cover
Contact Name
Muhamad Jafri
Contact Email
muhamad.jafri@staf.undana.ac.id
Phone
+6281237119375
Journal Mail Official
teknik.mesin@undana.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana, Jl. Adi Sucipto PO Box 85001
Location
Kota kupang,
Nusa tenggara timur
INDONESIA
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU )
ISSN : 23563222     EISSN : 24073555     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Lontar Jurnal Teknik Mesin Undana merupakan jurnal ilmiah rekayasa teknologi, khususnya bidang Teknik Mesin, meliputi: Energy Convertion, Manufacture Process, Engineering Design, Material Engineering.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2016): April 2016" : 10 Documents clear
Pengaruh Variasi Tegangan dan Waktu Terhadap Kekerasan Lapisan Nikel dengan Metode Electroplating pada Coran Aluminium scrap Aloysius Malik Koten; Dominggus G. H. Adoe; Jahirwan Ut Jasron
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.55 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.452

Abstract

Abstrak Aluminium banyak digunakan dalam dunia industri karena sifatnya yang ringan, ketahanan korosi yang baik serta konduktivitas panas dan listrik yang tinggi. Kekerasannya yang tidak begitu tinggi dan penampilan yang kurang menarik perlu diperbaiki, yang salah satunya dengan melapisi aluminium dengan Nikel melalui proses electroplating. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dan waktu pelapisan Nikel pada pengecoran aluminium scrap. Spesimen terbuat dari coran velg bekas dengan ukuran 30 mm x 30 mm x 10 mm . Aluminium dilapisi Nikel dengan proses electroplating dengan tegangan 3 volt, 4,5 volt, dan 6 volt. Dengan variasi waktu pelapisan 5, 10 dan 15 menit. Setelah dilapisi, dilakukan pengujian kekerasan mikro dengan metode pengujian Vickers dengan beban 10 gr dan ditahan 10 s. Hasil pengujian menunjukan adanya kenaikan nilai kekerasan pelapisan nikel seiring dengan meningkatnya tegangan listrik dan waktu. Pada tegangan listrik 3 volt sebesar 10,4 % - 15,9 %, tegangan listrik 4,5 volt sebesar 4,62 % - 14,3 %, dan tegangan listrik 6 volt sebesar 24,8 % - 84,2 %.
Pengaruh Penambahan Bioetanol Buah Lontar Terhadap Nilai Kalor Premium Dan Emisi Gas Buang Sepeda Motor 4 Langkah 125 cc Sirya E. P. Temaluru; Dominggus G. H. Adoe; Ben V. Tarigan
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.317 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.453

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa pengaruh penambahan bioetanol buah lontar terhadap nilai kalor premium dan emisi gas buang sepeda motor Suzuki Shogun-SP. Metode eksperimen dengan analisis deskriktif. Variabel bebas yang digunakan adalah bahan bakar premium tanpa tambahan bioetanol (E-0), bahan bakar premium dengan tambahan bioetanol 10% (E-10), 15% (E-15), dan 20% (E-20). Variabel terikat yang digunakan adalah nilai kalor dan kandungan emisi gas buang pada sepeda motor. Variabel kontrol yang digunakan adalah campuran premium-bioetanol yang diuji emisi gas buangnya sebanyak 100 ml pada putaran mesin 1500 rpm dan 2000 rpm kondisi idle. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penambahan bioetanol buah lontar terhadap nilai kalor premium dan emisi gas buang. Kadar bioetanol yang dihasilkan dari buah lontar tertinggi diperoleh dari 4 kali destilasi sebesar 92%. Nilai kalor bahan bakar terendah diperoleh dari bahan bakar E-20 yaitu 7509,47 kal/gr. Kandungan Karbon Monoksida (CO) terendah diperoleh dari bahan bakar E-20 pada putaran mesin 1500 rpm sebesar 0,58% vol. Kandungan Hidro Karbon (HC) terendah diperoleh dari bahan bakar E-20 pada putaran mesin 1500 rpm sebesar 24 ppm.
Pirolisis Sampah Plastik PP (Polyprophylene) menjadi Minyak Pirolisis sebagai Bahan Bakar Primer Dominggus G. H. Adoe; Wenseslaus Bunganaen; Ika F. Krisnawi; Ferdyan A. Soekwanto
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (466.906 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.455

