cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 36 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2014)" : 36 Documents clear
ANALISIS STABILITAS LERENG MEMAKAI PERKUATAN GEOTEKSTIL DENGAN BANTUAN PERANGKAT LUNAK(STUDI KASUS PADA SUNGAI PARIT RAYA) Famungkas, Fika; Suyadi, Widodo; Zaika, Yulvi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.041 KB)

Abstract

Peristiwa longsor adalah salah satu ancaman di Indonesia mengingat Negara ini memiliki kondisi geografis yang beragam.Banyak kejadian longsor yang menyakitbatkan korban jiwa. Salah satunya  peristiwa longsor yang terjadi adalah di Kabupaten Trenggalek. Pada awalnya pemerintah sudah membangun dinding penahan tanah pada lereng tersebut, tetapi masih belum cukup untuk menahan kelongsoran tanah pada lokasi tersebut.Melalui data yang diketahui, lereng memiliki ketinggian antara 8 m sampai 8,5 m dengan panjang dinding penahan 375 m dan mengalami kelongsoran pada bagian struktur sepanjang 90 m. Setelah dianalisa dengan bantuan perangkat lunak SLOPE/W pada lereng tersebut didapatkan angka keamanan hanya 0,660 sehingga terjadilah longsor. Dilakukanlah desain ulang lereng tersebut menggunakan perkuatan Geotekstil dengan jumlah 5 lapis, kapasitas tarik 400 kN/m, kohesi 0 kN/m2 dan sudut geser terhadap tanah 38o, jarak vertikal 1 m. Dengan analisa menggunakan SLOPE/W diperoleh angka keamananbaru sebesar 1,893. Anggaran yang dibutuhkan dalam perbaikan tersebut adalah Rp 1.287.439.000,00(satu milyar dua ratus delapan puluh tujuh juta empat ratus tiga puluh sembilan ribu rupiah) Kata kunci: Stabilitas, Geotekstil, SLOPE/W.
ANALISIS STABILITAS BENDUNGAN SELOREJO AKIBAT RAPID DRAWDOWN BERDASARKAN HASIL SURVEY ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY (ERT) Al Islami, Auliya Nusyura; Suryo, Eko Andi; Rachmansyah, Arief
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.67 KB)

Abstract

Sebagai bendungan tipe urugan yang sudah cukup berumur, Bendungan Selorejo memerlukan pemeriksaan sehubungan dengan keamanan konstruksi tersebut agar dapat terhindar dari kegagalan  konstruksi. Salah satu kondisi kritis pada saat menganalisis stabilitas lereng bendungan urugan adalah kondisi rapid drawdown atau penurunan muka air cepat. Metode yang dipakai untuk mengetahui lapisan tanpa merusak lapisan tanah adalah dengan metode Electrical Resistivity Tomography (ERT) yang banyak digunakan untuk melakukan pemetaan pada lapisan bawah permukaan tanah. Data parameter tanah juga dilengkapi dengan uji laboratorium untuk mengetahui hubungan kadar air terhadap nilai kohesi dan sudut geser pada material. Stabilitas bendungan terhadap rapid drawdown dianalisis menggunakan program Geostudio dengan variasi kecepatan penurunan selama 5 sampai 30 hari. Dari penelitian ini dapat dilihat  bahwa bendungan selorejo memiliki beberapa zona di tubuh bendungan yang memiliki resistivitas rendah dan diidentifikasi sebagai potensi rembesan yang membahayakan bendungan. Untuk analisis stabilitas bendungan berdasarkan hasil ERT menggunakan program geostudio menunjukkan keadaan tidak aman dengan faktor keamanan sebesar 0,962 pada bagian hilir dan untuk perhitungan analisis stabilitas akibat rapid drawdown menunjukkan bahwa bendungn selorejo tidak aman untuk dilakukan penurunan muka air dengan kecepatan penurunan sampai 30 hari.  Dengan metode coba-coba didapat kecepatan penurunan minimum agar aman adalah selama 60 hari dengan faktor keamanan sebesar 1,050.   Kata kunci: Bendungan, rapid drawdown, stabilitas,  Electrical Resistivity Tomography, faktor keamanan
PEMANFAATAN DATA ELECTRICAL RESISTIVITY TOMOGRAPHY DALAM ANALISIS STABILITAS BENDUNGAN SELOREJO TERHADAP BEBAN GEMPA Fauzi Rizky, Adi Widia Nur; Suryo, Eko Andi; Munawir, As’ad
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1024.06 KB)

