cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa Sosiologi
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social,
Arjuna Subject : -
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2014)" : 30 Documents clear
KONFLIK INDUSTRI DALAM HUBUNGAN BURUH DAN PENGUSAHA (Studi Kasus Mekanisme Konflik Industri dalam Hubungan Buruh dan Pengusaha di Perusahaan “X”, Malang) NIM. 0911210043, Katon Baskoro
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Studi ini membahas tentang konflik yang terjadi antara buruh dan pengusaha Perusahaan “X”, Malang. Konflik disebabkan oleh kontrol yang dilakukan oleh pihak perusahaan (pengusaha beserta manajemen) terhadap buruh yang dinilai terlalu memberatkan buruh. Penelitian ini membahas bagaimana mekanisme konflik yang diawali dengan distribusi wewenang dan kekuasaan hingga terbentuknya kelompok kepentingan antara pihak buruh dan pihak  Perusahaan “X”, Malang. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa mekanisme konflik terbentuk dari keterkaitan unsur yang muncul akibat distribusi wewenang dan kekuasaan. Implikasi tersebut menjadikan beberapa unsur saling terkait dan bekerja semenjak prakonflik hingga pasca konflik. Unsur yang muncul diantaranya hubungan kekuasaan antara pengusaha dan buruh kerah biru, dominasi yang digambarkan dengan perintah dan sanksi, keterpaksaan yang dialami oleh buruh kerah biru, bentuk kepentingan yang secara teoritis terdiri dari kepentingan manifes dan laten. Dalam mekanisme konflik, peneliti menemukan bahwa kepentingan manifes tidak hanya terbentuk melalui penyadaran, namun terbentuk pada saat buruh dengan kapasitasnya tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan diri sebagai kelompok tertindas. Penyelesian konflik dilakukan melalui compromise oleh pihak buruh dan pihak perusahaan. Pihak perusahaan diwakilkan oleh cucu dari pemilik perusahaan dan tidak memiliki posisi struktural dalam perusahaan. Hal ini dilakukan karena wakil perusahaan memiliki pandangan yang berbeda dengan pihak struktur perusahaan mengenai mekanisme penyelesaian konflik industri. Perbedaan pandangan ini ditunjukan dengan mekanisme penyelesaian konflik yang telah dilakukan. Pihak perusahaan menghendaki penyelesaian melalui Pengadilan Hubungan Industri, sedangkan wakil perusahaan menginginkan penyelesaian konflik secara bipartit sehingga konflik dapat segera terselesaikan.   Kata Kunci: konflik industri, buruh, pihak perusahaan, mekanisme konflik.
PERLAWANAN PEDAGANG PASAR BLIMBING (STUDI KASUS TENTANG STRATEGI PEDAGANG PASAR BLIMBING DALAM MENGUBAH ARAH KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PASAR BLIMBING) 0911210024, Ahmad Fauzi
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.624 KB)

