cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017" : 12 Documents clear
Museum Luar Angkasa Calvin Renaldi Renaldi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1269.069 KB)

Abstract

Museum Luar Angkasa merupakan fasilitas umum yang mengenalkan masyarakat umum terutama pelajar mengenai ilmu astronomi dan sejarah penerbangan roket. Astronomi sebagai ilmu pengetahuan sangatlah kurang didalami di Indonesia, baik di dalam dunia akademik maupun di dalam minat individu. Sebagai kota terbesar kedua setelah Jakarta, Surabaya memiliki sejarah yang dalam dan oleh karena itu kota ini memiliki banyak museum mengenai sejarah-sejarah di kota tua ini. Namun oleh sebab itulah museum yang bertemakan teknologi hampir tidak ada di Surabaya. Museum Luar Angkasa dirancang dengan maksud sebagai pusat informasi yang dapat memadai kebutuhan ilmu maupun rekreasi yang bertemakan luar angkasa. Fasilitas-fasilitas yang ada antara lain adalah museum, galeri display, simulasi penerbangan roket, ruang serba guna, perpustakaan, café, dan toko souvenir.
Stadion dan Fasilitas Pelatihan eSport di Surabaya Kannigia Putra Liang
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.635 KB)

Abstract

Stadion dan Fasilitas Pelatihan eSport di Surabaya mencakup fasilitas untuk pertandingan eSport dan pelatihan eSport yang dilengkapi dengan dengan fasilitas pendukung seperti café, restoran, retail – retail, dan lain – lain. Permasalahan utamanya adalah bagaimana mendesain sebuah bangunan dengan struktur dimana para penonton dan atlet eSport dapat melakukan kegiatannya di stadion dengan aman dan nyaman. Untuk menjawab permasalahan desain yang berfokus pada struktur, maka digunakan pendekatan struktur sebagai metode perancangan. Untuk menjawab masalah kenyamanan penonton, diselesaikan dengan pendalaman sains, sehingga seluruh desain diharapkan menjawab seluruh permasalahan desain.
Galeri Kuliner Tradisional di Surabaya Ricky G. Halim Halim
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1139.823 KB)

Abstract

Pergerakkan waktu menunjukkan adanya pergeseran kebiasaan dan tradisi penduduk di Indonesia, akibat adanya pengaruh globalisasi. Globalisasi yang terjadi menyebabkan pertukaran kultur dan budaya, meningkatkan jumlah variasi kuliner yang dapat dinikmati oleh masyrakat umum. Tulisan ini akan membahas penerapan studi karakter ruang terhadap ciri-ciri dan karakter kuliner tradisional yang mewakili kuliner khas Jawa Timur, dengan tujuan memaksimalkan pelestarian kuliner tradisional khas Jawa Timur..Jika dibandingkan dengan galeri yang ada pada umumnya desain fasilitas galeri lebih difokuskan pada penjelasan terhadap kuliner asli khas Jawa Timur dengan penempatan elemen-elemen karakter ruang tradisional, pola sirkulasi dan tata letak fasilitas yang mendukung, sehingga penderita dapat mengakses fasilitas-fasilitas tersebut (galeri,retail, dsb.) secara mandiri. Selain itu, fasilitas umum pada galeri juga difokuskan pada perdagangan kuliner untuk meningkatkan penjualan pengusaha-pengusaha kuliner tradisional yang ada.
Gereja Katolik di Malang Gregorius Ryan Candra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1087.322 KB)

Abstract

Gereja Katolik di Malang merupakan tempat ibadah untukumat Katolik di Malang yang terletak di dalam perumahan TheAraya Malang. Awal mula dirancangnya Gereja Katolik di TheAraya Malang ini karena banyaknya umat Katolik di Gerejaparoki St. Albertus de Trapani di Blimbing, Malang sehinggadibutuhkan pembangunan Gereja Katolik baru untukmenampung sebagian umat dari paroki St. Albertus deTrapani Blimbing. Keuskupan Malang pun berencanamembagi paroki St. Albertus de Trapani Blimbing menjadi 3,yaitu: Gereja Katolik St. Albertus de Trapani, perluasan Kapelstasi Pagas, dan pembangunan Gereja Katolik di perumahanThe Araya Malang. Proyek Gereja Katolik ini merupakanGereja Katolik yang akan berdiri sendiri dengan skala paroki.Tujuan utama Gereja ini yaitu untuk dapat menampungsebagian umat dari paroki St. Albertus de Trapani Blimbingdan perkembangan umat di lingkungan sekitar perumahanThe Araya Malang.Lokasi tapak berada di persimpangan Jalan ArayaBoulevard yang memiliki kelebihan sebagai point of interestdi dalam perumahan The Araya Malang. Untuk menjadi pointof interest, maka Gereja ini menggunakan pendekatansimbolik melalui konsep yang diambil dari Santo Fransiskusdari Asisi. Konsep terbuka pada Gereja yang memanfaatkanalam sekitar menjadi tantangan pada sistem akustik dalamgereja. Tantangan tersebut akan ditangani denganpendalaman akustik, yaitu insulasi suara pada Gereja.
Gereja Katolik Stasi St. Thomas di Blitar Felicia Lisandra Soegijono
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1437.07 KB)

