cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
eDimensi Arsitektur Petra
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
eDimensi Arsitektur Petra adalah jurnal mahasiswa Program Studi Teknik Arsitektur.
Arjuna Subject : -
Articles 121 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021" : 121 Documents clear
Galeri Material Bangunan di Surabaya Moses Matthew Hendrawan
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan Galeri material bangunan diSurabaya ini di landasi akan sebuah keresahan akankesulitan mencari literasi akan material bangunanyang di alami oleh hampir semua pelaku desainarsitektur di Surabaya. Permasalahan inti dalamperancangan ini adalah bagaimana rancangan inidapat mempermudah aktifitas pengguna dalammencari,mempelajari, dan mengolah sampel materialyang ada di dalam galeri ini. Maka dari itu di lakukanmetode pendakatan secara sistem dalam percanganini sehingga penyelesaian kebutuhan fungsi dapatdilakukan secara jelas dan sistematis. Sedangkanpendalaman yang di lakukan untuk menjawab salahsatu kebutuhan rancangan akan organisasi ruang yangjelas adalah pendalaman secara karakter ruang, dimana dengan menggunakan pendalaman inipengguna dapat dengan mudah mengidentifikasiruang satu dengan yang lainnya.
Rumah Susun Ekologis di Surabaya Geonata Garinda
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Rumah Susun Ekologis di Surabaya inididasari oleh angka kepadatan penduduk kotaSurabaya yang melebihi batas normal, dan banyaknyalingkungan permukiman yang kumuh namun tidakdiimbangi dengan adanya fasilitas yang layak untukmewadahi kebutuhan penduduk. Masalah desainyang utama adalah bagaimana memberikan fasilitasyang dapat memperbaiki lingkungan yang kumuh,dan dapat menciptakan keselarasan antara manusiadan alam. Pendekatan desain yang diambil adalahpendekatan desain sustainable yang dinilai cocokdengan konsep ekologis yang dihadirkan dalamRumah Susun Ekologis di Surabaya. Fasilitas yangdisediakan di rumah susun ini adalah hunian, urbanfarm, pasar, rumah kompos, retail, dan fasilitaspenunjang lainnya yang mendukung kegiatan sehari– hari penghuni rumah susun ini.
Fasilitas Pengembangan Ekonomi Kreatif di Surabaya Jessica Martha Sutedjo
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Surabaya memiliki ratusan UMKM dan senimanlokal yang belum memiliki wadah untukmengembangkan potensinya, oleh karena itu fasilitasini dapat menjadi wadah pengembangan dan pelatihanyang dibangun oleh pemerintah lewat pengadaanfasilitas-fasilitas yang mendukung perkembanganekonomi kreatif di kota Surabaya. Mulai dari areapameran, ruang workshop, co-working area, ruangkomunitas, serta panggung untuk para pegiat seni unjukkarya. Masalah desain yang didapati pada fasilitas iniadalah bagaimana menghadirkan sebuah wadahpengembangan bagi pegiat ekonomi kreatif kotaSurabaya, yang dapat mengikat tempat berkumpulnyaanak-anak muda di sekitar tapak yang merupakan targetpasar, untuk menyadarkan pentingnya perkembangansektor ini, maka kedepannya Indonesia akan lebihmengapresiasi dan percaya terhadap produk buatanlokal. Oleh karena itu pada perancangan fasilitas inidigunakanlah pendekatan urban dari Kevin Lynchuntuk meninjau lingkungan sekitar tapak yang sesuai.Sehingga bangunan ini dapat menjadi Hub yangmempertemukan pegiat ekonomi kreatif dengan targetpasar.
Fasilitas Pendampingan Pemulihan Wanita Trauma Akibat Kekerasan Seksual di Bali Aurelia Evelym Sentoso
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desain Fasilitas Pendampingan Pemulihan WanitaTrauma Akibat Kekerasan Seksuan di Bali ini dilatarbelakangi oleh tingginya angka kasus kekerasanseksual yang terjadi di Indonesia termasuk di Bali,namun hanya sedikit yang akhirnya mendapatkanpelayanan. Maka dari itu tempat ini merupakantempat untuk membantu memulihkan rasa traumayang ada, sehingga nantinya pengguna akan siapkembali terjun di masyarakat. Gangguan psikis yangmembuat perilaku seseorang menjadi berubahmerupakan masalah utama, sehingga menggunakankonsep healing architecture yang didukung dengandesain biofilik sehingga dapat menciptakanruang-ruang (baik pada ruang luar maupun ruangdalam) yang dapat menyembuhkan psikispenggunanya. Pengolahan ruang denganmenggunakan berbagai macam elemenarsitekturalnya, dan didesain dengan pendalamankarakter ruang yang dapat membantu membentukkualitas ruang sehingga dapat membantupenggunanya merasa nyaman, aman, dan dapatmembantu menyembuhkan psikis penggunanya.