Abstract

ABSTRAKKeinginan Pemkot Malang untuk membangun salah satu pasar tradisional di Kota Malang tidaklah mudah. Pasar Blimbing, pasar yang direncakan akan dibangun sejak tahun 2009 ini belum bisa dilaksanakan sampai sekarang. Pedagang Pasar Blimbing melakukan perlawanan terhadap kebijakan pembangunan pasar ini karena dianggap merugikan mereka. Penelitian ini menggunakan teori dari James C. Scott yang melahirkan pandangannya sendiri tentang patron-klien dan perlawanan. Teori ini digunakan sebagai pisau analisis utama dalam menjelaskan bagaimana perlawanan pedagang pasar Blimbing sebagai strategi mengubah arah kebijakan pembangunan Pasar Blimbing. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa kemacetan pembangunan Pasar Blimbing ini terjadi karena perbedaan pandangan antara pedagang Pasar Blimbing dengan Pemkot Malang dan PT.KIS tentang konsep pembangunan. Cara atau strategi yang digunakan oleh pedagang adalah dengan melakukan perlawanan. Pedagang melakukan perlawanan dengan berbagai cara seperti menggunakan haknya sebagai klien dari seoarang patron, membangun jaringan dengan Komnas HAM, Ombudsman, P otoda UB, MCW, untuk memperkuat daya tawarnya, demonstrasi untuk menyalurkan aspirasi dan mencari dukungan, argumentasi dan negoisasi terhadap dampak terburuk jika tetap melaksanankan pembangunan dengan konsep yang ditawarkan Pemkot Malang dan PT.KIS.Kata kunci : Pembangunan, Pasar tradisional, Perlawanan, Strategi.
Implementasi Program CSR (Corporate Social Responsibility) Studi pada PT. Semen Gresik, di Desa Tlogopatut, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik 0710010025, Tawang Kinanti
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk Mendiskripsikan proses perencanaan program Corporate Social Responsbility PT. Semen Gresik dan Mengetahui implementasi CSR yang dijalankan PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut. Asumsi awal pada penelitian  ini  terangkum  pada rumusan permasalahan, yaitu: (1) Bagaimana proses dalam perencanaan program Corporate Social Responsbility PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut? (2) Bagaimana implementasi CSR yang dijalankan PT. Semen Gresik di Desa Tlogopatut? Penelitian ini menggunakan teori atau konsep yang dikemukakan oleh Elkington, yaitu Tripple Bottom Line, yang terdiri dari 3 unsur, yaitu profit, plannet, & people. Ketiga unsur tersebut memiliki keterkaitan satu sama lain, dengan bentuk hubungan timbal balik yang sinergis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif   dengan  pendekatan studi kasus.  Jenis kualitatif dipilih dalam penelitian ini karena sifat penelitian yang menyeluruh dan deskriptif. Yakni, menggambarkan secara mendalam tentang situasi dan proses yang diteliti sehingga rumusan masalah yang ditentukan akan terjawab. Hasil  dari  penelitian  menunjukkan  bahwa  dalam membentuk program-programnya, CSR PT. Semen Gresik melibatkan stakeholders, yaitu masyarakat serta konsultan. Dimana program-program tersebut telah mewakili ketiga unsur Tripple Bottom Line. Namun demikian, dalam implementasinya lebih mengarah pada charity, serta belum benar-benar memiliki hubungan timbal balik antara satu dengan yang lainnya, sehingga belum tercipta hubungan yang sinergis.   Kata Kunci: Proses & perencanaan CSR, Implementasi CSR
Pilihan Rasional dan Modal Sosial Petani (Studi Kasus Penyewaan Lahan di Dusun Krajan Desa Pandan Sari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang) NIM. 0911210038, Eko Hariyanto
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI Eko Hariyanto. (2014). Jurusan Sosiologi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Brawijaya, Malang. PILIHAN RASIONAL dan MODAL SOSIAL PETANI. (Studi Kasus penyewaan lahan di Dusun Krajan Desa Pandan Sari Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang). Pembimbing: Iwan Nurhadi, S.Sos., M.Si dan Nike Kusumawanti, S.Sos., M.A   Penelitian ini membahas tentang proses terbentuknya pilihan rasional dalam penyewaan lahan yang dilakukan oleh petani di Desa Pandan Sari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan tindakan penyewaan lahan petani di Desa Pandan Sari dan motif atau faktor-faktor yang menjadi pendorong penyewaan lahan serta tujuan yang ingin dicapai melalui tindakan penyewaan lahan tersebut. Penelitian ini menggunakan teori pilihan rasional dari Coleman yang menjelaskan bahwa tindakan seseorang mempunyai tujuan yang ingin dicapai dan tindakan tersebut akan memanfaatkan sumber daya yang dia miliki. Ada 2 unsur utama dalam teori pilihan rasional Coleman yaitu aktor dan sumber daya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil dari penelitian ini adalah penyewaan lahan dilakukan oleh petani di Desa Pandan Sari karena beberapa hal yaitu:  pertama Lahan yang tidak tergarap karena pemilik lahan sibuk dengan pekerjaannya diluar petani. kedua Keterbatasan modal yang dimiliki oleh petani sehingga petani lebih memilih untuk menyewakan lahannya daripada harus menanggung kerugian yang lebih besar jika menggarapnya dan dengan menyewakan lahan tersebut petani juga bisa mendapatkan modal untuk bertani kembali. ketiga Penyewaan lahan dilakukan oleh petani untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarganya seperti pendidikan dan kesehatan. Norma atau peraturan yang terbentuk dalam penyewaan lahan di Desa Pandan Sari yaitu berupa surat perjanjian yang ditanda tangani oleh pihak pemilik dan penyewa, selain itu penyewaan lahan di Desa Pandan Sari juga tidak ada kaitannya dengan perpindahan hak waris lahan. Kepercayaan bagi warga Desa Pandan Sari sangat penting karena kepercayaan ini sebagian besar dari mereka menyewakan lahannya tanpa memakai surat perjanjian hanya lewat perjanjian lisan saja. Modal sosial atau relasi yang terbentuk dalam praktik sewa-menyewa lahan di Desa Pandan Sari yaitu hubungan antara pihak pemilik lahan dan penyewa yang mempunyai kepentingan masing-masing dan melakukan transaksi untuk memenuhi kepentingannya tersebut. Modal sosial ada untuk mempermudah adanya transaksi sewa-menyewa lahan di Desa Pandan Sari.     Kata kunci: Aktor, Sumber Daya, Alternatif Pekerjaan, Alternatif Tanaman.
KORUPSI DALAM WACANA PERS LOKAL (Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough Terhadap Teks Berita Kasus Hambalang Tahun 2013 Pada Surat Kabar Malang Post) NIM: 0911213037, Alda Laseta Ayatullah
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (381.172 KB)

