cover
Contact Name
Hasan
Contact Email
jurnal.opsi@upnyk.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
eko_nsby072@upnyk.ac.id
Editorial Address
d.a Jalan Babarsari 2 Tambakbayan Yogyakarta 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
OPSI
ISSN : 16932102     EISSN : 26862352     DOI : https://doi.org/10.31315/opsi
Core Subject : Engineering,
Jurnal OPSI adalah Jurnal Optimasi Sistem Industri yang diterbitkan oleh Jurusan Teknik Industri UPN “Veteran” Yogyakarta sebagai wahana publikasi hasil karya ilmiah, penelitian rekayasa teknologi di bidang Teknik Industri, Sistem Industri, Manajemen Industri dan Teknologi Informasi.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102" : 5 Documents clear
PENJADWALAN PROYEK DENGAN PENERAPAN SIMULASI MONTE CARLO PADA METODE PROGRAM EVALUATION REVIEW AND TECHNIQUE (PERT) Widya Nurul Shofa; Irwan Soejanto; Trismi Ristyowati
OPSI Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (608.284 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v10i2.2110

Abstract

PT At Taqwa Sejahtera has implemented of residential development that duration about 152 day. Due to delay in the supply of primary raw materials, the processing time getting longer or not accordance to planning schedule on October 27, 2017. The project delay have impact on the company which will given punishment.The aim of this study research to the evaluate the project implementation schedule and project scheduling for more optimal time, with the best probability, and minimize the influence of the causes of delays to the project completion time. Project scheduling processing is done by using Program Evaluation Review and Technique (PERT) and implementation with Monte Carlo simulation using Ms Excel software.Based on data processing, the calculation of the project point accelerated time to 147 days with cost Rp 417.315.909,25 and probability of 63%, whereas with the application of Monte Carlo simulus the average conviction rate is at 156 days with cost Rp 402,310,654.25 and probability of 94%.  
ANALISIS INTENSITAS CAHAYA PADA AREA PRODUKSI TERHADAP KESELAMATAN DAN KENYAMANAN KERJA SESUAI DENGAN STANDAR PENCAHAYAAN Bobby Guntur; Gunawan Madyono Putro
OPSI Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.09 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v10i2.2106

Abstract

Keselamatan dan kenyamana kerja merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan, salah satunya adalah pencahayaan ruangan. Intensitas cahaya adalah banyaknya cahaya ada pada suatu luas permukaan, merupakan aspek lingkungan fisik yang sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan kerja.Dalam penelitian ini  menggunakan metode ergonomi dengan tujuan menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh menteri kesehatan pada tiap area sesuai dengan jenis kegiatan yang ada. Pengambilan data menggunakan alat pengukur cahaya yaitu luxmeter dan menentukan tingkat pencahayaan ruangan yang standar sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan No.1405/MENKES/SK/XI/2001. Dari hasil pergukuran langsung intensitas cahaya pada masing-masing area produksi dengan menggunakan luxmeter bahwa area produksi mendapatkan pencahayaan yang tertinggi yaitu 236 lux, namun masih tidak sesuai standar yang di tentukan oleh menteri kesehatan yaitu 300 lux. Oleh karena itu intensitas cahaya diseluruh area produksi untuk saat ini masih kurang baik bagi keamanan dan kenyamanan pekerja. Untuk meningkatkan intensitas cahaya pada area produksi agar dapat memenuhi standar pencahayaan yaitu 300 lux maka setiap area produksi diperlukan penambahan jumlah lampu atau penggantian jenis lampu di setiap area produksi.
Peningkatan Hasil Produksi melalui Pemanfaatan Alat Pendingin Kue Lapis Double Fan Pada Kelompok Usaha Makanan Ringan “ASIH” Dusun Kwasen Desa Srimartani Kecamatan Piyungan Kabupaten Bantul Yogyakarta Laila Nafisah; Ahmad Muhsin
OPSI Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (516.727 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v10i2.2107

Abstract

   Kelompok usaha  “ASIH” merupakan salah satu bentuk usaha warga yang terdiri dari 7 keluarga yang memproduksi berbagai macam makanan untuk keperluan hajatan dan lain sebaginya khususnya pembuatan kue lapis basah. Kelompok Usaha  “ASIH” memproduksi kue lapis yang dipasarkan dengan 2 cara untuk memenuhi permintaaan konsumen yaitu melalui pasar tradisional setiap pagi dan menerima pesanan dari warga. Kue lapis yang dihasilkan juga sering dipesan untuk keperluan hidangan dalam berbagi keperluan hajat warga seperti pernikahan, pertemuan warga, pengajian, maupun pesta lain. Penerimaan pesanan yang banyak yang datang dari berbagai kalangan menjadi keuntungan namun juga menjadi kendala. Banyaknya pesanan tidak serta merta dapat diterima karena beberapa keterbatasan, diantaranya adalah keterbatan alat produksi.Proses produksi dalam pembuatan kue lapis yang memerlukan waktu lama, sekitar 12 jam menjadi salah satu pertimbangan terhadap beberapa permintaan yang datang akan diterima atau tidak, disamping jumlah pesanan yang diminta. Lamanya waktu produksi membatasi kemampuan jumlah produksi dalam setiap harinya. Pesanan yang dijadwalkan akan diambil oleh pembeli pada esok pagi hari maka mulai pengerjaannya sudah dilakukan sejak sore hari sebelumnya. Waktu paling lama dalam proses pembuatan kue lapis sejak persiapan bahan baku sampai tahap pengemasan terletak pada proses pendinginan yang memakan waktu lama kurang lebih 7 jam. Proses pendinginan dilakukan secara manual dengan cara diangin-anginkan sampai suhu turun dan menjadi dingin, kue lapis akan mengeras sehingga dapat dipotong-potong kemudian dikemas sesuai ukuran permintaan konsumen            Teknologi yang diberikan pada kegiatan pengabdian masyarakat yang di Kelompok Usaha “ ASIH”  Dusun Kwasen adalah  perancangan alat pendingin kue lapis dengan menggunakan Double Fan. Alat ini bertujuan untuk mempercepat proses pendinginan pada proses produksi kue lapis yang sebelumnya hanya mengandalkan pendinginan manual. Prinsip kerja alat pendingin kue lapis adalah dengan memasang motor penggerak yang akan memutarkan baling-baling sehingga menghasilkan perputaran angina. Angin yang diambil dari luar dan kemudian dialirkan kedalam ruang  alat pendingin yang dirancang khusus untuk pendinginan kue lapis agar dihasilkan pendinginan yang merata. Perputaran angin dapat diatur kecepatan dan penggunaannya dalam ruang lain, hal ini untuk menghemat penggunaan daya listrik.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU DENGAN METODE ECONOMIC ORDER QUANTITY DAN KANBAN PADA PT ADYAWINSA STAMPING INDUSTRIES Noor Apriyani; Ahmad Muhsin
OPSI Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.185 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v10i2.2108

