Dorothy, Ayu Anisa,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Go-Jek adalah moda transportasi online roda dua yang berkembang pesat di masyarakat saat ini. Sebagai moda transportasi baru tentunya terjadi berbagai permasalahan. Sehingga topik yang dipilih untuk penelitian ini adalah Go-Jek. Untuk itu, tujuan dari kajian ini adalah (1) mengetahui tingkat pelayanan dari Go-Jek, (2) mengetahui tarif ideal Go-Jek per km nya.Untuk mencapai tujuan diatas maka digunakan (1) metode Importance Performance Analysis (IPA), (2) Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), dan Willingness To Pay (WTP). Sebelum menggunakan metode diatas, dilakukan survei terlebih dahulu dengan jumlah sampel 300 responden. Sampel ini terdiri dari 150 pengguna dan 150 driver Go-Jek.Berdasarkan analisis IPA terdapat 2 variabel yang perlu ditingkatkan kinerjanya yaitu mengemudikan kendaraan dengan baik, serta mentaati tata tertib lalu lintas. Dimana variabel ini masuk pada kuadran I yang dianggap penting oleh pengguna, namun pelayanan yang diberikan Go-Jek masih kurang. Berdasarkan nilai ATP dan WTP didapatkan hasil tarif sebesar Rp 1.200,- dan tarif yang berlaku saat ini sebesar Rp 1.600,-. Tarif yang berlaku saat ini lebih tinggi dibanding tarif yang sesuai dengan kemampuan dan kemauan pengguna Go-Jek.Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pelayanan ini adalah dengan memberikan sanksi tegas terhadap driver Go-Jek apabila terdapat keluhan dari pengguna. Sanksi ini bertujuan agar driver Go-Jek lebih mentaati peraturan berkendara yang baik. Sedangkan untuk menentukan tarif ideal harus memperhatikan kemampuan dan kemauan penumpang untuk membayar, sehingga tarif yang berlaku saat ini perlu dievaluasi kembali.   Kata kunci : Go-Jek, Importance Performance Analysis (IPA), Biaya Operasional Kendaraan (BOK), Ability To Pay (ATP), Willingness To Pay (WTP), tingkat kinerja pelayanan.
KAJIAN EVALUASI LAYANAN SHUTTLE BUS DI KAWASANUNIVERSITAS BRAWIJAYA Aditya N. Pratikto, 'Abdulloh ‘Azzam,; Wicaksono, Achmad; Ambarwati, Lasmini
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya civitas akademika yang ada di Universitas Brawijaya berdampak terhadap mobilisasi di dalam kawasan kampus. Salah satunya adalah peningkatan volume lalu lintas dan tingginya kebutuhan parkir. Untuk mengatasi berbagai masalah ini Universitas Brawijaya menyediakan layanan shuttle bus yang beroperasi di dalam lingkungan kampus. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji karakteristik pengguna, persepsi pengguna layanan/ penumpang terhadap kinerja dan kepentingan pelayanan shuttle bus, dan menyusun strategi untuk meningkatkan kinerja shuttle bus. Studi dilakukan dengan membagikan kuesioner kepada penumpang shuttle bus. Survey ini dilakukan di beberapa lokasi pemberhentian bus dan di dalam angkutan bus. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis IPA (Importance Performance Analysis). Hasil matriks SWOT kemudian digunakan untuk menyusun dan menentukan strategi yang tepat dalam upaya meningkatkan pelayanan shuttle bus di Universitas Brawijaya. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh beberapa kesimpulan diantaranya dari jumlah responden sebanyak 307, 60% diantaranya perempuan, dengan rentang usia responden 18-25 sebanyak 96%, responden mahasiswa sebanyak 98%, dengan jumlah rata-rata pendapatan sebulan Rp.1.000.001,00-Rp.3.000.000,00 sebanyak 49%. Untuk karakteristik perjalanan responden, asal masuk ke wilayah kampus yang paling sering dilalui adalah Gerbang Veteran sebanyak 42%, tujuan ke wilayah kampus (paling sering) ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 11%, frekuensi ke kampus dalam satu hari sebanyak dua kali dengan 41%, responden yang mengendarai sepeda motor pribadi sebanyak 57%, dan biaya perjalanan dalam satu hari sebesar ≤Rp.5.000,00 sebanyak 50%.Dari hasil analisis MAT (Matriks Asal Tujuan) rute layanan shuttle bus yang diinginkan oleh responden dengan pola berawal dari Gerbang Veteran melewati Fakultas Kedokteran, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Gerbang KPRI, Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Ilmu Komunikasi dan kembali lagi ke titik awal Gerbang Veteran.Dari hasil analisis IPA didapatkan tingkat kesesuaian antara tingkat kinerja dan tingkat kepentingan sebesar 76% yang artinya tingkat kepuasan pengguna layanan shuttle bus terhadap kinerja pelayanan sudah memuaskan. Untuk analisis SWOT strategi yang dapat digunakan untuk layanan shuttle bus antara lain menyediakan tempat parkir terpusat, penyediaan prasarana penunjang layanan, melengkapi fasilitas keselamatan yang ada di dalam bus, menyediakan zona penjemputan dan menurunkan penumpang di luar gerbang masuk kampus bagi pengguna angkutan transportasi online, menambah rute layanan, dan peningkatan kualitas layanan. Kata kunci: shuttle bus kampus, evaluasi kinerja, karakteristik pengguna, analisis MAT, analisis IPA,analisis SWOT.