Abstract

Gereja Katolik Stasi St. Thomas di Blitar merupakan sebuah fasilitas beribadah umat katolik yang termasuk dalam wilayah keuskupan Surabaya. Gereja Katolik, ini juga dilengkapi dengan wisma pastoran, balai paroki, goa Maria, tempat adorasi, asrama, kantin, perpustakaan, tempat pembuatan lilin, galeri lilin, toko rohani, kolam lele, area jalan salib dan masih banyak lagi. Gereja Katolik Stasi St. Thomas di Blitar ini tepatnya terletak di kelurahan Ngadirejo. Lokasi tapak yang berada di kawasan pedesaan yang masih sangat natural dengan sawah dan jauh dari kepadatan kota, hal inilah yang akan diangkat dalam desain gereja tersebut. Agar proyek ini mampu memberikan kesan unity dengan kondisi sekitar.Oleh karena itu diambillah pendekatan vernakular yang merujuk pada keberadaan lokasi proyek, kebiasaan kehidupan masyarakat Ngadirejo serta bentukkan bangunan yang mengadopsi bentuk rumah sekitar di kawasan tersebut. Sedangkan pendalaman yang diambil ialah karakter ruang, hal ini juga untuk mendukung kesan alami dan natural yang ingin dihadirkan dalam proyek.
FASILITAS PELATIHAN DAN GALERI SENI FOTOGRAFI DI SURABAYA William Wibowo Wibowo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1226.191 KB)

Abstract

Fotografi merupakan salah satu dari macammacamjenis seni. Untuk menghasilkan foto yangmenarik dibutuhkan kreatifitas dan keahlian / skill,sehingga perlunya mempelajari tehnik-tehnik dasardari seni fotografi. Dewasa ini, segala sesuatuberhubungan dengan media. Apalagi di kota-kotabesar seperti contohnya Surabaya. Dengan adanyafotografi dapat digunakan sebagai lahan komersial.Tetapi di Surabaya sendiri belum ada fasilitas yangmampu mewadahi, sehingga dibutuhkanbangunan/fasilitas fotografi yang mampu mewadahidalam hal seni, pendidikan, dan komersial.Tujuan dariproyek ini adalah untuk memberikanedukasi/pendidikan untuk para peminat fotografi danorang awam yang ingin mempelajari hingga terjunkedunia fotografi profesional. Selain menjadi fasilitaspelatihan fotografi, fasilitas ini memberikan tempatatau wadah untuk para warga Surabaya dankomunitas-komunitas fotografi yang inginmemamerkan hasil foto-foto mereka. Makapendekatan yang digunakan adalah simbolik, karenadiharapkan bangunan/fasilitas ini mampumengekspresikan dan menarik orang untukmempelajari seni fotografi. Sehingga ekspresisimbolisasi untuk fasilitas tersebut dapat diungkapkanmelalui pendalaman karakter ruang. Dengan demikianfasiltias pelatihan dan galeri seni fotografi di Surabayadapat menjawab permasalahan desain yaknibagaimana merancang sebuah fasilitas pelatihan dangaleri seni fotografi yang menarik melalui ekspresibangunan dan sirkulasi berdasarkan simbolisasi darihakekat kerja lensa kamera.
Fasilitas Galeri Fotografi Analog di Surabaya Rodney Rodney Rodney
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.881 KB)

Abstract

Fasilitas galeri fotografi analog di surabaya adalahsebuah fasilitas galeri yang ingin mewadahi pecintafotografi analog yang kian menjamur khususnya diSurabaya. Bangunan ini memiliki galeri untukmewujudkan apresiasi fotografi analog dalam negriserta memiliki workshop sebagai sarana edukasi bagipeminat fotografi analog. Pendekatan simbolikmewujudkan sebuah konsep pada desain bangunan.Bangunan diharapkan mampu untuk menyimbolkanpola berpikir seorang fotografer analog yang haruspercaya terhadap kemampuannya dalam mengambilgambar tanpa mengetahui kepastian hasil dari fotoyang diambil.
Museum dan Galeri Seni Lukis di Surabaya Budianto Kurniawan Kurniawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1186.894 KB)

