cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
agrivet@upnyk.ac.id
Editorial Address
Jalan SWK 104 (Lingkar Utara) Condongcatur, Yogyakarta 55283
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Agrivet
ISSN : 14103796     EISSN : 27226018     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Agrivet (ISSN: 1410-3796) adalah jurnal ilmiah yang mempublikasikan hasil penelitian dan ulasan mengenai berbagai aspek yang terkait dengan Agronomi dan bidang pertanian yang terkait (Budidaya Tanaman, Pemuliaan Tanaman, Hama Penyakit Tanaman dan Sumber Daya Lahan). Agrivet diterbitkan oleh Prodi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Yogyakarta.
Arjuna Subject : -
Articles 11 Documents
Search results for , issue "Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET" : 11 Documents clear
APLIKASI POC DAN MOL REBUNG BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Alfani, Ananda Intan; Sasmita, Ellen Rosyelina; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.11212

Abstract

Produksi kacang panjang di Indonesia belum mampu mencukupi kebutuhan konsumen sehingga memerlukan upaya untuk meningkatkan produksinya. Penelitian bertujuan untuk mengetahui interaksi antara POC dan MOL rebung bambu, perbedaan antara perlakuan kontrol dengan kombinasi perlakuan, serta menentukan konsentrasi POC dan MOL rebung bambu terbaik. Penelitian dilaksanakan April-Juni 2023 di Dusun Pelem. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap faktorial (3x3)+1. Faktor I konsentrasi POC dengan 3 taraf yaitu 3 ml/l, 6 ml/l, dan 9 ml/l. Faktor II konsentrasi MOL rebung bambu dengan 3 taraf yaitu 150 ml/l, 200 ml/l, dan 250 ml/l. Kontrol menggunakan pupuk NPK. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara perlakuan POC dan MOL rebung bambu pada parameter panjang sulur 35 HST dan bobot polong per petak. Kombinasi perlakuan POC dan MOL rebung bambu dengan perlakuan kontrol tidak menunjukkan perbedaan terhadap semua parameter. Perlakuan POC 9 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST, umur berbunga, bobot biji kering per tanaman, jumlah polong per tanaman, bobot polong per tanaman, sedangkan MOL rebung bambu 200 ml/l merupakan konsentrasi paling baik pada parameter panjang sulur 35 HST dan jumlah polong per tanaman.
Respon Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.) pada Berbagai Jenis Pupuk Kotoran Hewan dan Agensia Hayati Istiqomah, Salsabela Allam; Herastuti, Heti; Padmini, Oktavia Sarhesti; Khairunisa, Laras
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12064

Abstract

Budidaya tomat dengan pupuk kimia tanpa pupuk organik dapat menurunkan produktivitas lahan. Pemupukan kimia secara berlebihan membawa dampak negatif berupa pencemaran tanah sehingga perlu dilakukan pemupukan berimbang dengan pupuk organik untuk meningkatkan produktivitas lahan dan produktivitas tanaman. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh jenis pupuk kotoran hewan dan agensia hayati dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman tomat. Metode penelitian lapangan (3 x 3) + 1 kontrol disusun dengan RAKL. Faktor pertama, jenis pupuk kotoran hewan yaitu sapi, kambing, dan ayam masing-masing 20 ton/ha. Faktor kedua, jenis agensia hayati yaitu Trcihoderma sp., Mikoriza, dan PGPR masing-masing 20 g/tanaman. Analisis menggunakan Sidik Ragam taraf 5% dan uji lanjut DMRT taraf 5%. Untuk membandingkan antara perlakuan dengan kontrol dilakukan Uji Kontras Orthogonal. Terdapat interaksi antara kombinasi perlakuan jenis pupuk kotoran hewan ayam dengan jenis agensia hayati Mikoriza. Jenis pupuk kotoran hewan ayam memberikan hasil lebih baik pada parameter jumlah daun 21 HST, 28 HST, dan 35 HST; umur mulai berbunga dan mulai panen; jumlah buah per dompol dan per tanaman; serta bobot buah per buah dan per dompol. Jenis agensia hayati Mikoriza memberikan hasil lebih baik pada parameter tinggi tanaman; diameter batang; jumlah daun; umur mulai berbunga dan mulai panen; jumlah buah per dompol dan per tanaman; serta bobot buah per buah dan per dompol.
METODE SKARIFIKASI FISIK DAN KIMIAWI BENIH TERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBIT SRIKAYA (Annona squamosa L.) Zinji, Sya'dun; Supriyanta, Bambang; Kasim, M Husain; Suryawati, Ami
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12073

