Articles
122 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015"
:
122 Documents
clear
Fasilitas Perdagangan Merek Lokal : Tata Busana, Kerajinan Tangan dan Kuliner di Surabaya
Fenny Angela T.Y Angela T.Y
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (758.809 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas perdagangan merek lokal di Surabaya dengan tiga kategori retail utama yaitu tata busana, kerajinan tangan, dan kuliner. Serta didukung oleh fasilitas tambahan berupa ruang pelatihan atau workshop. Dimana proyek ini akan mendukung kegiatan anak muda kreatif yang dapat menghasilkan karya-karya baru dan dapat dijual sebagai produk merek lokal. Proyek ini berada di sekitar perumahan dan fasilitas umum lain, sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat sekitar dengan mudah. Akan tetapi hal itu juga menimbulkan kurangnya view dalam bangunan ini. Permasalah utama dalam proyek ini adalah bagaimana menciptakan sebuah fasilitas perdagangan yang menarik minat dan gairah anak muda secara berkesinambungan agar tujuan daripada proyek ini dapat tercapai dengan maksimal. Untuk menjawab permasalahan tersebut maka pendekatan yang dipilih adalah pendekatan karakter anak muda, sedangkan pendalamannya adalah karakter ruang.
Gedung Peragaan Busana di Surabaya
Anneke Debora Kuncoro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (990.728 KB)
Gedung peragaan busana adalah sebuah fasilitas yang didesain untuk mengakomodasi kegiatan fashion show dan retail. Tujuan dari projek desain tugas akhir ini adalah menyediakan sebuah fasilitas fashion yang lengkap dan integratif untuk kota Surabaya, dimana kota Surabaya sebagai kota terbesar kedua di Indonesia belum memiliki fasilitas untuk pengembangan fashion yang lengkap. Selain fasilitas untuk fashion show/runway, gedung ini juga dilengkapi dengan fasilitas galeri dan pameran fashion, fashion cafe dan retail-retail fashion. Fasilitas untuk peragaan busana terdiri dari fasilitas fashion runway indoor dan outdoor dan dilengkapi dengan restoran yang dapat digunakan untuk kegiatan pesta sesudah acara peragaan busana. Untuk mendapatkan sebuah desain bangunan yang dapat berfungsi dengan baik, digunakan pendekatan desain yang berfokus pada sistem sirkulasi, meliputi pemisahan sirkulasi antara backstage dan area penonton, pengaturan sirkulasi sehingga pengunjung dapat menikmati galeri, dan pengaturan sirkulasi antara ruang peragaan busana indoor dan outdoor. Sistem tata cahaya diselesaikan secara lebih detail dalam fasilitas ini agar kegiatan peragaan busana dapat berjalan dengan menarik.
Wahana Wisata Petualangan Hutan di Banyuwangi
Vanda Honggo Djojo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1436.758 KB)
Dominasi permainan digital sebagai sarana hiburan pada saat ini mengakibatkan kegiatan bermain secara fisik di luar ruangan mulai ditinggalkan. Dengan demikian, interaksi dengan sesama maupun dengan alam berkurang dan kemudian berdampak membuat masyarakat semakin bersifat individualis serta kurang pengalaman dan pengetahuan baru. Kegiatan berlibur bersama keluarga seharusnya mampu menjalin interaksi tersebut. Namun karena objek wisata saat ini cenderung merupakan rekreasi pasif dan tidak dapat menarik minat anak-anak yang sudah terdoktrin era digital sejak dini, kegiatan berlibur mereka pun tetap dihabiskan dengan bermain permainan digital tersebut. Perancangan wahana wisata ini diharapkan mampu membuat pengunjung meninggalkan sejenak perangkat digital mereka dan menikmati interaksi nyata dengan sekitarnya. Wahana ini dirancang sebagai kombinasi digital dan natural dengan cara menampilkan alam melalui teknologi buatan. Sehingga masyarakat yang telah terbiasa serba digital dapat menikmati suasana alam secara nyaman. Pengunjung disimulasi sedang menjadi tokoh utama dalam game yang berpetualang di hutan dengan cara penyusunan permainan secara berurutan per tahap dan memiliki tujuan akhir. Pemilihan kabupaten Banyuwangi didasari karena pulau Bali merupakan destinasi wisata paling ternama di Indonesia. Sementara pulau Bali yang sudah terlalu ramai, diasumsikan Banyuwangi sebagai kota terdekat untuk masuk ke pulau Jawa. Selain itu kabupaten Banyuwangi sudah terkenal dengan keindahan alamnya.
