Articles
59 Documents
Search results for
, issue
"Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014"
:
59 Documents
clear
Museum Legenda Rakyat Nusantara Untuk Anak di Surabaya
Felicia Sara Christa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Proyek ini merupakan fasilitas hiburan yang memamerkan ragam legenda rakyat Indonesia yang bersifat edukatif untuk anak-anak pra sekolah dan sekolah dasar (usia 3-12 tahun). Kemajuan teknologi saat ini membuat dunia anak-anak dekat dengan dunia teknologi, tontonan mereka pun didominasi oleh kartun luar negeri. Selain itu kurangnya fasilitas hiburan yang bersifat edukatif di kota Surabaya ini membuat anak-anak semakin melupakan kebudayaan Indonesia. Proyek ini bertujuan memberikan fasilitas hiburan untuk mengenal buadaya Indonesia melalui legenda rakyat dengan unsur rekreatif dan informatif, selain itu juga melestarikan budaya legenda rakyat Indonesia agar dapat selalu dinikmati oleh anak-anak Indonesia.Museum ini dibuat untuk anak-anak, oleh karena itu proyek ini menggunakan pendekatan perilaku anak, agar sesuai dengan sasaran utama yaitu anak-anak. Proyek ini juga menggunakan pendalaman karakter ruang, sehingga anak-anak merasa nyaman saat berada di dalam museum.Kata kunci :Museum, Legenda Rakyat, Anak, Surabaya
Fasilitas Urban Farming Bioteknologi di Surabaya
Realino Bram Risdianto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK "FasilitasUrban Farming Bioteknologi di Surabaya" ini merupakan fasilitas yang memberikan contoh penerapan urban farming di kondisi lingkungan masyarakat ekonomi menengah kebawah. Selain itu, fasilitas ini juga memfasilitasi masyarakat sekitarnya dengan memberikan informasi dan teknik bercocok tanam dengan metode bioteknologi. Lahan yang ada diantara bangunan dalam fasilitas ini digunakan sebagai area bercocok tanam yang memiliki tanaman jenis tertentu yang dapat tumbuh di kondisi tertentu. Proyek yang terletak di tengah-tengah daerah pelaksanaan urban farming di kota metropolis ini diharapkan mampu membangkitkan produktifitas petani yang memiliki lahan terbatas, dan mensejahterakan masyarakat ekonomi menengah kebawah yang membutuhkan. Bangunan ini memiliki konstruksi sederhana dan sedemikian mungkin mirip dengan kondisi lingkungan masyarakat kecil. Pendalaman pencahayaan yang dikhususkan untuk tanaman dipilih untuk memberikan informasi tanaman apa yang dapat tumbuh dan bagaimana cara untuk bertanam di kondisi tersebut.Kata Kunci: Urban Farming, Bioteknologi, Surabaya
Fasilitas Retreat di Besuki Kediri
Fredrick Andreanata
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Proyek ini merupakan sebuah fasilitas retreat yang didasarkan kepada nilai-nilai Kristen yang di tujukan untuk anak-anak remaja dalam jarak usia dari 10-17 tahun. Di bangun di atas tapak di desa Besuki, kecamatan Mojo, kawasan kota Kediri dengan tinggi 2000m di atas permukaan air laut yang akan memberikan kenyamanan tersendiri serta kelebihan terhadap penggunaan fasilitas retreat tersebut. Terdiri dari area ibadah seperti gereja kecil atau kapel, area bercocok tanam, kafetaria atau kantin, ruang-ruang kelas serta ruang serbaguna, dan juga tempat hunian dengansystem cottage. Jumlah masyarakat beragama Kristen (baik protestan/katolik) kota Kediri yang sangat banyak memerlukan fasilitas dimana mereka bisa belajar dalam pembentukan karakter serta kehidupan sosial yang dilandaskan iman Kristen. Konsep desain yang digunakan sebagai acuan dalam mendesain adalah Menghasilkan desain yang akrab dan memberikan wadah bagi remaja untuk berinteraksi dengan remaja lain & alam supaya integrasi akan iman dan perbuatan dapat tercipta. