cover
Contact Name
rustan amarullah
Contact Email
rustanamarullah8@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
borneo.jurnal@gmail.com
Editorial Address
Jl. H. M. Ardans 2 No. 36 (Ring Road III). Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Borneo Administrator: Media Pengembangan Paradigma dan Inovasi Sistem Administrasi Negara
ISSN : 18580300     EISSN : 24076767     DOI : https://doi.org/10.24258/jba
Core Subject : Social,
Jurnal Borneo Administrator is a journal that dedicated to publishing and disseminating the results of research and development in public administration area. The scope of this journal covers experimental and analytical research in public administration areas. The topics include public policy, public management, bureaucracy, public service, civil servant, public service innovation, local autonomy, and related fields.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 7 No 1 (2011)" : 6 Documents clear
EVALUASI EFISIENSI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DAN MADRASAH IBTIDAIYAH DI KALIMANTAN TIMUR Surip to
Jurnal Borneo Administrator Vol 7 No 1 (2011)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (215.664 KB) | DOI: 10.24258/jba.v7i1.67

Abstract

Education is the right of every citizen. East Kalimantan Province has a 12-year free education program. Gross enrollment ratios Primary School level in 2009 reached 112.30 percent and high school level GER ranked fourth nationally. On the other hand, East Kalimantan Province also has limitations in education facilities and infrastructure. Some barriers are factors such as land area, population distribution is uneven and limited transportation infrastructure. With these achievements and constraints, it is necessary to evaluate the education in East Kalimantan province. Furthermore, in conducting the evaluation used data analysis tools Envelopment Analysis (DEA) model of Banker Charnes and Cooper (BCC) with output orientation. Results Analysis showed that District/Municipality covers a relatively efficient Paser District, Berau District, Manilau District, Balikpapan Municipality, Samarinda Municipality Penajam Paser District, Tarakan Municipality, East Kutai District, West Kutai District, and Bontang Municipality. While the relatively inefficient covering Kutai Kartanegara District, Bulungan District, Nunukan District, District/Municipality that became a reference in the increased efficiency is Paser District, Berau District, Samarinda and Bontang Municipalities. Furthermore, the Municipality of Samarinda is the most efficient evaluation unit and at most be a reference to increased efficiency.Keywords : evaluation, education, eficiency, and East Kalimantan.Pendidikan adalah hak setiap warga Negara. Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) telah memiliki program pendidikan gratis 12 tahun. Angka Partisipasi Kasar (AKP) jenjang Sekolah Dasar (SD) pada tahun 2009 mencapai 112,30 persen dan APK jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) Kaltim menempati urutan ke-empat nasional. Disisi lain, Provinsi Kaltim  juga menghadapi kendala keterbatas dalam sarana dan prasarana pendidikan. Kendala tersebut disebabkan beberapa faktor antara lain luasnya wilayah, penyebaran penduduk yang tidak merata dan terbatasnya prasarana trasportasi. Dengan prestasi dan Kendala tersebut, maka perlu dilakukan evaluasi  penyelenggaraan pendidikan di Provinsi Kaltim? Selanjuntya, dalam melakukan evaluasi digunakan alat analisis Data Envelopment Analysis (DEA) model Banker, Charnes, dan Cooper (BCC) dengan orientasi output. Hasil Analisis menunjukan bahwa kabupten/kota yang relatif efisien meliputi Kabupaten Paser, Kabupaten Berau, Kabupaten Manilau, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Penajam Paser  Utara, Kota Tarakan. dan Kota Bontang. Sedangkan yang relatif belum efisien meliputi Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Bulungan, Kabupaten Nunukan, Kabupten/kota yang menjadi referensi dalam peningkatan efisiensi adalah Kabupaten Paser, Kabupaten Berau, Kota Bontang dan Kota Samarinda. Selanjuntya, Kota Samarinda merupakan unit evaluasi yang paling efisien dan paling banyak menjadi referensi peningkatan efisiensi.Kata kunci: evaluasi, pendidikan, efisien dan Kaltim
MENYONGSONG REFORMASI BIROKRASI TAHAP KEDUA MELALUI PENINGKATAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK Meili ana
Jurnal Borneo Administrator Vol 7 No 1 (2011)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (243.852 KB) | DOI: 10.24258/jba.v7i1.68

