cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 111 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016" : 111 Documents clear
FASILITAS BERMAIN DAN BELAJAR ANAK DI SURABAYA Jovita Tanuwisastro
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.563 KB)

Abstract

Fasilitas ini merupakan sebuah wadah untuk membantu para orang tua yang sibuk bekerja dalam mengasuh dan mengajar anak, ditujukan bagi anak-anak usia nol sampai lima tahun, agar anak-anak tetap mendapat perhatian ketika bermain dan belajar, untuk seluruh warga di Kota Surabaya. Rancangan bangunan ini menggunakan pendekatan perilaku anak-anak usia nol sampai lima tahun saat bermain dan belajar, konsep yang digunakan yaitu kedinamisan dalam keteraturan, dan pendalaman karakter ruang. Berdasarkan pengguna dan aktivitas dalam bangunan zoning terbagi enam dengan dua lantai (zona pengelola, zona publik, zona anak usia nol sampai dua, zona anak usia tiga sampai lima, zona servis, zona bermain outdoor). Pendalaman karakter ruang diterapkan dengan penggunaan warna warni, warna terang dan warna pastel serta bentuk lingkaran pada jendela digunakan untuk menarik perhatian bagi anak-anak. Serta dengan memberikan penutup pada tempat bermain outdoor, ketinggian dalam bangunan, penggunaan karpet, serta parket kayu untuk memberikan kenyamanan bagi anak-anak. Dengan demikian Fasilitas Bermain dan Belajar anak di Surabaya ini adalah wadah pendidikan yang memberikan keamanan dan kenyamanan bagi anak.
FASILITAS PENDIDIKAN DAN PRAKTEK FISIOTERAPI DI MALANG Antonius Archie Tobias
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1546.733 KB)

Abstract

Sebuah wadah yang diharapkan dapat menjadi sarana pendidikan bagi calon tenaga fisioterapis dengan dilengkapi fasilitas klinik yang berguna untuk menunjang pembelajaran serta menjadi sarana pelayanan medis fisioterapi yang terletak di Kecamatan Lawang, Kota Malang, Jawa Timur. Dengan fungsi sebagai sarana pendidikan  dengan fasilitas praktek klinik, maka aktivitas akademis dan praktek klinis harus dapat berlangsung berdampingan dan saling menunjang proses pembelajaran. Aktivitas akademik dan aktivitas praktek klinis memiliki karakteristik yang berbeda sehingga muncul kebutuhan ruang yang berbeda pula yang akan didesain melalui pendekatan prilaku dengan konsep integrated collaborative space yang didukung oleh sains untuk penyelesaianya. Dengan demikian diharapkan karakteristik aktivitas yang berbeda tersebut tidak menyebabkan munculnya gangguan antara fungsi satu dengan fungsi yang lainya
FASILITAS PENJUALAN DAN PELELANGAN BARANG ANTIK DI SURABAYA Victor Tanedi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.966 KB)

Abstract

Sebuah fasilitas yang mewadahi segala kegiatan jual-beli ataupun lelang barang antik di wilayah Surabaya. Menyediakan segala kebutuhan para penjual dan pembeli dalam melakukan transaksi. Bangunan menyediakan dua fungsi utama yaitu penjualan dan pelelangan, dengan beberapa fungsi ruang pendukung seperti galeri pamer, kafetaria, dan atrium. Berdasarkan konsepnya, zoning dibuat sedemikian rupa agar pengunjung secara tidak langsung harus melewati toko-toko penjualan barang antik sebelum sampai ke auditorium, kafetaria maupun galeri pamer. Bangunan di naikkan 6 meter dari permukaan tanah agar dari tugu pahlawan, orang-orang dapat melihat secara jelas bentuk bangunan tersebut. Bangunan juga lebih mengutamakan fungsi daripada estetika. Sistem keamanan sangat diperhatikan, karena bangunan menyimpan barang-barang antik yang bernilai mahal dan rawan dengan pencurian. Terdapat beberapa sistem keamanan, yang pertama adalah membedakan jalur sirkulasi pengunjung dan service, pengunjung tidak memiliki akses menuju daerah service agar tingkat keamanan tetap terjaga. Yang kedua adalah sistem pengantaran barang yang memiliki empat tahap sebelum dimasukkan ke brankas tempat penyimpanan barang antik. Dan yang ketiga adalah sistem teknologi pada ruang transisi menuju brankas, sedangkan brankas yang digunakan adalah bankas baja yang memiliki ketebalan 30 cm, menggunakan material baja dengan alasan keamanan dari api dan benda tajam.
HOTEL RESOR DI PANTAI TANJUNG AAN, LOMBOK Ronald Suhartono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1196.441 KB)

