cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Naturalis : Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan
Published by Universitas Bengkulu
ISSN : 23026715     EISSN : 26547732     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 1 No. 1 (2012)" : 10 Documents clear
HUBUNGAN ANTARA KASUS MALARIA DENGAN KONDISI SANITASI RUMAH TEMPAT TINGGAL DI PUSKESMAS PASAR MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Elvi Hayani; Agus M.H Putranto; Puji Harsono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5911

Abstract

Telah dilakukan penelitian dengan judul Hubungan antara Kasus Malaria dengan Kondisi Sanitasi Rumah Tempat Tinggal di Puskesmas Pasar Manna Kabupaten Bengkulu Selatan.  Adapun tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara kasus malaria dengan kondisi sanitasi rumah tempat tinggal. Dengan menggunakan metode kasus kontrol (case control) yaitu penelitian survei analitik dimana subjek yaitu kasus dan kontrol telah diketahui dan dipilih berdasarkan  sifat tertentu dan  telah mempunyai keluaran (outcome) tertentu, lalu dilihat kebelakang (backward) tentang riwayat status paparan penelitian yang dialami subjek. Sampel pada penelitian ini merupakan total sampling yaitu penderita malaria sebanyak 25 orang sebagai kasus dan warga yang dinyatakan negatif malaria sebanyak 25 orang sebagai kontrol di Wilayah Puskesmas Pasar Manna Kecamatan Pasar Manna Bengkulu Selatan. Dan hasilnya terdapat hubungan yang signifikan antara kebersihan rumah terhadap kejadian malaria dengan hasil analisis menunjukkan  R = 0,801 dan  nilai p = 0,000.Terdapat hubungan yang signifikan antara ventilasi terhadap kejadian malaria dengan hasil analisis menunjukkan  R = 0,881 dan  nilai p = 0,000.Terdapat hubungan yang signifikan antara genangan air terhadap kejadian malaria dengan hasil analisis menunjukkan  R = 0,840 dan nilai p = 0,000.Terdapat hubungan yang signifikan antara keadaan gantungan baju terhadap kejadian malaria dengan hasil analisis menunjukkan  R =  0,801 dan nilai p = 0,000.Ventilasi kawat kasa merupakan sanitasi rumah yang sangat berpengaruh pada kejadian malaria di Kecamatan Pasar Manna. Kata Kunci: Kasus Malaria, Sanitasi Rumah
RANCANG BANGUN PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LAHAN SAWAH PADA KAWASAN DAS PADANG GUCI KABUPATEN KAUR Herwan Herwan; M. Faiz Barchia; Bandi Hermawan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5918

Abstract

Beras adalah komoditas strategis karena menjadi makanan pokok  masyarakat Indonesia yang jumlahnya hampir mencapai 240 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan produksi bahan pangan akan menimbulkan permasalahan pangan. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencegah timbulnya masalah ketersediaan pangan adalah mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian dengan meningkatkan irigasi pada daerah aliran sungai sehingga indeks pertanaman dapat meningkat. Potensi pengembangan lahan pertanian tanaman pangan padi sawah yang telah dikembangkan di Kabupaten Kaur adalah seluas 7.867 Ha. Teknologi usaha tani dan pengolahan hasil, yaitu peningkatan sistem irigasi, pengelolahan tanah, pemupukan, penggunaan benih unggul, pengendalian hama-penyakit-gulma tanaman, perontokan padi, pengeringan gabah, penggilingan padi, dan lumbung padi harus dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas lahan yang selama ini terkategori masih rendah (4,21 ton/ha) dibanding dengan produktivitas padi nasional dan potensi genetik masing-masing varietas yang ditanam pada persawahan di DAS Padang Guci. Fasilitasi peningkatan sarana-prasarana produksi dan pengolahan hasil harus ditingkatkan sesuai dengan rencana pengembangan yang disusun dalam rancang bangun peningkatan produktivitas lahan sawah di DAS Padang Guci. Kata kunci:  rancang bangun, produktivitas padi, DAS Padang Guci
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) KABUPATEN BENGKULU SELATAN Yogi Kosmanto; Rohidin Mersyah; Bieng Brata
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5912