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas retreat yang dapat menerapkan nilai-nilai kristiani untuk pembentukan karakter dan hidup bersosialisasi yang dibentuk melalui proses edukasi, rekreasi dan religi . Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan bentukan. Dan pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang, yang didasarkan oleh pendekatan perilaku-perilaku anak-anak remaja untuk menghasilkan desain yang tepat sasaran Kata Kunci: rekreasi, edukasi, religi, retreat, Kristen ,
Fasilitas Informasi Kesenian Suku Tidung dan Dayak di Kota Tarakan
Wenny Setiawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Suku Tidung dan Dayak merupakan dua dari beberapa suku asli di Kalimantan. Kesenian dua suku ini pun memiliki karakter yang berbeda dan berpotensi untuk dikembangkan. Namun pada saat ini, belum banyak orang yang mengenal kesenian kedua suku tersebut. Tarakan merupakan kota dengan suku aslinya yaitu suku Tidung dan Dayak. Oleh sebab itu, Tarakan dapat menjadi kota yang tepat untuk mengembangkan kesenian kedua suku. Fasilitas informasi kesenian suku Tidung dan Dayak merupakan fasilitas yang memberikan informasi dan mengenalkan masyarakat akan kesenian suku Tidung dan Dayak. Melalui fasilitas ini juga para pelaku kesenian lokal di Tarakan memiliki kesempatan untuk mengembangkan bakat masing- masing, sekaligus memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kesenian yang mereka ketahui.Kata Kunci :Fasilitas, Informasi, Kesenian, Tidung, dan Dayak.
FASILITAS PELATIHAN DAN EDUWISATA BUDIDAYA PERIKANAN DI BATU
Lindawati Tjioe
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKPerikanan merupakan salah satu potensi yangdimiliki oleh Negara Indonesia, dikarenakan luasnyawilayah kelautan yang dimiliki. Namun, bidangperikanan ini masih kurang berkembang dikarenakanlemahnya informasi bagaimana cara membudidayakanikan, terutama ikan air tawar. Hal ini juga untukmendukung Visi Kementrian Kelautan dan Perikanan(mengembangkan sektor perikanan budidaya).Perancangan fasilitas ini, diharapkan dapatmengembangkan lebih lagi sektor perikanan budidaya.Tak hanya berkembang, namun seluruh lapisanmasyarakat dapat lebih memahami mengenai duniaperikanan, tak menutup kemungkinan hinggamancanegara. Sirkulasi menjadi masalah utama dalamfasilitas ini, dikarenakan adanya 2 tipe pengunjung yangberbeda. Pendalaman dipilih sistim manajemen airkolam, agar tidak hanya secara perancangan yang baiknamun menyeluruh hingga bagaimana cara memprosesair ikan agar dapat dipakai kembali.Kata Kunci : Ikan, Air Tawar, Perikanan Budidaya, KotaBatu, Manajemen Air Kola
Hotel dan Wisata Bahari di Pantai Ketembe, Buton Sulawesi Tenggar
Kharly Christian Sahid
