cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 1, No 3 (2015): Maret" : 3 Documents clear
Hubungan Patron-Klien Dalam Pemberdayaan Mantan Anak Jalanan (Studi Kasus Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur Malang) 0911210003, BADRUL FATIH MISEL MUALI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 3 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.011 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas hubungan Patron-Klien yang terjadi di Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT). Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur merupakan sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam ruang kemiskinan dan kemanusiaan. Fokus advokasi yang dilakukan JKJT adalah membantu permasalahan yang dihadapi oleh anak jalanan dan orang terlantar lainnya di Kota Malang. Diluar itu, JKJT juga melakukan pemberdayaan terhadap anak jalanan. Dalam pemberdayaan itu, JKJT membangun hubungan sosial yang mengarah kepada hubungan Patron-Klien. Dari hubungan ini, anak jalanan yang diberdayakan tidak lagi turun ke jalanan dan menjadi mantan anak jalanan. Penelitian ini menggunakan konsep hubungan Patron-Klien dari James Scott. Konsep tersebut menjelaskan tentang hubungan Patron-Klien terjadi karena ketidakberdayaan Klien terhadap dirinya sendiri. Bahwa dalam memenuhi kebutuhuhan ekonomi, Klien selalu berada dalam batas minimal hidupnya. Kebutuhan subsistensi sebagai kebutuhan dasar Klien, disisi lain, dimiliki oleh seorang Patron. Di luar itu, Patron juga memiliki kepentingan secara ekonomi terhadap kebutuhan pribadinya. Sehingga, hubungan yang dibangun diantara keduanya adalah hubungan timbal balik (resiprositas). Jenis penelitian ini adalah penelitian Kualitatif dengan metode Studi Kasus. Proses pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pemilihan informan menggunakan Purposive. Teknik analisis data dengan menggunakan Penjodohan Pola. Serta keabsahan data dengan menggunakan Teknik Triangulasi Sumber. Hasil penelitian ini menggambarkan hubungan Patron Klien dalam pemberdayaan terbangun atas pemberian Patron (JKJT) kepada Klien (mantan anak jalanan) dalam bentuk hubungan sosial, ekonomi, dan jaringan. Hubungan timbal balik (resiprositas) Klien kepada Patronnya ditunjukkan dalam perilaku atas nilai-nilai sosial (kedisiplinan, kemandirian, kepatuhan, dan kepedulian dengan sesama) yang ditanamkan Patron. Jika pertukaran dalam hubungan timbal balik itu tidak seimbang, maka berdampak pada pemberian kepercayaan dan kedekatan Patron kepada Klien. Selain itu ketidakseimbangan ini berdampak pada pemberian punishment atau hukuman kepada Kliennya. Hal ini disebabkan oleh tidak mampunya Klien memberikan keinginan Patron berupa perilaku yang didasari oleh nilai-nilai sosial itu tadi. Kata Kunci: Patron-Klien, Pemberdayaan, Mantan Anak Jalanan, Jaringan Kemanusiaan Jawa Timur (JKJT)
Upaya Keluarga BMPI (Buruh Migran Perempuan Indonesia) dalam Menjaga Integrasi Keluarga di Desa Watulimo Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek 105120100111033, ARI MAYA SOPA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 3 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.645 KB)

Abstract

Desa Watulimo merupakan salah satu kantong BMPI di Kabupaten Trenggalek.  Secara umum keluarga BMPI berisiko mengalami perceraian. Bersamaan dengan hal itu Desa Watulimo memiliki kontrol sosial untuk menjaga integrasi keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya keluarga BMPI dalam menjaga integrasi keluarga. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data kemudian dianalisis menggunakan voluntaristic theory of action dan teori sistem Parsons. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi keluarga BMPI yang berisiko disfungsi dapat diminimalisir oleh upaya ayah. Misalnya upaya dalam menggantikan peran domestik  ibu. Ketika ibu menjadi BMPI, ayah adalah bagian inti dalam keluarga. Keluarga BMPI dalam menjaga integrasi keluarga diatur seperangkat nilai dan norma, khususnya yang menyangkut keluarga dan perceraian. Hal itu merupakan manifestasi bekerjanya syarat fungsi sistem keluarga latent pattern-maintenance, kemudian mempengaruhi syarat fungsi sistem yang lain yakni: goal, integration dan adaptation. Bekerjanya syarat fungsi sistem secara interdependensi, menopang sub sistem keluarga dalam menjaga integrasi keluarga.   Kata Kunci: keluarga, sistem keluarga, risiko perceraian, integrasi
GERAKAN SOSIAL TANGGAP BENCANA (Studi Kasus Pola Gerakan Sosial Kelompok SIBAT, MTB dan Tanggul Bencana GKJW di Desa Sitiarjo) 105120107111002, IMAM MAHMUDIN BADAWI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 1, No 3 (2015): Maret
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.644 KB)

Abstract

Gerakan sosial kelompok masyarakat terbentuk dari kesadaran dan kepedulian terhadap bencana menjadi kajian penulis. Dalam kerangka teori, penulis menggunakan teori struktur mobilisasi sumberdaya dan proses framing pada gerakan sosial oleh John D McCarthy dan Mayer N. Zald. Struktur mobilisasi sumberdaya terdiri dari adanya tindakan kolektif dan peran kelompok dalam gerakan sosial. Proses framing melalui tiga tipe yaitu adanya kontradiksi budaya, aktivitas strategi dan pengkontesan. Metode yang digunakan adalah kualitatif eksplanasi dengan pendekatan studi kasus, serta teknik analisis data yang penulis gunakan adalah penjodohan pola. Hasil penelitian menunjukkan adanya sumberdaya kelompok masyarakat yang berkonsolidasi dengan saling membangun relasi kerjasama dan kesamaan idiologi yaitu sosial kemanusiaan. Gerakan sosial tanggap bencana di Desa Sitiarjo terbentuk dari adanya faktor pendukung berupa kesamaan keyakinan yang dilihat dari struktur masyarakat pada kesadaran masyarakat yang peduli terhadap bencana, dan dari aspek pengalaman. Dengan terbentuknya kelompok tanggap bencana tersebut dimobilisasi sebagai gerakan sosial tanggap bencana yang berkonsolidasi dalam penanggulangan bencana. Gerakan sosial tersebut yaitu SIBAT, MTB, dan Tanggul Bencana GKJW yang pada saat dan pasca bencana melakukan tindakan kolektif penanganan bencana banjir bandang. Temuan lainadanya kontradiksi budaya kebencanaan menjadi keluhan masyarakat dan hutan gundul menjadikan kelompok-kelompok tanggap bencana prihatin dan dengan adanya masalah tersebut kelompok-kelompok tanggap bencana terbingkai dalam satu-kesatuan gerakan sosial tanggap bencana melalui aktivitas strategi penanggulangan bencana dan media ruang sebagai alat untuk pengkontesan gerakan sosial tanggap bencana. Kata kunci : bencana, gerakan sosial, mobilisasi sumberdaya, strategi framing

Page 1 of 1 | Total Record : 3