Abstract

ABSTRAKSIPenelitian ini mencoba memberikan pandangan bagaimana pers lokal yakni Malang Post merepresentasikan isu-isu korupsi dalam bentuk berita, terutama terhadap kasus-kasus korupsi di tingkat nasional seperti kasus Hambalang dalam kurun waktu tahun 2013. Analisis wacana kritis kemudian digunakan sebagai pendekatan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui, menganalisis, dan menginterpretasikan wacana surat kabar Malang Post dalam merepresentasikan kasus Hambalang tahun 2013.Tipe analisis wacana kritis yang digunakan adalah perspektif Norman Fairclough yang dilakukan dengan tiga level analisis yaitu pertama, pada level mikro berupa analisis teks berita kasus Hambalang tahun 2013. Kedua, level meso berupa analisis praktik wacana yang terdiri dari produksi teks oleh Malang Post dan konsumsi teks oleh masyarakat sebagai pembaca. Ketiga, level makro berupa analisis praktik sosiokultural terdiri dari situasional, institusional, dan sosial yang terjadi ketika teks berita kasus Hambalang diproduksi. Selain itu, konsep bahasa dan kekuasaan perspektif Norman Fairclough juga digunakan sebagai kajian teoritis.Hasil analisis wacana kritis menunjukkan terdapat dua wacana yang merepresentasikan kasus Hambalang tahun 2013 pada surat kabar Malang Post, yaitu wacana hukum dan korupsi yang menggambarkan kasus Hambalang sebagai bentuk tindak pidana korupsi yang menuntut adanya penyelesaian hukum dan wacana politik dan kekuasaan yang menggambarkan konspirasi dan konflik kepentingan diantara elit politik yang terlibat dalam kasus tersebut. Pada level mikro, terlihat wacana dalam teks memiliki proyeksi ideologi yang mengunggulkan posisi pelaku korupsi terutama terhadap Anas Urbaningrum dan memarjinalkan peran KPK sebagai lembaga penegak hukum. Pada level meso, mengidentifikasikan bahwa wacana Malang Post sebagai pers lokal dalam mengkonstruksi kasus Hambalang merupakan hasil penafsiran kembali dari teks JPNN (Jawa Pos National Network) yang dikondisikan dengan selera masyarakat lokal. Pada level makro, situasi sosial, ekonomi, dan politik yang terjadi di Indonesia mempengaruhi perkembangan kasus Hambalang dalam wacana Malang Post. Malang Post sebagai pers lokal merupakan “pers partisan” yang melegitimasikan kepentingan pemilik media yang berorientasi pada kapitalisme dan politik.Kata kunci: Representasi, ideologi, hukum, politik, dan kepentingan.
PERAN KOPERASI WANITA DALAM PEMBERDAYAAN PEREMPUAN PEKERJA USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) (Studi Kualitatif Deskriptif Terhadap Perempuan Pekerja Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota NIM. 0911213047, Dewi Amalia
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.264 KB)