Abstract

Stabilitas merupakan faktor penting dalam merencanakan suatu bendungan, karena stabilitas ini merupakan kontrol dari rencana bendungan yang akan dibangun. Seiring bertambahnya usia bendungan, dibutuhkan pemeriksaan atau inspeksi secara berkala terhadap komponen – komponen yang dimilikinya. Inspeksi yang dilakukan umumnya hanya dapat memantau kondisi komponen yang ada di permukaan tanah saja. Untuk mengetahui kondisi di bawah permukaan, diperlukan metode penyelidikan tanah yang tidak menimbulkan kerusakan (non-destructive). Salah satunya adalah dengan menggunakan ERT (Electrical Resistivity Tomography) atau geolistrik. Skripsi ini bertujuan untuk menguji seberapa tepat metode pendamping penyelidikan tanah yaitu ERT atau geolistrik dapat digunakan baik dalam memeriksa kondisi lapisan bawah tanah dan digunakan sebagai acuan terhadap pengukuran parameter karakteristik fisik tanah berupa nilai kohesi, nilai sudut geser dalam, dan nilai berat volume. Pengambilan data ERT dilakukan pada sisi hilir bendungan dilakukan sebanyak lima line memanjang dengan panjang lintasan setiap line sebesar 180m menggunakan konfigurasi Wenner Alpha. Dari pengolahan data ERT diperoleh nilai resistivitas untuk tanah bendungan dengan rentang 12,7Ωm ~ 877Ωm. Berdasarkan data hasil ERT memanjang ditentukan dua posisi terlemah bendungan berdasarkan nilai resistivitas untuk acuan pengambilan data ERT melintantang bendungan. Pada skala laboratorium dilakukan uji coba untuk menentukan hubungan antara nilai resistivitas, kadar air, kohesi, dan sudut geser dalam untuk setiap jenis tanah bendungan. Dari hasil penyelidikian ERT memanjang dan melintang, uji coba di laboratorium, dan analisis stabilitas bendungan, didapatkan nilai minimum FS bendungan adalah 1,150 pada sisi hulu dan 1,140 pada sisi hilir dengan penambahan beban gempa kala ulang 100 tahun.   Kata kunci : bendungan, stabilitas, gempa, ERT, electrical resistivity tomography, geolistrik
KAJIAN VOLUME SERTA KINERJA LALU LINTAS Jl.MT.HARYONO-JEMBATAN SOEKARNO HATTA–Jl.M.PANJAITAN–Jl.BOGOR ATAS–Jl.VETERAN DAN Jl.GAJAYANA A, Akhmad Dwiko; Nugroho, Anggi Cahyo; Arifin, M Zainul; Sulistio, Harnen
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.59 KB)