Apartemen di Surabaya Jefferson Permana
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Apartemen di Surabaya didasarkan ataspermasalahan individualisme dari pendudukkota Surabaya. Individualisme tersebutmembuat turunnya kinerja dan potensiperkembangan seorang individu dalam bekerjamaupun kehidupan sosial. Surabaya Selatanmerupakan daerah yang sedang mengalamiperkembangan konstruksi yang tinggi, denganpermintaan hunian yang tinggi oleh kelasmenengah yang lebih memilih untuk tinggaldalam sebuah unit apartemen daripada rumahperkotaan. Apartemen ini memperkenalkansebuah desain yang mengayomi penggunauntuk saling berinteraksi dan bertukar pikiranmelalui pendekatan Theory of Proxemics(Edward T. Hall) yang memainkan ruanganprivacy pengguna. Permainan privasiditerapkan dalam permainan elevasi dan alurpengguna. Hal ini akan mendorong penggunauntuk mengambangkan sebuah komunitas.Desain apartemen akan dilengkapi oleh fasiitaspublik yang termasuk: business district,perpustakaan, pujasera, co-working space,kantor, café, restaurant, dan ruanganmultifungsi. Suasana interior ruangan publikakan menganut alur yang organic untukmeningkatkan tingkat bertemunya alurpengguna, sedangkan suasana interiorapartemen berupa linear untuk memudahkanwayfinding pengguna.
Fasilitas Pelatihan Pengurangan Resiko Bencana di Palu Joshua Evans Cahyadi
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Risiko Bencana adalah potensi kerugian (kerugian harta benda dan korban jiwa) yang diakibatkan oleh suatu bencana. Suatu wilayah dikatakan sebagai “Wilayah Resiko Bencana Tinggi” jika memiliki potensi bencana yang tinggi, tetapi penduduknya tidak memiliki kesiapan yang cukup untuk menghadapi bahaya. Tujuan pembangunan fasilitas ini adalah untuk mengurangi risiko bencana melalui program pelatihan. Proyek ini berlokasi di Palu, Sulawesi Tengah. Pemilihan lokasi didasarkan pada konteks, dimana Palu dianggap sebagai “Wilayah Resiko Bencana Tinggi” karena memiliki potensi bencana yang tinggi tanpa kesiapan penduduknya. Perancangan fasilitas menggunakan “ Teori Tahapan Pelatihan ” dan “ Teori Kompetensi ” oleh Budi Santoso, dengan pendekatan desain sistem organisasi ruang. Konsep perancangan, adalah mengintegrasikan fungsi utama dan fungsi sekunder bangunan, guna mencapai tujuan program pelatihan.
Pasar Keputran di Surabaya Michael Michael
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasar Keputran di Surabaya merupakan suatu pasar induk di kota Surabaya, yang berfungsi mewadahi kepentingan berbelanja pedagang sayur eceran dan masyarakat sekitar dalam skala besar. Latar belakang perancangan pasar keputran ini adalah dengan bergesernya minat masyarakat dalam berbelanja. Masyarakat lebih memilih berbelanja pada pasar modern dan online dibandaingkan berbelanja secara langsung pada pasar tradisional. Dasar dari pergeseran minat itu adalah anggapan masyarakat bahwa pasar tradisional adalah pasar yang kotor, bau, dan tidak tertata dengan baik. Pasar yang akan terdesain nanti akan memiliki beberapa area, yang terdiri dari area pasar utama itu sendiri, area utilitas, dan area tambahan. Pada pasar utama area akan dibagi menjadi area ikan, area daging, dan area sayur. Pada bagian pasar utama diberikan juga fasilitas tambahan berupa area sembako, area berdagang hobi dan area foodcourt. Pada area utilitas terdiri dari area PLN, genset, Loading barang, Penampungan ikan, Pemrosesan ungags, Penyimpanan daging dan sayur, dan area pemrosesan kompos. Pada area tambahan terdiri dari Musholla, area tunggu porter, dan area pengelola. Pendekatan desain yang dipilih adalah pendekatan sistem dan perilaku. Pendekatan perilaku diperlukan karena dasar permasalahan adalah perilaku masyarakat yang tidak sesuai. Pendekatan sistem dipilih karena cara merubah perilaku masyarakat itu perlu menggunakan sistem yang tepat, sehingga dapat teratasi dengan maksimal. Konsep yang muncul dari pendekatan tersebut adalah efektif dan efisien. Dalam perancangan pasar ini, perlu adanya sistem yang efektif dan efisien, agar masyarakat mau datang ke pasar keputran ini.
