cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Ketahanan Nasional
ISSN : 08539340     EISSN : 25279688     DOI : -
Core Subject :
Arjuna Subject : -
Articles 4 Documents
Search results for , issue "Vol 16, No 3 (2011)" : 4 Documents clear
Peran Pemuda Dan Masyarakat Dalam Pengembangan Energi Alternatif Terbarukan Untuk Mendukung Ketahanan Energi (Studi di Kabupaten Sumedang , Propinsi Jawa Barat Moch Wachju Rijanto Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.16860

Abstract

Energi telah menjadi isu yang strategi di antara negara-negara di dunia karena ketergantungan terhadap bahan bakar minyak sangat tinggi karena semakin menipisnya cadangan minyak bumi. Indonesia merupakan salah satu negara yang juga bergantung pada hasil migas dan pernah menjadi anggota OPEC. Namun sejak banyaknya sumur-sumue minyak yang tidak lagi dapat berproduksi , Indonesia hanya dapat memproduksi sebanyak 9 juta barel/ hari, dimana kebutuhan nasionalakan energi 1,4 jt/hari. (Dirjen EBTKE, 2010). Untuk bertahan, Indonesia harus melakukan eksplorasi-eksplorasi seumur baru atau menjadi negara net importers minyak 
Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Dalam Sektor Pertanian Tanaman Pangan (Studi Di Kabupaten Kulon Progo, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta) Sumarta dan Edhi Martono
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.16975

Abstract

Era globalisasi yang di antaranya di tandai dengan globalisasi ekonomi, merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, di mana negara-negara di seluruh dunia menjadi suatu kekuatan pasar yang semakin terinteggrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial Negara (Hamid:2006). Perwujudan nyata dari globalisasi ekonomi yang akan di hadapi bangsa indonesia antara lain terjadi dalam bentuk produksi , dengan sasaran agar biaya produksi menjadi lebih rendah.Pemberdayaan sumberdaya manusia menjadi suatu hal yang sangat penting untuk menyongsong era globalisasi karena sumberdaya manusia yang berkualitas dan produktif akan mampu menciptakan hasil yang baik. Menurut Hastuti (1995:15), pemberdayaan sumberdaya manusia harus dilakukan sesuai dengan kondisi masyarakat dan potensi yang dimiliki termasuk kondisi geografisdan sumber daya alamnya, baik pada tataran kelompok masyarakat, atau anggota masyarkat yang diharapkan dapat mengembangkan kelompok maupun rumahtangga, untuk dapat mengoptimalkan sumberdaya keluarga
PENGATURAN RUANG UDARA DIATAS ALUR LAUT KEPULAUAN INDONESIA (ALKI) Ahmad Dirwan
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.12646

Abstract

Pengakuan internasional terhadap prinsip-prinsip Negara kepulauan yang sekian lama diperjuangkan oleh Bangsa Indonesia, telah menjadi kenyataan dengan disepakatinya hukum laut Internasional "United Nations Convention On The Law Of The Sea" (UNCLOS 1982), yang ditandatangani oleh 117 negara pada tanggal 10 Desember 1982, berarti suatu negara yang seluruhnya terdiri dari satu atau lebih kepulauan dan dapat mencakup beberapa pulau. 'Kepulauan" berarti suatu gugusan pulau , termasuk bagian pulau, perairan di antaranya dan wujud alamiah yang hubungan satu sama lain demikian aratnya, sehingga pulau-pulau , perairan di antaranya dan wujud alamiah yang hubungan satu sama lain demikian eratnya, sehingga pulau-pulau, perairan dan wujud alamiah tersebut, merupakan suatu kesatuan geografi, ekonomi dan politik yang hakiki. Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan, telah meratifikasi UNCLOS tersebut dengan UU nomor 17 tahun 1985 sebagai kelanjutan perwujudan dari konsep Doktrin Wawasan Nusantara yang merupakan satu kesatuan terhadap tanah, daratan dan perairan
APLIKASI SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG) UNTUK MENENTUKAN DAERAH POTENSI RAWAN PANGAN GUNA MENDUKUNG iINFORMASI KETAHANAN PANGAN ( Studi di Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur A K A Agustinus dan Armaidy Armawi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 16, No 3 (2011)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.12662