Abstract

Proyek ini merupakan sebuah hotel resor yang berada di area Patai Tanjung Aan, Lombok. Hotel resor ini memiliki berbagai fasilitas yang terdapat di dalamnya seperti fasilitas penginapan, fasilitas pernikahan (wedding chapel dan banquet hall), fasilitas restoran, fasilitas kolam renang serta fasilitas olahraga dan relaksasi. Bangunan ini berdiri diatas lahan berkontur (bukit merese), lokasi ini memberikan pemandangan pantai yang tidak perlu diragukan lagi keelokannya. Pengunjung juga dapat menikmati keindahan matahari pagi, itu dikarenakan site ini memiliki orientasi timur-barat. Pada bulan febuari-maret, pantai tanjung aan akan ramai oleh masyarakat Lombok yang akan mengikuti acara budaya yang bernama bau nyale. Para pengunjung dapat menikmati serta ikut serta dalam acara bau nyale, dimana pengunjung dapat ikut mencari cacing laut (nyale) yang merupakan gambaran dari Putri Mandalika.  Rumusan masalah dalam proyek ini adalah bagaimana penataan bangunan multi massa di daerah berkontur sedang (perbukitan) dengan meinimalkan perusakan kontur dan juga dapat mewujudkan massa bangunan yang memasukan unsur budaya serta berkarakteristik arsitektur lokal. Untuk menjawab rumusan masalah tersebut, penulis menggunakan pendekatan simbolis dari cerita rakyat Putri Mandalika  serta pendalam yang digunakan yaitu pendalaman sains arsitektur yang bertujuan untuk menjawab kebutuhan bangunan di daerah tropis. 
FASILITAS PELATIHAN KEPEMIMPINAN PEMUDA DI JAKARTA Ruth Liana Fransisca
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2321.076 KB)

Abstract

Sebuah fasilitas milik pemerintah sebagai tempat pelatihankepemimpinan untuk pemuda di Jakarta yang berbasiskebangsaan dibawah naungan Dinas Pemuda dan Olahraga(Disorda) DKI Jakarta. Fasilitas ini merupakan fasilitas bagipemuda untuk berkumpul, belajar, mengembangkan diri,serta berdiskusi mengenai negara dan isu – isukebangsaan. Pemuda memiliki kekhasan khusus dimanapemuda membutuhkan ruang yang fleksibel, bangunan yangtidak berkesan formal, serta dapat menarik pemuda untukmasuk ke dalam fasilitas ini sehingga dari hal tersebutdipilihlah pendekatan simbolik yaitu dengan konsep prosespembentukan pemuda menjadi pemimpin yang berbasiskebangsaan yang nantinya akan dijawab dengan zona,bentuk dan peletakan ruangan pada bangunan. Zonabangunan ini dibagi atas 3 zona yaitu zona historis (galeri),zona realistik (pelatihan dan workshop), dan zona futuristik(kelas). Bangunan dibuat agar mendapat sinar matahari danview dari taman dikarenakan menurut penelitian sinarmatahari dan view dari tanaman dapat mengurangi tingkatstress, menambah kreatifitas, dan meningkatkanproduktifitas. Semua pelatihan kepemimpinan padabangunan ini menggunakan acuan materi dari undang –undang Republik Indonesia nomor 40 tahun 2009 tentangkepemudaan. Selain pelatihan kepemimpinan terdapat jugaaktivitas – aktivitas dari Dinas Pemuda dan Olahraga(Disorda) DKI Jakarta yang diwadahi di tempat ini.
Pangkalan Pendaratan Ikan di Romokalisari, Surabaya Stephanie Indrawati Honny
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.316 KB)