Abstract

Dengan memperhatikan kinerja jaringan jalan satu arah (Jl.MT.Haryono - Jembatan Soekarno Hatta - Jl.M.Panjaitan - Jl.Bogor Atas - Jl.Veteran dan Jl.Gajayana) di kota Malang yang semakin ramai saat akhir pekan, maka diperlukannya upaya untuk menganalisis dan mencari solusi yang diperlukan agar dampak yang terjadi dapat diminimalisir. Skripsi ini bertujuan untuk mengetahui kinerja segmen jalan dan simpang untuk kondisi eksisting, kemudian menentukan manajemen lalu lintas yang sesuai apabila terdapat permasalahan, sehingga diharapkan dapat memberikan alternatif solusi dari permasalahan yang terjadi. Kajian yang dilakukan berupa analisa kinerja ruas, simpang dan jalinan serta menentukan manajemen lalu lintas yang sesuai. Data penelitian didapat dengan melakukan survei traffic counting pada hari Jumat dan Senin pukul 06.00-08.00 dan 15.00-17.00 serta pada lokasi jaringan jalan satu arah (Jl.MT.Haryono - Jembatan Soekarno Hatta - Jl.M.Panjaitan - Jl.Bogor Atas - Jl.Veteran dan Jl.Gajayana). Analisis kinerja simpang dan ruas mengacu pada MKJI 1997, sedangkan manajemen lalu lintas mengacu referensi terkait yaitu mengenai optimasi waktu siklus dan geometri. Sehingga diperoleh tingkat pelayanan masing-masing jaringan jalan di sekitar kawasan tersebut. Hasil yang diperoleh yaitu kondisi segmen jalan Bogor Atas kondisi eksisting pada tahun 2014 didapatkan bahwa rata-rata derajat kejenuhan (DS)  sebesar 0.25, segmen jalan M.Panjaitan derajat kejenuhan (DS) sebesar 0.711, segmen jalan MT.Haryono derajat kejenuhan (DS) sebesar 0.752, segmen jalan Soekarno Hatta derajat kejenuhan (DS) sebesar 0.743, segmen jalan Gajayana derajat kejenuhan (DS) sebesar 0.736 dan segmen jalan Veteran derajat kejenuhan (DS) sebesar 0.595. Kondisi simpang 4 Bogor-Veteran didapatkan bahwa rata-rata tundaan  sebesar 79.04 detik ,  untuk simpang 3 MT Haryono-Soehat tundaan sebesar 10.17 detik, untuk simpang 3 Gajayana-MT.Haryono tundaan sebesar  289.3 detik, untuk simpang 4 Soehat-Bunga Coklat tundaan sebesar 508.2 detik dan pada ruas simpang 4 Veteran-sumbersari tundaan sebesar 403.9 detik. Dengan memperhatikan kondisi seperti itu maka perlu adanya solusi perbaikan beberapa simpang pada jaringan jalan, yaitu pada simpang 4 Bogor-Veteran dipilih manajemen lalu lintas berupa perubahan geometri serta optimasi waktu siklus, sedangkan pada simpang 3 Veteran -Sumbersari dilakukan perubahan fase dari 3 fase menjadi 2 fase. Pada simpang 3 Gajayana-MT.Haryono cukup dilakukan perubahan waktu siklus, namun apabila membutuhkan perbaikan untuk efek yang lebih baik serta bersifat jangka panjang, perubahan geometri dapat menjadi pilihan dengan melakukan pembebasan lahan. Hal yang sama juga terjadi pada simpang 4 Soekarno Hatta-Bunga Coklat yang mana dilakukan perubahan pengaturan sinyal dari 3 fase menjadi 2 fase, namun apabila membutuhkan perbaikan untuk efek yang lebih baik maka perubahan geometri dapat menjadi pilihan dengan melakukan pembebasan lahan. Sedangkan pada ruas tidak memerlukan perbaikan karena diketahui tingkat pelayanan terburuk adalah C. Kata Kunci: Manajemen Lalu lintas, jaringan jalan, kinerja ruas dan simpang
KAJIAN PEMANFAATAN LIMBAH BETON SEBAGAI MATERIAL CEMENT TREATED BASE (CTB) Rahman, Fuad Izzatur; Tambunan, Adventus Kristian; Djakfar, Ludfi; Zacoeb, Achfas
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (542.137 KB)

Abstract

Teknologi Cement Treated Base (CTB) memungkinkan untuk menggunakan dan memproses bahan limbah yang tidak memiliki nilai guna menjadi bahan material pondasi jalan. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode percobaan laboratorium. Pelaksanaan percobaan menggunakan campuran dengan proporsi daur ulang limbah beton sebagai agregat kasar : pasir sebagai agregat halus sebesar 50 : 50 dan 60 : 40. Penelitian ini dibuat Skenario I yaitu menggunakan proporsi 50 : 50 dengan kadar semen 9%, 10%, dan 11% serta kadar air 6%, 8%, 10%, dan 12%. Dalam rangka memaksimalkan daur ulang limbah beton dibuat Skenario II menggunakan proporsi 60 : 40 dengan kadar semen 3%, 4%, dan 5% serta kadar air 4%, 6%, dan 8%. Material daur ulang limbah beton dan pasir memenuhi persyaratan agregat dalam Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2010. Dari hasil penelitian skenario yang dapat digunakan adalah skenario I dengan proporsi 50 : 50. Kadar air optimum CTB untuk kadar semen 9%, 10%, dan 11% sebesar 8,96%, 9,98%, dan 9,31%. Nilai kuat tekan CTB daur ulang limbah beton umur 7 (tujuh) hari dengan kadar semen 9%, 10%, dan 11% yaitu sebesar 89,59 kg/cm2, 79,89 kg/cm2, dan 98,75 kg/cm2. Nilai kuat tekan CTB daur ulang limbah beton umur 28 (dua puluh delapan) hari dengan kadar semen 9%, 10%, dan 11% yaitu sebesar 88,65 kg/cm2, 104,43 kg/cm2, dan 120,21 kg/cm2. Nilai kuat tekan CTB umur 7 hari memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga Tahun 2010, sedangkan CTB umur 28 hari tidak memenuhi. Kata Kunci : Daur Ulang, Limbah Beton, Pondasi Jalan, Base, Cement Treated Base, CTB, Semen, Nilai Kuat Tekan
ANALISA TEGANGAN DAN REGANGAN PADA PERKERASAN PORUS DENGAN SKALA SEMI LAPANGAN DAN SOFTWARE ANSYS Amaliyah, Ela Firda; Widiningrum, Tyas Ayu; Djakfar, Ludfi; ., Harimurti
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (792.168 KB)