Abstract

Mengembangkan sistem informasi ketahanan pangan daerah dengan berpedoman pada hasil analisis secara spasial (kekurangan), merupakan salah satu wujud pemanffaatan kemajuan teknologi informasi dalam upaya menjaga stabilitas ketahanan nasional. Secara  sederhana kondisi ketahanan pangan daerah sangat ditentukan oleh keadaan jumlah produksi, konsumsi dan distribusi pangan yang selanjutnya disebut sebagai aspek kerawanan pangan daerah (Dewan Ketahanan Pangan, 2005). Aspek kerawanan pangan terbagi menjadi 4 (empat) kelompok yaitu aspek ketersediaan pangan , aspek akses pangan dan pendapatan, aspek kesehatan dan gizi serta aspek kerentanan pangan yang disebabkan oleh keadaaan lingkungan dan kejadian bencana alam. Sehubungan dengan metode analisis dan evaluasi aspek kerawanan pangan secara spasial (keruangan), maka kebutuhan data dan paramater pengukuran di tiap-tiap daerah bersumber dari keadaan geografi, demografi,, potensi sumber daya dan kejadian bencana alam . Selanjutnya unsur tri gatra dan bencana alam tersebut dijadikan indikator yang menentukan tingkat potensi rawan pangan di daearah.

Page 1 of 1 | Total Record : 4


Filter by Year

2011 2011


Filter By Issues
All Issue Vol 31, No 2 (2025) Vol 31, No 1 (2025) Vol 30, No 3 (2024) Vol 30, No 2 (2024) Vol 30, No 1 (2024) Vol 29, No 3 (2023) Vol 29, No 2 (2023) Vol 29, No 1 (2023) Vol 28, No 3 (2022) Vol 28, No 2 (2022) Vol 28, No 1 (2022) Vol 27, No 3 (2021) Vol 27, No 2 (2021) Vol 27, No 1 (2021) Vol 26, No 3 (2020) Vol 26, No 2 (2020) Vol 26, No 1 (2020) Vol 25, No 3 (2019) Vol 25, No 2 (2019) Vol 25, No 1 (2019) Vol 24, No 3 (2018) Vol 24, No 2 (2018) Vol 24, No 1 (2018) Vol 23, No 3 (2017) Vol 23, No 2 (2017) Vol 23, No 1 (2017) Vol 22, No 3 (2016) Vol 22, No 2 (2016) Vol 22, No 1 (2016) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 3 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 2 (2015) Vol 21, No 1 (2015) Vol 21, No 1 (2015) VOL. XXI, NO. 1 APRIL 2015 Vol 20, No 3 (2014) Vol 20, No 2 (2014) Vol 20, No 1 (2014) Vol. XX, No. 3, Desember 2014 VOL. XX, NO. 2, AGUSTUS 2014 VOL. XX, NO. 1, APRIL 2014 Vol 19, No 3 (2013) Vol 19, No 2 (2013) Vol 19, No 1 (2013) VOL. XIX, NO. 3, DESEMBER 2013 VOL. XIX, NO. 2, AGUSTUS 2013 VOL. XIX, NO. 1, APRIL 2013 Vol 17, No 3 (2012) Vol 17, No 2 (2012) Vol 17, No 1 (2012) Vol 16, No 3 (2011) Vol 16, No 2 (2011) Vol 16, No 1 (2011) Vol 15, No 3 (2010) Vol 15, No 2 (2010) Vol 15, No 1 (2010) Vol 14, No 3 (2009) Vol 14, No 2 (2009) Vol 14, No 1 (2009) Vol 13, No 3 (2008) Vol 13, No 2 (2008) Vol 13, No 1 (2008) Vol 12, No 3 (2007) Vol 12, No 2 (2007) Vol 12, No 1 (2007) Vol 11, No 3 (2006) Vol 11, No 2 (2006) Vol 11, No 1 (2006) Vol 10, No 3 (2005) Vol 10, No 2 (2005) Vol 10, No 1 (2005) Vol 9, No 3 (2004) Vol 9, No 2 (2004) Vol 9, No 1 (2004) Vol 8, No 3 (2003) Vol 8, No 2 (2003) Vol 8, No 1 (2003) Vol 7, No 3 (2002) Vol 7, No 2 (2002) Vol 7, No 1 (2002) Vol 6, No 3 (2001) Vol 6, No 2 (2001) Vol 6, No 1 (2001) Vol 5, No 3 (2000) Vol 5, No 2 (2000) Vol 5, No 1 (2000) Vol 4, No 3 (1999) Vol 4, No 2 (1999) Vol 4, No 1 (1999) Vol 3, No 3 (1998) Vol 3, No 2 (1998) Vol 3, No 1 (1998) Vol 2, No 3 (1997) Vol 2, No 2 (1997) Vol 2, No 1 (1997) Vol 1, No 1 (1996) More Issue