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik minyak pirolisis sampah plastik dan membandingkannya dengan karakteristik dari bensin. Hal yang diteliti meliputi sifat fisik dan kimia minyak pirolisis, Sifat fisik yang diteliti meliputi viskositas dan massa jenis, sedangkan sifat kimia adalah nilai kalor. Penelitian dilakukan menggunakan plastik Polypropylene (PP), reaktor yang digunakan adalah reaktor sederhana dengan temperatur reaktor diatur pada suhu 2500C dengan variasi waktu 1 jam, 2 jam dan 3 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kalor minyak pirolisis yaitu 10.296 kal/gr – 11.670 kal/gr berbanding dengan nilai kalor bensin yaitu 8.356 kal/gr, massa jenis yaitu 0,7678 – 0,78023 kg/l berbanding dengan massa jenis bensin yaitu 0,68 Kg/l dan viskositas yaitu 0,65 cP – 0,78 cP berbanding dengan viskositas bensin yaitu 0,652 cp
Pengaruh Tegangan dan Waktu Nickel-Chrome Plating terhadap Kekasaran Permukaan pada Hasil Produk Pengecoran Aluminium Scrap Jemssy R. Rohi; Dominggus G. H. Adoe; Jefri S. Bale
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.91 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.462

Abstract

Abstrak Aluminium banyak digunakan dalam dunia industri karena sifatnya yang ringan, seiring dengan peningkatan kebutuhan suku cadang telah memacu industri pengecoran lokal yang ada untuk memanfaatkan bahan velg aluminium bekas/skrap untuk dicairkan ulang (remelting), Velg merupakan komponen kendaraan yang saat digunakan mengalami beban dinamis bahkan mengalami beban kejut. Walaupun, saat ini banyak industri lokal pengecoran ulang velg bekas, tetapi produk yang dihasilkan memiliki kekasaran yang tinggisehingga perlu dilakukan pengerjaan akhir dengan cara elektolisa menggunakan nikel-krom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tegangan dan waktu pelapisan nikel-crompada hasil produk pengecoran aluminium bekas. Pada pelapisan nikel-krom digunakan tegangan listrik 5, 7,5, 9 volt dan waktu 5, 10, 15 detik. Berdasarkan hasil pengujian menunjukkan adanya penurunan nilai kekasaran pelapisan nikel-krom seiring dengan meningkatnya tegangan listrik dan waktu. Pada tegangan listrik 5 volt sebesar 13,53 – 37,2%, tegangan listrik 7,5 volt sebesar 2,7% - 55,91%, dan tegangan listrik 9 volt sebesar 24,9% - 49,71%. Pada waktu 5 detik sebesar 19,14% - 42,9%, waktu 10 detik sebesar 8,9% - 50,4% dan waktu 15 detik sebesar 47,1% - 57,4%.Dari hasil tersebut menunjukan bahwa nickel-chrome plating dengan variasi tegangangan dan waktu berpengaruh terhadap kekasaran permukaan.
Analisa Kekuatan Tarik Komposit Nylon-Polyester dengan Variasi Fraksi Volume Serat Jefri S. Bale; Wenseslaus Bunganaen; Orlando L. Almet
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.344 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.463

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi fraksi volume serat terhadap sifat mekanik komposit polyester berpenguat serat nilon dengan variasi fraksi volume serat (Vf) sebesar 40%; 50%; dan 60% untuk pengujian tarik kondisi statis. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai tegangan tarik tertinggi diperoleh pada komposit dengan fraksi volume serat 60% yaitu sebesar 7,07 Mpa, sedangkan paling rendah terdapat pada komposit dengan fraksi volume serat 40% yaitu sebesar 5,52 MPa. Untuk nilai regangan tarik tertinggi terdapat pada komposit dengan fraksi volume serat 50% yaitu dengan nilai sebesar 1,005, sedangkan regangan tarik yang terendah adalah komposit dengan fraksi volume serat 60% yaitu sebesar 0,926. Nilai modulus elastisitas tarik tertinggi adalah 0,0076 GPa yang diperoleh dari specimen dengan fraksi volume 60%. Hasil pengamatan foto makro menunjukkan patahan akibat pengujian tarik memiliki tipe patahan yang didominasi oleh tipe fiber pull out.
Pengaruh Tegangan Listrik Dan Waktu Pada Krom Plating Terhadap Keausan Pada Hasil Produk Pengecoran Aluminium Scrap Petrus K. Meol; Erich U. K. Maliwemu; Wenseslaus Bunganaen; Yeremias M. Pell
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.723 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.464

