cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 137 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020" : 137 Documents clear
Museum Perjalanan Batak di Pulau Samosir Paulus, Leonard
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Museum Perjalanan Batak di Pulau Samosirmerupakan museum yang menceritakan prosesterbentuknya Danau Toba hingga perjuangan Batakmempertahankan Tanah Toba melalui sequence dankarakter ruang yang menggambarkan kejadian dimasa meletusnya Gunung Toba, adanya BangsaBatak di Tanah Toba, Perang Batak melawanBelanda, masa penjajahan Belanda pada BangsaBatak, hingga Toba yang dinikmati sekarang.Museum ini juga memberi ruang publik kepadamasyarakat sekitar dan pengunjung, sertamemamerkan peninggalan budaya menggunakanteknologi modern. Diharapkan museum ini dapatmembangkitkan empati pengunjung terutamamasyarakat setempat dan orang-orang suku Bataktentang menjaga lingkungan Toba dan budaya Bataksehingga tetap dapat dilestarikan, sertamemperkenalkan budaya Batak kepada pengunjungdari mancanegara. Oleh karena itu, pendekatansimbolik disesuaikan dengan karakter ruang dansequence, sehingga pengunjung dapat merasakansecara langsung situasi pada tiap kejadian yangdiceritakan.
Fasilitas Wisata Budaya Batik di Surakarta Ivan Kristiawan Eddiyanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Budaya Batik di Surakartamerupakan fasilitas untuk melestarikan budayamembatik, wadah ini diberikan bagi komunitaspembatik agar dapat berkreasi dan berkembang,sekaligus sebagai sarana memperkenalkan batikSurakarta kepada wisatawan. Kota Surakarta yangterkenal dengan ‘Solo The Spirit of Java’ diharapkandapat menjadi tempat pelestarian budaya Jawa,khususnya batik sebagai daya tarik wisatawan lokalmaupun mancanegara. Fasilitas ini akan dimilikioleh Pemerintah Kota dan dikelola oleh KoperasiPembatik, dengan kelengkapan: Lobby, Galeri, AreaProduksi, Workshop, Kantor, Plaza, Batik Shop,Food Court, Amphitheater, dan Rooftop Garden.Pendekatan neo vernakular digunakan untukmenjawab permasalahan desain, yaitu bagaimanamendesain fasilitas pengembangan budayamembatik yang mencerminkan budaya Surakartahadir pada masa kini secara modern dan menariksehingga lokalitas dan suasana Surakarta kotabudaya dapat terekspresikan. Sedangkanpendalaman karakter ruang dipilih untukmendapatkan suasana pengalaman pengunjung yangingin dicapai yaitu karakter dari budaya Surakartayang diaplikasikan pada masa kini.
FASILITAS INFORMASI KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA DI BANYUWANGI Ferryanto Agustinus
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain “Fasilitas Informasi Kebudayaan dan Pariwisata di Banyuwangi” di dasari oleh perkembangan Banyuwangi di sektor pariwisata dan kebudayaan yang mengalami peningkatan wisatawan domestik dan mancanegara sehingga Pemerintah Banyuwangi menerapkan 3 Strategi Banyuwangi Go Internasional salah satunya memperkuat di bidang Atraksi Budaya. Fasilitas ini ditujukan unutk membantu wisatawan domestik dan mancanegara lebih mengenal kebudayaan dan pariwisata yang ada di banyuwangi.Dalam mendesain fasilitas ini di terdapat beberapa rumusan masalah yang sebagian besar diambil melalui Konsep Pembangunan Infrastruktur Kabupaten Banyuwangi. Melalui permasalahan desain yang ada salah satunya bagaimana mendesain fasilitas yang dapat mengekspresikan Kebudayaan dan Arsitektur Lokal yang ada, maka konsep desain diambil melalui kebudayaan Suku Osing yang merupakan suku asli banyuwangi, dan menggunakan pendekatan Neo – Vernakular yang memiliki hubungan erat dengan unsur budaya Egaliter dan mengutamakan Penampilan Visual. Desain dikembangkan melalui interpretasi ulang dari tradisi dan budaya arsitektur setempat lalu disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
Fasilitas Terapi Seni untuk Kesehatan Mental di Surabaya Andrew Laksmana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Terapi Seni di Surabaya ini didasari oleh keinginan untuk mewadahi kegiatan terapi psikologis dengan media pembuatan karya seni rupa untuk manajemen kesehatan mental individu mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Penggunaan media seni yang beragam dan kebutuhan terapi klien yang berbeda-beda menghasilkan masalah desain umum yaitu bagaimana mengelompokan zona menjadi kering-basah serta bagaimana menciptakan area transisi untuk perpindahan klien antar ruang terapi yang sesuai kebutuhan masing-masing. Selain itu, untuk mendukung terbentuknya healing environment bagi klien selama proses terapi, proyek ini mengangkat masalah khusus yaitu bagaimana elemen bangunan dapat berperan menjadi elements of healing bagi klien. Oleh karena itu, pendekatan yang dipilih yaitu pendekatan simbolik dengan metode intangible metaphor dari teori Expressive Therapies Continuum (ETC) yang menghasilkan zona dan bentuk bangunan berdasarkan karakteristik otak kiri, Corpus callosum, dan otak kanan. Kemudian, pendalaman karakter ruang terapi yang berbeda media dipilih untuk memperjelas perbedaan kebutuhan dan suasana ruangan bagi proses terapi klien.
