cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 45 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2019)" : 45 Documents clear
STUDI EFISIENSI KARBON AKTIF CANGKANG BUNGA PINUS DALAM FILTER PENJERNIH AIR UNTUK MEREDUKSI PB DAN CU Dwinendras, Fanisa Ayu; Yuliani, Emma; Sholichin, Moch.
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang efisiensi dari karbon aktif cangkang bunga pinus sebagai adsorben dengan menggunakan alat filter pejernih air. Aktivasi karbon dilakukan dengan merendam karbon selama 24 jam pada konsentrasi KOH 30% dan 50%. Lalu di bakar dengan variasi waktu selama 60 menit, 90 menit dan 120 menit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi larutan aktivator dan waktu pembakaran terhadap daya adsorpsi karbon aktif untuk menyerap logam berat Pb dan Cu. Studi ini menunjukan bahwa karbon aktif cangkang bunga pinus memiliki kemampuan untuk menurunkan kandungan Pb dan Cu pada limbah sintetis. Kemudian hasil uji SEM-EDX menunjukan terdapat perbedaan permukaan adsorben dan pengikatan unsur kimia setelah dilakukan filtrasi. Hasil perbandingan efisiensi menunjukan karbon yang diaktivasi menggunakan KOH 50% dan waktu pembakaran selama 120menit adalah yang paling tinggi. This study discusses the efficiency of pinecone shell-based activated carbon as an adsorbent by using a water purifier filter. Activation of carbon is done by soaking the carbon for 24 hours at 30% and 50% KOH concentrations. Then, combust with a variation of time for 60 minutes, 90 minutes and 120 minutes. The purpose of this study was to determine the effect of variations in the concentration of activator solution and combustion time on the adsorption of activated carbon to absorb heavy metals such as Pb and Cu. This study shows that the pinecone shell-based activated carbon has the ability to reduce Pb and Cu content in synthetic waste. Then the SEM-EDX test results shows that there are differences in the surface of the adsorbent and the binding of the chemical elements after filtration. The efficiency comparison results shows that carbon is activated using 50% KOH and the burning time of 120 minutes is the highest.
KARAKTERISTIK DRAINASE PADA BATU APUNG DAN BATU SCORIA SEBAGAI MATERIAL BACKFILL DI BELAKANG DINDING PENAHAN Fitriyanti, Noor; Hendrawan, Andre Primantyo; Suprijanto, Heri
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batu apung dan scoria merupakan material piroklastik dari letusan gunung berapi. Di Indonesia, batu apung dan scoria ditemukan sepanjang Sungai Kali Putih, Kabupaten Blitar, Jawa Timur sebagai hasil letusan Gunung Kelud. Dalam penelitian ini karakteristik fisik-mekanik dan mineralogi batu apung dan scoria telah diselidiki untuk mengetahui kinerjanya sebagai backfill dengan model laboratorium. Material uji dimodelkan dengan kerapatan relatif Dr 70%. Dari hasil pengujian batu apung dan scoria setelah proses crushing secara AASHTO tergolong batu pecah, kerikil dan pasir (A-1) dan dengan USCS tergolong jenis tanah pasir bersih dengan gradasi baik (SW). Hasil pengujian kuat geser langsung, batu apung memiliki nilai sudut geser 46,189o sedangkan batu scoria memiliki nilai sudut geser 43,504o. Nilai Gs dalam kisaran 2,292 dan 2,564. Nilai koefisien permeabilitas (k) batu apung sebesar 4,156x10-4 cm/det dan scoria sebesar 6,570x10-4 cm/det. Berdasarkan pengujian XRD diketahui bahwa senyawa batu apung dan scoria tidak jauh berbeda dan didominasi dengan senyawa Silika (Si) dan Alumunium (Al). Dari hasil SEM-EDX diketahui pada batu apung memiliki pori-pori yang sedikit lebih besar dari scoriaPumice and scoria stone are pyroclastic material resulted from mount eruption. In Indonesia, pumice and scoria can be found along Kali Putih River, Blitar Regency, East Java, as resulted from eruption of Mount Kelud. In this study, physical-mechanical and mineralogical characteristics of pumice and scoria were investigated to evaluate their performance as backfill with laboratory models. Material is modeled with relative density of Dr=70%. From the results, crushed pumice and scoria can be classified as broken stone, gravel and sand (A-1) and well graded clean sand (SW), in AASHTO and USCS system, respectively. From direct shear test, crushed pumice and scoria has angle shear of friction of 46.189° and 43.504° respectively. The value of Gs is in the range of 2,292 and 2,564. The value of the permeability coefficient (k) of pumice is 4,156x10-4 cm/sec and scoria stone is 6,570x10-4 cm/sec. Based on XRD testing, it is known that pumice and scoria compounds are not much different and are dominated by Silica (Si) and Aluminum (Al) compounds. Based on SEM-EDX it is clarified that pumice has pores slightly larger than Scoria.