Abstract

Abstrak Saat ini penggunaan bahan untuk pembuatan suku cadang sepeda motor telah berkembang, antara lain adalah paduan aluminium. Sifat paduan aluminium adalah ringan, mudah dibentuk, mudah dikerjakan dengan mesin, konduktivitas panas dan listrik yang tinggi, tidak beracun dan tidak bersifat magnetik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh tegangan listrik dan waktu pada krom plating terhadap keausan produk pengecoran aluminium skrap. Bahan yang dipakai untuk proses pengecoran adalah velg kendaraan bermotor dari bahan alumunium dengan menggunakan metode pengecoran gravitasi. Ukuran spesimen 30 mm x 30 mm x 10 mm. Selanjutnya, spesimen diberi pelapisan krom dengan tegangan listrik yang digunakan adalah 5, 7.5 dan 9 volt dan lama waktu 5, 10, dan, 15 detik. Pengujian keausan dilakukan sesudah spesimen dilapisi krom dengan menggunakan metode pengujian keausan ogoshi dan seterusnya dilakukan analisis data. Berdasarkan hasil pengujian menunjukan adanya penurunan nilai keausan pelapisan krom. Nilai keausan pelapisan krom plating pada waktu 5, 10 dan 15 detik dengan tegangan 5 volt adalah 7,859E-07 mm2/kg, 4,366E-07 mm2/kg, 2,490E-07 mm2/kg, tegangan 7,5 volt sebesar 4,882E-07 mm2/kg, 2,525E-07 mm2/kg, 2,248E-07 mm2/kg, dan tegangan 9 volt sebesar 3,394E-07 mm2/kg, 2,213E-07 mm2/kg, 2,250E-07 mm2/kg. Nilai keausan tertinggi pada tegangan 5 volt dan 5 detik, nilai keausan terendah pada tegangan 9 volt 15 detik.
Studi Eksperimental Pengaruh Diameter Katup Limbah dan Diameter Katup Pengantar terhadap Efisiensi Pompa Hidram 3 Inchi Muhamad Jafri; Jefri S. Bale; Alionvember R. Thei
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (484.045 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.465

Abstract

ABSTRAK Pompa hidram merupakan suatu alat yang digunakan untuk menaikan air dari tempat bertekanan rendah ke tempat bertekanan tinggi secara automatic dengan energi yang berasal dari air itu sendiri. Mekanisme kerja pompa hidram adalah melipat gandakan kekuatan pukulan air dalam tabung udara, dimana terjadi perubahan energi kinetic air menjadi tekanan dinamik yang menimbulkan palu air. Tekanan dinamik akan diteruskan ke dalam tabung udara yang berfungsi sebagai penguat. Penelitian mengenai pompa hidram telah banyak dilakukan, akan tetapi masih banyak pula yang perlu dikaji sehingga pengetahuan tentang perencanaan pompa hidram akan lebih baik. Dari pengujian dan analisis yang telah dilakukan disimpulkan bahwa variasi diameter katup limbah dan diameter katup pengantar sangat berpengaruh terhadap kinerja pompa hidram. Efisiensi tertinggi terdapat pada variasi diameter katup limbah 2,75 inchi pada diameter katup pengantar 2,2 inchi sebesar 67,66 % untuk efisiensi D’Aubuisson, dan 65,35 % untuk efisiensi Rankine. Sedangkan efisiensi terendah terdapat pada variasi diameter katup limbah 2,25 inchi dengan diameter katup pengantar 0,6 inchi sebesar 36,14 % untuk efisiensi D’Aubuisson, dan 33,80 % untuk efisiensi Rankine, yang tidak jauh berbeda pada diameter katup limbah 2 inchi dan katup pengantar 0,6 inchi sebesar 36,28 % untuk efisiensi D’Abuisson dan 33,93 % untuk efisiensi Rankine.
Pengaruh Sudut Kaca Penutup dan Jenis Kaca terhadap Efisiensi Kolektor Surya pada Proses Destilasi Air Laut Ankira E. N. Saputro; Ben V. Tarigan; Muhamad Jafri
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.554 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.466

Abstract

ABSTRAK Sistem destilasi air laut tenaga surya, penyerap radiasi sangat berperan penting karena berfungsi sebagai penyerap intensitas radiasi matahari dan mengkonversikan menjadi energi panas. Kaca penutup yang akan digunakan pada kolektor surya yaitu kaca transparan dan frosted glass. Dalam penelitian ini penulis akan menganalisa pengaruh sudut kaca penutup dan jenis kaca terhadap efisiensi kolektor surya pada proses destilasi air laut, dengan variasi sudut 25o, 35o dan 55o. Hasilnya menunjukan bahwa variasi sudut dan jenis kaca penutup didapatkan efisiensi tertinggi pada kaca penutup jenis transparan pada sudut kaca 55o dengan nilai rata-rata sebesar 46,78 % dan efisiensi terendah terjadi pada kaca penutup jenis frosted glass pada sudut kaca 25o dengan nilai rata-rata 42,60 %. Sedangkan jumlah air destilasi terbesar pada jenis kaca transparan pada sudut kaca 25o dengan nilai rata-rata sebesar 92,20 mL dan jumlah air terkecil pada jenis kaca frosted glass pada sudut kaca 55o dengan nilai rata-rata sebesar 32,13 mL. Oleh karena itu, pada proses destilasi air laut menjadi air tawar sebaiknya menggunakan kolektor dengan jenis kaca penutup transparan dengan sudut kemiringan 25o. Namun, jarak antara pelat absorber dan kaca penutup harus tinggi sehingga volume ruang basin besar agar kerugian panas total yang terbuang dari kolektor surya ke lingkungan kecil.
Analisa Beda Tinggi Katup dan Variasi Diameter Pipa Inlet Terhadap Unjuk Kerja Pompa Hidram Ukuran Dua Inchi Muhamad Jafri; Gusnawati Gusnawati; Apriyanto Banamtuan
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (449.776 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.467