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAKKeanekaragaman hayati bahari dan kekayaan tradisiButon, Sulawesi Tenggara adalah salah satu darisekian banyak daya tarik pariwisata yang belumdimaksimalkan. Potensi-potensi daerah tersebut perludiperkuat, didukung, dan diakomodasi oleh fasilitasyang layak agar industri pariwisata di Butonmeningkat. Perancangan ini dibuat dalam rangkamenyediakan fasilitas "Hotel Resor dan Wisata Baharidi Pantai Katembe, Buton, Sulawesi Tenggara" yangmenyediakan akomodasi penginapan sekaliguspariwisata bahari bagi para pelancong domestikmaupun internasional yang akan mampu mendukungindustri pariwisata dan kemajuan Buton. Fasilitaspariwisata bahari yang ada dalam proyek inidikhususkan untuk mendukung aktivitas selamdimana menyediakan tempat untuk pelatihan, galeridan persewaan alat selam. Pada bangunan jugaterdapat pariwisata budaya dan sejarah yang berupagaleri dan pusat informasi kebudayaan dan sejarahButon.Proyek ini dirancang didasarkan pada nilai -nilai filosofi yang terdapat pada arsitektur tradisionalButon, sehingga diharapkan wisatawan yang datangke bangunan ini dapat lebih mengenal kebudayaan,sejarah, dan tradisi yang ada di Buton melaluibangunan ini.Kata kunci : Hotel Resor, Wisata Bahari, Buton
Akademi Kuliner Indonesia di Denpasar
Satryo Saputro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Akademi Kuliner Indonesia di Denpasar ini merupakan fasilitas edukasi formal yang ditujukan untuk mewadahi minat masyarakat asing dalam mempelajari kekayaan hidangan Indonesia. Kuliner sebagai salah satu wujud peninggalan budaya Indonesia telah dikenal secara luas oleh masyarakat asing. Pengenalan ini masih dirasa dangkal, karena keotentikan masakan Indonesia yang tersaji di luar negeri seringkali dipertanyakan. Hal ini terjadi karena banyak faktor, salah satunya adalah ketiadaan fasilitas edukasi kuliner formal di Indonesia yang terspesifikkan pada hidangan Indonesia saja. Denpasar dipilih sebagai lokasi proyek karena nama Bali telah memiliki nilai jual yang tinggi bagi masyarakat asing. Pendekatan yang dipilih merupakan pendekatan sistem, dimana gubahan bentuk bangunan muncul untuk memaksimalkan efisiensi kegiatan memasak yang dilakukan. Selain itu, konsep rekreatif juga digunakan, untuk memberi kenyamanan dan pengalaman tersendiri kepada masyarakat asing yang akan belajar di sini. Pendalaman ruang masak dipilih untuk memfasilitasi tiap ruang-ruang masak yang ada supaya seluruh kebutuhannya bisa terpenuhi dengan baik.Kata Kunci: akademi, kuliner, kuliner Indonesia, Denpasar, Bali
Hotel Resort Dengan Konsep Ekowisata di Teluk Patipi Fakfak
Steven Anthony Wirjono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK "Hotel Resort dengan Konsep Ekowisata di Teluk Patipi,Fakfak" ini merupakan rencana untuk menanggapi rencana besar pemerintah dalam mengembangkan daerah Papua Barat. Daerah Papua Barat, bagian Teluk Patii merupakan area yang diproyeksikan sebagai daerah pariwisata untuk masyarakat Papua dan masyarakat luas pada umumnya. Beberapa keunggulan alam Teluk Patipi adalah (1) banyaknya lumba-lumba yang berada di area ini dan secara rutin masuk ke Teluk setiap sore; (2)Indahnya pemandangan pulau-pulau kecil di sekitar Teluk; (3) Wisata mancing di laut lepas yang memang sudah terkenal akan kekayaan lautnya; (4) Merupakan daerah penghasil pala. Beberapa faktor di atas merupakan modal utama Teluk Patipi untuk mempromosikan dirinya. Dan kekurangan Teluk Patipi hanyalah akomodasi yang layak dan nyaman karena setiap wisatawan yang datang harus pulang pergi dan menginap di kota terdekat yang Fakfak. Karena itu perlu sebuah hotel yang tidak hanya berpikir tentang keuntungan semata tapi juga hotel yang merupakan sebuah sistem yang menghidupkan potensi-potensi Patipi dan dikonservasikan kembali untuk kegunaan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, pendekatan yang diambil adalah Teori Ekowisata dengan 5 poin utamanya yaitu; (1) minimize impact to environment; (2)build environmental and cultural awareness and respect; (3)conservation; (4)provide empowerment for local people; (5)raise sensitivity to host countries’ environmental climate. Poin-poin inilah yang digunakan menjadi tolak ukur dalam mendesain hotel.Kata Kunci: Hotel Resort, Ekowisata, Teluk Patipi, Fakfak