Fasilitas Wisata Batik Tulis Tenun Gedog di Tuban Dewi Fortuna Putri
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proyek ini diharapkan dapat menjadi fasilitassebagai tujuan wisata baru di kota Tuban yangmemperkenalkan dan mengedukasi warisanleluhur yaitu Batik Tulis Tenun Gedog yangdikhawatirkan akan punah jika tidak terusdikembangkan. Terletak di kota Tuban yangmerupakan kota lahirnya Batik Tulis TenunGedog sehingga dapat menjadikan Batik inisebagai ikon dari kota Tuban. Keunikan dariBatik Tulis Tenun Gedog, menjadi daya tariktersendiri bagi wisatawan dan pecinta budayabatik untuk menikmati fasilitas ini. Fasilitas inimemiliki fungsi utama sebagai galeri Batik TulisTenun Gedog, dan fungsi lainnya sebagai areaworkshop, conference hall, foodcourt, batikshop,kelas, lobby, dan kantor.Pendekatan neo-vernakular diterapkan untukmenyelesaikan permasalahan desain utama, yaitubagaimana merancang sebuah fasilitas yangmencerminkan kearifan lokal di Tuban sertamasalah desain pendukung berupa menyelesaikanzoning dan sirkulasi pada area yang memilikilayout multi-masses. Konsep utama yangdiaplikasikan adalah “Citra Tuban Masa Kini”yang kemudian didukung dengan pendalamankarakter ruang untuk menciptakan ruang-ruangyang memiliki karakter lokal.
Hotel Resor di Banyuwangi Selatan Melisa Theresa
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hotel resor di Banyuwangi Selatanmerupakan fasilitas penginapan bagi wisatawanlokal dan mancanegara yang mengunjungi areaBanyuwangi, khususnya Pantai Pulau Merah.Tempat ini memiliki fasilitas resto, tempat fitness,kolam renang, tempat bermain, tempat bersantai,spa dan sauna, dan kios. Penginapan ini memiliki3 kategori yaitu kamar standar, bungalow, danpondok. Hotel resor ini didesain dipinggir pantaisehingga pengunjung dapat menikmati fasilitaspantai dan dapat melihat pemandangan pantai daridalam kamar dan area hotel. Momen matahariterbit, matahari tenggelam serta riuh suara ombakjuga menjadi daya tarik wisatawan. Kegiatan yangdapat dilakukan disekitar hotel resor adalahberselanjar, mendaki bukit, bermain di pantai, dankuliner. Konsep desain dari hotel resor ini adalah“masa lalu dalam masa sekarang”, yaitukebudayaan, identitas, dan karakteristik yangdimiliki Banyuwangi menjadi inspirasi dandiinovasikan namun tetap melekatkan identitasBanyuwangi. Hal ini dilakukan untuk menarik parawisatawan lokal dan mancanegara. Masalah utamadalam desain ini adalah mendesain sebuah hotelresor dengan kesan dan suasana lokal Banyuwangidengan memperhatikan tatanan, material,pencahayaan, tektonika, dan tekstur, Untukmenyelesaikan kebutuhan desain tersebut makapendekatan neo – vernacular dipakai sebagaimetode desain. Pendalaman karakter ruang denganmengaplikasikan konsep “masa lalu dalam masasekarang” pada seluruh proses perancangan.
Fasilitas Perawatan Paliatif Untuk Penderita HIV/AIDS di Surabaya Mitzy Ghema Susanto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jumlah penderita HIV/AIDS di Jawa Timur menduduki peringkat kedua terbanyak dari seluruh Indonesia, selain itu pandangan negatif terhadap penderita HIV/AIDS yang membuat kondisi mental dan kesehatan penderitanya akan cepat menurun. Tujuan “Fasilitas Perawatan Paliatif Untuk Penderita HIV/AIDS di Surabaya” adalah sebuah tempat naungan untuk fasilitas perawatan paliatif yang juga sebagai tempat sosial bagi penderita HIV/AIDS dalam menjalani pendampingan mental. Pendekatan desain yang dipakai adalah pendekatan sains, dimana bentuk bangunannya tercipta dari respon tapak terhadap arah matahari dan arah angin yang ingin dimaksimalkan masuk ke dalam bangunan sebagai aspek dalam mendukung penyembuhan mental itu sendiri. Konsep bangunan forest for mental healing yang saya adaptasi dari proses penyembuhan mental dengan alam yang terkenal di Jepang yaitu, forest bathing / shinrin-yoku. Sedangkan pendalaman karakter ruang pada area lukis dan rajut meransang respon positif seusai dengan kebutuhan ruang.