Abstract

Benih srikaya (Annona squamosa L.) mengalami dormansi karena memiliki kulit tebal, keras sehingga bersifat impermeabel terhadap air dan gas yang menghambat perkecambahan. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh skarifikasi fisik dan kimiawi benih terhadap perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya. Penelitian ini merupakan percobaan laboratorium dan lapangan dengan rancangan acak lengkap (RAL) pada pembenihan dan rancangan acak kelompok lengkap (RAKL) pada pembibitan. Perlakuan dalam penelitian ini yaitu: S0: tanpa perlakuan apapun, S1: Pengamplasan ujung benih, S2: Pengamplasan perut benih, S3: Pengamplasan pangkal benih, S4: Perendaman H2SO4 20%, S5: Perendaman H2SO4 30%, S6: Perendaman dengan air panas 100°C, S7: Perendaman dengan air panas 80°C, S8: Perendaman dengan air panas 60°C. Data hasil pengamatan dianalisis dengan Analisis of Variance (ANOVA) taraf 5% dan dilanjutkan dengan uji Scott-Knott.Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik adalah skarifikasi pengamplasan pada perut benih (S2) yang memiliki nilai optimal pada seluruh variabel pengamatan. Perlakuan skarifikasi kimia dengan perendaman asam sulfat (H2SO4) konsentrasi 20% (S4) dapat meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya (Annona squamosa L.) dibandingkan dengan perlakuan S0 pada variabel pengamatan daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan jumlah daun. Perlakuan skarifikasi fisik perendaman dengan air panas 60°C (S8) dapat meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan bibit srikaya (Annona squamosa L.) dibandingkan dengan perlakuan S0 pada variabel pengamatan daya berkecambah, kecepatan berkecambah dan jumlah daun.
PEMBERIAN PUPUK KOTORAN SAPI DAN PGPR AKAR BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG PANJANG (Vigna sinensis L.) Damayanti, Alifia Surya; Suwardi, Suwardi Suwardi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12075

Abstract

Setiap tahun, permintaan pasar terhadap komoditas kacang panjang semakin meningkat, sehingga diperlukan upaya untuk memenuhi permintaan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh aplikasi pupuk kotoran sapi dan PGPR akar bambu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang panjang. Penelitian dilaksanakan di Sorogenen, Sorosutan, Umbulharjo, Yogyakarta mulai April - Juni 2023. Percobaan lapangan dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) yang terdiri dari 2 faktor dan 1 kontrol. Faktor pertama dosis pupuk kotoran sapi 3 taraf yaitu (20, 30, dan 40 ton/ha). Faktor kedua konsentrasi PGPR akar bambu 3 taraf yaitu 5, 10, dan 15 mL/liter. Bobot brangkasan basah per unit percobaan dan panjang polong per tanaman saling berinteraksi. Perlakuan dosis pupuk kotoran sapi 30 dan 40 ton/ha memberikan hasil terbaik pada parameter tinggi tanaman 35 dan 49 HST, jumlah daun, jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong segar per unit percobaan, dan berat polong segar per hektar. Parameter jumlah cabang, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong segar per unit percobaan, dan berat polong segar per hektar menunjukkan perlakuan konsentrasi PGPR 15 mL/liter memberikan hasil yang terbaik. Dalam hal panjang polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong segar per hektar, berat polong segar per unit percobaan, dan berat brangkasan basah per unit percobaan, kombinasi perlakuan lebih baik dari tanaman kontrol.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes) DI SUNGAI BRAHIM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI MENTIMUN (Cucumis sativus L.) Rusmana, Azhar Indra; Ndruru, Eva Kristyan
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12684

Abstract

Eceng gondok dapat bermanfaat sebagai bahan organik dalam industri pertanian, tetapi pertumbuhannya yang tidak terkendali dapat menimbulkan masalah dalam ekosistem perairan. Pertumbuhannya yang cepat dapat menghalangi aliran udara, menyebabkan transpirasi, dan menghambat pertumbuhan biota di perairan sekitar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji pemberian dosis pupuk organik cair dan kompos berbahan baku eceng gondok untuk budidaya mentimun. Percobaan faktorial dengan dua komponen yang digunakan dalam tiga ulangan diimplementasikan melalui Rancangan Acak Kelompok (RAK). Pertama, dosis pupuk kompos eceng gondok: 0 gram per tanaman (p0), 200 gram per tanaman (p1), dan 400 gram per tanaman (p2). Kedua, pemberian dosis pupuk organik cair eceng gondok: 0 mili per liter (d0), 100 mili per liter (d1), 200 mili per liter (d2), dan 300 mili per liter (d3). Analisis varians dengan taraf 5% digunakan dalam menganalisis data. Jika terdapat pengaruh signifikan maka di uji lanjut dengan Duncan Multiple Range Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya Interaksi pada panjang sulur, jumlah daun, nisbah pupus akar, jumlah buah, bobot buah per tanaman, dan per petak. Dosis pupuk kompos eceng gondok yang optimum adalah 200 gram per tanaman, dan dosis pupuk cair organik eceng gondok yang optimum adalah 200 mili per liter
PERKECAMBAHAN DARI BIJI CIPADESSA BACCIFERA PADA MEDIA TANAM BERBEDA DALAM UPAYA KONSERVASI TUMBUHAN KOLEKSI KEBUN RAYA BOGOR Dhavalyra, Salwa; Isda, Mayta Novaliza; Damayanti, Frisca
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.12916