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengelolaan sampah di TPA, dan mengetahui faktor yang akan mempercepat proses pengelolaan sampah, mengetahui faktor penghambat proses pengelolaan sampah, mengetahui peluang yang dapat diraih sehubungan dengan pelaksanaan pengelolaan sampah, mengetahui ancaman yang akan menjadi penghambat proses pengelolaan sampah. Waktu penelitian dilakukan pada bulan Januari tahun 2012 hingga bulan Maret tahun 2012 di Tempat Pembuangan Akhir Kabupaten Bengkulu Selatan. Jenis penelitian ini adalah penelitian survey kualitatif dengan menggunakan metode analisis SWOT (Strengh, Weaknesses, Opportunities, Threats) untuk menganalisis strategi pengelolaan sampah agar tidak menimbulkan dampak negatif di TPA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekuatan (strength) yang dimiliki adalah, Adanya dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bengkulu Selatan dilihat dari tanggapan responden 52% menyatakan setuju, 42% sangat setuju, dan 6% menyatakan tidak setuju.Tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM)  yang cukup banyak yang dilihat dari 66% responden menyatakan setuju, 27% responden menyatakan sangat setuju dan 7% responden kurang setuju. Tersedianya kotak sampah yang cukup yang dilihat dari 68% menyatakan setuju, 19% sangat setuju dan 13% tidak setuju. Kelemahannya adalah pegawai Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tata Kota kurang aktif dan belum diberdayakan maksimal yang dilihat dari 53% responden setuju, 19% kurang setuju, 15 % tidak setuju dan 13% sangat setuju. pendistribusian SDM belum merata dilihat dari 49% responden menyatakan setuju, 37% menyatakan kurang setuju (ini mungkin disebabkan karna ketidak tahuan responden), 10% sangat setuju dan 4% tidak setuju .Masih kurangnya sosialisasi kepada masyarakat tentang sampah organik dan anorganik serta cara pemisahannya dilihat dari 54% responden menyatakan setuju, 28% sangat setuju, 18% tidak setuju. Peluang yang dimiliki adalah sampah organik dapat dijadikan pupuk kompos dan makanan ternak, sampah anorganik dapat didaur ulang. Sedangkan ancaman yang dihadapi adalah kurangnya sarana pengangkut sampah, belum adanya SDM yang menguasai teknik mesin pengelola sampah dan tenaga ahli di bidang pengelolaan sampah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Strategi yang direkomendasikan untuk mengelola sampah di TPA Kabupaten Bengkulu Selatan yaitu memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki Dinas Kebersihan Pertamanan dan Tata Kota serta memberdayakan masyarakat, dan pemulung untuk menangkap peluang yang ada. Kata Kunci: Sampah, Strategi, Pengelolaan
INFESTASI BEBERAPA HAMA PENTING TERHADAP JAGUNG HIBRIDA PENGEMBANGAN DARI JAGUNG LOKAL BENGKULU PADA KONDISI INPUT RENDAH DI DATARAN TINGGI ANDISOL Siti Zulaiha; Suprapto Suprapto; Dwinardi Apriyanto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5913

Abstract

Jagung memiliki peranan penting dalam industri berbasis agribisnis. Jagung dimanfaatkan untuk konsumsi, bahan baku industri pangan, industri pakan dan bahan bakar. Kebutuhan jagung dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan seiring berkembangnya industri pakan dan pangan. (Afifah, et al. 2010). Kendala dalam budidaya jagung yang menyebabkan rendahnya produktivitas jagung antara lain serangan hama dan penyaki. Hama yang sering dijumpai menyerang pertanaman jagung adalah: lalat bibit (Atherigona sp), ulat penggerek batang jagung (Ostrinia furnacalis), dan ulat penggerek tongkol (Helicoverpa armigera), sehingga dapat menurunkan produksi jagung mencapai  80%. (Achmad dan Tandiabang, 2001). Upaya pengendalian oleh petani pada saat ini adalah dengan menggunakan pestisida kimia sintetis atau bahan kimia lainnya yang tidak ramah lingkungan. (Anonim, 2010). Varietas jagung lokal sebagai plasma nutfah merupakan sumber genetik dan modal utama dalam pembentukan varietas unggul baru. Sifat genetik varietas lokal mempunyai keunggulan khusus dibanding varietas unggul, di antaranya tahan cekaman biotik dan abiotik, tahan terhadap serangan hama dan penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari 12 varietas jagung hibrida pengembangan dari jagung lokal Bengkulu yang tahan terhadap infestasi hama-hama penting pada kondisi input rendah di dataran tinggi andisol. Penelitian ini dilakukan pada bulan November tahun 2011 sampai dengan bulan Maret tahun 2012 di Kelurahan Simpang Nangka Kecamatan Selupu Rejang Kabupaten Rejang Lebong, letak ketinggian tempat lebih kurang 700 meter dari permukaan laut, jenis tanah andisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Pengamatan dan pengukuran dilakukan pada variabel utama berupa tingkat serangan hama dan hasil (bagian generatif) serta variabel penunjang (bagian vegetatif). Data yang diperoleh dianalisis secara statistik menggunakan anava dengan uji F pada taraf 5 % dan bila terdapat perbedaan yang nyata dilakukan uji lanjut menggunakan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5 %. Hasil penelitian menunjukan bahwa 12 genotipa jagung hibrida yang dievaluasi tahan terhadap serangan ke-3 hama penting, berat pipilan kering tertinggi yakni 9,77 ton/ha pada hibrida 9 (G9)  berbeda nyata dengan hibrida pembanding yaitu Bisi 16 dan Bisi 816 dengan berat pipilan masing-masing 8,86 dan 7,93 ton/ha. Kata Kunci: Jagung hibrida, jagung lokal Bengkulu, hama penting, input rendah, tanah andisol.
KARAKTERISTIK BIOFISISK DAN SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS LAHAN SAWAH PADA KAWASAN DAERAH ALIRAN SUNGAI PADANG GUCI KABUPATEN KAUR Dian Sari; Faiz Barchia; Bandi Hermawan
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5914