Abstract

ABSTRAKSaat ini berwirausaha menjadi pilihan perempuan untuk dapat bekerja membantu perekonomian keluarganya, namun untuk mendapatkan modal usaha menjadi kendala bagi mereka untuk memulai usaha. Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan menjadi pilihan perempuan pekerja UMKM untuk mendapatkan modal usaha. Selain mudah untuk bergabung menjadi anggota dan meminjam dana, koperasi yang dikelola oleh pemerintah Dinas Koperasi dan UMKM ini memberikan pembinaan dan pengawasan bagi anggota koperasi yang tujuannya untuk memberdayakan perempuan pekerja .Dalam penelitian ini yang ingin peneliti ketahui adalah bagaimana upaya Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri dalam memberdayakan perempuan pekerja dan alasan perempuan pekerja tersebut memilih bergabung menjadi anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan Kota Kediri.Untuk menjawab permasalahan tersebut di atas secara keseluruhan dan mendalam, maka penelitian ini menggunakan jenis penelitian Deskriptif Kualitatif. Dengan analisa menggunakan Teori Pilihan Rasional James S. Coleman karena tampak jelas dalam gagasan dasarnya bahwa tindakan perseorangan mengarah kepada suatu tujuan dan tujuan itu (dan juga tindakan) ditentukan oleh nilai atau pilihan (preferensi).Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa (1) atas kepercayaan yang diberikan oleh perempuan pekerja UMKM kepada Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan mendorong pemerintah mengupayakan pemberdayaan perempuan pekerja UMKM, Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan sebagai koperasi yang dikelola langsung oleh pemerintah dari Dinas Koperasi dan UMKM melakukan pembinaan dan pengawasan bagi anggota koperasi tersebut supaya sumber daya berupa dana modal yang diberikan bisa terealisasikan untuk berwirausaha. Hubungan relasi yang muncul antar anggota Koperasi dapat memperluas jaringan mereka untuk mengembangkan usahanya (2) Alasan perempuan pekerja memilih bergabung menjadi anggota Koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan adalah karena koperasi Wanita Puspita Kencana Kelurahan Burengan dipercaya memiliki sumber daya yang dapat mereka manfaatkan untuk pengembangan usaha dan bila dibandingkan dengan meminjam dana melalui bank, melalui koperasi ini lebih mudah, selain tidak ada syarat untuk menjadi anggota koperasi, meminjam dana di Koperasi Wanita Puspita Kencana tidak menggunakan jaminan dan bunga ringan. Selain itu juga mendapat pembinaan langsung dari pemerintah Kota Kediri, sehingga bagi mereka yang baru memulai berwirausaha bisa mendapatkan banyak pengetahuan tentang perkoperasian dan kewirausahaan.Kata Kunci : Koperasi, Pemberdayaan, Pilihan Rasional, Modal Sosial, Usaha Mikro, Kecil dan MenengahDewi Amalia (2009). Department of Sociology, Faculty of Social and Political Sciences, University of Brawijaya. Role of Women Cooperative Puspita Kencana In Working Women Empowerment Micro, Small and Medium Enterprises. Darsono Wisadirana and Andini Setya Karlina.
RELASI KUASA DALAM PENGELOLAAN REMITAN TKI DI KECAMATAN JAMBON KABUPATEN PONOROGO (Studi Tentang Perubahan Pengelolaan Remitan TKI ke Sektor Jasa di Kecamatan Jambon Kabupaten Ponorogo) 105120100111039, Nurul Hidayatul Fitriyani
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.179 KB)

Abstract

ABSTRACT Nurul Hidayatul Fitriyani. (2014). Department of Sociology. Faculty of Social and Politics Science. Brawijaya University. Management of Relation Authorization Changes of Remittance of Indonesian Migrant Workers in the Jambon, Ponorogo. Advisors: Iwan Nurhadi, S.Sos., M.Si and Andini Setya Karlina, M.A   The study discusses about the management of remittance changes of migrant worker in Jambon. It aims to comprehend and analyze the economic investment of relation authorization changes conducted by Indonesian Migrant Workers in Jambon into service sector which aims to change the remittance management. In the study, is used to know the management of relation authorization of remittance of Indonesian Migrant Workers in Jambon.  Without relation authorization, the management changes of remittance cannot be realized. It is needed some elements of knowledge and discourse to create relation authorization. The elements are crucial to be used in analyzing the management of relation changes of remittance into service sector.  In addition, the qualitative design through case study approach is used in this study. The result of the study shows that the changes of remittance investment management conducted by Indonesian Migrant Workers into service sector based on knowledge reproduction and discourse of before, during, and after becoming Indonesian Migrant Workers. The practice of power that any form of domination of government and NGO, as a discipline and control apparatus. Kind of Indonesian Migrant Workers discipline in Jambon looks by doing BIMTEK and socialization. Not only that, it’s able to reproduce the Indonesian Migran Workers knowledge after completion of the training organized by government,even the TKI is also given freedom to manage remittance into the desire effort according to the capacity of the knowlwdge; as fotocopy, travel, drawing room, printing office and etc. Keywords : Remittance, Indonesian Migrant Workers in Jambon, Knowledge, Power  and Discourse
REALITAS KEHIDUPAN SEHARI-HARI PENDERITA KUSTA DALAM LINGKUNGAN SOSIAL (Studi Fenomenologi Pada Penderita Kusta di Rumah Sakit Kusta Kediri) NIM.0911213071, Nur Istifadah
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.653 KB)

