cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2014): November" : 4 Documents clear
POLA TATANAN LINGKUNGAN DAN PERUBAHAN TATA RUANG PADA PERMUKIMAN PEMULUNG KALISARI (Studi di Kelurahan Pandanwangi, Kecamatan Blimbing, Kota Malang) 0811213064, Titin Sugiarti
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.785 KB)

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan migrasi desa-kota yang terus meningkat merupakan penyebab utama terciptanya pemukiman kumuh. Pertumbuhan sektor perekonomian pada sebuah kota memicu timbulnya arus urbanisasi yang akhirnya menimbulkan permasalahan pada sektor perumahan dan pemukiman. Berbagai faktor tentunya yang mendasari mereka melakukan perpindahan. Seperti halnya yang terjadi di komunitas pemulung Kalisari. Wilayahnya ada di bantaran sungai menjadikan permasalahan tersendiri. Perilaku yang kurang sehat, adanya kumpulan sampah hasil memulung di lingkungan dan banjir yang terkadang mendekati permukiman memperparah keadaan yang ada. Sungai menjadi tempat untuk mandi cuci, buang air besar juga pembuangan sampak domestik dari rumah tangga. Pola tatanan rumah warga permukiman yang tidak teratur dan jenis bangunan non permanen digunakan sebagi tempat tinggal. Ironisnya walaupun dengan kondisi  yang sedemikian rupa warga permukiman masih tetap bertahan dan tinggal di permukiman. Hal ini karena adanya serangkaian kegiatan dalam mengolah dan menciptakan hubungan timbal balik dengan lingkungan tempat tinggal. Dengan adanya hal itu, menyebabkan juga terjadinya perubahan-perubahan tata ruang pada lingkungannya. Maka perlu adanya penangan secara komprehenshif terhadap kehidupan komunitas pemulung Kalisari yang bertempat tinggal di kawasan bantaran sungai Kalisari. Kawasan ini merupakan daerah rawan bencana terutama bencana ekologis. Tujuan dalam penelitian ini yang pertama, memberikan gambaran dan menganalisis pola tatanan lingkungan hidup komunitas pemulung Kalisari dan menganalisis perubahan-perubahan dalam tata ruang yang berdampak terhadap komunitas pemulung di bantaran sungai Kalisari. Konsep push and pull teori menjelaskan tentang faktor yang mendorong dan juga menarik para migran dalam melakukan suatu perpindahan, digambarkan dalam faktor positif (+), faktor negatif (-), atau faktor netral (0). Teori sistem terbuka menjelaskan tentang hubungan timbal balik antara dua komponen lingkungan Ekosistem dengan Sistem Sosial, dan dalam proses hubungan timbal baliknya. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus yaitu intrinsic case study dengan memfokuskan pada lingkungan hidup dan perubahan tata ruang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam melakukan mobilitas faktor penarik adalah harapan dengan hidup di komunitas ini dapat memenuhi kebutuhan dan keinginannya. Sedangkan faktor pendorongnya antara lain kesempatan kerja yang terbatas jumlah dan jenisnya, sarana dan prasarana pendidikan yang kurang memadai, fasilitas perumahan dan kondisi lingkungan yang kurang baik. Motif utama yang mendorong perilaku mobilitas adalah motif ekonomi. Warga menciptakan kebersamaan dan kebutuhan bersama menjaga lingkungan, melalui pengorganisasian sistem sosial, pengetahuan yang dimilikinya. Sebagai sebuah sistem terbuka, permukiman komunitas pemulung Kalisari menerima input dari dan mengeluarkan output melalui energi, materi dan informasi ke subsistem sosial dan ekologi lainnya. Perubahan tata ruang di permukiman Kalisari terjadi secara bertahap, ditandai dengan adaya perubahan pola perilaku dalam mengelola sampah, perubahan tata perumahan warga yang dulunya saling berhimpitan dan padat sekarang telah ditata dan antar rumah sudah di beri jarak yang sesuai dan bangunannya sudah banyak yang menggunakan bangunan semi permanen. Selain hal itu juga ditunjukan dengan ada atau tidaknya kerusakan tanah, peralihan fungsi sungai, kualitas air yang menurun, dan limbah rumah tangga.
HIBRIDITAS DALAM PEMBENTUKAN BUDAYA PENGGEMAR (Studi Etnografi tentang Budaya Penggemar pada Fandom VIP Malang) 0811210032, Eka Putri Ayu Dita Kusuma
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.348 KB)