Abstract

Improved governance at this time is encouraged through the implementation of bureaucratic reforms program that has entered the second stage (2010-2014). One considerable area of change in the bureaucratic reform that needs to be improved is public services, especially in the current era of regional autonomy nowadays where the regions have opportunity to innovate, be creative, and create the best model to achieve improved quality of service to the community. One important effort suggested by the author to improve the quality of public services is to do public service management reform, to fulfill completeness of organizational development, and implementation of zero management in public service activities. If this can be implemented, it is expected that people's satisfaction is achieved, which together will show the better performance of the government, and in the aggregate will show the successful implementation of bureaucratic reforms.Keywords : Bureaucratic reform, public service, regional autonomyPerbaikan tata kelola pemerintahan yang saat ini digalakkan melalui pelaksanaan program reformasi birokrasi sudah memasuki tahapan atau gelombang kedua (2010-2014). Salah satu area perubahan reformasi birokrasi yang cukup penting untuk ditingkatkan adalah pelayanan publik, terutama di era otonomi daerah saat ini yang memberikan kesempatan kepada daerah untuk berinovasi, berkreasi, dan menciptakan model terbaik demi pencapaian peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Upaya penting yang disarankan oleh penulis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik adalah dengan melakukan pembenahan manajemen pelayanan publik, memenuhi kelengkapan pengembangan organisasi, serta penerapan manajemen zero dalam aktivitas pelayanan publik. Jika hal ini mampu dilaksanakan, maka diharapkan kepuasan masyarakat akan tercapai, yang secara bersinergi menunjukkan kinerja pemerintahan yang semakin baik, dan secara agregat menunjukkan keberhasilan pelaksanaan reformasi birokrasi. Kata Kunci : Reformasi Birokrasi, Pelayanan Publik, Otonomi Daerah
Akuntabilitas Eksistensi Organisasi Non Pemerintah dalam Perspektif Governance (Studi terhadap Yayasan Lembaga Pembinaan Masyarakat Desa Lampung) Dedy Hermawan, Sumartono, Soesilo Zauhar, dan M.R. Khairul Muluk
Jurnal Borneo Administrator Vol 7 No 1 (2011)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.608 KB) | DOI: 10.24258/jba.v7i1.69

Abstract

Theresearch aims to detect and understanding accountability of organization existence YLPMD Lampung with governance paradigm. This research use qualitative method with grounded research approaches with reason is to build theory that start from data. The research finding shows that YLPMD Lampung to carry out accountability organization existence passes some mechanisms, they are: 1). Clarifying guiding philosophy, vision and mission, and goal; 2). Improving certainty and law status clarity; 3). Actuating organization chart based on program; 4). Improving democratic leadership pattern; and 5). Strenghening decision making mechanism and responsibility. The result of this study also provides information that through the implementation of mechanism have been closer NGOs YLPMD Lampung on values such as trust, responsiveness, healthy organization climate, legality and public legitimacy, clarity direction of the organization, rules and laws, and the acceptance of stakeholders and the public. As the research findings, this study proposed a proposition that when the NGO implementing the mechanism of accountability through clarifying guiding organizational philosophy, vision, mission and goals with the foundation of the real problems of society; legal status, structure, functions, and relations between structure–based focus of the work; strong leadership the ideology of civil society, networks, and togetherness; and decision-making mechanisms, and accountabilit. The NGOs can make use accountability values such as trust, responsiveness, healthy organizational climate, legality and public legitimacy, clarity direction of the organization, rules and laws, and stakeholders and public acceptance”.  Keyword :  governance, accountability, NGOPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami akuntabilitas keberadaan Ornop YLPMD Lampung dengan paradigma governance. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan grounded research dengan alasan untuk membangun teori, khususnya teori substantif, yang berasal dari data. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa akuntabilitas eksistensi organisasi YLPMD Lampung yang diwujudkan melalui mekanisme: 1). Kejelasan guiding philosophy, visi, misi dan tujuan organisasi; 2). Kejelasan status hukum organisasi; 3). Kejelasan struktur organisasi, fungsi dan relasi antar struktur organisasi; 4). Aturan formal kepemimpinan  dalam organisasi; dan 5). Aturan dan pelaksanaan mekanisme pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban. Hasil penelitian ini juga memberikan informasi bahwa melalui pelaksanaan mekanisme-mekanisme telah mendekatkan Ornop YLPMD Lampung pada nilai-nilai seperti trust, responsiveness, iklim berorganisasi sehat, legalitas dan legitimasi publik, kejelasan arah organisasi, rule and laws, dan penerimaan stakeholders dan masyarakat. Sebagai temuan penelitian, studi ini mengajukan suatu proposisi bahwa ketika Ornop menjalankan mekanisme akuntabilitas keorganisasian melalui kejelasan guiding philosophy, visi, misi dan tujuan dengan landasan persoalan nyata masyarakat; status hukum; struktur, fungsi, dan relasi antar struktur berbasis fokus kerja; kepemimpinan yang kuat secara ideologi civil society, jaringan, dan kebersamaan; dan mekanisme pengambilan keputusan, dan pertanggungjawaban. Ornop dapat menggunakan nilai-nilai akuntabilitas seperti trust, responsiveness, iklim berorganisasi sehat, legalitas dan legitimasi publik, kejelasan arah organisasi, rule and laws, dan penerimaan stakeholders dan masyarakat.”Kata kunci: governance, akuntabilitas, Ornop
DAMPAK PELAKSANAAN KEBIJAKAN PENGHAPUSAN RETRIBUSI PERIKANAN (Studi Kasus di Kabupaten Subang, Jawa Barat) Radityo Pramoda, Risna Yusuf, dan Manadiyanto
Jurnal Borneo Administrator Vol 7 No 1 (2011)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.034 KB) | DOI: 10.24258/jba.v7i1.70