STUDI PERENCANAAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA MIKRO HIDRO (PLTMH) KAIMANA DI DISTRIK KAIMANA PROVINSI PAPUA BARAT Pradana, Herdi; Marsudi, Suwanto; Dermawan, Very
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kehidupan manusia dewasa ini sangat bergantung terhadap ketersediaan sumber daya energi, khususnya energi listrik. Dengan tersedianya energi listrik aktivitas manusia menjadi produktif, sehingga dapat mendorong berkembangnya perekonomian daerah. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, kebutuhan energi listrik terus meningkat namun hal tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan daya energinya sehingga menyebabkan krisis energi listrik. Dampak yang dapat dirasakan adalah terbatasnya akses untuk menikmati energi listrik secara kontinyu. Oleh sebab itu diperlukan suatu upaya untuk memaksimalkan peranan tenaga air dengan merencanakan sebuah Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH). Desa Lobo di Distrik Kaimana memiliki potensi sungai yang belum termanfaatkan secara optimal, sehingga perencanaan PLTMH Kaimana ini bisa menjadi sebuah solusi tersedianya energi listrik yang ramah lingkungan. Perencanaan pada studi ini diperoleh hasil debit pembangkit dengan keandalan Q80% sebesar 10,61 m3/dt. Bangunan pengambilan menggunakan tipe intake bebas dengan lebar 3,3 m (2 pintu). Saluran pengarah dengan lebar 4 m. Bak pengendap dengan volume 770,322 m3 dan panjang 90 m, lebar pintu penguras 1,5 m. Pipa pesat dengan diameter 2,45 m, ketebalan pipa 2,01 mm, jarak tumpuan pipa pesat 10,32 m dan tinggi jatuh efektif sebesar 8,077 m. Turbin yang digunakan adalah tipe Kaplan dengan diameter runner 0,886 m menghasilkan daya sebesar 734,20 kW dan energi tahunan sebesar 5602,39 MWh. Biaya pembangunan PLTMH sebesar Rp. 67.192.927.809 dengan nilai suku bunga 9,95%, BCR sebesar 0,652, IRR sebesar 3,66%, Payback period selama 31 tahun. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan pembangunan PLTMH Kaimana tidak layak secara ekonomi, meskipun begitu pembangunan PLTMH Kaimana merupakan proyek yang secara politis perlu dibangun oleh pemerintah untuk mempercepat tersedianya listrik desa dan pemerataan pembangunan.Human life today is very dependent on the availability of energy resources, especially electrical energy. With the availability of electrical energy, human activity becomes productive, so that it can encourage the development of the regional economy. Along with the increase in population, demand electrical enery continous to increase but this is not accompanied by an increase in its energy power that causes an electrical energy crisis. The impact can be felt is the limited access to enjoy electricity continously. Therefore, an effort is needed to maximize the role of hydropower by planning a Micro Hydro Power Plant (MHPP). Lobo Village in Kaimana District, which has river potentials that have not been optimally utilized, so that the planning of Kaimana Micro Hydro Power Plant (MHPP) can be a solution to the availability of electricity which is enviromentally friendly. Planning in this study obtained the result of generating discharges with a Q80% reliability of 10,61 m3/s. Intake using free-intake type with a width of 3,3 m (2 gates). Feeder canal with a width of 4 m. Settling basin with a volume of 770,322 m3 and length of 90 m, a flush gate width of 1,5 m. Penstock with a diameter of 2,45 m a wall thickness of 2,01 mm and the length between support penstock of 10,32 m. Turbine used is a Kaplan type with runner diameter of 0,88 m generate power of 734,20 kW and annual energy of 5602,39 MWh. The cost of planning a Micro Hydro Power Plant is Rp. 67,192,927,809 with an interest rate of 9,95%, BCR of 0,652, IRR of 3,66%, Payback period for 31 years. From the result it can be concluded that the planning of Kaimana Micro Hydro Power Plant is not economically feasible, however the development of Kaimana Micro Hydro Power Plant (MHPP) is a project that politically needs to be developed by government to accelerate the availability of village electricity and equitable development.