Abstract

Terpaan akan fenomena Hallyu Wave sudah mulai dirasakan di Indonesia. Masuknya drama-drama Korea dan juga musik K pop di beberapa stasiun televisi swasta menjadi buktinya. Kepopuleran musik K pop juga ditandai dengan merebaknya fansclub-fansclub atau yang biasa disebut dengan fandom turut mewarnainya. Jurnal ini akan memaparkan mengenai pembentukan budaya penggemar di dalam fandom yang bernama VIP yang bertempat di Kota Malang serta gejala hibriditas di dalamnya. Penelitian ini merupakan studi etnografi yang dianalisis dengan menggunakan konsep dari Henry Jenkins mengenai budaya penggemar untuk membantu menjelaskan proses pembentukan budaya penggemar, serta teori hibriditas dari Homi K. Bhabha untuk menganalisis bentuk hibriditas budaya penggemar. Budaya penggemar terbentuk melalui perilaku fandom antara lain fansite, fangath, fanproject, fancover, fanfic, fanart, fanchant, fancam/fanvid, dan fanwar, serta atribut fandom yang tampak pada crown, bias, dresscode, goodies, handbanner, crownstick, dan encore. Kemudian bentuk hibriditas ditunjukkan pada domain fanfic dan fancover.
PERILAKU SOSIAL REMAJA PEREMPUAN YANG MELAKUKAN DIET DI LINGKUNGAN RUMAH KONTRAKAN (Studi Kasus Di Rumah Kontrakan Jalan Watugong Nomer 35 Kelurahan Ketawanggede Kecamatan Lowokwaru Kota Malang) 0811213057, Renitya Dwiranty
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.735 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perilaku sosial remaja perempuan yang melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan watugong nomer 35, Kelurahan Ketawanggede, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami dan menjelaskan tentang perilaku sosial remaja perempuan yang melakukan diet di dalam lingkungan tertentu. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Erving Goffman yaitu teori Dramaturgi menjelaskan bahwa interaksi sosial dimaknai sama dengan pertunjukan teater atau drama diatas panggung. Manusia adalah aktor yang berusaha untuk menggabungkan karakteristik personal dan tujuan kepada orang lain melalui “pertunjukan dramanya sendiri”. Dalam mencapai tujuan tersebut, menurut konsep dramaturgis manusia mengembangkan perilaku-perilaku yang mendukung setiap perannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus deskriptif yang berupaya memahami dan menjelaskan tentang perilaku sosial remaja perempuan yang sedang melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan Watugong nomer 35 Hasil penelitian ini yang dapat dilihat dari kehidupan sehari-hari para remaja tersebut dengan perbedaan perilaku sosial sebagai Dramaturgi remaja perempuan yang melakukan diet dan remaja yang tidak melakukan diet di lingkungan rumah kontrakan jalan Watugong nomer 35.  Di panggung depan remaja (aktor) berupaya untuk menunjukan diet yang benar dan sempurna di depan teman-temannya. Dalam penampilan dan sikap dari remaja perempuan yang melakukan diet tersebut berbeda-beda sesuai dengan skenario yang mereka mainkan di atas panggung. Sedangkan di panggung belakang sebagai kehidupan remaja yang sebenarnya ada di belakang panggung, remaja (aktor) bebas melakukan kegiatan apa saja tanpa sepengetahuan teman-temannya.
KREATIVITAS GURU SD DAN KUASA KURIKULUM DALAM PENERAPAN KURIKULUM 2013 0911213009, Farah Trinindia Caesar
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2014): November
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.29 KB)

Abstract

Pendidikan adalah salah satu hal yang penting di dalam hidup masyarakat. Salah satu acuan pendidikan di Indonesia adalah kurikulum. Kurikulum 2013 adalah kurikulum terbaru yang dipakai oleh pemerintah. Akan tetapi, dengan bergantinya kurikulum, banyak kerepotan dalam pelaksanaannya di awal pemakaian kurikulum 2013. Dalam penelitian ini, peneliti memakai teori Bourdieu mengenai kuasa simbolik, serta memakai konsep dari Dr. Ralph J. Hallman mengenai guru kreatif. Dalam penelitian ini menggunakan studi deskriptif dengan metode campuran.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kreatifitas guru SD di kota malang terbilang tinggi, dengan rata-rata jawaban guru memilih tidak pernah sebanyak 1 persen, jarang sebanyak 32.6 persen, sering sebesar 36.1 persen, dan sangat sering sebesar 24.32 persen. Tetapi, di balik kreatifitas tersebut, terdapat kuasa dari kurikulum 2013 terhadap para guru. Kuasa tersebut bersifat simbolik, sehingga yang dikuasai tidak menyadarinya. Legitimasi yang diberikan pemerintah melalui UU dan peraturan, kurikulum yang telah lama dipakai sebagai pedoman pendidikan di Indonesia sehingga menjadi doxa, serta adanya dominasi dari kurikulum 2013 sehingga para guru harus memakainya sebagai pedoman dalam mengajar. Pada akhirnya guru harus kreatif agar dapat mengikuti aturan yang dimiliki oleh kurikulum 2013.

Page 1 of 1 | Total Record : 4