cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 1 (2015): Januari" : 3 Documents clear
Kemiskinan Masyarakat Petani (Studi Tentang Perubahan Kelembagaan Kepemilikan dan Penguasaan Lahan serta Hubungan Kerja Pada Masyarakat Dataran Tinggi Dusun Arjosari Desa Andonosari Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan) 105120101111002, GHESILLA RESHA ROSITA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 1 (2015): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.317 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai kemiskinan yang terjadi pada masyarakat petani di dataran tinggi, utamanya masyarakat petani apel dusun Arjosari. Kemiskinan dilihat dari terjadinya perubahan kepemilikan dan penguasaan lahan masyarakat petani. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis dan mendeskripsikan kondisi kelembagaan kepemilikan dan penguasaan lahan pada petani apel.Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh James C Scott untuk menganalisis serangkaian tindakan ekonomi yang dilakukan masyarakat petani. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Teknik pengambilan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan secara purposive, yaitu informan kunci, informan utama, dan informan tambahan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada perkembangannya terjadi perubahan kepemilikan lahan melalui waris, penjualan lahan, serta penyewaan. Perubahan tersebut turut berdampak pada posisi tawar petani setempat yang beralih menjadi buruh tani. Dari kondisi yang demikian itu, kemiskinan tidak dapat dihindari lagi oleh sebagian besar masyarakat petani apel.Kata kunci : Kemiskinan, kelembagaan kepemilikan lahan, waris,
Perilaku Sakral dan Profan Pada Upacara Adat Rebo Wekasan di Desa Suci Kabupaten Gresik 105120100111003, NADIA KARASUTA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 1 (2015): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.071 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena Rebo Wekasan di Desa Suci yang mengalami perubahan dari sakral ke profan. Pada awalnya upacara adat Rebo Kasan memiliki ritual yang sakral yaitu hadrah, Khotmil Qur’an, istighotsah, bersuci di sendang dan sholat malam. Dari tahun ke tahun Rebo Kasan semakin menonjolkan hiburannya seperti pasar Rebo Kasan, panggung hiburan dan komedi putar. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa dan mendeskripsikan perubahan dari sakral ke profan pada Rebo Kasan. Manfaat dari penelitian ini untuk memberikan kontribusi pada dunia pengetahuan khususnya sosiologi ekonomi. Teori Strukturasi oleh Anthony Giddens menjadi alat analisis untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada praktik sosial Rebo Kasan. Dilengkapi dengan konsep sakral profan dan ruang-waktu untuk melengkapi pemahaman perubahan pada Rebo Kasan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meggunakan metode kualitatif agar dapat menggambarkan dan mendiskripsikan berbagai macam kondisi realitas sosial dalam perubahan yang terjadi pada Rebo Kasan di Desa Suci. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perubahan yang terjadi pada Rebo Kasan disebabkan adanya kepercayaan air di sendang yang dapat mengobati segala penyakit. Kepercayaan tersebut mengundang pengunjung dan pedagang datang ke Rebo Kasan. Akhirnya pemerintah Desa Suci sebagai dominasi menyadari banyak keuntungan yang didapat dari adanya Rebo Kasan. Sehingga para dominasi menambahkan acara hiburan pada satu ruang dan waktu dengan alibi melestarikan Rebo Kasan. Namun, hiburan Rebo Kasan kini justru lebih menonjol daripada ritualnya yang sakral. Kondisi tersebut memberi signifikasi pada masyarakat apabila Rebo Kasan tiba masyarakat sudah tidak ingin melaksanakan ritual namun ingin pergi bersenang-senang ke hiburan Rebo Kasan. Kata Kunci: Rebo Kasan, Perubahan Budaya, Sakral Profan.
Pertunjukan Seni Sandur (Studi Tentang Perubahan Tradisi Pertunjukan Seni Sandur Sebagai Bagian Dari Ritual Setelah Panen di Kabupaten Tuban) 105120107111014, IGA MAWARNI PRADITANINGTYAS
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 1 (2015): Januari
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.966 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji permasalahan perubahan tradisi pertunjukan seni sandur sebagai bagian dari ritual setelah panen yang awalnya diwariskan secara turun temurun kemudian ditinggalkan dan tidak dipertahankan oleh masyarakat pendukungnya. Sejalan dengan berubahnya tradisi tersebut, pertunjukan seni sandur sebagai bentuk pelaksanaan tradisi juga ikut mengalami perubahan. Teori perubahan tradisi yang dikemukakan oleh Sztompka digunakan sebagai pisau analisis untuk mengetahui bagaimana bentuk perubahan dan penyebab perubahan tradisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meggunakan metode kualitatif deskriptif agar dapat menggambarkan berbagai macam kondisi realitas sosial dalam perubahan tradisi pada pertunjukan seni sandur. Hasil dari penelitian ini adalah menunjukan bahwa perubahan terjadi ketika masyarakat mengalami perkembangan pola pikir yang menganggap bahwa tradisi bukan satu-satunya kegiatan yang harus dilakukan setelah panen. Bentuk perubahannya terjadi pada segi kualitatif yaitu perubahan secara tidak sadar telah mengabaikan gagasan, simbol, makna dan ajaran hidup dalam tradisi tersebut. Dari segi kuantitatif merujuk pada jumlah masyarakat pendukungnya yang semakin berkurang. Sedangkan penyebab perubahan berasal dari faktor internal yaitu munculnya kreativitas baru pemain sandur, serta dari faktor eksternal yang  disebabkan oleh munculnya kesenian atau hiburan baru yang beraneka ragam. Meskipun tradisi tersebut sudah ditinggalkan, akan tetapi sebagai pertunjukan seni masih tetap dipertahankan sampai saat ini. Sejalan dengan berubahnya tradisi, pertunjukan seni sandur juga mengalami perubahan dalam pelaksanaannya. Sandur berubah menjadi kesenian hiburan yang dapat ditukarkan dengan uang. Hal ini merupakan daya adaptif yang dilakukan para seniman untuk tetap mempertahankan keberadaan pertunjukan seni sandur.   Kata kunci: Tradisi, Perubahan Tradisi, Kesenian, Pertunjukan Seni Sandur.

Page 1 of 1 | Total Record : 3