Kantor Jasa Pelayanan Imigrasi Kelas 1 Khusus Surabaya
Calvin Oktavio Kresnardi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1459.737 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas kantor jasa pelayanan imigrasi kelas 1 khusus Surabaya dengan fasilitas pendukung berupa pembuatan buku paspor, area istirahat, klinik, dan musholla. Proyek ini terdiri dari fasilitas counter proses pembuatan buku paspor, area santai, klinik, musholla, kantor kepegawaian, hall, area parkir, ruang tunggu, dan lain-lain. Masyarakat kota Surabaya sangat membutuhkan buku paspor untuk melakukan perjalanan baik liburan, bekerja, sekolah, dan menetap di luar negeri. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas kantor imigrasi kelas 1 khusus Surabaya agar dapat memberikan kegiatan keimigrasian dapat tercapai dengan mudah dalam pembuatan buku paspor. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan sirkulasi dari kegiatan pembuatan buku paspor dan pendalaman yang digunakan yaitu vertical turning, pencahayaan pada ruang tunggu sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Kondominium di Bukit Darmo Golf, Surabaya
Irisa Christy Octavia Soedimo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (2069.132 KB)
Proyek ini merupakan sebuah hunian vertikal dengan fasilitas penunjang berupa area indoor maupun outdoor. Hal tersebut timbul karena adanya kebutuhan penghuni yang harus terpenuhi. Sebuah kondominium merupakan jawaban dari kebutuhan masyarakat golongan atas. Didukung dengan lokasi tapak yang berada pada area permukiman elite, Bukit Darmo Golf dapat menjadi nilai tambah bagi kondominium. Proyek ini memiliki dua buah tower dengan podium sebagai penyatu bangunan. Pertumbuhan penduduk di Indonesia, terutama kota-kota besar seperti Surabaya semakin meningkat, namun lahan untuk permukiman semakin terbatas. Selain itu, pertumbuhan penduduk mengakibatkan penggunaan energi semakin meningkat. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain sebuah hunian vertikal yang mampu mengatasi kebutuhan masyarakat akan lahan permukiman namun tidak mengesampingkan dampak penggunaan energi secara berlebihan di Surabaya. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan perilaku. Dan pendalaman yang digunakan yaitu sains sistem pasif, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Fasilitas Perbelanjaan Modern di Surabaya Timur
Roby Ismanto Ismanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1799.792 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas perbelanjaan modern dengan menyediakan area ruang terbuka hijau sebagai penarik dan memberikan suasana baru bagi pengunjung. Minat masyarakat kota Surabaya untuk mengunjungi fasilitas perbelanjaan modern sangatlah tinggi, karena masyarakat kota Surabaya terutama anak muda cenderung memiliki hobi berbelanja dan membutuhkan hiburan pada waktu luangnya. Proyek ini terdiri dari fasilitas tenant, department store, foodcourt, cafe, karaoke, ballroom, outdoor space, dan lan-lain. Kota Surabaya memiliki banyak fasilitas perbelanjaan modern, sayangnya fasilitas perbelanjaan modern masih banyak memberikan kesan tertutup pada ruang dalamnya. Hal ini membuat pengunjung jenuh ketika melakukan aktivitas berbelanja di ruang tertutup dengan jangka waktu yang lama. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain fasilitas perbelanjaan modern yang dapat mengatasi kejenuhan pengunjung dalam berbelanja dengan menyediakan area ruang terbuka dan menarik pengunjung secara visual. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan sistem terutama dari segi sistem spasial dan sirkulasi . Dan pendalaman yang digunakan yaitu sains.
Galeri Batik Jawa Timur di Surabaya
Cindy Francisca Francisca
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1527.781 KB)
Proyek ini merupakan Galeri Batik Jawa Timur yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan informasi mengenai keunikan batik Jawa Timur kepada masyarakat lokal maupun wisatawan asing. Lokasi galeri berada di Jalan Ahmad Yani, Surabaya yang merupakan pintu masuk utama ke kota Surabaya sehingga memungkinkan mengundang wisatawan datang ke galeri ini. Galeri ini terdiri dari fasilitas galeri (galeri penerima, galeri alat dan bahan, galeri batik pesisir dan pedalaman) serta beberapa fasilitas pendukung lainnya seperti cafe, ruang kursus membatik, dan design corner dimana pengunjung dapat memesan kain batik sesuai dengan keinginan. Terdapat juga ruang luar yang didesain dan difungsikan sebagai galeri outdoor yang berisi tanaman yang menghasilkan pewarna alami kain batik. Rumusan masalah untuk galeri ini yaitu bagaimana menampilkan keunikan batik Jawa Timur ke dalam bentuk bangunan maupun interiornya. Maka untuk menjawab rumusan masalah tersebut digunakan pendekatan simbolik untuk mendesain massa dan pendalaman karakter ruang sehingga pengunjung juga merasakan karakter batik Jawa Timur ketika masuk ke dalam galerinya.