Abstract

Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan produksi bahan pangan akan menimbulkan permasalahan pangan. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencegah timbulnya masalah ketersediaan pangan adalah pemaksimalan penggunaan lahan pertanian, dengan meningkatkan irigasi pada daerah aliran sungai dan diversifikasi pangan sehingga indeks pertanaman pangan akan meningkat.  Penelitian ini dilakukan di empat wilayah kecamatan, yaitu Tanjung Kemuning, Kaur Utara, Padang Guci Hulu, Padang Guci Hilir,  pada Daerah Aliran Sungai Padang Guci,  Kabupaten Kaur.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data tentang  produktivitas sumberdaya lahan sawah pada Daerah Aliran Sungai Padang Guci Kabupaten Kaur  dan data tentang  tingkat perlakuan usaha tani  padi sawah pada DAS tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat  di daerah Aliran Sungai Padang Guci sangat tergantung pada lahan sawah,  yang ditunjukan dengan jumlah penduduk yang mayoritas bekerja sebagai petani. Produksi  padi sawah pada Daerah Aliran Sungai Padang Guci belum optimal,  sebagaimana terlihat dari hasil  rata-rata 4,21 ton/ha yang lebih rendah dari potensi hasil yang berkisar  5 ton/ha – 6,59 ton/ha, Karakteristik biofisik yang mempengaruhi produksi padi adalah varietas padi, irigasi   dan   pemupukan, sedangkan  karakteristik sosial ekonomi yang mempengaruhi produksi padi adalah umur petani dan tenaga   kerja. Kata Kunci: Karakteristik, Biofisik, sosial ekonomi, produktivitas lahan sawah.
STRATEGI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA DI KELURAHAN KOTA MEDAN KECAMATAN KOTA MANNA KABUPATEN BENGKULU SELATAN Yeti Marleni; Rohidin Mersyah; Bieng Brata
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5915