Abstract

Di Surabaya Museum dan Galeri ada banyak jumlah nya, tetapi untuk Museum dan Galeri yang memamerkan lukisan masih kurang serta fasilitas nya tidaklah memenuhi syarat yang sesuai untuk memamerkan lukisan itu sendiri, proyek ini bertujuan sebagai penyalur yang menampung lukisan pelukis dalam negeri maupun luar negeri. Menyediakan museum pamer untuk barang antik milik negara yang tidak untuk dijual sebagai fasilitas utama, serta fasilitas penunjang lain seperti galeri yang digunakan untuk pameran dan pelelangan resmi berkelas dengan fasilitas yang memadai. Selain itu diberikan juga fasilitas yang mengijinkan pengunjung untuk belajar lebih jauh tentang lukisan serta belajar untuk membuat lukisan itu sendiri, lalu ada restoran yang dapat menjadi titik kumpul bagi pengunjung, kolektor maupun kurator, fasilitas penunjang lain nya adalah artshop sebagai fasilitas pendukung museum, yang menjual duplikat, suvenir serta peralatan lukis. Dengan adanya fasilitas - fasilitas penunjang ini diharapkan pengunjung tidak bosan dengan museum saja dan dapat melakukan kegiatan lain di area museum.
Fasilitas Pelatihan Ekonomi Kreatif di Surabaya. Lexy Wigbert Kumendong
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1319.431 KB)

Abstract

Fasilitas pelatihan ekonomi kreatif di Surabaya ini merupakan fasilitas yang ditujukan bagi seluruh kalangan terkhusus remaja dan kalangan menengah kebawah yang ingin belajar menambah softskill dan mempersiapkan diri untuk menghadapi dunia kerja. Hal ini didasarkan dengan sedang berkembangnya ekonomi kreatif di Indonesia. Di harapkan fasilitas ini dapat menumbuhkan bibit-bibit wirausahawan terkhusus di sektor ekonomi kreatif. Fasilitas didesain dengan masalah desain utama banyaknya fungsi pelatihan dalam 1 bangunan, terdiri dari foodcourt, fasilitas pengelola, galeri produksi, taman tematik dan juga fasilitas pelatihan. Pada fasilitas pelatihan terdapat ruang kelas, studio praktek, laboratorium komputer dan bahan serta fasiltas penunjang lainnya.Pendekatan arsitektur simbolik dipilih untuk menciptakan kesan bangunan yang kreatif dan juga dapat menarik minat belajar para remaja, yang merupakan target utama fasilitas ini. Pendalaman karakter ruang dirancang agar dapat terciptanya ruangan yang memiliki karakter sesuai dengan karakter ketrampilan yang dilatihkan, yakni kerajinan tradisional dan modern.
Kantor Sewa di Surabaya Joshia Tanzil Tanzil
eDimensi Arsitektur Petra Vol 5, No 1 (2017): Februari 2017
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1405.557 KB)

Abstract

Kantor Sewa di Surabaya yang didesain ini berlantai enam dan memiliki tujuan untuk dapat memenuhi kebutuhan dari pengguna kantor sekaligus tanpa mengorbankan efesiensi dan fleksibilitas yang merupakan ciri dari kantor pada umumnya. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan tersebut maka dibutuhkan pemecahan masalah dari berbagai sisi termasuk diantaranya site, material, dll. Pada site terdapat masalah dimana bentuk site yang cenderung memanjang ke jalan yang lebih kecil (Jalan. Raya Kedung Baruk) daripada jalan yang lebih besar (Jalan Dr. Ir. H. Soekarno) sehingga jalan masuk ditempatkan di jalan yang lebih kecil sehingga dapat memiliki jarak masuk terhadap tikungan yang lebih memadai. Kemudian untuk memenuhi kebutuhan baik pengguna maupun pengunjung, maka kantor dibagi menjadi dua bagian yaitu daerah perkantoran yang ditempatkan di lantai 2 sampai dengan lantai 5 dan daerah yang umum yaitu pada bagian taman, restoran, toko buku, resepsionis, lobby, dll. Untuk meningkatkan efesiensi maka dilakukan pendekatan sistem dimana modul digunakan sebagai dasar dari desain kantor ini, dimana kemudian dinding movable dan raised floor digunakan untuk dapat mencapai fleksibilitas yang semaksimal mungkin. Kemudian digunakan pendalaman struktur dimana dipilihlah material beton precast yang banyak berperan dalam memperpendek waktu jalannya proyek, sehingga mempercepat beroperasinya kantor.

Page 1 of 2 | Total Record : 12