Galeri Seni Kerajinan Daur Ulang di Surabaya
Patricia Veronica Veronica
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (809.668 KB)
Galeri seni kerajinan daur ulang ini merupakan perpaduan antara sarana rekreasi dan edukasi yang diwujudkan dalam bentuk galeri sebagai sarana utama rekreasi dan kelas-kelas sebagai edukasi. Proyek ini juga memiliki fasilitas-fasilitas penunjang yang mendukung yaitu pujasera, kafe, dan taman instalasi.Pemilihan lokasi berada di sekitar perumahan yang menjadi salah satu sasaran bagi penjualan hasil seni kerajinan daur ulang. Selain itu letaknya yang dekat dengan jalan besar Ahmad Yani diharapkan dapat menarik para pengunjung dari luar kota yang menuju ke area tengah kota.Oleh karena itu rumusan masalah proyek ini adalah mendesain sebuah galeri seni kerajinan daur ulang yang ekspresif. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis menggunakan pendekatan secara simbolik. Serta pendalaman yang digunakan yaitu material bangunan dari bahan bekas, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.
Klub Eksekutif di Nusa Dua Bali
Ronny Chandra K. Chandra K.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1374.667 KB)
Proyek ini merupakan sebuah fasilitas yang berfungsi sebagai sarana meeting yang bersifat non-formal yang ditujukan untuk masyarakat kelas eksekutif (pejabat/ exlusive foreigner). Diharapkan dengan fasilitas ini, masyarakat kelas eksekutif dapat memiliki tempat berkumpul dan bersantai, namun tetap dapat digunakan untuk meeting membahas hal-hal tertentu. Area dalam proyek akan dibedakan menjadi area khusus member dan area publik dimana area member hanya dapat diakses oleh member, dan area publik dapat diakses oleh pengunjung umum (non-member). Proyek berlokasi di Bali, tepatnya di daerah Nusa Dua yang kental dengan kesan elitnya. Penentuan lokasi proyek juga didukung dengan banyaknya wisatawan mancanegara yang berkunjung di Bali. Lokasi proyek didukung dengan adanya Grand Nikko Hotel yang berada di seberang site terpilih. Melalui fungsi dan deskripsi proyek yang telah dijelaskan, rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain sebuah klub yang menjaga privasi pengunjungnya. Pengunjung yang ditargetkan dalam proyek dibedakan menjadi member dan non-member. Oleh karena itu diperlukan sebuah desain yang dapat membedakan secara jelas privasi antara member dengan non-member, juga privasi antar member tanpa mengurangi kenyamanan dan kesan ekslusif(mewah) bagi pengunjungnya. Mengetahui rumusan masalah tersebut, digunakan pendekatan sistem yang berfokus pada akses dan sirkulasi dalam bangunan terdesain. Pendekatan tersebut diharapkan dapat menyelesaikan masalah desain dalam proyek Klub Eksekutif ini.
Pasar Seni Rupa di Surabaya
Nerissa Kumala Tandiono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 3, No 2 (2015): Juli 2015
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1667.578 KB)
Proyek ini merupakan sebuah sarana kegiatan pelayanan dalam usaha komersialisasi hasil karya seni khususnya seni rupa, melalui promosi, peragaan, penjualan, dan pameran. Pasar seni rupa ini dirancang untuk kegiatan pertukaran barang dan jasa serta tempat berkumpul, rekreasi dengan tujuan akhir pemberdayaan kesenian. Didukung dengan lokasi tapak yang berada di daerah strategis kaki jembatan Suramadu, dan didukung dengan view jembatan Suramadu yang dapat dinikmati, proyek ini terdiri dari fasilitas retail, workshop, galeri, foodcourt, cafe, dan lan-lain. Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana mendesain suasana ruang luar maupun dalam di pasar seni rupa agar menarik pengunjung membeli barang hasil seni. Untuk dapat menjawab rumusan masalah tersebut maka penulis memakai pendekatan perilaku. Dan pendalaman yang digunakan yaitu karakter ruang, sehingga ketika ditinjau kembali dapat menjawab rumusan masalah dalam proyek ini.