Abstract

Pangkalan Pendaratan Ikan di Romokalisari merupakan fasilitas penunjang kegiatan nelayan daerah Tambak Osowilangon, Surabaya. Dulunya para nelayan tersebut tinggal di bantaran sungai dengan kualitas hidup yang begitu rendah. Sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap nelayan, diadakanlah normalisasi sungai serta pemindahan para nelayan ke Rusunawa Romokalisari. Pangkalan Pendaratan Ikan sendiri merupakan fasilitas penunjang kegiatan para nalayan yang tinggal di Rusunawa Romokalisari, berfungsi sebagai tempat berlabuh atau bertambatnya perahu/kapal perikanan guna mendaratkan hasil tangkapannya, memuat perbekalan kapal serta sebagai basis kegiatan produksi, pengolahan, pemasaran ikan dan pembinaan masyarakat perikanan. Banyaknya kegiatan, aktivitas serta objek yang ada dalam PPI menuntut pengaturan sirkulasi dan pembagian zona yang baik. Digunakan pendekatan sistem untuk dapat menjawab semua kebutuhan dan permasalahan yang ada dalam perancangan PPI.
Fasilitas Komunitas Multikultural di Kuta Selatan, Bali Ursula Canadarma
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1647.206 KB)

Abstract

Fasilitas Komunitas Multikultural di Kuta Selatan, Bali merupakan fasilitas yang memperkenalkan kebudayaan dari berbagai negara dan merupakan wadah bagi wisatawan pulau Bali untuk berinteraksi dan saling bertukar pikiran satu sama lain. Pulau Bali sangat terkenal akan keindahan alam dan keunikan budayanya, hal ini menjadi salah satu daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung dan menjadikan pulau Bali sebagai salah satu tempat akulturasi terbesar di Indonesia. Fasilitas Komunitas Multikultural di Kuta Selatan, Bali akan menjadi salah satu ikon kebudayaan di pulau Bali yang bersifat rekreatif dan edukatif. Fasilitas ini akan dilengkapi fasilitas publik, yaitu performance hall, entertainment center (perpustakaan, game room, lounge, dan business center), café dan galeri, restaurant, food stalls, dan amphitheatre. Pendekatan simbolik digunakan untuk mengekspresikan ciri khas dari tiap negara yang merepresentasikan budayanya. Suasana interior bangunan juga mengekspresikan karakter tiap budaya melalui pendalaman karakter ruang sehingga pengunjung dapat mengenal dan memahami tiap budaya.
GALERI DONGENG DI MALANG Inez Trifena
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1626.435 KB)