Sanggarloka Pernikahan di Surabaya
Olivia Imanuela Rukma Juslim
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK "Sanggarloka Pernikahan di Surabaya" merupakan fasilitas untuk meningkatkan kualitas hubungan pernikahan antara suami dan istri serta mempersiapkan fondasi pernikahan yang benar bagi pasangan yang akan menikah. Fasilitas yang disediakan dalam bangunan berupa galeri tematik mengenai pernikahan, area kelas terapi (baik yang bersifat umum maupun privat), area aplikasi yang bersifat rekreatif (berupa area kafe, spa, dan edukasi rekreatif), serta fasilitas tambahan berupa gedung serbaguna. Desain memakai pendekatan psikologi, dengan konsep "The Journey of Marriage" sedangkan pendalaman yang dipakai adalah karakter ruang Galeri Tematik tentang Pernikahan. Di dalam ruang tersebut, desain meliputi tiga tahapan ruang untuk mewujudkan konsep desain dan dibantu dengan karakter ruang yang bertujuan menyadarkan pengunjung bahwa dasar pernikahan adalah Tuhan.Kata Kunci: Terapi Pernikahan, Wisata Pernikahan, Pendekatan Psikologi, Pendalaman Karakter Ruang
Grha Seni Tari Tradisional Jawa Timur di Surabaya
Maria Ursula Leony Kwarrie
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 2 (2014): Juli 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
ABSTRAK Dewasa ini, nilai-nilai tradisional Indonesia mulai menurun dan berubah akibat adanya globalisasi. Padahal Indonesia secara luas dikenal sebagai negara yang memiliki beragam jenis budaya, tradisi, bahasa, dan arsitektur. Salah satu budaya Indonesia yang telah diabaikan saat ini adalah tari tradisional. Generasi muda lebih memilih untuk berlatih tari modern seperti hip hop atau tari lainnya yang berasal dari budaya luar. Di samping itu, Surabaya sebagai ibu kota Jawa Timur tidak memiliki fasilitas yang memadai untuk mengakomodasi, mempromosikan, dan melestarikan kebudayaan tradisional Indonesia, khususnya tarian tradisional Jawa Timur. Oleh karena itu, diusulkan untuk merancang sebuah fasilitas yang dapat menampung dan mempromosikan tarian tradisional Jawa Timur. Fasilitas ini disebut Grha Seni Tari Tradisional Jawa Timur di Surabaya. Grha Seni Tari Tradisional Jawa Timur di Surabaya ini dilengkapi dengan fasilitas pelatihan dan pendidikan seni tari, teater terbuka, auditorium untuk pagelaran seni tari, perpustakaan, cafetaria, dan wisma bagi para seniman yang harus bermalam. Nilai arsitektur vernakular digunakan sebagai pendekatan desain dalam fasilitas ini untuk mengekspresikan identitas dari tradisi dan arsitektur Jawa. Bentuk atap Joglo digunakan sebagai bentuk atap utama dalam fasilitas ini karena Joglo merupakan salah satu bentuk atap yang penting dalam arsitektur Jawa. Fasilitas ini juga menggunakan material lokal seperti bata ekspos dan kayu untuk mengekspresikan nilai vernakular dan tradisional dalam bangunan. Oleh karena itu, struktur dan konstruksi perlu didalami untuk mendapatkan ekspresi tradisional dalam bangunan. Kata kunci: Seni Tari Tradisional Jawa Timur, Arsitektur Vernakular, Arsitektur Jawa.