Abstract

Perkerasan porus merupakan perkerasan yang mengijinkan air masuk kedalam lapisan perkerasan untuk dialirkan kedalam tanah karena memiliki porositas dan permeabilitas yang tinggi. Namun, hal ini menyebabkan ikatan agregat perkerasan lebih lemah sehingga kekuatannya pun berkurang. Maka, perlu dilakukan penelitian terkait perilaku perkerasan porus yaitu tegangan dan regangan aspal porus dalam menerima beban. Untuk itu, penulis mengadakan penelitian dengan tujuan mengukur regangan pada struktur perkerasan porus skala semi lapangan yang diberi beban dinamis dan beban statis, mengukur tegangan dan regangan struktur perkerasan porus dengan ANSYS dan membandingkan hasil regangan antara pengukuran skala semi lapangan dengan pengukuran menggunakan software ANSYS. Pada penelitian ini, digunakan kriteria perkerasan yang menyerupai kondisi sesungguhnya baik pada beban, material, maupun ketebalannya. Beban yang digunakan merupakan beban satu roda sebesar 17 kg/cm2. Material subbase berupa batu pecah dengan gradasi kelas B, base berupa batu pecah gradasi kelas A, dan surface berupa aspal porus dengan tambahan 8% additive gilsonite. Metodologi penelitian pada pengukuran regangan perkerasan porus skala semi lapangan yaitu regangan dan tegangan yang diukur hanya pada bagian bawah aspal porus. Pertama, perkerasan porus diberikan beban dinamis lalu nilai regangan dibaca setiap 50 kali lintasan hingga 1000 lintasan. Selanjutnya, regangan juga diukur menggunakan beban statis.  Sedangkan untuk Finite Element Method dilakukan pengukuran tegangan dan regangan dengan beban statis. Regangan dari pengukuran dengan skala semi lapangan menggunakan beban dinamis, pengukuran dengan skala semi lapangan menggunakan beban statis, dan regangan dari ANSYS dibandingkan satu sama lain. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa regangan yang terjadi pada bagian bawah aspal adalah regangan tarik. Namun, pemberian beban dinamis dan beban statis menyebabkan nilai regangan yang berbeda. Pada analisis ANSYS, tegangan berupa tarik dimana nilai maksimum berada tepat dibawah roda dan akan semakin berkurang seiring dengan jaraknya terhadap beban roda. Regangan dari analisis ANSYS dengan beban statis mendapat nilai yang berbeda dengan hasil regangan dari pengukuran skala semi lapangan yang diberi beban statis dan beban dinamis karena pengaruh perlakuan beban dan karakteristik material. . Kata kunci : Regangan, Tegangan, Perkerasan Porus, Skala Semi Lapangan, ANSYS
MANAJEMEN LALU LINTAS DI UNIVERSITAS BRAWIJAYA Irfandi, Ian Isman; Eka Dharma, Helen Paulin; Wicaksono, Achmad; K, Rahayu
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Brawijaya berlokasi pada Jalan Veteran, Malang. Didirikan pada tahun 1963. Universitas Brawijaya memiliki mahasiswa dari berbagai strata mulai Program Sarajana hingga Program Doktor yang tersebar pada 13 fakultas. Seiring dengan berjalannya waktu perkembangan Universitas Brawijaya semakin pesat dari tahun ke tahun, hal ini menimbulkan peningkatan bangkitan dan tarikan pergerakan dari mahasiswa yang tersebar di Kota Malang menuju Universitas Brawijaya, hal ini menyebabkan berkurangnya lahan parkir dan menyebabkan banyak kendaraan yang parkir dipinggir jalan menyebabkan kapasitas jalan berkurang dan lalu lintas menjadi tidak lancar karena meningkatnya jumlah pengguna kendaraan .  Selain itu terjadi antrian pada pintu-pintu akses masuk-keluar pada Universitas Brawijaya, baik untuk pintu akses utama yaitu akses yang menhubungkan antara Universitas Brawijaya dengan jalan-jalan kolektor di Kota Malang. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei langsung pada tiap pintu gerbang dengan menggunakan metode simple random sampling dan ruas utama yaitu ruas Veteran – Soekarno Hatta dan ruas Veteran -  Mayjend Panjaitan. Survei dilakukan selama 12 jam dari pukul 06.00 sampai pukul 18.00. Dari hasil analsis didapat bahwa kinerja pintu gerbang eksisting sudah melebihi kapasitas pelayanan maksimum yang ditandai dengan hasil analisis yang bernilai minus sehingga disarankan pengaturan dan desain pintu gerbang yang baru. Sedangkan untuk ruas utama didapatkan LOS D yang memiliki DS sebesar 0,903 dan DS tertinggi memiliki LOS A yang memiliki DS sebesar 0,300. Untuk itu direkomendasikan untuk memindahkan ruang parkir yang ada pada sisi kiri dan kanan ruas utama sehingga didapatkan DS terbesar sebesar 0,630 dan DS terendah sebesar 0,220. Kata kunci : Antrian, Derajat Kejenuhan, Ruas, Universitas Brawijaya
EVALUASI KINERJA TERMINAL INDUK KOTA BEKASI Prasetya Utama, Ody Wahyu; Arifin, M. Zainul; Wicaksono, A.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (736.112 KB)