Fasilitas Wisata Edukasi Pengolahan Bambu di Kabupaten Mojokerto Joan Chrisanti
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fasilitas Wisata Edukasi Pengolahan Bambumerupakan perancangan fasilitas wisata untukseluruh masyarakat Indonesia khususnya Jawa Timurdan komunitas pecinta bambu. Desain ini didasarioleh masalah dimana proses perlakukan danpengrajin bambu yang eksklusif sehingga masyarakatmasih asing akan potensi bambu, padahal bambuadalah material yang berkelanjutan dan merupakankekayaan Indonesia. Tapak berada di Trawas,Kabupaten Mojokerto yang merupakan kawasanwisata dengan target Pusat kegiatan Lokal promosi(PKLp). Masalah desain yang diangkat adalahbagaimana desain mampu membawa publikberwisata sambil belajar dengan mengalami bambudidalam arsitektur kontemporer. Maka didalammendesain, pendekatan perancangan menggunakanteori Hannah Ahlblad untuk mengkombinasikanbambu dengan praktik kontemporer, dan teoriJuhanni Pallasma untuk memperoleh pengalamanruang dengan sistem sensori. Perancangan mengacupada empat zona, yang sesuai analisis fasilitas danaktivitas pengguna. Selain itu untuk menarikpengunjung dan keberlanjutan fasilitas, maka perluadanya keunikan desain. Pendalaman perancanganmerupakan elaborasi kelanjutan dari bentukkontemporer dan pengalaman yang dinamis, denganmenerapkan teori temporalitas dari AT Lars. Desaintemporer diwujudkan dengan material bambu padakeempat zona yaitu, instalasi bambu, partisi bambu,ruang workshop, dan lounge restaurant.
Galeri Seni dan Ruang Kreatif Komunitas Seni di Surabaya Junior Sugiharto
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Galeri seni dan ruang kreatif komunitas seni dikota Surabaya adalah sebuah fasilitas yangdapat mewadahi kegiatan seni rupa yangdilakukan oleh mahasiswa maupun komunitasseni dari alumni UNESA di area kotaSurabaya. Bangunan galeri dan ruang kreatif inididesain dengan latar belakang belumtersedianya sarana dan prasarana yangmewadahi kegiatan seni rupa yang dilakukanoleh mahasiswa maupun komunitas dari alumniUNESA di Surabaya. Bangunan ini tidak hanyamenyediakan sarana ruang kerja untuk kegiatanseni rupa, namun bangunan ini jugamenyediakan sarana galeri untuk memamerkanhasil karya dari mahasiswa maupun komunitasalumni UNESA kepada masyarakat umum.Desain galeri ini menyesuaikan dengankebutuhan ruang yang ada, seperti ruang untukresidensi, ruang untuk kegiatan diskusi, ruanguntuk pameran. Tidak hanya membuat ruanguntuk kegiatan seni rupa, namun juga desainbangunan ini dapat membuat mahasiswa dankomunitas alumni UNESA memiliki ruangpribadi dan ruang yang dapat menyalurkanbakat mereka terhadap bidang seni rupa kepadamasyarakat umum. Selain fasilitas galeri danruang kreatif terdapat fasilitas lain yang dapatmenunjang kegiatan kesenian tersebut seperti:ruang workshop, ruang makan, ruangperpustakaan, ruang meeting dan sebagainya.Fasilitas penunjang selain digunakan olehmahasiswa dan komunitas alumni dari UNESA,juga dapat digunakan oleh masyarakat sekitaryang berkunjung ke galeri ini.
Fasilitas Perawatan dan Penangkaran Anjing dan Kucing Terlantar di Kota Blitar Aileen Janice Livia
eDimensi Arsitektur Petra Vol 9, No 1 (2021): Februari 2021
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bangunan dengan fungsi sebagai fasilitas perawatan dan penangkaran anjing dan kucing merupakan fasilitas yang menampung anjing dan kucing terlantar yang sekiranya tidak dapat bertahan hidup sendiri di lingkungan liar karena sudah terbiasa di rawat oleh pemiliknya. Angka penelantaran anjing dan kucing yang cukup tinggi di Kota Blitar cukup memprihatinkan. Ditambah adanya kemerosotan ekonomi akibat pandemi yang mengakibatkan banyak masyarakat yang memiliki peliharaan mengalokasikan biaya kebutuhan hewan untuk kebutuhan primer keluarganya, menyebabkan angka penelantaran anjing dan kucing semakin tinggi. Hal ini juga didukung karena tidak adanya penampungan di sekitar Kota Blitar bahkan di Jawa Timur, sehingga pemilik tidak memiliki pilihan lain selain menelantarkan peliharaannya di jalanan. Tujuan utama bangunan ini adalah mengurangi tingginya angka penelantaran tersebut dengan menampung hewan-hewan terlantar kedalam sebuah penampungan. Hewan-hewan tersebut akan dirawat di dalam penampungan dan akan dipersiapkan untuk adopsi. Anjing dan kucing terlantar biasanya akan memiliki memori buruk tentang manusia karena pernah ditelantarkan sekali, sehingga mereka cenderung tidak mudah percaya kepada manusia. Maka dari itu di bangunan ini akan dibentuk pola ruang yang akan menyesuaikan kebutuhan hewan-hewan tersebut untuk menjamin kenyamanan dan keamanannya selama proses rehabilitasi dan perawatan. Selain itu, terdapat fasilitas penunjang seperti klinik dan toko yang akan diklasifikasikan menjadi zona-zona tertentu sesuai kebutuhan dan akan dipisahkan dengan memanfaatkan sirkulasi ataupun ruang-ruang komunal.

Page 1 of 13 | Total Record : 121