Abstract

Minister of Marine Affairs and Fisheries policy to remove fishery retribution, is intended to ease the burden and increase the income of fishermen. The implementation still cannot yet to be implemented in Subang Regency, due to the absence of the clarity of legal instruments and mechanisms for compensation for the elimination of fisheries retributions. The purpose of this research is to determine the impact of regional income, fish market operations, and fishermen, if elimination of fisheries retributions applied in Subang Regency. Analysis of research is conducted by using descriptive exploratory method through to case study approach, supported by primary and secondary data. The results showed, if the fishery retribution abolished: First, it would reduce this source of revenue assets Subang Regency; Second, it will cause the fishing Blanakan Sub-district helpless when experiencing difficulties; Third, there will be no impact of fish market in Blanakan Sub-district. The terms of policy implications, government (Ministry of Marine Affairs and Fisheries) should make a rule (Peraturan Menteri) to remove the fisherie retribution, and provide solutions of compensations mechanism to remove of fisheries retribution.Keywords: Impact, Policy, Abolition, Fishery retributionKebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk menghapus retribusi perikanan, dimaksudkan guna meringankan beban dan meningkatkan pendapatan nelayan. Implementasinya masih belum dapat diterapkan di Kabupaten Subang, karena tidak diikuti kejelasan instrumen hukum dan mekanisme kompensasi atas dihapuskannya retribusi perikanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adanya dampak terhadap PAD, operasional TPI, dan nelayan, jika penghapusan retribusi perikanan diterapkan di Kabupaten Subang. Analisa penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif exploratif melalui pendekatan studi kasus, yang didukung data primer dan sekunder. Hasil penelitian menunjukkan, jika retribusi perikanan dihapuskan: pertama, mengurangi sumber aset PAD Kabupaten Subang; kedua, menyebabkan nelayan Kecamatan Blanakan tidak ada yang membantu apabila mengalami kesulitan; ketiga, tidak berdampak terhadap TPI di Kecamatan Blanakan. Implikasi kebijakannya adalah bahwa pemerintah (KKP) harus membuat Peraturan Menteri untuk menghapus retribusi perikanan, dan memberikan solusi mekanisme kompensasi untuk menghapus retribusi perikanan. Kata kunci: Dampak, Kebijakan, Penghapusan, Retribusi perikanan
ANCAMAN BENCANA DAN KEBIJAKAN PENANGANANNYA DI DAERAH Rustan A. dan Ferry Firdaus
Jurnal Borneo Administrator Vol 7 No 1 (2011)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (313.978 KB) | DOI: 10.24258/jba.v7i1.71