Abstract

Terminal Induk Kota Bekasi terdapat diwilayah Kota Bekasi yang bertipe terminal tipe A. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis operasional Terminal Induk Kota Bekasi pada saat ini serta faktor – faktor yang berpengaruh terhadap kurang berfungsinya terminal dan selanjutnya untuk mengetahui alternatif strategi yang sesuai untuk dijalankan agar terminal dapat beroperasi secara optimal. Evaluasi Kinerja terminal menganalisis variabel volume angkutan umum dan penumpang, kapasitas parkir, fasilitas, dan lokasi dengan metode analisis deskriptif normatif, IPA,IFE-EFE matrix, dan Matrix SWOT. Survei dilakukan pada jam operasional terminal hari senin dan selasa serta lokasi survei dilakukan di dalam terminal dan di beberapa terminal bayangan yang dilintasi oleh bus yang melayani trayek Terminal Induk Kota Bekasi. Survei fasilitas terminal dan survei wawancara kuisoner kepada responden (penumpang sebanyak 150 dan operator angkutan umum sebanyak 100) dan beberapa instasi terkait 6 responden. Dari hasil penelitian didapatkan kapasitas parkir untuk jalur kedatangan 3 bus < 5 bus lebih kecil dari luasan kapasitas yang ada dan pada analisis IPA diperoleh tingkat kesesuaian sebesar (67,92%) dan dari analisis IFE dan EFE mendapatkan skor masing – masing sebesar 2,290 dan 2,277. Hasil ini menunjukan bahwa Terminal Induk Kota Bekasi tidak berfungsi secara optimal sehingga diperlukan atlernatif strategi dengan menggunakan Matriks SWOT diantaranya Menambahkan taman didalam terminal dan melestarikan kebersihan didalam terminal, Membangun prasarana dan sistem tentang kemudahan untuk menuju terminal, Merancangan transportasi massal baru, Meningkatkan pengawasan dan penertiban di terminal bayangan. Kata Kunci : Terminal Induk Kota Bekasi, Kinerja Terminal, IPA, IFE, EFE, SWOT
STUDI KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM KOTA DI KECAMATAN PAMEKASAN – KABUPATEN PAMEKASAN Sugianto, Agus; Triatmojo, Nugroho Panji; Arifin, M. Zainul; Djakfar, Ludfi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (613.647 KB)