Abstract

ABSTRAKSI Fenomena kusta merupakan sebuah fenomena yang tidak asing lagi. Penyakit kusta sudah dikenal sejak jaman kuno. Ceritanya pun dari masa ke masa tidak mengalami perubahan. Kehidupan penderita kusta masih diwarnai oleh perilaku-perilaku yang tidak menyenangkan. Dihujat, dicaci maki dan diasingkan dari lingkungan sosial adalah warisan yang akan diterima bagi siapa saja yang terkena penyakit kusta. Meskipun jaman sudah mengalami kemajuan, masyarakat masih mempersepsikan kusta disebabkan karena kutukan atau pun kusta penyakit yang dapat menurun. Fenomena tersebut menarik peneliti untuk meneliti realitas objektif dan realitas subjektif pada penderita kusta sebelum dan ketika berada dirumah sakit. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Peter L Berger dengan menggunakan metode penelitian kualitatif serta pendekatan fenomenologi. Sumber data didapat melalui wawancara, observasi, dokumentasi dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukan bahwa realitas kehidupan sehari-hari penderita kusta pada masa sebelum dan ketika berada dirumah sakit mengalami transformasi. Objektifikasi yang didapat sebelum masuk rumah sakit adalah penyakit kusta adalah penyakit kutukan, menurun hal tersebut menyebabkan internalisasi dan eksternalisasi penderita kusta mengarah pada putus asa. Berbeda, saat dirumah sakit objektifikasi yang didapat adalah penyakit kusta dapat disembuhkan sehingga memberikan pengaruh positif pada internalisasi dan eksternalisasi penderita kusta yakni harapan hidup.   Kata kunci: Objektifikasi, Internalisasi, Eksternalisasi
Perempuan Pekerja dan Kesehatan (Studi Tentang Bentuk Kekerasan Simbolik Perempuan Pekerja di home industry) 105120101111004, ARIS SETIAWAN
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSI Penelitian ini berusaha menjelaskan dan mendeskripsikan bentuk kekerasan simbolik perempuan pekerja mbeji dalam home industry dengan menggali secara mendalam makna sakit dan sehat bagi perempuan pekerja mbeji.  Mbeji adalah salah satu proses produksi, dimana para pekerja menghadap mesin penghalus bahan yang akan digunakan untuk membuat manik-manik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk kekerasan simbolik yang dialami perempuan pekerja mbeji di home industry kerajinan kaca manik-manik di Desa Plumbon Gambang Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang. fenomena ini menjadi menarik untuk diteliti disebabkan karena perempuan pekerja mbeji harus minum air bersoda saat mereka melakukan pekerjannya. Penelitian ini menggunakan teori Kekerasan simbolik oleh Pierre Bourdieu sebagai kerangka analisisnya. Kekerasan simbolik hadir karena adanya upaya dari pihak yang mendominasi untuk menyudutkan pihak yang didominasi. Menurut Bourdieu, kekerasan simbolik sebagian besar terjadi pada perempuan, hal ini disebabkan karena posisi perempuan dalam masyarakat selalu diletakkan pada posisi kedua setelah laki-laki. lebih jauh lagi, pihak yang terdominasi meyakini begitu saja tanpa mempertanyakan apa yang sudah terjadi kepada mereka, dan mereka menerima begitu saja apa yang sudah menimpa mereka. kekerasan simbolik bersifat lembut dan sangat abstrak sehingga para korbannya tidak menyadari kekerasan yang mereka alami. Demikian yang terjadi dalam home industry tersebut. para majikan dalam home indusry menerapkan sistem kerja borongan, namun bersifat terikat. Adapun metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan data dan kedalaman informasi saat penelitian berlangsung. Analisis data menggunakan horisonalisation dengan mencari kedalaman suatu makna dari para informan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terjadi transformasi perubahan dari kekerasan simbolik menuju kekerasan fisik. Para majikan membuat