Abstract

ABSTRAK Pompa hidram adalah alat yang digunakan untuk memompa dengan cara menaikkan air dari tempat bertekanan rendah ke tempat bertekanan tinggi dengan memanfaatkan energi potensial sumber air. Pompa hidram bekerja tanpa membutuhkan energi penggerak dari motor bakar maupun motor listrik. Selain itu, pengoperasian pompa hidram tidak memerlukan operator khusus, serta perawatan dan pemeliharaan cukup sederhana sehingga cocok untuk diaplikasikan pada masyarakat berpendidikan rendah serta berpenghasilan kecil. Unjuk kerja pompa hidram dipengaruhi beberapa parameter, antara lain tinggi jatuh, diameter pipa masuk, panjang pipa masuk, karakteristik katup limbah, karateristik katup pengantar, karakteristik tabung udara, tinggi angkat, diameter pipa keluar, dan panjang pipa keluar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh beda tinggi antara katup limbah dan katup pengantar serta diameter pipa inlet terhadap unjuk kerja pompa hidram. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Data yang diukur adalah debit hasil pemompaan dan debit limbah pada setiap variabel bebas yaitu beda tinggi katup (10 cm, 15 cm, 20 cm, 25 cm) dan diameter pipa inlet (2 inchi, 2,5 dan 3 inchi). Data hasil pengukuran dan data instalasi di gunakan untuk menganalisa head efektif. Data debit pemompaan, debit limbah, debit masuk, dan data hasil analisis head, digunakan untuk menghitung efiseinsi pompa. Efisiensi pompa yang digunakan disini adalah efisiensi D’aubuisson dan efisiensi Rankine. Hasilnya penelitian menunjukan bahwa efisiensi minimum diperoleh sebesar 59,15 % yang terjadi pada beda tinggi katup 15 cm dan diameter pipa inlet 3 inchi sedangkan efisiensi tertinggi diperoleh sebesar 95,29 % pada beda tinggi katup 10 cm dan diameter pipa inlet 2 inchi pada pompa hidram.
Pengaruh Perlakuan Temperatur terhadap Sifat Mekanik Komposit Hibrid Polyester Berpenguat Serat Buah Lontar dan Serat Kaca Hironimus R. Fao; Jahirwan Ut Jasron; Wenseslaus Bunganaen; Kristomus Boimau
LONTAR Jurnal Teknik Mesin Undana (LJTMU ) Vol 3 No 1 (2016): April 2016
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Sains dan Teknik, Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.904 KB) | DOI: 10.1234/ljtmu.v3i1.504

Abstract

Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur pengovenan terhadap sifat mekanik komposit hibrid polyester berpenguat serat buah lontar dan serat kaca dengan fraksi volume serat (Vf) sebesar 32%. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah resin polyester, serat buah lontar dan serat kaca. Spesimen uji tarik dibuat sesuai standar ASTM D638 sedangkan spesimen uji bending dibuat sesuai standar ASTM D790. Spesimen uji dicetak dengan metode hand lay up diikuti dengan penekanan dan dibiarkan selama 1 hari. Selanjutnya komposit hasil cetakan dipotong sesuai standar uji tarik dan bending, kemudian spesimen uji tersebut diberi perlakuan pemanasan yang berbeda. Hasil pengujian tarik menunjukkan bahwa spesimen yang diberi perlakuan panas 1000C selama 1 jam memiliki kekuatan tarik lebih besar dibandingkan dengan yang lain yakni sebesar 123,00915MPa, sedangkan kekuatan tarik terendah sebesar 54,65102 MPa yang diperoleh pada spesimen yang mendapat perlakuan 2000C selama 3 jam. Hasil uji bending pun menunjukkan bahwa spesimen dengan perlakuan panas 1000C selama 1 jam memiliki kekuatan bending terbesar yakni sebesar 150,7179 MPa, sedangkan kekuatan bending terendah sebesar 85,3945 MPa yang diperoleh pada spesimen dengan perlakuan pemanasan selama 2000C selama 3 jam. Hasil foto makro menunjukkan adanya retak pada spesimen uji bending, sedangkan pada spesimen uji tarik terlihat adanya fiber pullout, debonding dan patah getas.

Page 1 of 1 | Total Record : 10