Abstract

PT Adyawinsa Stamping Industries merupakan salah satu perusahaan yang tergabung dalam Adyawinsa Dinamika Group dimana perusahaan ini bergerak dalam bidang otomotif di Indonesia. PT Adyawinsa Stamping Industries melakukan pencetakan, sub-assembly suku cadang untuk kendaraan roda empat yang telah berdiri sejak 2005. Dalam menjalankan produksinya, PT Adyawinsa Stamping Industries sering terjadi kondisi jumlah persediaan bahan baku mendekati stockout terutama pada material bagian mobil dengan nomor seri AA-437 (58371-BZ130). Hal ini dikarenakan adanya ketidakpastian dalam menentukan jumlah pembelian bahan baku yang optimal dan keterlambatan pemesanan bahan baku. Economic Order Quantity (EOQ) merupakan suatu teknik untuk melakukan pengadaan persediaan bahan baku pada suatu perusahaan yang menentukan berapa jumlah pesanan yang ekonomis untuk setiap kali pemesanan dengan frekuensi yang telah ditentukan serta kapan dilakukan pemesanan kembali. Metode ini bertujuan untuk meminimalkan Total Inventory Cost. Penggunaan metode ini juga dapat menekan biaya-biaya persediaan sehingga efesiensi persediaan berjalan dengan baik dan dapat tercapai jumlah unit pemesanan yang optimal dengan menekan biaya seminimal mungkin. Metode EOQ memberikan kuantitas pemesanan yang paling optimal dengan mengeluarkan biaya per periode pada bahan baku produk AA-437 sebesar Rp 1.377.668.782,00 sedangkan untuk metode Kanban sebesar Rp 1.396.108.693,00. Persediaan pengaman apabila menggunakan metode EOQ sebesar 1582 unit sedangkan menggunakan metode Kanban sebesar 110 unit.
PENENTUAN HARGA PRODUK PLYWOOD MENGGUNAKAN METODE ACTIVITY BASED COSTING SYSTEM Nugroho Noto Susanto; Mochammad Chaeron; Sutrisno Sutrisno
OPSI Vol 10, No 2 (2017): ISSN 1693-2102
Publisher : Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknologi Industri UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (790.544 KB) | DOI: 10.31315/opsi.v10i2.2109

Abstract

PT Mapan Wijaya adalah perusahaan yang memproduksi plywood. Plywood merupakan material papan yang tersusun dari beberapa lapis kayu melalui proses perekatan dan pemampatan tekanan tinggi. Harga pasar produk plywood sangat dipengaruhi oleh perilaku konsumen, jika daya konsumtif turun maka dapat terjadi penurunan harga pasar dan sebaliknya. PT. Mapan Wijaya dalam menentukan harga produk plywood hanya mengikuti keadaan harga pasar, tanpa mempertimbangkan informasi mengenai biaya produksi. Hal tersebut menyebabkan perusahaan tidak bisa mengetahui besarnya keuntungan secara pasti. Tujuan penelitian ini adalah menentukan harga produk plywood secara  lebih akurat dengan mempertimbangkan informasi-informasi biaya di dalam proses produksi. Metode yang digunakan adalah Activity Based Costing (ABC) System dengan melakukan 7 langkah, yaitu: mengidentifikasi produk yang menjadi obyek biaya, menghitung biaya langsung produk plywood, memilih dasar pengalokasian biaya yang akan digunakan untuk mengalokasikan biaya tidak langsung ke produk plywood, mengidentifikasi biaya tidak langsung yang berkaitan dengan setiap dasar alokasi biaya, menghitung tarif per kubik dasar alokasi biaya guna mengalokasikan biaya tidak langsung ke produk, menghitung biaya tidak langsung yang dialokasikan ke produk plywood dan menghitung total biaya produk dengan menjumlahkan semua biaya.Harga produk plywood dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) System yang mempertimbangkan informasi-informasi dalam proses produksi adalah sebesar Rp 3.426.550,45 per meter kubik. 

Page 1 of 1 | Total Record : 5