Abstract

 Sampah dapat menjadikan masalah dan juga dapat bermanfaat dalam menguatkan kehidupan ekonomi masyarakat. Berbagai jenis sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga dan industri apabila tidak dapat dikelola secara baik dan benar, dapat berpotensi untuk melemahkan ekonomi masyarakat karena akan menyerap dana yang cukup besar untuk penanganannya baik dari segi kebersihan, kesehatan maupun lingkungan. Manfaat penelitian ini adalah untuk strategi pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Kota Medan dan sebagai sumbang saran dalam upaya peningkatan kualitas lingkungan di Kota Manna, khususnya dalam hal kebersihan dan kesehatan lingkungan.Waktu dan lokasi penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai April 2012 di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan. Data dalam penelitian ini bersumber dari Kepala Keluarga di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan sebanyak 100 Kepala Keluarga yang diambil dari 12 RT. Variabel dalam penelitian ini yaitu: jumlah dan jenis sampah keluarga, peran anggota keluarga dalam pengelolaan sampah, pengelolaan sampah rumah tangga dan sistem pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Kota Medan.Jenis sampah organik sering ditemui di rumah sebanyak 41%, jenis sampah anorganik sering ditemui di rumah 47%, dukungan terhadap pengelolaan sampah rumah tangga sebanyak 48%, ketertarikan mengolah sampah rumah tangga menjadi bermanfaat sebanyak 47%, ketertarikan mengolah sampah rumah tangga menjadi kompos sebanyak 54%, pengelolaan sampah rumah tangga menjadi barang yang bernilai jual di pasaran 58%.Analisis SWOT/EFAS meliputi kekuatan (strengths); sampah organik dapat diolah lagi menjadi kompos, sampah anorganik bisa dimanfaatkan kembali, kelemahan (weknesses); masih terdapatnya masyarakat yang belum mengetahui cara mengelola sampah organik menjadi kompos, perlunya perhatian pemerintah dalam pengelolaan sampah, peluang (oppurtnunites); mengubah pola pikir masyarakat untuk peduli terhadap lingkungan, kesempatan bagi masyarakat untuk kreatif dan bisa memanfaatkan sampah, ancaman (threats); apabila tidak ada strategi pengelolaan sampah tersebut, maka volume sampah di kelurahan kota medan akan semakin bertambah banyak, sampah-sampah yang tidak dikelola tersebut akan menumpuk dan menimbulkan dampak yang negatif.Kesimpulan penelitian ini adalah strategi pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Kota Medan Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan agar tercipta lingkungan yang bersih dan meningkatkan pendapatan keluarga dengan cara mengelola sampah organik menjadi kompos dan sampah anorganik menjadi kerajinan/barang yang benilai jual di pasar. Kata kunci: Sampah, Pengelolaan, Kompos, Kerajinan
KAJIAN TINGKAT BAHAYA EROSI DAS MANNA Irda Hayani; M. Faiz Barchia; Edi Suharto
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerusakan dan degradasi fungsi DAS Manna dengan pendekatan perhitungan tingkat bahaya erosi (TBE).  Metoda yang digunakan dalam penelitian ini adalah metoda penelitian survei tinjau, yaitu dengan cara mengumpulkan data dan informasi serta fakta-fakta dari gejala di lapangan dan analisis data spasial peta tematik menggunakan Sistem Informasi Geografi (SIG), Penentuan tingkat erosi tanah dengan menggunakan metode USLE juga dilakukan fungsi-fungsi SIG yaitu tumpang susun  seperti intersect.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa: sebagian besar wilayah DAS Manna berada pada kategori TBE sangat berat (>480 ton/ha/th) yaitu seluas 46.204,5 atau 64,1 % dari total luasan DAS Manna, kategori Berat (180-480 ton/ha/th) seluas 10.399,8 Ha (14,4 %), kategori sedang (60-180 ton/ha/th) seluas 6.393,5 Ha (8,9 %) dan sangat rendah (<15 ton/ha/th) hanya seluas 1.533,2 Ha (2,1 %).  Hasil ini menunjukkan bahwa wilayah DAS Manna dapat digolongkan sebagai DAS yang kritis bila didasarkan pada potensi erosi yang mencapai lebih dari 64 % dari total luasan DAS Manna.  Sedangkan bila dianalisa pada tiap Sub DAS, maka Sub DAS  Manna Hilir adalah Sub DAS yang memiliki TBE paling besar, yaitu sekitar 78,2 % (6.892,5 Ha) berada pada kategori Sangat Berat (>480 ton/ha/th) 6.892,5 Ha atau 9,6 % dari total luasan DAS Manna, Berat (180-480 ton/ha/th) seluas 1.443,1 Ha atau 2 % dari luas total luasan DAS Manna. Hasil tersebut sudah cukup menggambarkan bahwa DAS Manna dapat digolongkan kedalam DAS kritis berdasarkan potensi tingkat bahaya erosinya.
HUBUNGAN FAKTOR KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH DENGAN KEJADIAN TUBERKULOSIS PARU DI PUSKESMAS SEGINIM KABUPATEN BENGKULU SELATAN Etmon Juliansyah; Agus Martono; Puji Harsono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5926

Abstract

Telah dilakukan penelitian ini dengan judul Hubungan Faktor Kesehatan Lingkungan Rumah dengan Kejadian Tuberkulosis Paru di Puskesmas Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor  kesehatan lingkungan rumah dengan risiko tuberkulosis paru di wilayah Puskesmas Seginim Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian kasus kontrol (case kontrol) yaitu penelitian survei analitik yang mengkaji hubungan kasus dengan faktor  risiko. Yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah penduduk di Wilayah Puskesmas Seginim Kecamatan Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan dengan  kriteria inklusi telah berumur 15 tahun pada tahun 2011 yang terjangkit TB-Paru sebanyak 64. Berdasarkan perhitungan regresi linear berganda, didapatkan model hubungan antara faktor kesehatan lingkungan rumah  dengan risiko kejadian tuberkulosis paru : Y = -0,066 + 0,330X1 + 0,330X2 + 0,405X3. Tingkat hubungan antara variabel kesehatan lingkungan rumah dapat dilihat dari nilai koefisien regresi masing-masing variabel, dimana variabel intensitas pencahayaan dan  variabel  kelembapan  0,330 dan untuk kepadatan hunian 0,405.Hasil Uji F dari model yang digunakan diperoleh nilai F hitung > F Tabel, yaitu 423,736 > 4,78.  Ini berarti ke tiga variabel independen berpengaruh nyata terhadap variabel dependen pada taraf signifikan ? 1%. Berdasarkan hasil perhitungan regresi diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,911. Ini menunjukkan korelasi hubungan yang kuat, dimana 91,1% risiko kejadian Tuberkulosis Paru dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen secara bersama-sama. Kata Kunci : Faktor Risiko,Kesehatan Lingkungan, Tuberkulosis Paru
PERSEPSI MASYARAKAT PERKOTAAN TERHADAP PEMBANGUNAN DAN FUNGSI HUTAN KOTA Afdhal Redha; Enggar Apriyanto; Puji Harsono
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5927