Abstract

Kebun Raya Bogor merupakan salah satu tempat konservasi ex situ yang memiliki banyak tanaman langka sebagai koleksi salah satu tanaman yang berada di kebun tersebut adalah Cipadessa baccifera. Sampai sekarang belum ada ditemukan anakan baru di Kebun Raya Bogor selain pohon induk diduga perbanyakan tanaman ini sulit dilakukan akibat media tanam yang kurang optimal. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian tentang media yang cocok untuk perkecambahan biji Cipadessa baccifera sehingga dapat dilakukan perlindungan pada jenis tanaman ini. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh perkecambahan dan pertumbuhan dari biji C. baccifera pada berbagai media kecambah serta menentukan media terbaik dari perkecambahan dan pertumbuhan dari biji C. baccifera. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu arang sekam, pasir malang, topsoil, dan campuran arang sekam, pasir malang, dan topsoil dengan perbandingan 1:1:1 yang diulang sebanyak 5 kali, sehingga dihasilkan 20 unit percobaan. Berdasarkan penelitian didapatkan hasil bahwa media yang optimal dalam waktu muncul plumula adalah media arang sekam dengan waktu rerata berkecambah 15 hari setelah tanam (HST). Media perkecambahan terbaik adalah menggunakan media pasir malang dengan persentase perkecambahan dan persentase perkecambahan normal sebesar 88%. Penggunaan pasir malang pada penelitian ini penting untuk perbanyakan dan konservasi Cipadessa baccifera. 
Diseases and Pests Associated with Avocado Plantation Intercropping with Mango and Durian in Watulembu, Wonogiri Poerwanto, Mofit Eko; Wicaksono, Danar; Ulilalbab, Azizah Ridha; Ajri, Miftahul
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13049

Abstract

One of strategic fruit commodities was avocado that had high economic value. Pest and diseases were main problems faced by farmers. This study identified diseases and pest associated with avocado plantation intercropping with mango and durian in Watulembu district, Wonogiri Regency through symptoms and its controls. The observation was done to the abnormalities avocado plants and the field condition surrounding the planting area. It was conducted by visual observation, recorded using a digital camera, and then described and identified based on their symptoms and a literature review. The results of our observation were Algal leaf spot, Anthracnose, Sooty mold, and Planococcus citri. Pest and plant disease could be controlled by cultural technique, avoid plant stress, and also using chemical pesticide.
PENGUJIAN KADAR NITROGEN, FOSFOR, KALIUM, DAN KADAR AIR PADA PUPUK NPK BERSUBSIDI DI KABUPATEN CIREBON MAJALENGKA DAN KUNINGAN Soleh, Mochammad Irfan; Kustiningsih, Heris
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13122

Abstract

Budidaya pertanian saat ini tidak lepas dari pemupukan. Petani memberi pupuk pada tanaman dengan harapan hasil panen meningkat. Produksi pertanian harus ditingkatkan dengan pertumbuhan penduduk yang cepat. Kebutuhan akan produksi pertanian semakin meningkat, sehingga perlu teknologi untuk memperoleh hasil yang banyak. Teknologi tersebut salah satunya adalah pemupukan. Penggunaan pupuk bersubsidi sangat membantu para petani dalam usaha pertaniannya sehingga kualitas pupuk yang digunakan harus terjamin, dan melalui penelitian ini diharapkan dapat mengetahui kualitas pupuk bersubsidi di tiga wilayah khususnya Kabupaten Kuningan, Cirebon, dan Majalengka. Metode pengambilan sampel pupuk yang digunakan adalah Standar Nasional IIndonesia (SNI) 19-0428:1998 dan metode pengujian yang dilakukan adalah SNI 2803:2012, meliputi pengujian nitrogen dengan volumetri, fosfor dengan spektrofotometri, kalium dengan Spektrofotometri serapan atom, sementara kadar air  dengan volumetri menggunakan alat Karl Fischer. Hasil pengujian diperoleh rata-rata pada pupuk NPK bersubsidi di Kabupaten Kuningan Cirebon, dan Majalengka sebesar 14,96 %, fosfor sebagai P2O5 total sebesar 12,00 %, Kalium sebagai K2O  sebesar 14,12 %, dan kadar air sebesar 1,48 %, sehingga dapat disimpulkan bahwa contoh yang diambil masih memenuhi standar yang ditetapkan oleh SNI 2803:2012 denganl kadar N, P, K masing-masing lebih dari 6% dan jumlah kadar N, P, dan K lebih besar dari 30 %.
APLIKASI AMELIORAN DAN PUPUK KCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH (AIIium ascaIonicum L.) DI LAHAN PASIR PANTAI Pratanda Putri, Berliansya Delvara; Wijayani, Ari
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13428