ANALISIS PENDUGAAN DEBIT DI DAERAH ALIRAN SUNGAI DOLOK DENGAN METODE JARINGAN SARAF TIRUAN Astri, Novianti Sidi; Wahyuni, Sri; Suhartanto, Ery
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ketersediaan data merupakan salah satu hal penting dalam perencanaan dan pengembangan bangunan keairan, walaupun terkadang data debit tidak tersedia. Sangat sulit untuk mementukan debit yang melewati sungai secara akurat, karena morfologi sungai yang kompleks dan proses hidrologi. Sekarang, pemodelan telah sering diaplikasikan dalam berbagai ilmu pengetahuan, pemodelan hidrologi bisa menjadi jawaban dari kurangnya informasi yang dibutuhkan dalam sebuah analisis sumber daya air. Dalam studi ini pemodelan curah hujan dan debit di Bendung Barang menggunakan metode Jaringan Saraf Tiruan (JST) dengan bantuan perangkat lunak Matlab R2014b. Studi ini bertujuan untuk mendapatkan model terbaik dalam pendugaan data debit yang hilang. Hasil kalibrasi curah hujan dan debit didapatkan pada kalibrasi 7 tahun, dengan arsitektur jaringan TRAINCGB dengan epoch 1000 dan layer sebanyak 5, didapatkan kesesuaian pemodelan sebesar NSE = 0,948, RMSE = 0,175, dan R = 0,974. Untuk hasil verifikasi terbaik didapatkan pada verfifikasi 1 tahun dengan kesesuaian sebesar NSE = 0,786, RMSE = 0,082, dan R = 0,979.Data availability are one of the important things in planning and developing water resources infrastructure, although sometimes discharge data are not available. It is very hard to predict the exact discharge of the river, due to the complexity of river morphology and hydrological process. Modelling is now a common tool in many fields of scientific endeavor, it could provide answer for the lack of hydrology data for analysis of water resources problem. In this study, artificial neural networks modelling of rainfall and discharge in Barang Weir is developed with the use of Matlab R2014b. It aimed to find the best model for forecasting the missing discharge. It is shown that, the developed artificial neural networks model with the best calibration was at 7-1 using TRAINCGB with 1000 epochs. The performances of the model NSE = 0,948, RMSE =0,175, and R = 0,974, the best verification of the model with performances NSE =0,786 , RMSE =0,082 , and R = 0,979.
ANALISIS PERBANDINGAN EFEKTIVITAS KARBON AKTIF CANGKANG BUNGA PINUS DENGAN KARBON AKTIF BATOK KELAPA DALAM MEREDUKSI TIMBAL Putri, Aulia Dinniar; Yuliani, Emma; Haribowo, Riyanto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Teknik Pengairan Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : Jurusan Teknik Pengairan, Fakultas Teknik, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan efektivitas dalam mereduksi timbal serta mutu dari karbon aktif cangkang bunga pinus dengan karbon aktif batok kelapa. Metode yang dilakukan adalah karbonisasi cangkang bunga pinus kemudian diaktivasi menggunakan aktivator KOH dengan konsentrasi 30% dan 50% dan waktu aktivasi 60, 90, dan 120 menit. Karbon aktif kemudian digunakan sebagai material alat filter dan hasilnya akan diuji kualitas airnya dengan spektrofotometri dan karbonnya akan diuji dengan SEM-EDX. Hasil yang didapatkan untuk uji mutu karbon adalah nilai rendemen dengan nilai sebesar 17,5%; kadar air dengan nilai berkisar antara 0,559%-13,492%; serta kadar abu nilainya berkisar antara 6,175%-9,649%. Nilai efektivitasnya berkisar antara 89%-100%. Hasil uji SEM-EDX dengan hasil secara kasat mata karbon aktif cangkang bunga pinus 50% 120 menit memiliki jumlah pori yang paling banyak dan ukuran rongga yang paling seragam dibandingkan yang lainnya.This research aimed to determine pinecone activated carbon effectiveness in reducing lead and its quality compared with coconut shell activated carbon. The methods used are carbonization of the pinecones and then activation with KOH as an activator with concentration of 30% and 50% and activation time of 60, 90, and 120 minutes. Activated carbons then are used as filter material and its result will be tested for water quality by spectrophotometry, the carbon will be tested by SEM-EDX. The results that had been obtained were rendemen with value of 17,5%; moisture content with value raging between 0,559%-13,492%; and ash content with value raging between 6,175%-9,649%. The effectiveness raging between 89%-100%. For the SEM-EDX test, in plain view, pinecone activated carbon 50% 120 minutes has the most number of pores and has the most uniform pore size than other variations.