cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 3 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 2 (2015): Juli" : 3 Documents clear
TAFSIR SOSIAL ATAS NYABIS (Kebiasaan Berkunjung ke Ulama Atau Dukun oleh Nelayan Desa Kedungrejo Kecamatan Muncar Kabupaten Banyuwangi) 105120100111038, MOHAMAD FAUSI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang fenomena nyabis, yakni kegiatan mengunjungi ulama maupun dukun yang dilakukan oleh nelayan tangkap di Desa Kedungrejo. Nelayan tangkap melakukan nyabis untuk keperluan-keperluan yang berkaitan dengan aktivitas kenelayanannya seperti keselamatan dan perolehan rejeki. Penelitian ini menggunakan teori yang dikemukakan oleh Peter Ludwig Berger dan Thomas Luckman mengenai konstruksi sosial untuk menganalisis fenomena nyabis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif-interpretatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara terbuka, dan dokumentasi, dengan enam informan utama dan empat informan pendukung. Berdasarkan temuan di lapangan menunjukkan bahwa nyabis yang ada di kalangan nelayan Desa Kedungrejo adalah hasil konstruksi sosial melalui proses obyektivasi, dimana terjadi pelembagaan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan nyabis. Munculnya kesadaran mengenai sosok ulama, perahu, dan laut yang kemudian memunculkan tindakan nyabis yang termanifestasi ke dalam berbagai kegiatan slametan, mengawinkan perahu, nudus, dan memasangi jimat yang dapat ditipifikasikan oleh nelayan lainnya. Proses internalisasi yang dialami oleh nelayan terjadi di wilayah tempat tinggal dimana orang tua, kyai, dan tetangga menjadi agennya. Sedangkan di wilayah tempat kerja, elit nelayan seperti pemilik perahu dan juraghan menjadi agennya. Selanjutnya terjadi proses eksternalisasi sebagai hasil dari internalisasi yang dialami oleh masing-masing nelayan. Bentuk eksternalisasi yang dilakukan oleh nelayan adalah melakukan nyabis dengan mendatangi ulama dengan tujuan mencari barokah atau dengan mendatangi dukun atau paranormal dengan tujuan mendapatkan rejeki.   Kata Kunci: Nelayan, Nyabis, Konstruksi sosial, Obyektivasi, Internalisasi, Eksternalisasi
DISKRIMINASI DAN ETIKA SUBSISTENSI ORANG DENGAN HIV/AIDS (ODHA) (Studi Fenomenologi ODHA Kelas Menengah ke Bawah di Kota Malang) 105120101111018, RINDAH AYU NARITA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh stigma dan diskriminasi yang dilakukan oleh masyarakat terhadap ODHA. Salah satu lingkungan terjadinya stigma dan diskriminasi adalah lingkungan pekerjaan. Teori yang digunakan adalah teori habitus dari Pierre Bourdieu dan teori Etika Subsistensi dari James C. Scott. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Hasilnya menunjukkan bahwa stigma yang diterima oleh ODHA di lingkungan pekerjaannya adalah stigma berbahaya, lemah, dan buruk, sedangkan diskriminasi yang diterima yaitu berupa pemecatan. Setelah ODHA mendapatkan stigma dan diskriminasi tersebut, mereka melakukan improvisasi dengan mempertimbangkan modal-modal yang dimiliki (modal ekonomi, modal sosial, modal budaya, dan modal simbolik) untuk dapat mempertahankan hidup dan memenuhi kebutuhan sehari-harinya dengan cara etika subsistensi, yaitu ODHA kelas menengah ke bawah melakukan penghematan pengeluaran untuk makan dan memaksimalkan kemampuannya untuk mendapatkan penghasilan sendiri tanpa harus bergantung kepada orang lain. Selain itu, ODHA juga memaksimalkan jaringannya dengan cara meminta bantuan kepada keluarga, teman, dan juga pemerintah.   Kata Kunci: Stigma, Diskriminasi, Habitus, Modal, Etika Subsistensi.
NAHDLATUL ULAMA DAN NILAI AJARAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH (ASWAJA) SEBAGAI PEMBENTUK PILIHAN PENDIDIKAN MASYARAKAT (Studi Fenomenologi pada Masyarakat Dusun Arjosari, Desa Andonosari, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan) 105120101111023, KHOIRUL MAYA FATMAWATI
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 2, No 2 (2015): Juli
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat Dusun Arjosari yang mengaku menjadi pengikut Organisasi Nahdlatul Ulama (NU) dan penganut ajaran Ahlissunnah Wal Jama’ah (Aswaja) secara turun-temurun memilih pendidikan berbasis Islam. Pendidikan berbasis Islam yang dipilih berupa lembaga pendidikan Islam Formal maupun Non-formal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan bagaimana Organisasi NU dan nilai ajaran Aswaja  dalam membentuk pilihan pendidikan masyarakat Dusun Arjosari. Menggunakan metode fenomenologi dengan pemilihan informan menggunakan purpossive sampling, peneliti menetapkan orang tua yang menyekolahkan anaknya di lembaga pendidikan Islam, pendidik dari lembaga pendidikan Islam, serta anak yang bersekolah di lembaga pendidikan Islam sebagai informan. Teori Konstruksi Sosial dari Peter L. Berger, digunakan peneliti dalam menganalisa hasil penelitian dengan hasil melalui proses Objektivasi masyarakat mengetahui nilai-nilai ajaran Aswaja yang disampaikan secara terstruktur melalui lembaga pendidikan Islam formal dan nonformal yang dimiliki oleh Organisasi NU, kegiatan keagamaan juga menjadi media dalam penyampaian nilai-nilai Aswaja. Melalui proses Internaliasi masyarakat memberikan pemaknaan yang berbedamengenai organisasi NU dan nilai-nilai Aswaja. Hasil dari proses internalisasi membuat masyarakat Dusun Arjosari melakukan tindakan eksternalisasi yang berbeda dalam memilih lembaga pendidikan. Salah satu informan memilih lembaga pendidikan Islam yang berbeda dengan organisasi NUdannilai-nilaiAswaja yang selama ini diyakini. Akan tetapi, meskipun memiliki pemaknaan dan tindakan yang berbeda, masyarakat Dusun Arjosari memiliki kesamaan di dalam tujuannya dalam melakukan tindakan memilih lembaga pendidikan Islam, yaitu agar tercapainya kehidupan dunia dan akhiratseperti yang selama ini diajarkan oleh organisasi NU dan nilai-nilai Aswaja yang mereka anut. Kata Kunci : Agama, Organisasi NU, lembagapendidikan Islam, Konstruksi Sosial

Page 1 of 1 | Total Record : 3