Abstract

Tanah berpasir cenderung miskin bahan organik dan mineral koloid sehingga agar dapat dimanfaatkan untuk budidaya bawang merah maka perlu penambahan amelioran dan pupuk KCl (Kalium klorida). Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengkaji keberhasilan pemberian macam- macam amelioran dan pupuk KCI pada pertumbuhan dan hasiI tanaman bawang merah di lahan pasir. Parameter yang digunakan dalam penelitian ini yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, jumlah umbi, diameter umbi, bobot basah umbi, bobot umbi kering matahari, dan indeks panen. Penelitian menggunakan percobaan lapangan dengan Rancangan Acak KeIompok Lengkap (RAKL) FaktoriaI dengan perlakuan macam-macam amelioran dan pupuk KCl. Faktor pertama kotoran hewan yang terdiri atas 3 taraf: kotoran ayam, kotoran sapi, dan kotoran kambing. Sedangkan faktor kedua yakni pupuk KCl terdiri atas 3 taraf: 100, 200, dan 300 kg/ha. Data hasiI peneIitian dianaIisis menggunakan ANOVA pada taraf 5% dan diuji Ianjut dengan uji DMRT pada taraf 5%. HasiI peneIitian menunjukkan terdapat interaksi yaitu ameIioran kotoran ayam + dosis pupuk KCI 300 kg/ha pada parameter tinggi tanaman, jumIah anakan, jumIah umbi, bobot basah umbi per tanaman, dan bobot umbi kering matahari per tanaman. AmeIioran kotoran ayam memberikan hasiI terbaik pada seIuruh parameter pengamatan kecuaIi bobot umbi kering matahari per tanaman. Dosis pupuk KCI 300 kg/ha memberikan hasiI terbaik pada diameter umbi dan indeks panen.
PENGARUH IAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN EMBRIOSOMATIK FASE GLOBULAR PISANG KEPOK TANJUNG (Musa paradisiaca L.) SECARA IN VITRO Silvina, Fetmi; Dini, Isna Rahma; Kartika, Titik Dwi
Jurnal Agrivet Vol 30 No 2 (2024): AGRIVET
Publisher : UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN” YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/agrivet.v30i2.13842

Abstract

Bibit pisang kepok tanjung (Musa paradisiaca L.) saat ini masih sulit ditemukan namun pisang ini cukup banyak diminati. Oleh karena itu, diperlukan teknik kultur in vitro sebagai upaya penyediaan bibit. Penelitian bertujuan mengetahui interaksi Indole-3-Acetic Acid (IAA) dan 6-Benzylaminopurine (BAP) terhadap pertumbuhan embriosomatik fase globular pisang kepok tanjung dan mendapatkan kombinasi IAA dan BAP optimal untuk mendukung pertumbuhan eksplan embriosomatik fase globular pisang kepok tanjung. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) yang terdiri dari 2 faktor: IAA (0; 0,5; 1 dan 1,5 mg/l) dan BAP (0; 2; 4 dan6  mg/l). Hasil penelitian menunjukkan parameter muncul tunas, tinggi tunas dan panjang akar dipengaruhi oleh interaksi IAA dan BAP. IAA berpengaruh pada saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar sedangkan BAP berpengaruh pada saat muncul tunas, jumlah tunas, tinggi tunas dan panjang akar. Pemberian kombinasi 0,5 mg/l IAA dan 4 mg/l BAP menghasilkan muncul tunas tercepat (8,43 HST) dan tunas tertinggi (4,97 cm) sedangkan jumlah tunas terbanyak (4,50 tunas) pada kombinasi 1 mg/l IAA dan 4 mg/l BAP menghasilkan),akar terpanjang (3,93 cm). Persentase keberhasilan pembentukan tunas berkisar 77,80 – 100% disebabkan oleh terjadinya kontaminasi dan browning.

Page 1 of 2 | Total Record : 11