pola hubungan kerja yang bersifat kekeluargaan dengan tujuan untuk mengikat para pekerjanya. Rasa kekeluargaan tersebut tidak tampak mana kala saat pekerja sakit, majikan tidak bertindak untuk membantu para pekerja. selain itu, majikan menghendaki para pekerja saat pekerja meminta pinjaman untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat mendadak seperti untuk berobat. Selain itu, pekerja diwajibkan untuk menyelesaikan pekerjaannya saat pesanan sedang ramai. Dalam penelitian ini juga ditemukan adanya pemahaman terbalik dari para pekerja terhadap upaya ntuk menjaga kesehatan. Resiko kerja seperti batuk, sesak nafas, sakit mata, atau bahkan pilek dapat disembuhkan dengan minum air bersoda. selain itu debu kaca yang dihasilkan dari gesekan bahan baku tersebut juga dapat dilalurtkan dengan cara minum air bersoda. Namun, mereka tidak memahami bahaya yang disebabkan akibat terlalu sering minum air bersoda. Majikan tidak bertindak untuk menghentikan keadaan yang dialami pekerja tadi. Dalam hal ini pula dapat diambil kesimpulan, bahwa saat pesanan ramai, pekerja akan menambah resiko kerja dan bahaya bagi tubuh mereka, karena saat pesanan ramai mereka juga harus minum air bersoda selama dua kali dalam satu hari. Majikan sangat diuntungkan secara ekonomi dalam hal ini, tapi pekerja dirugikan terutama bagi kesehatan mereka baik jangka pendek ataupun jangka panjang. Kata Kunci: Perempuan pekerja mbeji, kekerasan simbolik, makna sakit dan sehat, home industry
Komunitas Tanoker Ledokombo: Pendorong Perubahan Sosial Pedesaan Melalui Pendekatan Budaya di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember, Jawa Timur Velayati, Sisillia
Jurnal Mahasiswa Sosiologi Vol 3, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (368.71 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas tentang komunitas belajar dan bermain Tanoker Ledokombo sebagai agen yang mendorong perubahan sosial pedesaan melalui pendekatan budaya di Kecamatan Ledokombo, Kabupaten Jember. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui proses transfer nilai budaya sebagai bentuk pendekatan budaya yang diberikan oleh Tanoker Ledokombo untuk diterapkan dalam kehidupan sosial anak-anak di wilayah tersebut serta mengetahui bentuk-bentuk perubahan individu dan perubahan kolektif yang terjadi pada masyarakatnya. Landasan teoritis dalam penelitian ini adalah teori strukturasi dengan berdasarkan pada asumsi Anthony Giddens tentang dualitas antara struktur dengan pelaku (agen); tiga gugus struktur, yaitu struktur dominasi, struktur signifikasi, dan struktur legitimasi; serta tiga tahapan kesadaran mencakup motivasi tidak sadar, kesadaran diskursif, dan kesadaran praktis. Sedangkan metode yang digunakan adalah penelitian etnografi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tanoker Ledokombo mendorong perubahan sosial pedesaan melalui pendekatan budaya dengan cara melaksanakan kegiatan pembimbingan dengan media permainan tradisional egrang sekaligus nyanyian diiringi alat musik yang kemudian dipertajam membahas tema-tema tertentu dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya, materi pembimbingan mengenai nilai-nilai budaya yang terdapat pada setiap medianya dapat menciptakan perubahan sosial pedesaan. Perubahan itu dimulai dari perubahan individu berupa perubahan kesadaran individu yang dapat nampak melalui pola pikir dan perilaku menuju kesadaran kolektif kearah perubahan kolektif berupa kerja sama dalam keluarga, antar masyarakat desa di dalam Kecamatan Ledokombo, dan antara masyarakat Kecamatan Ledokombo dengan masyarakat luar Kecamatan Ledokombo. Kata Kunci: Komunitas Belajar dan Bermain Tanoker Ledokombo, Pendekatan Budaya, Perubahan Sosial Pedesaan

Page 3 of 3 | Total Record : 30