Abstract

Dongeng merupakan sebuah bentuk cerita yang disampaikan secara lisan dan bersifat edukatif serta menghibur. Dalam melestarikan budaya dongeng, dibutuhkan sebuah wadah dimana pengunjung dapat menikmati serta mempelajari dongeng. Penjiwaan pada galeri dongeng merupakan aspek penting dalam menciptakan unsur dongeng sehingga digunakan pendekatan simbolik serta pendalaman karakter ruang sebagai pendukung. Konsep yang digunakan pada desain perancangan diambil dari elemen dongeng sendiri yaitu kesederhanaan dari story-telling. Story-telling merupakan cara penyampaian cerita yang diikuti dengan mimik dan gerak. Terdapat pembagian zoning yang telah disesuaikan dengan fungsi dan kegiatan, yaitu zoning galeri dongeng, zoning pembelajaran dongeng, dan zoning pertunjukkan dongeng. Perancangan galeri dongeng melibatkan unsur eksterior maupun interior untuk menekankan kesan dari dongeng. Penataan landscape eksterior dengan pemberian konsep water plaza dan forest plaza, kanopi pohon, serta penambahan element air membantu terwujudnya kesan dongeng. Bentuk bangunan yang sederhana terinpirasi dari kesederhanaan cerita dari dongeng. Penggunaan material yang berbeda-beda digunakan untuk memunculkan kesan berbeda tiap ruang. Galeri dongeng di Malang ini adalah banguna public yang memunculkan unsur dongeng dalam setiap element arsitekturnya   
Grha Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Surabaya Gianina Puspita Sari
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1448.039 KB)

Abstract

Grha Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Surabaya merupakan bangunan yang menyediakan sarana bagi komunitas Kristiani dalam beribadah dan melakukan kegiatan pembinaan keagamaan terhadap umat Kristiani di kota Surabaya. Karena jumlah umat Kristen di Surabaya yang meningkat, maka gereja harus mengalami pertumbuhan dan perkembangan.Grha GPdI di Rungkut,  Surabaya akan dilengkapi berbagai fasilitas, yaitu toko buku Kristen, perpustakaan, klinik, kafe, gereja, tempat pelatihan tari, musik, drama, kolam Baptis, guest house, taman bermain anak - anak, lapangan basket. Pendekatan simbolik digunakan agar bangunan dapat merepresentasikan suasana sakral dalam ruang ibadah. Pengunjung akan mampu merasakan suasana sakral dalam ruang ibadah  melalui nilai – nilai Kristen yang diterapkan dalam desain bangunan secara arsitektural. Pendalaman yang dipilih adalah karakter ruang. Melalui pendalaman tersebut, perancangan bangunan akan lebih difokuskan untuk mampu mewujudkan suasana sakral dalam ruang ibadah, dalam menyampaikan pesan yang diinginkan, yaitu semakin mendekatkan diri kepada Tuhan.
FASILITAS PENDIDIKAN BALET DI SURABAYA Stevanie Paulina
eDimensi Arsitektur Petra Vol 4, No 2 (2016): Juli 2016
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.543 KB)

Abstract

Sebuah fasilitas yang mewadahi kegiatan edukasi balet di kota Surabaya ini diharapkan mampu menampung segala kebutuhan yang dibutuhkan oleh para penari balet di Indonesia khususnya Surabaya. Kegiatan pendidikan balet ini berupa pelatihan ketat dan pertunjukkan balet. Selain sebagai fasilitas pendidikan, proyek ini sekaligus ingin memperkenalkan balet kepada masyarakat luas, sehingga balet juga makin dikenal oleh orang awam sekalipun. Balet bukan hanya untuk para penari, tetapi orang yang bukan penari pun diharapkan dapat menikmati seni tari ini. Hal yang paling menonjol dari balet adalah teknik pointe. Teknik pointe ini adalah kemampuan berdiri di ujung jari kaki dimana teknik ini harus dimiliki oleh para penari balet profesional. Untuk menguasai teknik ini, para penari harus mempunyai struktur kaki yang kuat. Selain itu teknik pointe ini adalah salah satu yang paling dikenal dalam balet. Maka dari itu, rancangan bangunan ini menggunakan pendekatan simbolik untuk dapat menujukkan teknik pointe tersebut dan menggunakan pendalaman struktur dimana dapat menunjukkan kekuatan dari bangunan seperti kekuatan kaki para penari dalam menggunakan teknik pointe. Fasilitas pendidikan balet ini berupa tempat kursus, perguruan tinggi, teater, galeri, dan asrama.

Page 1 of 12 | Total Record : 111