Terminal Penumpang Bandar Udara Domestik Ngloram di Blora Bagus Arisanjaya Irawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Penumpang Bandar Udara DomestikNgloram di Blora merupakan fasilitas publik bagipengguna moda transportasi udara yang bertujuanbermobilisasi menuju atau dari Blora. Latar belakangdari proyek ini adalah adanya rencana dari pemerintahpusat melalui kementerian perhubungan menetapkanpengadaan Bandar Udara Ngloram, pemerintah jugamengharapkan dengan dengan dibangunnya BandarUdara Ngloram dapat menigkatkan percepatanpembangunan serta menciptakan kantong-kantongperekonomian baru, selain itu adanya potensi besaruntuk mengangkat identias Blora.Mengingat fungsi utama bandar udara yangdapat mengakomodasi kegiatan operasional, komersial,dan administrasi maka perancangan bangunanmenggunakan pendekatan sistem (yang di titik beratkanpada sistem sirkulasi dan spasial), selain itu gunamengangkat identitas arsitektur setempat, digunakanjuga pendekatan neo-vernakular. Untuk memperkuatpesan dan kesan pengguna terhadap bangunan makadigunakan pendalaman sequence sehingga penggunadapat merasakan pengalaman ruang yang kuat.
Fasilitas Kantor Sewa dan Inkubator Bisnis di Surabaya Olivia Ariella Sinatra
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Kantor Sewa dan InkubatorBisnis di Surabaya ini merupakan fasilitasyang dibuat untuk memfasilitasi calonpengusaha start-up di Surabaya agarmendapat bimbingan yang sesuaikebutuhan sehingga, siap untuk terjun didunia bisnis sesungguh-nya. Fasilitas inibertujuan untuk menampung pengusahapengusaha yang sukses pada bidang bisnisuntuk menyalurkan kewajiban CorporateSocial Responsibility (CSR) dengan caramemberikan bimbingan untuk bisnisrintisan lain-nya. Fasilitas ini mewadahidari proses bimbingan, produksi, maupunpenjualan produk pada fasilitas retail yangdisediakan. Fasilitas ini tidak hanyamendukung ekonomi penggunanya, namundapat mendukung perekonomian sekitarnyadengan cara menyediakan ruang pusatperbelanjaan untuk pedagang sekitar siteagar dapat berjualan dengan nyamansehingga menjadi jembatan yangmenghubungkan interaksi calon pelakuusaha dengan masyarakat di Surabaya.Keunikan proyek ini ada pada karaktertiap zona yang disediakan menyesuaikandengan karakter pengguna sehinggasuasana yang dihasilkanpun berbeda. Darizona kantor sewa yang memerlukanefisiensi luasan ruang maksimal dengansuasana formal, zona program inkubasiyang memerlukan suasana nyaman yangdapat menstimulasi ide, hingga zona retailyang memerlukan ruang dengan skala besaruntuk pergerakan yang bebas. Oleh sebabitu, digunakan pendekatan sistem untukmengatur efisiensi ruang, hubungan atarruang, dan sistem struktur, serta pendekatanperilaku untuk menjawab kebutuhansuasana ruang sesuai karakter pengguna
PERPUSTAKAAN WILAYAH DI SURABAYA BARAT Stephanie Stephanie
eDimensi Arsitektur Petra Vol 8, No 1 (2020): Februari 2020
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat baca di kalangan masyarakat era modern ini masih sangat rendah. Mirisnya, penyebab dari rendahnya minat membaca ini bukan karena ketidaktertarikan masyarakat untuk membaca, namun karena kurangnya fasilitas yang mewadahi untuk membaca. Sementara pada era pemerintahan Presiden Joko Widodo yang kedua ini sedang di galakkan peningkatan sumber daya manusia. Secara garis besar, setiap masyarakat memiliki kebutuhan dengan kondisi yang berbeda. Ada individu yang memilih untuk belajar dalam kondisi yang tenang, sedangkan ada individu yang memilih belajar sambil berinteraksi dengan lingkungan disekitarnya. Menanggapi kebutuhan ini maka perlu adanya suatu wadah yang dapat memfasilitasi kedua jenis pengguna tersebut.

Page 1 of 14 | Total Record : 137