Abstract

Belum adanya angkutan umum bermesin di Kecamtan Pamekasan memerlukan kajian awal untuk mengetahui potensi kebutuhan angkutan umum kota di Kecamatan Pamekasan. Dengan itu dapat diketahui karakteristik sosial-ekonomi dan karakteristik perjalanan,model pemilihan moda antara kendaraan pribadi dengan angkutan umum kota, dan potensi kebutuhan angkutan umum kota. Pengumpulan data dilakukan dengan melakukan penyebaran kuesioner karakteristik sosial ekonomi responden, karakteristik perjalanan dan kuesioner yang disusun dengan menggunakan teknik stated preference dengan atribut selisih biaya perjalanan, selisih waktu tempuh perjalanan, dan selisih frekuensi keberangkatan antara angkutan umum kota dan kendaraan pribadi. Responden yang dibutuhkan sebanyak 100 responden, dengan 40 responden kendaraan pribadi roda 4  dan 60 responden kendaraan pribadi roda 2. Pengumpulan data juga dilakukan dengan kuesioner Analytic Hierarchy Process (AHP) sebanyak 30 responden dari beberapa instansi Kabupaten Pamekasan, yaitu Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perhubungan, Polres, dan Akademisi. Hasil pemodelan pemilihan moda dengan menggunakan metode stated preference adalah sebagai berikut: 1.Selisih biaya perjalanan (ΔX1): UAK – UKP = -0,08033 – 0,00157ΔX1 dengan R2 = 36,1% (roda dua) UAK – UKP = -1,68991 – 0,00098ΔX1 dengan R2 = 28,045% (roda empat) 2. Selisih waktu tempuh (ΔX2): UAK – UKP = 0,83704 – 0,15834ΔX2 dengan R2 = 23,55% (roda dua) UAK – UKP = -0,07394 – 0,12441ΔX2 dengan R2 = 35,55% (roda empat) 3. Selisih frekuensi keberangkatan (ΔX3): UAK – UKP = 0,62091 + 0,02341ΔX3 dengan R2 = 0,626% (roda dua)UAK – UKP = 0,58382 – 0,00673ΔX3 dengan R2 = 0,039% (roda empat) Potensi perpindahan pengguna kendaraan pribadi roda dua ke angkutan umum kota sebesar 18 orang/jam puncak. Sedangkan potensi penumpang rata-rata/hari adalah 127 orang/hari, dan per jamnya 11 orang/jam. Sedangkan dengan metode Analytic Hierarchy Process adalah aspek keselamatan merupakan yang tertinggi (34,532%) dan perlu pengadaan angkutan umum kota > 5 tahun. Kata kunci: Kendaraan pribadi, angkutan umum kota, Stated Preference, Analytic Hierarchy Process (AHP), Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan
EVALUASI DAN PERENCANAAN GEOMETRIK JARINGAN JALAN DI DALAM UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG Fambella, Bayu Chandra; Sulaksitaningrum, Roro; Arifin, M. Zainul; Bowoputro, Hendi
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.203 KB)

Abstract

Universitas Brawijaya (UB) dengan area kampus seluas 2.203.948 m². Dari tahun ke tahun UB berkembang pesat, ditandai peningkatan jumlah dari mahasiswa UB serta pergerakan lalu lintas di dalam kampus UB, sehingga peningkatan kapasitas dari jalan harus dilakukan. Peningkatan kapasitas dari jalan  dapat dilakukan dengan perbaikan geometrik. Survei topografi dilaksanakan untuk memperoleh data dengan menggunakan alat pemetaan berupa Total Stationing Tipe Topcon GTS 229. Program Autocad Land Dekstop 2009 digunakan untuk mengolah hasil dari survei topografi. Trase- trase yang telah terpilih pada jaringan jalan di dalam kampus Universitas Brawijaya tersebut adalah: Jalan dari gerbang KPRI sampai persimpangan tiga Kafetaria Teknik, Perencanaan akses jalan baru di area Himpunan Teknik Elektro, Persimpangan tiga Program Magister dan Doktor Fak Ekonomi, Persimpangan tiga Majid Raden Patah, Persimpangan tiga Samantha Krida, Bundaran UB, dan Persimpangan tiga Fakultas Kedokteran. Dari hasil analisis didapat bahwa terdapat dua lengkung horizontal pada trase jalan dari gerbang KPRI sampai persimpangan tiga Kafetaria Teknik tidak memenuhi standard.Untuk lengkung vertikal sudah memenuhi standard. Sedangkan untuk perpersimpangan yang ditinjau, semua sudah memenuhi standard. Pada bundaran lima kaki di UB, pada kaki persimpangan Widyaloka dan perpustakaan tidak memenuhi aspek radius masuk keluar dan pada kaki persimpangan Fakultas Kedokteran tidak memenuhi kebebasan pandang. Dari total 2 perpersimpanganan baru yang akan dibuat, pada persimpangan tiga kaki Elekto- FMIPA tidak memenuhi syarat manuver. Untuk itu disarankan untuk melakukan perbaikan Geometrik pada trase jalan terpilih, akses jalan baru, dan Bundaran UB. Kata Kunci : Geometrik, Alinyemen Horizontal, Alinyemen Vertikal, Persimpangan, Bundaran, Universitas Brawijaya

Page 3 of 4 | Total Record : 36