Abstract

Kondisi lingkungan hidup yang makin buruk seperti pencemaran udara, peningkatan suhu dan penurunan air tanah memerlukan upayaperbaikan lingkungan, salah satunya adalah dengan pembangunan hutan kota. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan pada bulan Maret sampai Mei 2012 dengan tujuan untuk mengetahui: (1) kondisi sosial ekonomi masyarakat (2) persepsi masyarakat mengenai pembangunan dan fungsi hutan kota ,dan (3) hubungan antara faktor sosial ekonomi dengan persepsi masyarakat Responden berjumlah 82 orang yang diambil dari 72 orang masyarakat umum perkotaan dan 10 orang pejabatan instansi pemerintah. Metoda analisis data adalah analisis deskriptif dan analisa kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial ekonomi masyarakat perkotaan tergolong makmur. Masyarakat rata-rata memiliki sikap positif (kategori III) terhadap pembangunan dan fungsi hutan kota. Variabel umur, pendidikan formal dan pendapatan merupakan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh nyata terhadap persepsi masyarakat mengenai pembangunan dan fungsi hutan kota. Kata Kunci : Hutan kota, Persepsi, Faktor sosial ekonomi
PRODUKTIVITAS DAN MUTU JAGUNG HIBRIDA PENGEMBANGAN DARI JAGUNG LOKAL PADA KONDISI INPUT RENDAH SEBAGAI SUMBER BAHAN PAKAN TERNAK AYAM Mubarakkan Mubarakkan; M Taufik; Bieng Brata
Naturalis: Jurnal Penelitian Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2012)
Publisher : Badan Penerbitan Fakultas Pertanian (BPFP), Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31186/naturalis.1.1.5928

Abstract

Kebutuhan produk berbahan baku jagung untuk pakan ternak, bahan pangan dan industri lainnya di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Produktivitas jagung nasional yang rendah hingga saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan domestik tersebut, sehingga harus dilakukan impor jagung. Upaya peningkatan produktivitas melalui perakitan jagung hibrida baru yang superior dari   jagung lokal menghasilkan jagung hibrida yang adaptif pada berbagai kondisi lahan dan mempunyai produktivitas tinggi pada kondisi input rendah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui  penampilan agronomis, produktivitas  dan nilai gizi  jagung hibrida pengembangan dari jagung lokal pada kondisi input rendah sebagai sumber bahan pakan ternak ayam.Penelitian dilakukan di lahan percobaan SPP Kelobak di Desa Kelobak  Kabupaten Kepahiang  pada bulan Desember 2011 hingga Mei 2012 menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap  tiga  ulangan. Penelitian  menggunakan 12 jagung hibrida baru dan 2 hibrida pembanding yaitu Bisi 12 dan Bisi 816.  Kondisi input rendah dilakukan dengan pemberian pupuk anorganik yang  terdiri dari pupuk Urea 150 kg/ha, SP36 50 kg/ha, KCL 25 kg/ha, dan insektisida carbofuran 10 kg/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua hibrida menunjukkan keragaan tanaman yang hampir sama. Hasil biji  pipilan kering tertinggi (10,60 ton/ha) ditunjukkan oleh hibrida 14, yang berbeda nyata dengan hibrida pembanding Bisi 12 dan Bisi 816 dengan hasil masing-masing 9,58 dan 8,29 ton/ha. Kandungan protein tertinggi ditunjukkan oleh hibrida 4 dan 8 dengan kadar 14,12 %, yang sangat sesuai untuk bahan pakan ternak ayam, sedangkan  hibrida 1 dan 13 dengan kandungan karbohidrat 805 dan 790 mg glukosa/gBK lebih sesuai  dikembangkan sebagai sumber bahan pangan. Kata kunci : Jagung hibrida, input rendah, pakan ternak ayam

Page 1 of 1 | Total Record : 10