STUDI PENENTUAN LOKASI DAN KEBUTUHAN FASILITAS STASIUN PADA RENCANA PEMBANGUNAN LIGHT RAIL TRANSIT KOTA MANADO M. Fahmi Lutfi, Bagus Akbar M. ,; Djakfar, Ludfi; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan manusia untuk berpindah dari satu tempat menuju tempat lain membutuhkan suatu moda transportasi yang handal dengan biaya perjalanan yang murah dan waktu perjalanan yang cepat. Salah satu kota yang memiliki potensi untuk dilakukan pembangunan infrastruktur transportasi perkotaan berbasis massal untuk mengatasi persoalan kemacetan yang terjadi adalah Kota Manado. Pemerintah Kota Manado telah menetapkan  rencana pembangunan kereta LRT dengan trase  yang menghubungkan Kecamatan Malalayang dengan Bandara Sam Ratulangi. Untuk mendukung rencana pembangunan tersebut, perlu dilakukan studi mengenai lokasi stasiun, potensi penumpang, waktu operasional, dan kebutuhan fasilitas stasiun. Data yang dibutuhkan pada saat survei adalah volume jumlah kendaraan yang melintas, Jumlah dan lokasi  naik turun penumpang angkutan umum, dan karakteristik pergerakan  pelaku perjalanan .Data yang diperlukan dapat diperoleh melalui Survei yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi survei traffic counting yang dilakukan selama 1 hari, survei Road Side Interview selama 3 hari , dan survei angkutan umum dinamis selama 1 hari. Wilayah studi ini bertempatan pada jalan utama di Jln. RW Mongisidipada Kecamatan Malalayang. Standar yang digunakan dalam perencanaan stasiun LRT ada tiga , dari Indonesia yaitu Buku Standarisasi Stasiun Indonesia, dari Jepang yaitu Standar JICA , dan dari Edmonton  yaitu ETS.Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden melakukan perjalanan dengan maksud bekerja sebesar 54% dengan tingkat frekuensi perjalanan setiap hari sebanyak 37% dari jumlah responden. Lokasi ideal Stasiun LRT sejumlah 6 titik lokasi stasiun yakni Stasiun Terminal Malalayang, Stasiun RS. Kandou, Stasiun Bahu Mall, Stasiun Manado Town Square, Stasiun Megamas Mall, dan Stasiun Pusat Kota. Jumlahpotensi  penumpang pada arah Malalayang – Pusat Kota dalam sehari adalah sebanyak  25351  penumpang. Jam puncak terjadi pada pukul 07.00 hingga 08.00 dengan jumlah penumpang sebanyak 2214 penumpang. Sedangkan pada arah Pusat Kota – Malalayang sebanyak 21748 penumpang. Jam puncak terjadi pada pukul 18.00 hingga 19.00 dengan jumlah penumpang sebanyak 2005 penumpang. Waktu operasional direncanakan mulai pukul 05.00 WITA hingga pukul 21.00 WITA dengan headway pada jam sibuk 11 menit. Jumlah kereta LRT yang beroperasi adalah 6 kereta.  Stasiun menggunakan tipe Elevated Station adalah Stasiun Pusat Kota, Stasiun Megamas Mall, Stasiun Manado Town Square, dan Stasiun Bahu Mall. Adapun untuk stasiun dengan tipe Ground Level Station adalah Stasiun Terminal Malalayang dan Stasiun RS.Kandou. Luas stasiun yang dibutuhkan yaitu ±832 m2 untuk Elevated Station dan ±1600 m2 untuk Ground Level Station.   Kata Kunci: Transportasi, Light Rail Transit, Stasiun, Penumpang, Manado