Abstract

This article is set to explore the important role at Indonesian local government which have been mandated by the constitution to manage disasters in their respective regions. It also encourages that sustainable disaster management be included in the local governments development plan documents, in order to strenghten the understanding of that disaster management is one of main responsibilities of the government in providing protection to its people. It is also suggested that there be eight points/ areas of participation in managing disaster which are expected to provide cleaner patterns in local disaster management before, and after the disaster takes place.Key words : disaster threat, policy handling in regionsArtikel ini mencoba mengupas peran penting Pemerintah Daerah yang telah diberikan kewenangan oleh konstitusi dalam rangka penanganan bencana diwilayahnya. Penulis mendorong agar penanganan bencana dapat secara berkesinambungan dimasukkan ke dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, juga memberikan penguatan pemahaman bahwa penanganan bencana adalah salah satu tugas utama Pemerintah Daerah dalam rangka memberikan perlindungan kepada masyarakat. Diakhir tulisan, penulis merumuskan konsep delapan titik partisipasi penanganan bencana di daerah yang diharapkan dapat memberikan arah dan pola yang lebih jelas dalam penanganan bencana di daerah, pada saat dan setelah bencana terjadi.Kata kunci : ancaman bencana, kebijakan penanganan di daerah  
Diskresi Birokrasi Ferry Firdaus
Jurnal Borneo Administrator Vol 7 No 1 (2011)
Publisher : Puslatbang KDOD Lembaga Administrasi Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.552 KB) | DOI: 10.24258/jba.v7i1.137

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol. 21 No. 2 (2025): Agustus 2025 Vol. 21 No. 1 (2025): April 2025 Vol. 20 No. 3 (2024): December 2024 Vol. 20 No. 2 (2024): August 2024 Vol. 20 No. 1 (2024): April 2024 Vol 19 No 3 (2023): December 2023 Vol 19 No 2 (2023): August 2023 Vol 19 No 1 (2023): April 2023 Vol 18 No 3 (2022): December 2022 Vol 18 No 2 (2022): August, 2022 Vol 18 No 1 (2022): April 2022 Vol 17 No 3 (2021): December 2021 Vol 17 No 2 (2021): August, 2021 Vol 17 No 1 (2021): April 2021 Vol 16 No 3 (2020): Desember 2020 Vol 16 No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 16 No 1 (2020): April 2020 Vol 15 No 3 (2019): Desember 2019 Vol 15 No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 15 No 1 (2019): April 2019 Vol 14 No 3 (2018): Desember 2018 Vol 14 No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 14 No 1 (2018): April 2018 Vol 13 No 3 (2017): Desember 2017 Vol 13 No 2 (2017): Agustus 2017 Vol 13 No 1 (2017): April 2017 Vol 12 No 3 (2016): Desember 2016 Vol 12 No 2 (2016): Agustus 2016 Vol 12 No 1 (2016): April 2016 Vol 11 No 3 (2015): Desember 2015 Vol 11 No 2 (2015): Agustus 2015 Vol 11 No 1 (2015): April 2015 Vol 10 No 3 (2014): Desember 2014 Vol 10 No 2 (2014): Agustus 2014 Vol 10 No 1 (2014): April 2014 Vol 9 No 3 (2013) Vol 9 No 2 (2013) Vol 9 No 1 (2013) Vol 8 No 3 (2012) Vol 8 No 2 (2012) Vol 8 No 1 (2012) Vol 7 No 3 (2011) Vol 7 No 2 (2011) Vol 7 No 1 (2011) Vol 6 No 3 (2010) Vol 6 No 2 (2010) Vol 6 No 1 (2010) Vol 5 No 3 (2009) Vol 5 No 2 (2009) Vol 5 No 1 (2009) Vol 4 No 3 (2008) Vol 4 No 2 (2008) Vol 4 No 1 (2008) Vol 3 No 3 (2007) Vol 3 No 2 (2007) Vol 3 No 1 (2007) Vol 2 No 3 (2006) Vol 2 No 2 (2006) Vol 2 No 1 (2006) Vol 1 No 3 (2005) Vol 1 No 2 (2005) Vol 1 No 1 (2005) More Issue